Nugraha: Pernyataan Dubes-KONI Kabar Burung
Rabu, 09 Maret 2011 | 17:29 WIB
 KOMPAS IMAGES/BANAR FIL ARDHI
Sekjen PSSI, Nugraha Besoes

*JAKARTA, KOMPAS.com* — Sekretaris Jenderal PSSI Nugraha Besoes berpendapat,
dalam mengeluarkan keputusan, FIFA tidak pernah melakukan sesuatu dengan
persepsi pribadi Presiden Joseph "Sepp" Blatter tanpa diputuskan Komite
Eksekutif FIFA. Oleh karena itu, Nugraha menilai, pernyataan Dubes RI di
Swiss, Joko Susilo, dan Ketua KONI Rita Subowo setelah bertemu Blatter
sebagai kabar burung.

Sebagaimana diberitakan, Joko Susilo dan Rita Subowo telah bertemu Blatter,
Selasa (8/3/2011) sore. Hasil pertemuan Joko dengan Blatter menunjukkan,
FIFA melarang Nurdin Halid dicalonkan dalam Kongres Pemilihan Ketua Umum
PSSI 2011-2015 karena berstatus mantan narapidana. Sementara itu, hasil
pertemuan Rita dengan FIFA menunjukkan, Blatter menolak calon yang
digugurkan oleh Komite Banding, seperti Arifin Panigoro, Nirwan Bakrie, dan
George Toisutta, untuk dicalonkan pada Kongres Pemilihan Ketua Umum.

"Ini bikin saya pusing sebenarnya. Satu cerita satu suara tidak boleh, satu
cerita semua tidak boleh. Ini mana yang benar? Makanya saya enggak mau lari
ke substansi. Kami enggak perlu konfirmasi ke FIFA. Surat ini sudah cukup,"
ungkap Nugraha dalam jumpa pers di Kantor PSSI, Rabu (9/3/2011).

"Ini sulit dipahami karena kami tidak ada dalam pertemuan itu. Jadi, kami
tidak bisa menyimak. Ini kabar burung saja. Apa yang terjadi di sana adalah
pertemuan duta-duta besar yang diminta oleh FIFA isinya adalah sosialisasi
Piala Dunia 2014 di Qatar. Itu yang saya dengar. Benar tidaknya, saya enggak
tahu. Cuma FIFA itu enggak pernah melakukan sesuatu dengan persepsi pribadi
presidennya tanpa diputuskan Komite Eksekutif FIFA. Kalau pertemuan PSSI
dengan FIFA, itu valid karena saksi hidupnya ada di situ. *Lha* ini kami
tidak ikut," lanjut Nugraha.

PSSI, kata Nugraha, telah mengirimkan utusan untuk bertemu FIFA di Zurich,
Swiss, Senin (7/3/2011). Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan D Bakrie dan anggota
Komite Etik FIFA, Suryadharma "Dali" Tahir, bertemu Sekjen FIFA Jerome
Valcke dan Thierry Regenass sebagai Ketua Asosiasi dan Pengembangan FIFA.

"Hasilnya adalah pelaksanaan kedua kongres tidak bisa lagi diubah. Pada 26
Maret, Komite Banding dan Komite Pemilihan harus dibentuk. Sebelum 30 April,
Kongres Pemilihan. Komite Pemilihan dan Banding sesuai dengan *electoral
code*. Kami juga harus mengurus masalah Liga Primer Indonesia (LPI)," tutup
Nugraha.



*Warm Regards,


Zigo AlCapone
*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke