-

السلام عليكم ورحمته الله وبركا ته
 
semoga bermanfaat
wass....zainal

Agar Kesuksesan Tak Menipu 

Oleh: Mochamad Bugi 

 
“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi ini dan (tidak pula) pada 
dirimu sendiri, melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) 
sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah 
bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka 
cita terhadap apa yang luput dari kamu dan agar kamu jangan terlalu 
gembira dengan apa yang Dia berikan kepada kamu dan Allah tidak menyukai 
orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Al-Hadid: 22-23)
Kehidupan dunia bersifat fana. Sementara. Persis seperti kuncup bunga yang 
mekar dan wangi. Setelah itu jatuh gugur dan mengering disapu angin lalu. 
Tak beda dengan embun pagi. Kala mentari mulai meninggi, embun menguap 
tanpa meninggalkan jejak yang berarti.
Begitulah hakikat dunia. Karenanya segala kesenangan yang kita kecap 
adalah sementara. Kesusahan yang membelit pun fana. Keyakinan seperti ini 
adalah vitamin bagi jiwa kita untuk bisa membangun kekuatan tawazun 
(keseimbangan). Jiwa kita tak akan dipenuhi kesombongan dan over rasa 
bangga kala meraih kesuksesan dan mengecap kesenangan. Hati kita pun tidak 
merasa sempit, putus asa, apalagi rapuh tatkala dirundung musibah dan 
kegagalan.
Sikap tawazun akan terasa lezat kita kecap manakala jiwa kita melepas rasa 
belenggu kesusahan dan kebingungan dengan berupaya meminta bantuan kepada 
Allah Yang Mahakuat dan Mahakaya. Bersamaan dengan itu, kita tapaki 
jejak-jejak amal usaha yang bisa menjadi sebab ikhtiar kita untuk keluar 
belenggu dari kesusahan. Setelah itu, kita ridha dengan apa hasilnya dan 
pasrah pada ketentuan Allah swt. yang Mahatahu dengan maksud kehendak-Nya 
atas diri kita.
Sebagai mukmin sejati, kita berhajat betul pada cara pandang seperti itu 
agar hidup kita bisa lurus. Agar benar-benar mengurat-akar dalam jiwa, 
kita butuh contoh. Dan cukuplah bagi kita kisah ketawazunan para nabi dan 
orang-orang shalih terdahulu. Itulah cermin bagi langkah-langkah kita 
menapaki kefanaan ini.
Sejarah orang-orang shalih mengajarkan kepada kita bahwa setiap 
keberhasilan di dunia nilainya terletak pada tujuan kita. Pada niat untuk 
apa sesuatu itu kita capai. Bila kesuksesan yang kita rengkuh itu 
bertujuan untuk kebaikan diri kita dan umat manusia, maka kesuksesan itu 
kebaikan dan keberkahan bagi kita. Namun bila kesuksesan itu tidak kita 
kaitkan dengan akhirat melalui niat ikhlas, maka kesuksesan itu adalah 
sementara. Kesuksesan yang menipu.
Sebaliknya, jika kita gagal, kita perlu mencari tahu sebab-sebabnya. Dan 
kita yakin betul bahwa kegagalan yang tidak mengakibatkan kemunduran diri 
kita dari hal-hal yang bersifat ukhrawi adalah bukan kegagalan yang 
hakiki. Karena kesuksesan yang hakiki adalah kesuksesan yang berkenaan 
dengan kehidupan akhirat. Camkan ayat berikut ini.
“Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, maka 
sesungguhnya ia beruntung. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah 
kesenangan yang memperdaya.” (Ali Imran: 185)
Sungguh apa yang tersedia dalam kehidupan dunia ini jauh lebih sedikit 
jumlahnya dibandingkan dengan apa yang dicita-citakan dan diangankan 
manusia. Karena itu, beruntunglah orang yang selalu menghubungkan apa-apa 
yang diperolehnya di dunia di sepanjang hidupnya dengan akhirat yang 
sangat luas dan kekal.
Jangan biarkan diri kita menyerah dengan kondisi kekinian, baik berupa 
kesenangan maupun kesusahan. Kita harus selalu mengarahkan pandangan pada 
akibat, dengan itu kita akan keluar dari kungkungan kekinian menuju ke 
masa depan yang luas
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah 
setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok 
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha 
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al-Hasyr: 18) []
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke