السلام عليكم ورحمته الله وبركا ته
 
semoga bermanfaat
wass....zainal

TIDAK SEPANTASNYA MANUSIA MENYOMBONGKAN DIRI

Oleh ; Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali


APAKAH KESOMBONGAN ITU?
Kesombongan (takabbur) atau dikenal dalam bahasa syariat dengan sebutan 
al-kibr yaitu melihat diri sendiri lebih besar dari yang lain. Orang 
sombong itu memandang dirinya lebih sempurna dibandingkan siapapun. Dia 
memandang orang lain hina, rendah dan lain sebagainya.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah menjelaskan hakikat 
kesombongan dalam hadits beliau Shallallahu 'alaihi wa salllam : 

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

"Kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia". [HR. 
Muslim, no. 2749, dari 'Abdullah bin Mas'ûd]

Inilah yang membedakan takabbur dari sifat ‘ujub (membanggakan diri, silau 
dengan diri sendiri). Sifat ‘ujub, hanya membanggakan diri tanpa 
meremehkan orang. Sedangkan takabbur, disamping membanggakan diri juga 
meremehkan orang. 

SEBAB-SEBAB KESOMBONGAN
Sebab-sebab kesombongan, antara lain:

1- ‘Ujub (Membanggakan Diri)
Ketahuilah wahai hamba yang bertawadhu’ –semoga Allah lebih meninggikan 
derajat bagimu-, bahwa manusia tidak akan takabbur kepada orang lain 
sampai dia terlebih dahulu merasa ‘ujub (membanggakan diri) terhadap 
dirinya, dan dia memandang dirinya memiliki kelebihan dari orang lain. 
Maka dari ‘ujub ini muncul kesombongan. Dan ‘ujub merupakan perkara yang 
membinasakan, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

ثَلاَثٌ مُهْلِكَاتٌ: شُحٌّ مُطَاعٌ وَهُوَيَ مُتَبَعٌ وَإِعْجَابٌ اْلمَرْءِ 
بِنَفْسِهِ

"Tiga perkara yang membinasakan: sifat sukh (rakus dan bakhil) yang 
ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ‘ujub seseorang terhadap dirinya". 
[Silsilah Shahihah, no. 1802]

Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda:

بَيْنَمَا رَجُلٌ يَتَبَخْتَرُ يَمْشِي فِي بُرْدَيْهِ قَدْ أَعْجَبَتْهُ 
نَفْسُهُ فَخَسَفَ اللَّهُ بِهِ الْأَرْضَ فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ فِيهَا إِلَى 
يَوْمِ الْقِيَامَةِ 

"Ketika seorang laki-laki sedang bergaya dengan kesombongan berjalan 
dengan mengenakan dua burdahnya (jenis pakaian bergaris-garis; atau 
pakaian yang terbuat dari wol hitam), dia mengagumi dirinya, lalu Allah 
membenamkannya di dalam bumi, maka dia selalu terbenam ke bawah di dalam 
bumi sampai hari kiamat". [HR. Bukhari, no. 5789; Muslim, no. 2088; dan 
ini lafazh Muslim]

2- Merendahkan Orang Lain.
Ketahuilah wahai hamba (Allah), bahwa orang yang tidak meremehkan manusia, 
tidak akan takabbur terhadap mereka. Sedangkan meremehkan seseorang yang 
dimuliakan Allah dengan keimanan sudah cukup untuk menjadikan sebuah dosa. 


3- Suka Menonjolkan Diri (Taraffu).
Ketahuilah wahai hamba yang tunduk kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, bahwa 
jiwa manusia itu menyukai ketinggian di atas sesamanya, dan dari sini 
muncul kesombongan.

Oleh karena itu, barangsiapa memperhatikan Al-Qur’an niscaya akan 
mendapati bahwa orang-orang yang bersombong pada tiap-tiap kaum adalah 
para pemukanya, yaitu orang-orang yang memegang kendali berbagai urusan. 
Allah Ta’ala berfirman tentang suku Tsamud, kaum Nabi Shalih Alaihissalam 
yang artinya: "Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya 
berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di 
antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shalih di utus (menjadi Rasul) oleh 
Tuhannya?". Mereka (yang dianggap lemah-red) menjawab: "Sesungguhnya kami 
beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya".

Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah 
orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu".

Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh 
terhadap perintah Tuhan. dan mereka berkata: "Hai Shalih, datangkanlah apa 
yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang 
yang diutus (Allah)". [al-A’râf/7:75-77]

Dan Allah Ta’ala memberitakan tentang kaum Nabi Syu’aib Alaihissalam :

"Pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: 
"Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang 
beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami". 
Syu'aib berkata: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami 
tidak menyukainya?" [Al-A’raaf/7: 88]

Namun orang yang berakal akan berlomba pada ketinggian yang tetap lagi 
kekal, yang di dalamnya terdapat keridhaan Allah Subhanahu wa Ta'ala dan 
kedekatan kepadaNya. Dan dia meninggalkan ketinggian sementara yang akan 
binasa, yang akan diikuti oleh kemurkaan Allah dan kemarahanNya, 
kerendahan hamba, kesibukannya, jauhnya dari Allah dan terusirnya (dari 
rahmat) Allah. Inilah ketinggian yang tercela, yaitu sikap melewati batas 
dan takabbur di muka bumi dengan tanpa kebenaran. Allah Ta’ala berfirman:

"Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin 
ketinggian (menyombongkan diri ) dan berbuat kerusakan di (muka) bumi. Dan 
kesudahan (yang baik) itu adalah bagi orang-orang yang bertakwa". 
[Al-Qashash/28: 83]

Adapun ketinggian yang pertama (yakni ketinggian yang tetap lagi kekal di 
akhirat) dan bersemanagat untuk meraihnya, maka itu terpuji. Allah Ta’ala 
berfirman: 

"Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang 
berlomba-lomba".[Al-Muthaffifin/83: 26]

Maka disyari’atkan berlomba-lomba untuk (meraih) derajat-derajat tinggi di 
akhirat yang kekal, dan berusaha meraih ketinggian pada 
tingkatan-tingkatannya, serta bersemangat untuk itu dengan berusaha 
melakukan sebab-sebabnya. Dan hendaklah seseorang tidak merasa puas dengan 
kerendahan, padahal dia mampu meraih ketinggian.

4- Mengikuti Hawa Nafsu.
Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa kesombongan itu muncul dari sebab 
mengikuti hawa nafsu, karena memang hawa nafsu itu mengajak menuju 
ketinggian dan kemuliaan di muka bumi. Allah Ta’ala berfirman: 
$ 
"Apakah setiap datang kepadamu seorang Rasul membawa sesuatu (pelajaran) 
yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; Maka beberapa 
orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu 
bunuh?" [Al-Baqarah/2: 87]

BAHAYA KESOMBONGAN
Ketahuilah wahai hamba Allah yang hatinya dihiasi dengan tawadhu’ (rendah 
hati) bahwa bencana kesombongan itu sangat besar, orang-orang istimewa 
binasa di dalamnya, dan jarang orang yang bebas darinya, baik para ulama’, 
ahli ibadah, atau ahli zuhud. Bagaimana bencana kesombongan itu tidak 
besar, sedangkan kesombongan itu:

1- Dosa Pertama Yang Dengannya Allah Azza Wa Jalla Dimaksiati. 
Kesombongan adalah dosa pertama yang dilakukan Iblis laknatullah dalam 
bermaksiat kepada Allah Azza wa jalla. Kesombongan itu menyeret Iblis 
untuk menjadikan takdir sebagai alasan terus-menerus sombong. Allah Azza 
wa Jalla berfirman:

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: "Sujudlah kamu 
kepada Adam!," Maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur 
dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir". [Al-Baqarah/2: 
34]

2- Kesombongan Merupakan Kawan Syirik Dan Penyebabnya.
Oleh karena itulah Allah Azza wa Jalla menggabungkan antara kekafiran 
dengan kesombongan di dalam kitabNya yang mulia, Dia Azza wa Jalla 
berfirman:

"Lalu seluruh malaikat-malaikat itu bersujud semuanya, kecuali Iblis; dia 
menyombongkan diri dan adalah dia termasuk orang-orang yang kafir". 
[Shaad/38: 73-74]

Allah Azza wa Jalla juga berfirman:

" (Bukan demikian) sebenarya telah datang keterangan-keterangan-Ku 
kepadamu lalu kamu mendustakannya dan kamu menyombongkan diri dan adalah 
kamu termasuk orang-orang yang kafir". [Az-Zumar/39: 59]

Karena barangsiapa takabbur dari patuh kepada al-haq (kebenaran) –walaupun 
kebenaran itu datang kepadanya lewat tangan seorang anak kecil atau orang 
yang dia benci dan musuhi- , maka sesungguhnya takabburnya itu adalah 
kepada Allah, karena Allah adalah Al-Haq, perkataanNya adalah haq, 
agamaNya adalah haq, al-haq merupakan sifatNya, dan al-haq adalah dariNya 
dan untukNya. Maka jika seorang hamba menolak al-haq, takabbur dari 
menerimanya, maka sesungguhnya dia menolak Allah dan takabbur terhadapNya. 
Dan barangsiapa takabbur terhadap Allah, niscaya Allah akan 
menghinakannya, merendahkannya, mengecilkannya, dan meremehkannya. 

3- Orang-Orang Yang Sombong Tempat Kembalinya Adalah Neraka.
Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan neraka sebagai 
rumah bagi orang-orang yang sombong, sebagaimana di dalam surat Al-Ghafir 
ayat 76 dan surat Az-Zumar ayat 72. Allah Azza wa Jalla berfirman:

"Masukilah pintu-pintu neraka Jahannam itu, sedang kamu kekal di 
dalamnya". Maka neraka Jahannam Itulah seburuk-buruk tempat bagi 
orang-orang yang menyombongkan diri". [Az-Zumar/39: 72]

Dan orang-orang yang sombong adalah para penduduk neraka Jahannam, 
berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam :

إِنَّ أَهْلَ النَّارِ كُلُّ جَعْظَرِيٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ جَمَّاعٍ 
مَنَّاعٍ وَأَهْلُ الْجَنَّةِ الضُّعَفَاءُ الْمَغْلُوبُونَ

"Sesungguhnya penduduk neraka adalah semua orang yang kasar lagi keras, 
orang yang bergaya sombong di dalam jalannya, orang yang bersombong, orang 
yang banyak mengumpulkan harta, orang yang sangat bakhil. Adapun penduduk 
sorga adalah orang-orang yang lemah dan terkalahkan". [Hadits Shahih. 
Riwayat Ahmad, 2/114; Al-Hakim, 2/499]

Mereka akan merasakan berbagai macam siksaan di dalam Jahannam, akan 
diliputi kehinaan dari berbagai tempat, dan akan diminumi nanah penduduk 
neraka. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يُحْشَرُ الْمُتَكَبِّرُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَمْثَالَ الذَّرِّ فِي 
صُوَرِ الرِّجَالِ يَغْشَاهُمْ الذُّلُّ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَيُسَاقُونَ 
إِلَى سِجْنٍ فِي جَهَنَّمَ يُسَمَّى بُولَسَ تَعْلُوهُمْ نَارُ الْأَنْيَارِ 
يُسْقَوْنَ مِنْ عُصَارَةِ أَهْلِ النَّارِ طِينَةَ الْخَبَالِ 

"Pada hari kiamat orang-orang yang sombong akan digiring dan dikumpulkan 
seperti semut kecil, di dalam bentuk manusia, kehinaan akan meliputi 
mereka dari berbagai sisi. Mereka akan digiring menuju sebuah penjara di 
dalam Jahannam yang namanya Bulas. Api neraka yang sangat panas akan 
membakar mereka. Mereka akan diminumi nanah penduduk neraka, yaitu 
thinatul khabal (lumpur kebinasaan)". [Hadits Hasan. Riwayat Bukhari di 
dalam al-Adabul Mufrad, no. 557; Tirmidzi, no. 2492; Ahmad, 2/179; dan 
Nu’aim bin Hammad di dalam Zawaid Az-Zuhd, no. 151]

4- Kesombongan Merupakan Tirai Penghalang Masuk Surga.
Oleh karena itu Allah mengusir Iblis dari surga, Dia Azza wa Jalla 
berfirman:

"Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan 
diri di dalamnya!". [Al-A’râf/7: 13]

Kesombongan itu menjadi tirai penghalang masuk surga karena menghalangi 
seorang hamba dari akhlaq orang-orang beriman. Orang sombong tidak 
menyukai untuk kaum mukminin kebaikan yang dia sukai untuk dirinya. Dia 
tidak mampu bersikap rendah hati dan meninggalkan hasad, dendam, dan 
marah. Dia juga tidak mampu manahan murka, dia tidak menerima nasehat, dan 
tidak selamat dari sifat merendahkan dan menggibah manusia. Tidak ada 
sifat yang tercela kecuali dia memilikinya.

5- Allah Tidak Mencintai Orang-Orang Yang Sombong.
Barangsiapa yang memiliki sifat-sifatnya seperti ini, maka dia berhak 
mendapatkan laknat Allah, jauh dari rahmatNya, Allah memurkainya dan tidak 
mencintainya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

"Maka orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, hati mereka 
mengingkari (keesaaan Allah), sedangkan mereka sendiri adalah orang-orang 
yang sombong. Tidak diragukan lagi bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa 
yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka lahirkan. Sesungguhnya Allah 
tidak menyukai orang-orang yang sombong". [An-Nahl/16: 22-23]

6- Kesombongan Merupakan Sebab Su-ul Khatimah (Keburukan Akhir Kehidupan).
Oleh karena itu Allah memberitakan bahwa orang yang sombong dan 
sewenang-wenang adalah orang-orang yang Allah menutup hati mereka, 
sehingga mereka tidak beriman. Sehingga akhir kehidupannya buruk. Allah 
Azza wa Jalla berfirman:

"Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan 
sewenang-wenang". [Al-Mukmin/40: 35]

7- Kesombongan Merupakan Sebab Berpaling Dari Ayat-Ayat Allah.
Yang demikian itu karena orang yang sombong tidak bisa melihat ayat-ayat 
Allah yang menjelaskan dan berbicara dengan dalil-dalil yang pasti. Juga 
karena kesombongan itu menutupi kedua matanya, sehingga dia tidak melihat 
kecuali dirinya. Allah Azza wa Jalla berfirman:

"Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka 
bumi". [Al-A’raaf/7: 146]

8- Kesombongan Merupakan Dosa Terbesar.
Kesombongan memiliki berbagai bahaya seperti ini; maka tidak heran jika ia 
merupakan dosa terbesar. Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda:

لَوْ لَمْ تَكُوْنُوْا تُذْنِبُونَ لَخِفْتُ عَلَيْكُمْ مَا هُوَ أَكْبَرُ 
مِنْ ذَلِكَ الْعُجْبُ الْعُجْبُ

"Jika kamu tidak berbuat dosa, sungguh aku mengkhawatirkan kamu pada 
perkara yang lebih besar dari itu, yaitu ‘ujub, ‘ujub (kagum terhadap diri 
sendiri)" [Hadist Hasan Lighairihi, sebagaimana di dalam Silsilah 
Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 658, karya syaikh Al-Albani] 

[Diadaptasi dan disadur oleh Ustadz Muslim Atsari secara bebas dari 
tulisan Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali At-Tawaadhu’ fii Dhauil Qur’anil 
Kariim was Sunnah ash-Shahiihah, hlm. 35-44; Penerbit. Daar Ibnul Qayyim; 
Cet. 1; Th. 1410 H / 1990 M]

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke