-----Original Message-----
From: liza herbal <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 11 Apr 2011 20:54:30 
To: <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
aksek_tarakanita@ yahoogroups.com<[email protected]>; 
anakku<[email protected]>; drliza<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; Tip Kesehatan<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
Dokter Ku<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; Ayahbunda online<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>;
 Baraya Sunda<[email protected]>; 
<[email protected]>; 
iklan-parahiyangan<[email protected]>; Kota 
Sumedang<[email protected]>; 
[email protected]<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; 
bisnis-REAL-ESTATE<[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
<[email protected]>; <[email protected]>; 
surabaya-bisnis<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [Konsultasi-Kesehatan] 10 Kebiasaan Kecil Pemicu Diabetes

Dear all,

Dalam hidup ini berlaku hukum "tabungan". Apa yang kita lakukan menjadi 
tabungan 
di masa mendatang. Apa yang kita tabung sedikit demi sedikit akan terasa 
hasilnya bertahun-tahun kemudian. Begitu pun dengan penyakit. Mulai dari 
segelas 
minuman favorit hingga suka menonton TV hingga larut. Siapa nyana kalau itu 
bisa 
meningkatkan risiko diabetes? Diabetes melitus atau DM menjadi ancaman serius 
bagi masyarakat. Menurut Badan Kesehatan Dunia atau WHO, angka kejadian 
diabetes 
di Indonesia menempati urutan keempat tertinggi di dunia, yaitu 8,4 juta jiwa, 
pada tahun 2000.
Nah Berikut ini adalah 10 kebiasaan kecil yang bisa memicu diabetes dan juga 
solusinya :

1. Teh manis
Penjelasannya sederhana. Tingginya asupan gula menyebabkan kadar gula darah 
melonjak tinggi. Belum risiko kelebihan kalori. Segelas teh manis kira-kira 
mengandung 250-300 kalori (tergantung kepekatan). Kebutuhan kalori wanita 
dewasa 
rata-rata adalah 1.900 kalori per hari (tergantung aktivitas). Dari teh manis 
saja kita sudah dapat 1.000-1.200 kalori. Belum ditambah tiga kali makan nasi 
beserta lauk pauk. Patut diduga kalau setiap hari kita kelebihan kalori. 
Ujungnya: obesitas dan diabetes.
Pengganti: Air putih, teh tanpa gula, atau batasi konsumsi gula tidak lebih 
dari 
dua sendok teh sehari.

2. Gorengan
Karena bentuknya kecil, satu gorengan tidak cukup buat kita. Padahal gorengan 
adalah salah satu faktor risiko tinggi pemicu penyakit degeneratif, seperti 
kardiovaskular, diabetes melitus, dan stroke. Penyebab utama penyakit 
kardiovaskular (PKV) adalah adanya penyumbatan pembuluh darah koroner, dengan 
salah satu faktor risiko utamanya adalah dislipidemia. Dislipidemia adalah 
kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol 
total, LDL (kolesterol jahat) dan trigliserida, serta penurunan kadar HDL 
(kolesterol baik) dalam darah. Meningkatnya proporsi dislipidemia di masyarakat 
disebabkan kebiasaan mengonsumsi berbagai makanan rendah serat dan tinggi 
lemak, 
termasuk gorengan.
Pengganti: Kacang Jepang, atau pie buah.

3. Suka ngemil
Kita mengira dengan membatasi makan siang atau malam bisa menghindarkan diri 
dari obesitas dan diabetes. Karena belum kenyang, perut diisi dengan sepotong 
atau dua potong camilan seperti biskuit dan keripik kentang. Padahal, biskuit, 
keripik kentang, dan kue-kue manis lainnya mengandung hidrat arang tinggi tanpa 
kandungan serta pangan yang memadai. Semua makanan itu digolongkan dalam 
makanan 
dengan glikemik indeks tinggi. Sementara itu, gula dan tepung yang terkandung 
di 
dalamnya mempunyai peranan dalam menaikkan kadar gula dalam darah.
Pengganti: Buah potong segar.

4. Kurang tidur
Jika kualitas tidur tidak didapat, metabolisme jadi terganggu. Hasil riset para 
ahli dari University of Chicagomengungkapkan, kurang tidur selama 3 hari 
mengakibatkan kemampuan tubuh memproses glukosa menurun drastis. Artinya, 
risiko 
diabetes meningkat. Kurang tidur juga dapat merangsang sejenis hormon dalam 
darah yang memicu nafsu makan. Didorong rasa lapar, penderita gangguan tidur 
terpicu menyantap makanan berkalori tinggi yang membuat kadar gula darah naik.
Solusi: Tidur tidak kurang dari 6 jam sehari, atau sebaiknya 8 jam sehari. 


5. Malas beraktivitas fisik
Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, kasus diabetes di 
negara-negara Asia akan naik hingga 90 persen dalam 20 tahun ke depan. "Dalam 
10 
tahun belakangan, jumlah penderita diabetes di Hanoi,Vietnam, berlipat ganda. 
Sebabnya? Di kota ini, masyarakatnya lebih memilih naik motor dibanding 
bersepeda," kata Dr Gauden Galea, Penasihat WHO untuk Penyakit Tidak Menular di 
Kawasan Pasifik Barat.
Kesimpulannya, mereka yang sedikit aktivitas fisik memiliki risiko obesitas 
lebih tinggi dibanding mereka yang rajin bersepeda, jalan kaki, atau aktivitas 
lainnya.
Solusi: Bersepeda ke kantor.

6. Sering stres
Stres sama seperti banjir, harus dialirkan agar tidak terjadi banjir besar. 
Saat 
stres datang, tubuh akan meningkatkan produksi hormon epinephrine dan kortisol 
supaya gula darah naik dan ada cadangan energi untuk beraktivitas. Tubuh kita 
memang dirancang sedemikian rupa untuk maksud yang baik. Namun, kalau gula 
darah 
terus dipicu tinggi karena stres berkepanjangan tanpa jalan keluar, sama saja 
dengan bunuh diri pelan-pelan.
Solusi: Bicaralah pada orang yang dianggap bermasalah, atau ceritakan pada 
sahabat terdekat.

7. Kecanduan rokok
Sebuah penelitian di Amerika yang melibatkan 4.572 relawan pria dan wanita 
menemukan bahwa risiko perokok aktif terhadap diabetes naik sebesar 22 persen. 
Disebutkan pula bahwa naiknya risiko tidak cuma disebabkan oleh rokok, tetapi 
kombinasi berbagai gaya hidup tidak sehat, seperti pola makan dan olahraga.
Pengganti: Permen bebas gula. Cara yang lebih progresif adalah mengikuti 
hipnoterapi. Pilihlah ahli hipnoterapi yang sudah berpengalaman dan 
bersertifikat resmi.

8. Menggunakan pil kontrasepsi
Kebanyakan pil kontrasepsi terbuat dari kombinasi hormon estrogen dan 
progestin, 
atau progestin saja. Pil kombinasi sering menyebabkan perubahan kadar gula 
darah. Menurut dr Dyah Purnamasari S, Sp PD, dari Divisi Metabolik 
Endokrinologi 
RSCM, kerja hormon pil kontrasepsi berlawanan dengan kerja insulin. Karena 
kerja 
insulin dilawan, pankreas dipaksa bekerja lebih keras untuk memproduksi 
insulin. 
Jika terlalu lama dibiarkan, pankreas menjadi letih dan tidak berfungsi dengan 
baik.
Solusi: Batasi waktu penggunaan pil-pil hormonal, jangan lebih dari 5 tahun.

9. Takut kulit jadi hitam
Menurut jurnal Diabetes Care, wanita dengan asupan tinggi vitamin D dan kalsium 
berisiko paling rendah terkena diabetes tipe 2. Selain dari makanan, sumber 
vitamin D terbaik ada di sinar matahari. Dua puluh menit paparan sinar matahari 
pagi sudah mencukupi kebutuhan vitamin D selama tiga hari. Beberapa penelitian 
terbaru, di antaranya yang diterbitkan oleh American Journal of Epidemiology, 
menyebutkan bahwa vitamin D juga membantu keteraturan metabolisme tubuh, 
termasuk gula darah.
Solusi: Gunakan krim tabir surya sebelum "berjemur" di bawah sinar matahari 
pagi 
selama 10-15 menit.

10. Keranjingan soda
Dari penelitian yang dilakukan oleh The Nurses' Health Study II terhadap 51.603 
wanita usia 22-44 tahun, ditemukan bahwa peningkatan konsumsi minuman bersoda 
membuat berat badan dan risiko diabetes melambung tinggi. Para peneliti 
mengatakan, kenaikan risiko itu terjadi karena kandungan pemanis yang ada dalam 
minuman bersoda. Selain itu, asupan kalori cair tidak membuat kita kenyang 
sehingga terdorong untuk minum lebih banyak.
Pengganti: Jus dingin tanpa gula.
 
 
 
 
Sumber : www.kompas.com


________________________________
Untuk mencegah anda menderita diabetes dan juga komplikasinya, Dr. Liza 
menyediakan produk-produk berkhasiat yang telah teruji.


Sambiloto Capsule, membantu mengatasi diabetes, menormalkan kadar gula 
darah, Meningkatkan kekebalan tubuh, membantu mengatasi bronchitis dan juga 
sebagai antibiotik alami yang sangat baik.Apabila tertarik ingin mencoba 
hubungi 
agent-agent Dr. Liza terdekat di kota anda atau contact kami 
di [email protected]

 
Demikian informasinya semoga bermanfaat, mari kita jaga keseimbangan tubuh kita 
dengan memperbaiki pola konsumsi asupan dan sikap hidup alami yang sehat.

Salam Hangat,

Dr. Liza Communications
Be Healthy With Herbs
http://www.lizaherbal.com
email : [email protected]

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke