-----Original Message-----
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 27 Apr 2011 00:09:00 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [bank-mandiri] Tujuan Utama Membangun Keluarga Sakinah

Tujuan Utama Membangun Keluarga Sakinah

By: M. Agus Syafii

Tujuan utama membangun keluarga sakinah adalah untuk menggapai ridla Allah. 
ibtigha’a mardlatillah. Apapun boleh yang penting diridlai Allah. Apalah 
artinya pangkat tinggi dan gaji besar jika tidak diridlai olehNya. Ridla 
artinya senang. Jadi segala pertimbangan tentang tujuan, terpulang kepada 
apakah yang kita lakukan dan apa yang kita gapai itu sesuatu yang disukai atau 
diridlai Allah atau tidak. Jika kita berusaha memperoleh ridlaNya, maka apapun 
yang diberikan Allah kepada kita, kita akan menerimanya dengan ridla (senang) 
pula, ridla dan diridlai, radliyatan mardliyyah.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa mengetahui sesuatu itu diridlai atau tidak 
oleh Allah. Tolok ukur pertama adalah syari’at atau aturan agama. Sesuatu yang 
diharamkan Allah pasti tidak diridlai, dan sesuatu yang halal akan diridlai, 
sekurang-kurangnya tidak dilarang. Selanjutnya nilai-nilai akhlak akan menjadi 
tolok ukur tentang kesempurnaan, misalnya, memberi kepada orang yang meminta 
karena kebutuhan adalah sesuatu yang diridlai, tidak memberi tidaklah berdosa 
tetapi kurang disukai. Nah memberi sebelum orang yang memiliki kebutuhan itu 
meminta bantuan adalah perbuatan yang sangat diridlai Allah. Timbulnya perasaan 
ridla didasari oleh tingkat pengenalan kepada orang. Memperoleh pemberian 
adalah sesuatu yang menyenangkan, tetapi memperoleh pemberian dari orang yang 
kita sayangi dan kita tahu diapun menyayangi kita pastilah lebih menyenangkan. 

Orang yang tahu & mengenal Allah (Makrifatullah)  akan merasa ridla atas apapun 
yang dianugerahkan Allah kepadanya, selanjutnya iapun paham apa yang disukai 
dan yang tidak disukai olehNya. Jika orang merasa hidupnya diridlai Allah maka 
iapun merasa dirinya bermakna, dan dengan merasa bermakna itu ia merasa sangat 
berbahagia. Sebaliknya jika seseorang merasa hidupnya tak diridlai Allah, maka 
ia merasa semua yang dikerjakanya tidak berguna, dan bahkan iapun merasa 
dirinya tak berguna. Orang yang merasa kehadirannya berguna bagi pasangan 
hidupnnya & orang lain maka ia akan memiliki semangat hidup, semangat bekerja, 
semangat berjuang, yang berat terasa ringan, pengorbanannya terasa indah. 
Sedangkan orang yang merasa dirinya tak berguna pasangan hidupnya dan orang 
lain maka ia tidak memiliki semangat hidup, tidak memiliki semangat bekerja, 
merasa sepi di tengah keramaian dan lebih sepi lagi dalam kesendirian. Itulah 
sebabnya di dalam keluarga yang sakinah
 memiliki tujuan hidupnya adalah menjadi sebuah keluarga yang diridlai oleh 
Allah maka menjadi keluarga yang bahagia di dunia dan diakhirat. Menurut Sabda 
Nabi Muhammad disebutkan, empat hal akan menjadi faktor yang mendatangkan 
kebahagiaan keluarga (arba`un min sa`adat al mar’i), yakni (a) suami / isteri 
yang setia (saleh/salehah), (b) anak-anak yang berbakti, (c) lingkungan sosial 
yang sehat , dan (d) dekat rizkinya.

Wassalam,
M. Agus Syafii

--
Terima kasih atas doa & dukungannya teman2 semua pd kegiatan 'Amalia Sejukkan 
Hati (ASAH)' jam 8 s.d 11 siang, Ahad, 24 April 2011.  Info: 
[email protected] atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com/



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke