-----Original Message-----
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 5 Apr 2011 20:23:16 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [bank-mandiri] Indahnya Keluarga Sakinah

Indahnya Keluarga Sakinah

By: M. Agus Syafii

Keluarga sakinah sebenarnya istilah yang khas Indonesia yang menggambarkan 
suatu keluarga yang bahagia dalam perspektif ajaran Islam.  Keluarga sakinah 
adalah satu ungkapan untuk menyebut sebuah keluarga yang fungsional dalam 
mengantar orang pada cita-cita dan tujuan  membangun keluarga. Dalam bahasa 
Arab disebut dengan usrah sa`idah, keluarga bahagia.

Penggunaan nama sakinah pasti diambil dari al Qur’an surat 30:21, litaskunu 
ilaiha, yang artinya bahwa Allah Subhanahu Wa Ta'ala menciptakan perjodohan 
bagi kita agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain.  Dalam bahasa 
Arab, kata sakinah di dalamnya terkandung arti tenang, terhormat, aman, penuh 
kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan.  Pengertian ini pula  yang 
dipakai dalam ayat-ayat al Qur’an dan hadis  dalam kontek kehidupan manusia. 
Jadi keluarga sakinah adalah kondisi yang sangat ideal dalam kehidupan 
keluarga, dan yang ideal biasanya jarang terjadi, oleh karena itu ia tidak 
terjadi mendadak, tetapi ditopang oleh pilar-pilar yang kokoh, yang memerlukan 
perjuangan serta butuh waktu serta pengorbanan terlebih dahulu. Keluarga 
sakinah merupakan subsistem dari sistem sosial menurut al Qur’an, bukan 
bangunan yang berdiri di atas lahan kosong.

 21 item sub tema al Qur’an tersebut diatas merupakan landasan dari 
terbangunnya keluarga sakinah, dan permasalahan sosial seperti yang tersebut 
dalam item 22-53 diatas selalu berhubungan timbal balik dengan keluarga, 
mempengaruhi atau dipengaruhi.  Uraian tentang konsep keluarga sakinah menurut 
al Qur’an pastilah kurang memadai , karena al Qur’an merupakan sumber yang tak 
pernah kering, oleh karena itu sesunguhnya  perlu kajian yang sangat mendalam, 
tidak sesingkat seperti ini, apa lagi jika diplot dalam sistem sosial dalam 
kaitannya membangun bangsa. Oleh karena itu, saya ingin membatasi pada 
simpul-simpul yang bisa mengantar atau menjadi prasyarat tegaknya keluarga 
sakinah. Hal-hal yang menyangkut pembangunan masyarakat menurut al Qur’an. 
Diantara simpul-simpul yang dapat mengantar pada keluarga sakinah tersebut 
adalah :

1. Dalam keluarga itu ada mawaddah dan rahmah (Q/30:21). Mawaddah adalah jenis  
cinta membara, yang menggebu-gebu dan “nggemesi”, sedangkan rahmah adalah jenis 
cinta yang lembut,  siap berkorban dan siap melindungi kepada yang dicintai. 
Mawaddah saja kurang menjamin kelangsungan rumah tangga, sebaliknya, rahmah, 
lama kelamaan menumbuhkan mawaddah.

2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti 
pakaian dan yang memakainya (hunna libasun lakum wa antum libasun lahunna, 
Q/2:187). Fungsi pakaian ada tiga, yaitu (a) menutup aurat, (b) melindungi diri 
dari panas dingin, dan (c) perhiasan. Suami terhadap isteri dan sebaliknya 
harus menfungsikan diri dalam tiga hal tersebut. Jika isteri mempunyai suatu 
kekurangan, suami tidak menceriterakan kepada orang lain, begitu juga 
sebaliknya. Jika isteri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke 
dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami, 
suami juga harus tampil membanggakan isteri, jangan terbalik di luaran tampil 
menarik orang banyak, di rumah “nglombrot” menyebalkan.

3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang secara sosial dianggap 
patut (ma`ruf), tidak asal benar dan hak, Wa`a syiruhunna bil ma`ruf (Q/4:19). 
Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan 
nilai-nilai ma`ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami isteri yang 
berasal dari kultur yang menyolok perbedaannya.

4. Menurut hadis Nabi, pilar keluarga sakinah itu ada empat (idza aradallohu bi 
ahli baitin khoiran dst); (a) memiliki kecenderungan kepada agama, (b) yang 
muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, (c) sederhana 
dalam belanja, (d) santun dalam bergaul dan (e) selalu introspeksi.

5. Menurut hadis Nabi juga, empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan 
kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni (a) suami / isteri 
yang setia (saleh/salehah), (b) anak-anak yang berbakti, (c) lingkungan sosial 
yang sehat , dan (d) dekat rizkinya.

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Yuk, hadir di kegiatan 'Amalia Sejukkan Hati (ASAH)' jam 8 s.d 11 siang, 
Ahad,24 April 2011. Bila  berkenan berpartisipasi buku2, Majalah, buku 
Pelajaran, peralatan sekolah, baju layak pakai. Kirimkan ke Rumah Amalia.  Jl. 
Subagyo IV blok ii, no. 24 Komplek Peruri, Ciledug. Tangerang 15151. Dukungan & 
partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 
087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke