Inilah 17 dalil tak ada Nabi baru setelah Muhammad.

TAK ADA NABI BARU LAGI SETELAH RASULULLAH
—————————————–

1. QS AL AHZAB 40: ” Bukanlah Muhammad itu bapak salah seorang laki-laki di
antara kamu tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup Nabi-nabi”

2. Imam Muslim dan yang lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahwa
Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Perumpamaan saya dan para Nabi sebelum saya seperti orang yang membangun
satu bangunan lalu dia membaguskan dan membuat indah bangunan itu kecuali
tempat batu yang ada di salah satu sudut. Kemudian orang-orang
mengelilinginya dan mereka ta’juk lalu berkata: ‘kenapa kamu tidak taruh
batu ini.?’ Nabi menjawab : Sayalah batu itu dan saya penutup Nabi-nabi”

3. Imam Muslim juga meriwayatkan dari Jubair bin Mut’im RA bahwa Nabi SAW
bersabda:

“Sesungguhnya saya mempunyai nama-nama, saya Muhammad, saya Ahmad, saya
Al-Mahi, yang mana Allah menghapuskan kekafiran karena saya, saya Al-Hasyir
yang mana manusia berkumpul di kaki saya, saya Al-Aqib yang tidak ada Nabi
setelahnya”

4. Abu Daud dan yang lain dalam hadist Thauban Al-Thawil, bersabda Nabi
Muhammad SAW:

“Akan ada pada umatku 30 pendusta semuanya mengaku nabi, dan saya penutup
para Nabi dan tidak ada nabi setelahku”

5. Khutbah terakhir Rasulullah …

” …Wahai manusia, tidak ada nabi atau rasul yang akan datang sesudahku dan
tidak ada agama baru yang akan lahir. Karena itu, wahai manusia, berpikirlah
dengan baik dan pahamilah kata-kata yang kusampaikan kepadamu. Aku
tinggalkan dua hal: Al Quran dan Sunnah, contoh-contoh dariku; dan jika kamu
ikuti keduanya kamu tidak akan pernah tersesat …”

6. Rasulullah SAW menjelaskan: “Suku Israel dipimpim oleh Nabi-nabi. Jika
seorang Nabi meninggal dunia, seorang nabi lain meneruskannya. Tetapi tidak
ada nabi yang akan datang sesudahku; hanya para kalifah yang akan menjadi
penerusku (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

7. Rasulullah SAW menegaskan: “Posisiku dalam hubungan dengan nabi-nabi yang
datang sebelumku dapat dijelaskan dengan contoh berikut: Seorang laki-laki
mendirikan sebuah
bangunan dan menghiasinya dengan keindahan yang agung, tetapi dia menyisakan
sebuah lubang di sudut untuk tempat sebuah batu yang belum dipasang.
Orang-orang melihat sekeliling bangunan tersebut dan mengagumi keindahannya,
tetapi bertanya-tanya, kenapa ada sebuah batu yang hilang dari lubang
tersebut? Aku seperti batu yang hilang itu dan aku adalah yang terakhir
dalam jajaran Nabi-nabi”. (Bukhari, Kitab-ul-Manaqib).

8. Rasulullah SAW menyatakan: “Allah telah memberkati aku dengan enam macam
kebaikan yang tidak dinikmati Nabi-nabi terdahulu: – Aku dikaruniai keahlian
berbicara yang efektif dan sempurna. – Aku diberi kemenangan kare musuh
gentar menghadapiku – Harta rampasan perang dihalalkan bagiku. – Seluruh
bumi telah dijadikan tempatku beribadah dan juga telah menjadi alat pensuci
bagiku. Dengan kata lain, dalam agamaku, melakukan shalat tidak harus di
suatu tempat ibadah tertentu. Shalat dapat dilakukan di manapun di atas
bumi. Dan jika air tidak tersedia, ummatku diizinkan untuk berwudhu dengan
tanah (Tayammum) dan membersihkan dirinya dengan tanah jika air untuk mandi
langka. – Aku diutus Allah untuk menyampaikan pesan suciNYA bagi seluruh
dunia. – Dan jajaran Kenabian telah mencapai akhirnya padaku (Riwayat
Muslim, Tirmidhi, Ibnu Majah)

9. Rasulullah SAW menegaskan: “Rantai Kerasulan dan Kenabian telah sampai
pada akhirnya. Tidak akan ada lagi rasul dan nabi sesudahku”. (Tirmidhi,
Kitab-ur-Rouya, Bab
Zahab-un-Nubuwwa; Musnad Ahmad; Marwiyat-Anas bin Malik).

10. Rasulullah SAW menjelaskan: ‘Saya Muhammad, Saya Ahmad, Saya Pembersih
dan kekafiran harus dihapuskan melalui aku; Saya Pengumpul, Manusia harus
berkumpul pada hari kiamat yang datang sesudahku. (Dengan kata lain, Kiamat
adalah satu-satunya yang akan datang sesudahku); dan saya adalah Yang
Terakhir dalam arti tidak ada nabi yang datang sesudahku”. (Bukhari dan
Muslim, Kitab-ul-Fada’il, Bab Asmaun-Nabi; Tirmidhi, Kitab-ul-Adab, Bab
Asma-un-Nabi; Muatta’, Kitab-u-Asma-in-Nabi; Al-Mustadrak Hakim,
Kitab-ut-Tarikh, Bab Asma-un-Nabi).

11. Rasulullah SAW menjelaskan: “Allah yang Maha Kuasa tidak mengirim
seorang Nabi pun ke dunia ini yang tidak memperingatkan ummatnya tentang
kemunculan Dajjal (Anti-Kristus, tetapi Dajjal tidak muncul dalam masa
mereka). Aku yang terakhir dalam jajaran Nabi-Nabi dan kalian ummat terakhir
yang beriman. Tidak diragukan, suatu saat, Dajjal akan datang dari antara
kamu”. (Ibnu Majah, Kitabul Fitan, Bab Dajjal).

12. Abdur Rahman bin Jubair melaporkan: “Saya mendengar Abdullah bin ‘Amr
ibn-’As menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW keluar dari rumahnya
dan bergabung dengan mereka. Tindak-tanduknya memberi kesan seolah-olah
beliau akan meninggalkan kita. Beliau berkata: “Aku Muhammad, Nabi Allah
yang buta huruf”, dan mengulangi pernyataan itu tiga kali. Lalu beliau
menegaskan: “Tidak ada lagi Nabi sesudahku”. (Musnad Ahmad, Marwiyat
‘Abdullah bin ‘Amr ibn-’As).

13. Rasulullah SAW berkata: ” Allah tidak akan mengutus Nabi sesudahku,
tetapi hanya Mubashirat”. Dikatakan, apa yang dimaksud dengan al-Mubashirat.
Beliau berkata: Visi yang baik atau visi yang suci”. (Musnad Ahmad, marwiyat
Abu Tufail, Nasa’i, Abu Dawud). (Dengan kata lain tidak ada kemungkinan
turunnya wahyu Allah di masa yang akan datang.
Paling tinggi, jika seseorang mendapat inspirasi dari Allah, dia akan
menerimanya dalam bentuk mimpi yang suci).

14. Rasulullah SAW berkata: “Jika benar seorang Nabi akan datang sesudahku,
orang itu tentunya Umar bin Khattab”. (Tirmidhi, Kitab-ul-Manaqib).

15. Rasulullah SAW berkata kepada ‘Ali, “Hubunganmu denganku ialah seperti
hubungan Harun dengan Musa. Tetapi tidak ada Nabi yang akan datang
sesudahku”. (Bukhari dan Muslim, Kitab Fada’il as-Sahaba).

16. Rasulullah SAW menjelaskan: “Di antara suku Israel sebelum kamu,
benar-benar ada orang-orang yang berkomunikasi dengan Tuhan, meskipun mereka
bukanlah NabiNYA. Jika ada satu orang di antara ummatku yang akan
berkomunikasi dengan Allah, orangnya tidak lain daripada Umar. (Bukhari,
Kitab-ul-Manaqib)

17. Rasulullah SAW berkata: “Tidak ada Nabi yang akan datang sesudahku dan
karena itu, tidak akan ada ummat lain pengikut nabi baru apapun”. (Baihaqi,
Kitab-ul-Rouya; Tabrani)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke