jadi inget film family guy atau the simpson yah, gw lupa, pemerintah amrik
mpe punya super hero yang khusus ngalihin perhatian massa, setiap kepojok
dikeluarin deh tuh superheronya buat bikin kasus biar perhatian masyarakat
teralihkan

sama aja kekna yah disini ma diluar, biar dieskposnya dari kartun?

*~ Sista Moon is tired of waiting for Broda Sun~*




2011/2/23 Zigo AlCapone <[email protected]>

> *Kasus Ahmadiyah: Alat Pengalihan Isu Kegagalan Pemerintah?*
>
> *Oleh; LS (Lajnah Siyasiyah)-DPP HTI*
>
> Bak bara dalam sekam, persoalan Ahmadiyah dalam tubuh bangsa ini membara
> lagi. Setelah konflik  di tahun 2008 antara FPI dengan AKBPP yang membela
> Ahmadiyah, gesekan terjadi lagi di tahun ini, di Cikeusik, Pandeglang
> Banten. Kekesalan masyarakat yang telah lama terakumulasi meledak akibat
> sikap provokatif dan kekurangajaran Ahmadiyah menyebarkan ajaran sesat
> mereka kepada warga.
>
> Temuan di lapangan menunjukkan bahwa warga Ahmadi-lah yang demikian sengit
> memancing kekerasan terhadap warga Cikeusik. Mereka juga mendatangkan
> pengikut Ahmadiyah dari luar daerah untuk menantang umat Islam Cikeusik.
> Hanya saja karena kelihaian skenario yang nampaknya telah dipersiapkan
> dengan apik, termasuk perekaman sejumlah momen konflik yang lalu diunggah ke
> internet, justru umat Islam Cikeusik-lah yang seolah melakukan penganiayaan.
> Ahmadiyah pun menuai keuntungan dari penyerangan tersebut; simpati.
>
> *Sudah Final*
>
> Dari beragam kejanggalan konflik tersebut dan serta pemberitaannya yang
> minor terhadap umat Islam di media massa, ada satu hal yang telah jelas dan
> tidak boleh dilupakan oleh siapapun umat Islam, bahwa Ahmadiyah adalah
> kelompok dan ajaranya sesat menyesatkan. Mereka diluar Islam dan para
> pengikutnya pun masuk katagori non muslim.
>
> Diskursus kesesatan Ahmadiyah telah final dan telah terungkap sejak
> kelahirannya. Para ulama di seluruh dunia telah menyatakan bahwa Mirza
> Ghulam Ahmad dan orang-orang yang mengikutinya adalah kafir, bukan muslim.
> Pernyataan ini lahir dari konferensi Rabithah Alam Islamy yang diadakan di
> Mekkah tahun 1394 H, yang dihadiri oleh berbagai organisasi Islam dunia.
>
> Selain itu, kalangan ulama yang juga mengumumkan kekafiran Al-Qadiyaniah
> ialah Komite Tetap Riset Ilmiah dan Fatwa (Lajnah Daimah) Saudi Arabia dan
> Lembaga Ulama Senior Saudi Arabia dan Mujamma Fiqih yang menginduk kepada
> Rabithah dan Mujamma Fiqih Islam yang menginduk kepada Organisasi Konferensi
> Islam (OKI) dan Mujamma Riset Islam di Al-Azhar. Demikian pula Akademi Fiqih
> Islam Mesir, Dewan Fiqih Islam Afrika Selatan, Fatwa Mufti Amerika Serikat
> Dr. Muzammil Siddiqi, Dewan Syariah Inggris, dan banyak lagi.
>
> Di sejumlah negeri muslim, Ahmadiyah telah dinyatakan sebagai jamaah
> terlarang. Pakistan, dengan empat juta orang Ahmadiyahnya, diberlakukan
> konstitusi tahun 1974, pasal 298 bernama “Undang-undang anti-Ahmadiyah”,
> aliran ini dinyatakan oleh pemerintah Pakistan telah keluar dari Islam.
>
> Dengan UU ini, Pakistan adalah negara satu-satunya di dunia yang
> pemerintahnya dengan tegas menyatakan Ahmadiyah murtad. Semua orang yang
> mengaku Ahmadiyah dilarang untuk menggunakan atribut Islam dalam keseharian
> mereka.
>
> Ahmadiyah Pakistan dilarang menyebut diri mereka Muslim, solat menggunakan
> cara Islam, mengucapkan salam dengan Assalamualaikum, atau menamai anak
> mereka dengan nama depan “Muhammad”. Jika melanggar, mereka akan mendapat
> dakwaan penistaan agama Islam dengan hukuman 10 tahun penjara atau maksimal
> hukuman mati. Pada tahun 2008, ada 28 orang yang didakwa kriminal hanya
> karena mereka menganut Ahmadiyah.
>
> Negara jiran Malaysia juga bersikap tegas terhadap jemaah Ahmadiyah. Pada
> April 2009, Dewan Agama Islam negara bagian Selangor mengeluarkan pernyataan
> yang melarang semua umat Ahmadiyah menggunakan mesjid raya. Mereka dilarang
> menginjakkan kaki di mesjid-mesjid umat Islam  untuk shalat Jumat. Bagi yang
> melanggar, akan dikenakan hukuman penjara hingga satu tahun dan denda RM3000
> atau sekitar Rp. 8,8 juta. Pada Desember 2008, wilayah Selayang di Selangor
> menuntut Ahmadiyah untuk mengganti kalimat syahadat mereka karena dinilai
> tidak relevan dengan ajarannya.
>
> Dengan demikian, merupakan *set back*, kemunduran bila kaum muslimin,
> khususnya ormas-ormas Islam juga MUI, mau diajak melakukan dialog kembali
> dengan kelompok Ahmadiyah. Usulan ini misalnya dilontarkan Komisi VIII DPR
> RI yang menghimbau agar Menag melakukan dialog dengan kelompok Ahmadiyah.
> Bak gayung bersambut, Kemenag juga menjanjikan akan mengajak MUI berdialog
> dengan Ahmadiyah.
>
> Jika usulan ini diterima, maka sesungguhnya amat meprihatinkan. Apa yang
> sebenarnya bisa didialogkan? Bukankah itu akan sama saja dengan
> mempertanyakan kembali apakah kenabian itu selesai setelah wafatnya
> Rasulullah saw., ataukah ada penerusnya? Semisal apakah Musailamah
> al-Kadzdzab itu nabi atau bukan?
>
> Yang dibutuhkan umat hari ini adalah eksekusi atas kelompok Ahmadiyah.
> Fakta kesesatan ajaran kelompok tersebut sudah jelas serta payung hukum
> untuk mengeksekusi mereka telah ada.
>
> Mengenai ajaran yang sesat tersebut, pada tahun 2008 silam, Badan
> Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) memutuskan
> Jamaah Ahmadiyah Indonesia sebagai aliran agama yang menyimpang. Aliran
> agama ini diminta menghentikan aktivitas, setelah 3 bulan dipantau dinilai
> tidak konsisten melaksanakan 12 butir penjelasan yang pernah diajukan
> pengurus besarnya (VHRNews.com, 16/4/2008).
>
> “Bakor Pakem merekomendasikan Jamaah Ahmadiyah Indonesia diberi peringatan
> keras dan menghentikan perbuatannya,” kata Wisnu. Lebih jauh lagi, Bakor
> Pakem menegaskan, “Tidak ada negosiasi benar atau tidak. Dia (Jamaah
> Ahmadiyah) sudah dinyatakan menyimpang.”
>
> Keputusan Bakor Pakem itu setelah dilakukan pemantauan dan evaluasi
> terhadap ajaran Ahmadiyah dilakukan di 33 kabupaten, 55 komunitas, dan 277
> warga Ahmadiyah.
>
> Menurut Wisnu, peringatan keras dan seruan menghentikan aktivitas ibadah
> Jamaah Ahmadiyah itu akan diatur dalam surat keputusan bersama Menteri
> Agama, Jaksa Agung, dan Menteri Dalam Negeri sesuai UU Nomor 1/PNPS/1965
> tentang Pemberantasan Tindak Pidana Subversif.
>
> Bila status Ahmadiyah telah jelas dan payung hukum untuk mengeksekusi
> mereka telah ada, lalu apa lagi yang ditunggu? Inilah persoalan sebenarnya.
> Ada apa dengan pemerintah? Mengapa masih melakukan tarik ulur atas persoalan
> yang amat sensitif dan mendasar bagi umat Islam? Maka terlihat sekali, upaya
> dibukanya kran dialog dengan kelompok Ahmadiyah adalah bagian dari skenario
> untuk memuluskan keenganan pemerintah untuk membubarkan Ahmadiyah. Dan ruang
> dialog di harapkan bisa melahirkan sikap toleransi secara kolektif dan
> kumulatif hingga akan melegitimasi pilihan pemerintah “melindungi”
> Ahmadiyah. Jadi ini upaya liberalisasi terselubung yang berjalan berbanding
> lurus dengan keputusan yang akan diambil pemerintah.
>
> Kasus Ciekesik tampak Ahmadiyah bermain, kelompok liberal memanfaatkan,
> pemerintah  menjadi follower dengan membuka front lebih lebar dengan jargon
> “bubarkan ormas anarkis”, esensinya tiga entittas di atas bermain dan
> memainkan peran masing-masing.Sebuah kolaborasi dengan menjadikan rasa
> keadilan mayoritas umat Islam di Indonesia tergadaikan dan terdzalimi.
>
> *Pengalih Isu*
>
> Banyak pihak yang menuding berlarut-larutnya persoalan Ahmadiyah disebabkan
> pemerintahan SBY yang peragu dan serba gamang. Akan tetapi bila ditelusuri
> lebih jauh lagi, sikap ‘ragu’ dan ‘membiarkan’ persoalan Ahmadiyah ini patut
> kita curigai. Dari sejumlah kasus konflik umat Islam vs Ahmadiyah - termasuk
> tahun 2008 yang terbilang paling keras –, kita patut menduga kuat bahwa ada
> skenario pengalihan isu atas sejumlah isu vital di  negeri ini, dan
> Ahmadiyah menjadi mainan politik penguasa yang bisa ditarik ulur kapan saja.
>
> Konflik antara FPI dengan AKBPP yang pro-Ahmadiyah di tahun 2008 misalnya,
> dipercayai sejumlah kalangan untuk menutupi kebijakan pemerintah yang tidak
> populis yakni menaikkan harga BBM. Kala itu pemerintah  menetapkan harga
> minyak tanah sebesar Rp 2.500 per liter, bensin premium naik menjadi Rp6.000
> per liter dan minyak solar sebesar Rp 5.500 per liter.
>
> Kebijakan ini sekaligus pertama dalam sejarah pemerintah menaikkan harga
> BBM hingga hingga tiga kali. Dua kali pada tahun 2005 dan sekali pada tahun
> 2008. Semuanya dilakukan di masa kepresidenan SBY yang telah berkuasa
> semenjak tahun 2004.
>
> Keputusan tersebut langsung mengundang reaksi masyarakat. Sejumlah LSM
> melakukan aksi menentang di beberapa kota. Tapi di tengah memanasnya
> penentangan kebijakan menaikkan harga BBM, konflik FPI-AKBB meletus. Semua
> media massa menggiring publik untuk fokus pada konflik tersebut, terutama
> media massa liberal  yang dikenal pro dengan kebijakan ekonomi liberal
> seperti grup Tempo habis-habisan mengangkat pemberitaan tersebut.
>
> Selain dihujat kebijakan soal BBM, saat itu pemerintah SBY juga disorot
> banyak kalangan karena membiarkan laboratorium militer milik angkatan laut
> AS (Naval Medical Research Unit-2/NAMRU-2) terus beroperasi. Persoalan
> NAMRU-2 mencuat setelah diangkat oleh Menkes saat itu, Siti Fadlillah
> Supari. Saat itu sang Menkes sempat dibuat jengkel oleh pihak NAMRU-2 karena
> ia tidak langsung diijinkan masuk dengan alasan datang tanpa pemberitahuan.
> Menkes juga menyatakan bahwa ia tidak tahu menahu keberadaan dan operasional
> lab asing tersebut meski berdiri  di atas tanah milik Dinkes. Ia khawatir
> bila NAMRU-2 memproduksi virus-virus infeksi yang berbahaya.
>
> Tapi kala itu DPR dan pemerintah tetap memperpanjang kontrak NAMRU-2 di
> tanah air, meski desakan untuk penghentiannya berdatangan.
>
> Kali ini konflik umat Islam dengan jemaat Ahmadiyah juga pecah di tengah
> babak belurnya pemerintah akibat kritikan sejumlah tokoh masyarakat. Sebelum
> kasus Cikeusik menjadi isu nasional, pemerintahan SBY terpojok dengan kasus
> mafia pajak, mafia kasus, Century *Gate*, curhat presiden soal gajinya,
> dan kebijakan menaikkan harga BBM.
>
> Selain itu, pemerintahan SBY dituding oleh tokoh-tokoh lintas agama telah
> melakukan kebohongan publik. Ada 9 hal yang menurut para tokoh ini merupakan
> kebohongan pemerintah yakni soal kemiskinan, kebutuhan rakyat, pemberantasan
> terorisme, ketahanan pangan, penegakkan hak asasi manusia, anggaran
> pendidikan, kasus Lapindo, kasus Newmont dan kasus audit PT Freeport.
>
> Khusus soal mafia pajak dengan Gayus Tambunan sebagai tokoh sentral,
> pemerintahan SBY dibuat terpojok dua kali; *pertama*, sebagian klien Gayus
> adalah perusahaan milik Aburizal Bakrie, Ketua Umum Golkar yang nota bene
> adalah mitra kuat partai Demokrat dalam koalisi. *Kedua*, perlawanan Gayus
> yang mengatakan bahwa Satgas Anti Mafia Hukum telah memojokkannya dan
> menipunya. Padahal Satgas Anti Mafia Hukum justru merupakan bentukan
> Presiden SBY.
>
> Pemerintahan SBY pun terpojok dalam kasus *bail out* Bank Century, karena
> Wapres Boediono dan mantan Menkeu Sri Mulyani adalah pejabat-pejabat yang
> terkait dalam kasus yang menyebabkan kerugian negara hingga 6,76 triliun
> rupiah. Boediono adalah Gubernur BI yang menyetujui kucuran talangan dana
> bagi bank gurem tersebut, sedangkan Sri Mulyani adalah Menkeu-nya. Meski
> hingga kini keduanya *untouchable* - bahkan Sri Mulyani telah keluar
> negeri dan menjadi bekerja World Bank - tapi penyelidikan atas kasus ini
> masih terus digulirkan.
>
> Wajar bila kemudian muncul wacana penguasa dan negara telah gagal mengurusi
> rakyatnya sendiri. Krisis multidimensi yang melahirkan multi penderitaan
> bagi masyarakat tak kunjung mampu diselesaikan pemerintah.
>
> Tapi, bak di medan perang, pemerintahan yang dipimpin Jendral SBY
> melontarkan senjata *chaff/flare -* senjata pengecoh rudal musuh –,
> sebagai pengalih semua persoalan yang membuatnya babak belur ke persoalan
> Ahmadiyah. Taktik ini nyaris berhasil, terutama berkat dukungan media massa
> yang terus menerus mengangkat persoalan ini. Pikiran dan enerji umat hampir
> terkuras hanya untuk persoalan yang sesungguhnya telas jelas
> penyelesaiannya.
>
> Pada titik inilah umat Islam harus sadar bahwa persoalan Ahmadiyah adalah
> bagian integral dari permasalahan utama umat; yakni kegagalan negara dalam
> mengurusi dan melindungi rakyatnya. Gagal karena penguasanya masih
> bersikukuh dengan sistem batil demokrasi-kapitalisme dan setia dengan
> majikan mereka; Barat.
>
> Kelompok Ahmadiyah bisa bertahan di bumi Indonesia karena berlindung
> dibalik ketiak demokrasi dan HAM. Mereka juga didukung oleh Barat. Pada
> tahun 2008 saat konflik terhadap Ahmadiyah meruncing, Direktur Jenderal
> Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Departemen Agama (Depag), Prof
> Nasarudin Umar, menyebut empat negara yang meminta agar Ahmadiyah tidak
> dibubarkan. Yaitu Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Kanada. Surat itu
> ditujukan ke Menteri Agama.
>
> Ahmadiyah ibarat kelenjar kanker yang ditanam di dalam tubuh umat agar umat
> Islam sibuk dengan persoalan ini. Ia juga mainan politik penguasa yang bisa
> ditarik ulur kapan saja saat dibutuhkan. Eksisnya Ahmadiyah seharusnya
> menjadi bagian dari entry point untuk menyadarkan umat bahwa selama tidak
> tegak syariat dan khilafah, maka akidah umat sulit untuk dilindungi.
>
> Umat Islam harus tetap fokus pada dakwah melanjutkan kehidupan Islam dengan
> penegakkan syariat dan khilafah. Hanya itulah solusi tuntas bagi persoalan
> Ahmadiyah. (LS/DPP HTI)
>
>
>
>
>
> *Warm Regards,*
>
> * *
>
> * *
>
> *Zigo AlCapone*
>
>
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke