inti beritanya apa neeh?
ngak jelas

2011/4/26 aga madjid <[email protected]>

> ------------------------------
> *From: * "Alfiyah, Yuli" <[email protected]>
> *Date: *Tue, 26 Apr 2011 09:04:43 +0700
> *Subject: *FW: Terror & Kerusuhan antar Agama di Indonesia, Proyek Negara
>
>  Just news …
>  ------------------------------
>
> *From:* Indra Wardana [mailto:[email protected]]
> *Sent:* Monday, April 25, 2011 12:49 PM
> *Subject:* FW: Terror & Kerusuhan antar Agama di Indonesia, Proyek Negara
>
>
>
> RR only.
>
>
>
> Another perspective of Terrorist in Indonesia [out of the box]
>
>
>
>
>
> *SAVE INDONESIA, NOW !!!*
>
> *Terror & Kerusuhan antar Agama di Indonesia, Proyek Negara.*
>
> Ini press Release pemutaran video “Inside Indonesia’s War on Terror yang
> diputar di Kine Forum TIM, Jakarta. Pers yang hadir banyak, tokoh-tokoh
> penting (agama, budayawan, praktisi Hukum) yang kasi pernyataan Kuat dan
> tajam, tapi sampai hari ini, kecuali Jakarta Post dan Aljazira, Media kita
> masih memilih mendongengkan ceritra Terror versi Negara, seperti lebih suka
> memelihara kebohongan ….
>
> Film dokumenter "Inside Indonesia's War on Terror” jatuh ke tangan saya
> awal Februari 2011. Awalnya, saya tidak yakin apakah isi video ini harus
> saya bawa ke permukaan atau tidak? Tapi menyembunyikan isi video ini dari
> mata rakyat saya merasa menodai moral dan tata nilai yang saya pahami. Saya
> merasa berhianat pada Rakyat terutama karena apa yang digambarkan dalam
> video “Inside Indonesia's War on Terror” adalah tentang rakyat Indonesia.
> Tentang kehidupan mereka, identitas dan harkat mereka, keluarga mereka yang
> hilang, yang mati terbunuh, tentang trauma yang tak terobati. Bukan sekedar
> masalah korupsi berjamaah seperti kasus Century. Tapi sebuah penghianatan
> terhadap bangsa dan rakyat. Sebuah upaya mencabik-cabik dasar Negara,
> merusak budaya, mengadu domba rakyat antar Agama, menanamkan rasa takut
> selama bertahun-tahun dan merenggut belasan ribu nyawa manusia.
>
> Meski isi “Inside Indonesia's War on Terror” tidak bisa buru-buru disebut
> sebagai kebenaran mutlak secara penuh, namun apa yang digambarkan di
> dalamnya, pernyataan, pengakuan, analisis, termasuk ceritera Sdr Dai
> Bachtiar (Kapolri saat itu) tentang bagaimana dia melobby dana asing dan
> berhasil mengalir deras, diucapkankan berseloroh dan bangga di depan para
> anggota DPR dan mantan Jaksa Agung, Andi Galib, serta keterlibatan
> Negara-negara asing dalam mendanai ‘proyek’ tak berperikemanusiaan ini
> sangat layak dijadikan sebagai bukti awal dugaan terjadinya kejahatan Negara
> terhadap rakyat, layak dipertanyakan dan dimintai pertanggung-jawaban.
>
> Film dokumenter “Inside Indonesia's War on Terror" pertama kali disiarkan
> SBS dalam program Dateline, tanggal 12 Oktober 2005. Pada saat yang sama,
> SBS juga menyediakan transcript dan video streaming “Inside Indonesia's War
> on Terror" di website SBS plus forum diskusi bagi publik yang mau memberi
> komentar. Tapi hanya dalam beberapa hari, semua arsip (transkripsi dan video
> streaming) "Inside Indonesia's War on Terror" mendadak lenyap dari website
> SBS.
>
> Banyak sekali pertanyaan, pernyataan atau tuntutan yang bisa lahir usai
> melihat “Inside Indonesia's War on Terror". Di sini, bersama kita hadir
> tokoh-tokoh agama, para pejuang HAM yang masih konsisten, praktisi hukum,
> intelektual, seniman dan budayawan. Merekalah yang akan menyampaikan
> pandangan mereka tentang isi video dokumenter ini. Sebagai pengundang,
> tujuan kami mengadakan Jumpa Pers ini adalah memberikan pada Rakyat haknya
> mengetahui apa yang terjadi pada bangsanya. Memberikan haknya untuk dibela.
> Memberikan haknya memperoleh perlindungan. Berita menakutkan dari “Inside
> Indonesia's War on Terror" ini hendaknya membangkitkan kesadaran rakyat
> Indonesia tentang pentingnya rakyat bergandengan tangan satu sama lain,
> apapun kedudukan, suku dan agamanya, bersama-sama menjaga bangsa ini dari
> rongrongan siapapun. Berhentilah menjadi masyarakat yang acuh tak acuh
> apalagi egois. Rakyat wajib menyaksikan “Inside Indonesia's War on
> Terror"dan itu bisa di-unduh di YouTube.
>
> Jakarta, 18 April 2011
>
> Ratna Sarumpaet, Nia Dinata, Musdah Mulia, Rieke D. Pitaloka
>
> http://www.youtube.com/watch?v=f1WSl4EsERk
> http://www.youtube.com/watch?v=oRjmLplJLl0
> http://www.youtube.com/watch?v=JDcXkFToDd0
> http://www.youtube.com/watch?v=zWGM4TbQ8j8
> http://www.youtube.com/watch?v=1eE7IUcpRRo
> http://www.youtube.com/watch?v=MjCUnSqPXVM
> http://www.youtube.com/watch?v=XQzB15bMeW0
>
>
>
>
>
> __________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
> signature database 6068 (20110424)__________
>
> The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
>
> http://www.eset.com
>
>
> __________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
> signature database 6068 (20110424)__________
>
> The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
>
> http://www.eset.com
>
>
> __________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
> signature database 6068 (20110424)__________
>
> The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
>
> http://www.eset.com
>
>
> __________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus
> signature database 6068 (20110424)__________
>
> The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.
>
> http://www.eset.com
>
> This email and any attachments are confidential and may also be privileged.  
> If you are not the addressee, do not disclose, copy, circulate or in any 
> other way use or rely on the information contained in this email or any 
> attachments.  If received in error, notify the sender immediately and delete 
> this email and any attachments from your system.  Emails cannot be guaranteed 
> to be secure or error free as the message and any attachments could be 
> intercepted, corrupted, lost, delayed, incomplete or amended.  Standard 
> Chartered PLC and its subsidiaries do not accept liability for damage caused 
> by this email or any attachments and may monitor email traffic.
>
>
>
> Standard Chartered PLC is incorporated in England with limited liability 
> under company number 966425 and has its registered office at 1 Aldermanbury 
> Square, London, EC2V 7SB.
>
>
>
> Standard Chartered Bank ("SCB") is incorporated in England with limited 
> liability by Royal Charter 1853, under reference ZC18.  The Principal Office 
> of SCB is situated in England at 1 Aldermanbury Square, London EC2V 7SB. In 
> the United Kingdom, SCB is authorised and regulated by the Financial Services 
> Authority under FSA register number 114276.
>
>
>
> If you are receiving this email from SCB outside the UK, please click 
> http://www.standardchartered.com/global/email_disclaimer.html to refer to the 
> information on other jurisdictions.
>
>
>
>
>
> --
>
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
>
> to post emails, just send to :
> [email protected]
>
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
>
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
>
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
>
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
>
> add my twitter @aga_madjid
>
> thanks for joinning this group.
>
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke