-----Original Message-----
From: [email protected]
Date: Wed, 22 Jun 2011 11:30:31 
Subject: Fw: Sedekah menghilangkan kesulitan

[email protected] 
06/22/2011 10:38 AM















"Sri Haryati" 







 

SEDEKAH  MENGHILANGKAN  KESULITAN 
 

Banyak orang sering terobsesi,  Andaikan saya jadi orang kaya , saya akan 
bersedekah sebanyak-banyaknya. Obsesinya sambil diiringi kerja keras , 
banting tulang siang malam tiada henti serta mencurahkan pikirannya untuk 
mencari harta benda. Selain shalat fardhu, shalat hajat atau tahajud 
dirutinkan, tak lupa do’a bersimpuh di hadapan Allah SWT siang-malam untuk 
meminta karunia-Nya agar diberi limpahan rezeki.  Namun setelah diberi 
kekayaan , biasanya kita akan lupa akan obsesi yang dahulu.  Kita 
menganggap bahwa semua itu adalah hasil keringat kita sendiri tanpa ada 
campur tangan yang lain. Bahkan kita lupa bahwa semua itu sebenarnya 
adalah pemberian Allah  SWT yang harus disyukuri.  Mereka genggan harta 
benda dengan erat dan menggunakannya untuk kesenangan duniawi belaka. 
  
Sedekah merupakan ibadah sosial, berkaitan erat dengan  orang lain. Banyak 
sekali  hikmah yang terkandung di dalam sedekah, antara lain, sedekah 
dapat menghilangkan kesulitan  dan kesempitan rezeki, manakala kita berada 
pada posisi  atau kondisi terdesak mengenai keuangan atau  finansial, ada 
penyelesaian yang sangat mudah, simple, cepat  dan dapat dilaksanakan oleh 
siapa saja, yaitu dengan cara bersedekah.  Allah SWT berfirman : 
“ Hendaklah orang yang mampu memberikan  nafkah menurut  kemampuannya. Dan 
orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang 
diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang 
melainkan (sekedar) apa yang Allah berikan kepadanya.  Allah kelak akan 
memberikan kelapangan sesudah kesempitan . “ (QS Ath-Thalaq:7). 
 
Dan dalam hadits dari Abu Hurarirah r a, Rasullullah bersabda :” 
Barangsiapa yng berusaha melepaskan atau melapangkan  suatu kesusahan pada 
seorang mukmin, maka Allah  akan melapangkan baginya dari suatu kesusahan 
di akhirat, Dan barangsiapa berusaha untuk meringankan beban kesuaran 
orang miskin , maka Allah akan meringankan kesusahannya di dunia maupun di 
akhirat. Dan barangsiapa yang berusaha menutupi kejelekan orang lain,maka 
Allah akan menutupi kejelekannya di dunia maupun di akhirat. Allah akan 
selalu membantu hamba-Nya selagi hamba-Nya menolong saudaranya.” (HR. 
Muslim). 
  
Bersedekah merupakan perwujudan syukur atas karunia Allah SWT yang telah 
diberikan kepada kita. Nabi Muhammad SAW selalu  menginginkan umatnya 
menjadi umat yang terbaik walaupun umatnya merupakan umat yang terpendek 
umurnya diantara umat-umat yang lain. Berkaitan dengan hal tersebut ada 
sebuah Hadits yang diriwayatkan dari Abdullah bin Umar ketika firman Allah 
SWT dibawah ini diturunkan : 
“Barangsiapa melakukan kebaikan walaupun hanya sebesar biji sawi , maka ia 
akan melihat balasannya.” (QS. Az-Zalzalah : 7).   
  
Pada saat itu Nabi Muhammad SAW tidak puas dengan firman tersebut, karena 
satu kebaikan hanya dibalas dengan satu kebaikan. Kemudian beliau memohon 
kepada Allah SWT :”Wahai Tuhanku , kebaikan ini hanya sedikit bagi umatku, 
lipatkanlah lagi bagi umatku.”.  Allah SWT langsung mengabulkan do’a Nabi 
Muhammad SAW dengan firmannya : 
“Mereka itu adalah orang-orang yang diberi pahala  dua kali lipat sebab 
mereka mau bersabar, mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan 
sebagian dari apa yang telah kami rezekikan kepada mereka, mereka 
nafkahkan, “. (QS. Al-Qashash: 54). 
  
Namun Nabi Muhammad SAW memohon lagi kepada Allah SWT : “ Wahai Tuhanku, 
hal inipun tidak mencukupi hak pahala umatku, karena umur mereka yang 
pendek-pendek.”. Allah SWT mengabulkan permohonan beliau, dengan melipat 
gandakan menjadi sepuluh kali lipat sebagaimana tertera dalam firman-Nya : 

“Barangsiapa membawa amal yang baik , maka baginya (pahala) sepuluh kali 
lipat amalnya, dan barangsiapa yang membawa amal perbuatan jahat, maka ia 
tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya,   sedang 
mereka sedikitpun  tidak dianiaya/dirugikan.” (QS. Al-An’am : 160). 
  
Nabi Muhammad memohon lagi kepada Allah SWT : “ Wahai Allah, inipun belum 
mencukupi hak umatku “. Kemudian Allah berfirman : 
“Perumpamaan nafkah yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan 
hartanya di jalan Allah adalah serupa sebutir benih atau biji yang 
menumbuhkan tujuh butir, pada tiap-tiap butir ada seratus biji. Allah 
melipat gandakan (ganjaran pahala) bagi siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah 
Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah : 261). 
  
Rasullulah SAW terus berkata dengan nada memohon :” Wahai Allah, tumbuhkan 
lagi bagi pahala umatku”. Kemudian Allaw SWT menurunkan surat Al-Baqarah 
ayat 245.    Rasullulah kemudian memohon lagi kepada Allah SWT  :” Wahai 
Tuhanku, tumbuhkanlah lagi bagi umatku. Allah SWT pun berfirman : “ 
Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala 
mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar : 10). 
  
  
  
  
  
  
  
  
  
 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke