*

Al-Imam Ibnul Jauzi* rahimahullah berkata: *

بالله عليك يا مرفوع القدربالتقوى لاتبع عزها بذل المعاصبي, وصابر عطش الهوى في
هجير المشتهى وان أمض وأرمض*

“Demi Allah, wajib atasmu –wahai seorang yang telah dimuliakan dengan
ketakwaan- janganlah engkau menjual kemuliaan takwa dengan kehinaan
 maksiat-maksiat, dan bersabarlah dari dahaga hawa nafsu di dalam  panasnya
sesuatu yang diinginkan walaupun merasakan sakit dan terbakar.”
(Shaoidul khothir: 1/45)


*

Kiat Selamat dari Fitnah Internet*

Posted by *SALAFIYUNPAD™*<http://salafiyunpad.wordpress.com/author/aboezaid/>
*

* <http://salafiyunpad.wordpress.com/>*Disusun oleh Ustadz Arif Fathul Ulum
bin Ahmad Saifullah hafizhahullah*

Pesatnya perkembangan media komunikasi yang memudahkan interaksi di  antara
manusia di segala penjuru dunia, termasuk salah satu nikmat Allah yang wajib
disyukuri. Di antara media komunikasi yang berkembang dengan pesat sekali
adalah media internet yang merupakan media “wajib” yang  manusia di zaman
ini tidak bisa lepas darinya. Perkembangan ini tentu  memiliki efek-efek
yang positif dan negatif sesuai dengan acara-acara  yang disebarkan oleh
media ini. Maka internet sebagai salah satu produk  kemajuan peradaban
adalah ibarat sebuah pisau yang bisa digunakan untuk  hal yang bermanfaat
dan bisa digunakan untuk hal yang membuat mudharat  bagi manusia.

Realita yang ada menunjukkan bahwa banyak sekali faedah yang bisa  diambil
dari internet. Ia adalah media dakwah yang efektif dan  menjangkau ke
seluruh dunia. Begitu banyak perbendaharaan-perbendaharaan ilmu yang terekam
dengan baik di *internet* <http://salafiyunpad.wordpress.com/> baik dari
para ulama mutaqoddimin (zaman dahulu) dan muta’akhkhirin  (sekarang).
Internet juga merupakan media yang sangat efektif di dalam  mencari
penghidupan dengan berbagai metode yang ditawarkan.

Akan tetapi, hal yang tidak boleh kita lupakan ialah bahwa para setan dari
kalangan jin dan manusia juga memanfaatkan media internet  ini  untuk
kepentingan-kepentingan mereka. Berapa banyak kejahatan-kejahatan  yang
berawal dari internet dan berapa banyak kemaksiatan-kemaksiatan  yang
berawal dari internet dan menyebar menyebar secepat kilat ke segala penjuru
dunia tanpa bisa dibendung.

Lalu bagaimanakah seorang muslim menyikapinya? Insya Allah dalam  pembahasan
kali ini akan kami paparkan secara ringkas sikap-sikao yang  selayaknya
dilakukan oleh setiap muslim terhadap media internet ini  dengan banyak
mengambil faedah dari risalah *Syaikh Muhammad bin Ibrahim al-Hamd* yang
berjudul al-Internet Imtihanul Iman wal Akhlaq wal ‘Uqul. *

FITNAH INTERNET*

Internet merupakan sebuah revolusi besar  di dunia iptek dan media  massa,
sebagaimana ia juga sekaligus merupakan medan yang luas untuk  menguji
keimanan, akhlaq, dan akal manusia. Di dunia internet  kebaikan  terbuka
lebar pintu-pintunya, sebagaimana pintu-pintu kejelekan juga  terpapar
dengan berbagai pose. Di dunia internet seseorang bisa  menyuarakan apa saja
yang dia mau, dia bisa memuaskan matanya dengan apa saja yang ingin dia
lihat, dia bisa menulis dengan tangannya apa saja  yang dia kehendaki, tanpa
ada yang menghisabnya, tanpa ada yang  mengontrolnya, dan tanpa ada yang
bisa menghentikannya.

Jika seseorang mampu mengendalikan dirinya, menjaga keluhuran  jiwanya,
melihat akibat setiap perbuatannya, dan selalu merasakan bahwa  dia selalu
diawasi dan terlihat oleh Rabb Sang Maha Pencipta yang Maha  Mendengar dan
Maha Melihat –maka dia akan selamat.

Adapun jika dia melepaskan kekang jiwanya, dan mengikuti segala yang
 diinginkan hawa nafsunya, tanpa ada kontrol keimanan dan ketakwaan –maka
hampir-hampir dia telah membenamkan dirinya di dalam jurang kehinaan  dan
melemparkan dirinya di dalam kubangan kenistaan; maka tidak ada  setelah itu
kecuali penghinaan jiwa, terenggutnya kehormatan, dan  kebobrokan moral. *

KIAT-KIAT MENGHADAPI FITNAH INTERNET*

Ada beberapa hal yang bisa membantu seorang muslim di dalam  menyelamatkan
diri dari fitnah internet dan bahaya-bahayanya, di  antaranya adalah: *

1. Berhati-hati di dalam bergaul dengan internet*

Hendaknya seorang yang berakal tidak terlalu percaya diri dengan  dirinya
sehingga menjerumuskan dirinya ke dalam fitnah yang kemudian  sulit
melepaskan diri darinya.

Sepantasnya baginya jika hendaknya mengirim postingan atau komentar  agar
mempertimbangkan sejauh mana akibatnya, hendaknya menjaga diri dari menyakit
orang-orang yang beriman dan menyebarkan perbuatan keji di  antara mereka.
Hendaknya menjauhkan diri dari pembicaraan yang tidak  berguna,
mempermainkan perasaan, menyebarkan tuduhan-tuduhan, dan  mengadu domba di
antara manusia.

Jika ingin memberikan komentar atau membantah maka hendaknya dengan ilmu,
keadilan, rahmat,adab, dan ungkapan yang sopan.

Jika ingin berpartisipasi maka hendaknya memakai namanya yang asli,  adapun
jika mengkhawatirkan dirinya jika menyebut dengan namanya yang  asli atau
ingin menjaga keikhlasannya, maka hendaknya menghindari dari
 tulisan-tulisan yang tidak boleh dan tidak layak, dan hendaknya selalu
 mengingat bahwa nanti akan berdiri di hadapan Allah Ta’ala untuk
 mempertanggungjawabkan semua perbuatannya di hari yang ditampakkan semua
rahasia. *

2. Berhati-hati dari lanngkah-langkah setan*

Hendaknya seorang muslim mewaspadai langkah-langkah setan karena  setan
adalah musuh, selalu mengintai seorang manusia dan mencarei-cari  segala
jalan untuk menjerumuskannya ke dalam kebinasaan. Allah telah
 memperingatkan ini dengan berfirman: *

ولا تتبعوا خطوات الشيطان إنه لكم عدو مبين*

“Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya
setan itu adalah musuh yang nyata bagimu” (QS. Al-Baqarah [2]: 168)

Seorang yang berakal tidak akan pernah percaya dengan musuhnya
 selama-lamanya, tidak melemparkan dirinya ke dalam kubangan-kubangan
 fitnah, dan tidak terlalu percaya dengan dirinya betapapun tinggi
 kecerdasannya, betapapun dalam agama dan ilmunya. Maka seorang yang
 berakal akan menjauh dari fitnah, dan tidak menampakkan diri kepadanya.

Lihatlah bagaimana Nabi Yusuf  ‘Alaihis Salaam tidak membawa dirinya ke
dalam fitnah, tetapi fitnahlah yang datang kepadanya.  Meskipun demikian,
beliau tidak perceya diri dengan keimanannya,  ilmunya, dan keutamaannya,
bahkan beliau lari dari fitnah, berlindung  kepada Allah dari kejelekannya,
dan mengakui kelemahan dirinya dengan  mengatakan: *

قال رب السجن أحب إلي مما يدعونني إليه وإلا تصرف عني كيدهن أصب إليهن وأكن من
الجاهلين*

[Qala rabbi assijnu ahabbuilayya mimma yadAAoonanee ilayhi wa-illa
tasrifAAannee kaydahunna asbu ilayhinna waakun mina aljahileen]

Yusuf berkata: “Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada  memenuhi
ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari  padaku tipu
daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi  keinginan mereka) dan
tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh“. (QS. Yusuf [12]: 33) *

3. Membatasi waktu dan tujuan ketika masuk internet*

Di antara perkara yang bisa menghindarkan seseorang dari fitnah  internet
adalah hendaknya membatasi waktu di dunia internet dan memiliki tujuan yang
jelas ketika masuk ke dalamnya.

Jika dia tidak membatasi waktu dan terus tergiring di dalam  membuka-buka
file, dan berpindah-pindah dari satu situs ke situs yang  lain tanpa tujuan
yang jelas, maka akan sia-sialah waktunya dan tidak  mendapatkan faedah
kecuali sedikit. *

4. Memikirkan akibat-akibat dari setiap perbuatannya*

Di antara perkara yang bisa menyelamatkan diri dari fitnah internet  adalah
dengan memikirkan akibat-akibat dari setiap perbuatannya, dan  hendaknya
mengekang jiwanya dengan kekang ketakwaan dan muroqobah.

Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: *

بالله عليك يا مرفوع القدربالتقوى لاتبع عزها بذل المعاصبي, وصابر عطش الهوى في
هجير المشتهى وان أمض وأرمض*

“Demi Allah, wajib atasmu –wahai seorang yang telah dimuliakan dengan
ketakwaan- janganlah engkau menjual kemuliaan takwa dengan kehinaan
 maksiat-maksiat, dan bersabarlah dari dahaga hawa nafsu di dalam  panasnya
sesuatu yang diinginkan walaupun merasakan sakit dan terbakar.” (Shaoidul
khothir: 1/45) *

5. Menjauhi hal-hal yang merangsang nafsu*

Seorang yang masuk ke dalam internet hendaknya menjauhi hal-hal yang
 merangsang, menjauhi situs-situs porno, dan forum-forum yang banyak
 menyuarakan perkataan-perkataan yang jorok, dan menjauhi
 pembicaraan-pembicaraan yang merangsang nafsu dan syahwat.

Hendaknya dia menjauhi gambar-gambar seronok (cabul, porno, Red.) dan
tampilan-tampilan yang merangsanng, karena jiwa manusia –dengan tabiat  yang
Allah berikan kepadanya dari kecenderungan mengikuti hawa nafsu-
 permisalannya seperti mesiu dan segala zat yang mudah terbakar. Zat-zat
 ini jika jauh dari hal-hal yang memicu terbakarnya, maka dia akan tenang
dan tidak membahayakan. Adapun jika dipicu dengan hal-hal yang
 menyalakannya maka akan terbakar dengan cepat.

Demikianlah juga jiwa-jiwa manusia, maka ia akan tenang jika jauh  dari yang
memicunya. Jika ia mendekati hal-hal yang memicunya semisal
 pemandangan-pemandangan yang merangsang, maka ia akan menggelora hingga
 muncul kejelekan-kejelekannya dan memuncak hawa nafsunya.

Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata: *

لاتتبع النفس الهوى, ودع التعرض للمحن* *

ابليس حي لم يمت, والعين باب للفتن*

Janganlah engkau ikutkan jiwa terhadap hawa nafsunya

Dan janganlah engkau paparkan kepada fitnah-fitnah

Iblis adalah hidup dan tidak mati

Sedangkan mata adalah pintu terhadap fitnah-fitnah. (Rosail Ibnu Hazm:
1/274) *

6. Menundukkan pandangan*

Di antara perkara yang menyelamatkan dari fitnah internet adalah
 menundukkan pandangan, karena gambar yang jorok (cabul) kadang muncul di
hadapan manusia tanpa disengaja. Jika dia menundukkan pandangannya maka dia
akan membuat ridhio Robbnya, dan melapangkan hatinya. Sebab,  sesungguhnya
mata adalah cermin hati. Membebaskan pandangan akan membawa kepada
kebinasaan, sedangkan menundukkan pandangan akan membawa kepada  kelapangan.
Jika seorang hamba menundukkan pandangannya maka hatinya  akan menundukkan
nafsu dan syahwatnya.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: *

قل للمؤمنين يغضوا من أبصارهم ويحفظوا فروجهم ذلك أزكى لهم إن الله خبير بما
يصنعون*

[Qul lilmu/mineena yaghuddoo min absarihumwayahfathoo furoojahum thalika
azkalahum inna Allaha khabeerun bima yasnaAAoon]

Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan
pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu  adalah lebih
suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa  yang mereka
perbuat”. (QS. An-Nur [24]: 30)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: *

فجعل سبحانه غض البصر, وحفظ الفرج هو ازكى للنفس, وبين ان ترك الفواحش  من زكا
ة نفوس, وزكاةالنفوس تتضمن زوال جميع الشرور من الفواحش, والظلم,  والشرك,
والكذب, وغيرذالك*

“Allah Subhaanahu menjadikan menundukkan pandangan dan menjaga  kemaluan
adalah lebih menyucikan jiwa. Dan Dia menjelaskan bahwa  meninggalkan
perbuatan-perbuatan yang keji adalah termasuk kesucian  jiwa, dan kesucian
jiwa mengandung hilangnya segala kejelekan dari  perbuatan-perbuatan keji,
kezaliman, kesyirikan, kedustaan, dan yang  selainnya.” (Iqomatud Dalil ‘Ala
Ibtholit Tahlil: 3/430) *

7. Tatsabbut (memeriksa dengan teliti)*

Di antara hal yang diwajibkan atas sesseorang ketika masuk ke dunia
 internet adalah hendaknya tatsabbut (memeriksa dengan teliti) dari semua
yang dia ucapkan, yang dia dengarkan, yang dia baca, dan yang dia  nukil.
Dengan ini maka diketahui keteguhan akal dan keimanan seseorang.

Bagaimana tidak, dunia internet penuh dengan hal-hal yang  bercampur-baur
antara yang baik dan yang buruk. Telah menulis di  dalamnya siapa saja
dengan nama-nama samaran yang tidak dikenal!

Maka wajib atas seorang yang berakal agar memperhatikan perkara ini.  Jika
dia mengetahui suatu berita atau suatu perkara maka hendaknya  tatsabbut
tentangnya. Kalau sudah diketahui tentang kebenarannya maka  hendaknya
melihat perlu tidaknya dia sebarkan. Jika hal itu akan membawa kepada
kebaikan maka hendaknya dikumpulkan dan disebarkan, dan jika  tidak membawa
kebaikan maka hendaknya dia lipat dan berpaling darinya.

Berapa banyak terjadi kejelekan dan fitnah dengan sebab kesembronoan  di
dalam hal ini. Berapa banyak dari manusia yang mengabaikan akalnya,  dan
memperlakukan segala sesuatu yang disebarkan di internet sebagaimana sebuah
wahyu yang tidak ada kebatilan di depan dan di belakangnya.

Sungguh telah datang larangan yang jelas dari menyampaikan segala  sesuatu
yang didengar. Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam  bersabda: *

كفى بالمرء كذبا ان يحدث بكل ما سمع*

“Cukup seseorang berdusta jika menyampaikan semua yang ia dengar.” (Shahih
Muslim: 1/8)

Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman: *

وإذا جاءهم أمر من الأمن أو الخوف أذاعوا به ولو ردوه إلى الرسول وإلى أولي
الأمر منهم لعلمه الذين يستنبطونه منهم  ولولا فضل الله عليكم ورحمته لاتبعتم
الشيطان إلا قليلا*


[Wa-itha jaahum amrun minaal-amni awi alkhawfi athaAAoo bihi  walaw raddoohu
ilaarrasooli wa-ila olee al-amri minhum  laAAalimahuallatheena
yastanbitoonahu minhum walawla fadluAllahi  AAalaykum warahmatuhu
lattabaAAtumuashshaytana illa qaleela]
Dan apabila datang kepada mereka  suatu berita tentang keamanan ataupun
ketakutan, mereka lalu  menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya
kepada Rasul dan Ulil  Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang
ingin mengetahui  kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul
dan Ulil  Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu,
 tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di
 antaramu).

(QS.an-Nisa [4]: 83)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah berkata tentang tafsir
ayat ini:

“Ini adalah pengajaran dari Allah kepada para hamba-Nya tentang  perbuatan
mereka yang tidak pantas ini, dan bahwa selayaknya bagi mereka jika datang
kepada mereka suatu perkara dari perkara-perkara yang  penting dan maslahat
(kepentingan) –maslahat umum dari hal-hal yang  berhubungan dengan keamanan,
dan kegembiraan seorang mukmin atau  berhubungan dengan ketakutan yang di
dalamnya terdapat musibah atas  mereka- agar mereka bertatsabbut (memeriksa
dengan teliti), dan tidak  tergesa-gesa menyebarkan berita itu, bahkan
hendaknya mengembalikannya  kepada Rosul dan ulil amri di antara mereka,
yaitu para pemikir, ahli  ilmu, ahli nasehat, orang-orang yang berakal dan
memiliki ketenangan,  mereka yang mengetahui perkara-perkara dan mengetahui
maslahat-maslahat  dan mudarat-mudarat. Jika mereka melihat di dalam
penyebaran berita  tersebut terdapat maslahat dan menggiatkan kaum mukminin,
merupakan  kegembiraan bagi mereka dan menjaga dari musuh-musuh mereka –maka
mereka menyebarkannya. Dan jika mereka memandang apa yang tidak ada maslahat
 di dalamnya, atau di dalamnya terdapat maslahat, tetapi mudaratnya
 melebihi maslahatnya maka mereka tidak menyebarkannya.

Karena itulah Allah berfirman: “Tentulah orang-orang dari mereka yang ingin
mengambil istinbath darinya (akan dapat) mengetahuinya”, yaitu  mengambil
darinya dengan pikiran mereka dan pendapat-pendapat mereka  yang tepat dan
ilmu-ilmu mereka yang benar.

Di dalam ayat ini terdapat dalil bagi sebuah kaidah adab, yaitu bahwa jika
terjadi pembahasan di dalam suatu perkara maka selayaknya  diserahkan kepada
orang yang kompeten dalam hal itu, diserahkan kepada  ahlinya, dan tidak
mndahului di depannya; maka sesungguhnya dia lebih  dekat kepada yang benar
dan lebih dekat kepada keselamatan dari  kesalahan.

Di dalamnya terdapat larangan dari tergesa-gesa dan bersegera  menyebarkan
perkara-perkara di saat mendengarnya,dan perintah untuk  merenungi sebelum
berbicara, dan melihat di dalamnya apakah dia  merupakan maslahat sehingga
seseorang maju kepadanya atau tidak sehingga dia mundur darinya.” (Taisir
al-Karimir Rahman hlm. 190) *

8. Berhati-hati di dalam mengemukakan pendapat*

Di antara hal yang perlu diperhatikan oleh orang yang berakal adalah
 hendaknya tidak terlalu bersemangat ketika mengemukakan pendapatnya di
 dalam sebuah perkara, dan tidak mengucapkan semua yang dia ketahui.  Bahkan
seyogyanya ia memperhatikan maslahat-maslahat. Tidaklah baik  baginya
mengemukakan pendapatnya di dalam semua perkara kecil dan besar, dan tidak
wajib atasnya berbicara pada setiap peristiwa karena kadang  dia belum
memiliki gambaran perkara sebagaimana mestinya, kadang salah  perkiraan dan
menyelisihi kebenaran. Dan orang-orang Arab mengatakan di  dalam hal seperti
ini: *

الخطأ زاد العجول*

“Kekeliruan adalah bekal orang yang tergesa-gesa” (Lihat Bahjatul Majalis wa
Unsul Majalis: 1/55)

Adapun jika berhati-hati dan pelan-pelan maka akan lebih bisa membuat jernih
tabiat, akan lebih menetapkan pendapat, dan akan lebih  menyelamatkan dari
kesalahan. Orang-orang Arab memuji orang yang  berhati-hati, tidak
tergesa-gesa, dan membolak-balik perkara atas dan  bawah dengan mengatakan:
*

انه لحول قلب*

“Sesungguhnya dia adalah pandai mengusahakan dan membolak-balik perkara.”
(Lihat ash-Shihah oleh al-Jauhari: 2/91) *

9. Berucap sesuai dengan kadarnya*

Hendaknya seorang yang berakal berucap sesuai dengan kadarnya, dan  menjauhi
mubalaghoh (berlebih-lebihan) dan membesar-besarkan perkara,  karena suatu
hakikat akan hilang dengan adanya pengungkapan yang  berlebihan dan
meremehkan. Orang-orang Arab mengatakan di dalam pepatah  mereka: *

خير الناس هذا النمط الاوسط*

“Sebaik-baik manusia adalah tipe yang tengah-tengah.” (Lihat al-Muhkam wal
Muhith al-A’zhom: 8/595 dan Kitabul ‘Ain 7/442) *

10. Selalu bermuroqobah (merasa diawasi oleh) Allah ‘Azza wa Jalla*

Di antara penasihat yang paling agung bagi seorang dan yang  menjadikan dia
mengambil faidah dari internet dan selamat dari  kejelekan-kejelekannya
adalah selalu muroqqobah terhadap Alloh ‘Azza wa  Jalla dan merasa selalu
dilihat oleh-Nya. *

وما ابصرت عيناي اجمل من فتى , يخاف مقام الله في الخلوات*

Tidaklah kedua mataku melihat sesuatu yang lebih indah

Dari seorang pemuda yang takut kepada Alloh dalam keadaan sunyi sepi.

Hendaknya seorang yang berakal selalu mengingat hal ini dengan baik,  selalu
mengingat bahwa yang gaib adalah nyata di sisi Alloh, maka  pantaskah
seseorang menjadikan Alloh ‘Azza wa Jalla adalah yang paling  tidak bernilai
di antara para pemirsa kepadanya?! Maka wajib atasnya  agar menyadari bahwa
barang siapa yang menyembunyikan sesuatu maka Alloh akan memakaikannya
kepadanya, dan bahwa barangsiapa yang menyembunyikan sesuatu maka Alloh akan
menampakkannya, sama saja apakah itu suatu  kebaikan atau kejelekan; karena
sesungguhnya balasan sesuai dengan  perbuatan dan “barangsiapa yang beramal
kejelekan maka akan dibalas  dengannya.”

Inilah wasiat-wasiat yang agung dari para imam salaf tentang hal ini:

Abu Hazim Salamah bin Dinar berkata:

“Tidaklah seorang hamba berbuat baik antara dia dan Alloh kecuali  Alloh
akan membaguskan antara dia dan para hamba, dan tidaklah dia  berbuat
kejelekan antara dia dan Alloh kecuali Alloh akan menjelekkan  antara dia
dan para hamba. Sungguh menjaduikan senang kepada satu wajah  adalah lebih
mudah daripada menjadikan senang semua wajah, sesungguhnya  jika engkau
membuat senang satu wajah tersebut maka seluruh wajah akan  condong
kepadamu, dan jika engkau merusak antara dirimu dan diri-Nya,  maka seluruh
wajah akan mencibirkanmu.” (Siyar A’lamin Nubala’: 11/124 dan Tarikhul
Islam: 8/442)

Mu’tamir bin Sulaiman berkata:

“Sesungguhnya seorang laki-laki melakukan dosa dalam keadaan
 sembunyi-sembunyi, dan dia memasuki waktu pagi dengan merasakan
 kehinaannya.” (ats-Tsiqot: 8/389)

Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Sesungguhnya seorang hamba melakukan kemaksiatan terhadap Alloh  Ta’ala
dalam keadaan sunyi dari manusia, maka Alloh melemparkan  kebencian
terhadapnya di hati-hati orang-orang yang beriman dari arah  yang tidak dia
sangka.” (Shoidul Khothir hlm.235) *

11. Mengingkari kemungkaran yang ada di internet*

Orang yang masuk ke dalam dunia internet hendaknya jangan meremehkan
 dirinya di dalam mengingkari apa yang dia pandang sebagai suatu
 kemungkaran atau kejelekan di dalam internet. Dan itu semua sesuai  dengan
kadar kemampuan dan kekuasaannya. *

BERPERAN AKTIF DI DALAM MENYUGUHKAN HAL YANG BERMANFAAT DAN BERFAEDAH*

Sebagaimana wajib atas seorang muslim menjauhkan dirinya dari
 kejelekan-kejelekan internet, demikian juga selayaknya baginya –atau  wajib
atasnya- tidak meluputkan dirinya dari kebaikannya, khusunya jika  dia
memiliki ilmu yang mutqin tentangnya dan memiliki spesialisasi  padanya.
Tidaklah selayaknya dia hanya mengupayakan tidak terjatuh di  dalam hal-hal
yang diharamkan, bahkan wajib atasnya menyuguhkan hal-hal  yang bermanfaat
dan berfaedah, dan partisipasi aktif, usulan-usulan yang bermanfaat, dan
mengarahkan kepada website-website Islami yang  terpercaya. *

RENUNGAN-RENUNGAN*

Wahai Saudaraku!

Tidaklah engkau merasakan –dalam keadaan engkau membolak-balikkan
 pandanganmu pada gambar-gambar porno- kegelapan di dalam hatimu,  kelemahan
di dalam tubuhmu, dan suka kehinaan serta tidak butuh kepada  kenbaikan?!

Tidaklah engkau merasakan –dalam keadaan engkau menelaah  cacian-cacian dan
mendengarkan apa yang dikatakan pada Fulan dan Fulan-  kesatnya hatimu,
jeleknya sangkaanmu, dan kesialan di dalam pandanganmu?

Tidaklan engkau merasakan –jika engkau menghabiskan waktu berjam-jam  di
depan internet tanpa faedah- kesempitan dadamu, dan keporak-porandaan pada
keperluanmu? Hingga engkau tidak sadar dengan seseorang yang  berada di
sampingmu, dan tidak bersemangat menerima panggilan telepon?

Sebagai kebalikan hal itu semua, tdaklah engkau merasakan semangat,
 ketenangan, kebahagiaan, dan kekuatan jika engkau menyuguhkan kebaikan  dan
engkau tundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan, dan engkau
 bertakwa kepada Allah di saat sendirian?! *

PENUTUP*

Inilah yang bisa kami sampaikan di dalam pembahasan ini dan akhirnya  kita
memohon kepada Allah dengan nama-nama-Nya yang indah dan  sifat-sifat-Nya
yang luhur agar menjauhkan kita semua dari fitnah-fitnah yang tampak dan
yang tidak tampak dan agar menjadikan kita semua  sebagai kunci-kunci
kebaikan dan penutup-penutup kejelekan serta  menjadikan berkah kepada kita
semua di mana pun kita berada. Walhamdulillahi Robbil ‘alamin. *

Sumber:*

Majalah al-Furqon No. 114 edisi II Tahun ke-10 Jumada Akhir 1432 H hlm.
37-42 dengan beberapa penyesuaian dari *Admin Syabab
Petarukan.*<http://syababpetarukan.wordpress.com/2011/05/25/kiat-selamat-dari-fitnah-internet/>Dipublikasikan
kembali oleh
*www.Salafiyunpad.wordpress.com*<http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/27/kiat-selamat-dari-fitnah-internet/www.Salafiyunpad.wordpress.com>

-- *
Mari Kembali Kepada Tauhid dan Sunnah, Tinggalkan Syirik dan Bid'ah.*





-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!!
...." *
**
*- Aga Madjid -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke