enak kok es krim wasabi :p
makanya sering kumpulin wasabi di paket yang kecil2 itu kalo beli sushi di
supermarket
terus kemaren nyoba bikin stroganoff2an, pake wasabi dikit ternyata enak,
xixixixixixi


*~**You crap on my leg, I'll cut it off  "Coach Beiste - Glee"** *




2011/7/7 LilikS <[email protected]>

> ** ** **** ******
> ** **** ******
>
> *Wasabi, €˜Sambal€™ Khas Jepang*****
>
> *
> *
>
> Hijau, pedas, pasta, sushi. Kata-kata itulah yang paling cocok
> menggambarkan apakah wasabi itu. Pertama kali ‘bertemu’ wasabi adalah
> pada saat aku memakan sushi. Pada saat awal mencoba, seorang temanku sudah
> me-warning untuk jangan memakannya terlalu banyak karena rasanya yang pedas,
> tapi memang pasta ini luar biasa, sensasinya seperti habis minum menthol di
> hidung rasanya huaaahhh… dan membuat mata ini berair… namun  rasa ini
> bisa dihilangkan dengan hanya minum air!****
>
> Setelah sering kali aku memakan wasabi (with sushi of course), aku akhirnya
> merasa penasaran apa sih sebetulnya wasabi itu. Terbuat dari apakah dia?
> apakah warna hijau itu alami atau pewarna? dan berbagai macam
> pertanyaan-pertanyaan yang membuat aku browsing kesana kemari berusaha
> mencari keterangan tentang wasabi ini dalam bahasa Inggris atau ****
> Indonesia**** (karena pas googling kebanyakan yang muncul page dalam
> bahasa Jepang).****
>
> Ternyata wasabi ini adalah pasta yang pada awalnya dibuat dari tumbuhan
> dengan nama yang sama (red = tumbuhan wasabi), yang termasuk dalam jenis
> tumbuhan kubis-kubisan (cabbage family atau Brassicaceae). Uniknya, yang
> kemudian diolah menjadi pasta bukan daunnya tetapi malah akar rimpang/
> rizoma-nya. Karena pembudidayaannya yang cukup sulit (hanya hidup di aliran
> air yang bersih dan sejuk bersuhu 10-17℃) dan hanya bisa dipanen dalam
> waktu 3- 4 tahun, harga wasabi ini sangat mahal. Bahkan, agak kebutuhan
> wasabi masyarakatnya terpenuhi, Jepang mengimpor sejumlah besar wasabi dari
> daratan ****Tiongkok**, **Taiwan****, dan Selandia Baru.****
>
>
> Wasabi adalah tanaman asli Jepang dari suku kubis-kubisan (Brassicaceae).
> Parutan rimpang (rizoma) yang juga disebut wasabi, dimakan sebagai penyedap
> masakan Jepang, seperti *sashimi, sushi, soba, dan ochazuke*. Daun,
> tangkai, dan rizoma memiliki aroma harum, sekaligus rasa tajam menyengat
> hingga ke hidung seperti mustar, tapi bukan pedas di lidah seperti cabai.*
> ***
>
> Unsur kimia yang menjadikan wasabi memiliki rasa menyengat (pedas) adalah
> isotiosianat (6-methylthiohexyl isothiocyanate, 7-methylthioheptyl
> isothiocyanate, dan 8-methylthiooctyl isothiocyanate). *Senyawa ini
> bersifat antimikroba yang menghambat pertumbuhan bakteri, sehingga irisan
> ikan segar selalu dimakan bersama wasabi.*****
>
> Di alam bebas, tanaman hanya tumbuh liar daerah beriklim sejuk, di lembah
> pinggiran sungai atau di tengah air bersih yang mengalir perlahan-lahan. Di
> Jepang, wasabi tumbuh liar di sepanjang aliran sungai yang bersih dan sejuk
> (10-17℃) di daerah pegunungan pulau Honshu, Kyushu, dan **Shikoku**.****
>
> Tanaman herba tahunan, seluruh bagian tanaman memiliki aroma harum
> sekaligus rasa pedas menyengat bila dimakan. Rizoma berwarna hijau terang,
> berbentuk bulat panjang dan mengecil di bagian bawah. Daun keluar langsung
> dari bagian rizoma, tangkai agak panjang dan tumbuh ke atas dengan daun yang
> melebar. Daun berbentuk seperti jantung, diameter sekitar 10 cm. Di musim
> semi, dari rizoma keluar tangkai untuk bunga, letak daun bersilangan, dan
> ukuran daun lebih kecil dari daun yang keluar langsung dari rizoma. Bunga
> keluar di ujung tangkai, mekar di akhir bulan Februari-Maret, berwarna
> putih, daun mahkota 4 helai, dan mekar tidak secara berturut-turut.****
>
>
> Budidaya wasabi dimulai sekitar tahun 1596-1615 di hulu Sungai Abe, UtÅ gi,
> Prefektur Shizuoka. Pada waktu itu, penduduk desa UtÅ gi mencabut wasabi
> yang tumbuh liar dan memindahkannya ke lahan di sekitar mata air yang
> terletak di IdÅ gashira. Budidaya wasabi di IdÅ gashira menjadi usaha
> budidaya wasabi yang pertama di Jepang. Hasilnya dipersembahkan kepada
> Tokugawa Ieyasu yang tinggal di Istana Sumpu. Menurut cerita, Ieyasu sangat
> menyukai rasa wasabi hadiah penduduk desa, dan begitu gembira dengan bentuk
> daun wasabi yang mirip lambang keluarga klan Tokugawa. Menurut cerita lain,
> penyebaran wasabi ke seluruh Jepang dimulai di pertengahan zaman **Edo**dari 
> bibit tanaman wasabi yang diterima Itagaki KanshirÅ setelah mengajarkan
> budidaya shiitake kepada penduduk UtÅ gi.****
>
> Berdasarkan tempat penanaman, wasabi secara garis besar dibagi menjadi dua
> jenis, wasabi air (sawa wasabi) yang ditanam di anak sungai (bahasa Jepang:
> sawa), dan wasabi ladang (hatake wasabi) yang ditanam di ladang. Wasabi
> ladang bisa dipanen setelah berumur 18 bulan. Daun, tangkai, dan rizoma
> wasabi ladang dicampur dengan ampas beras hasil perasan sake. Hasilnya
> makanan olahan yang disebut wasabizuke untuk teman makan nasi, rasanya asin,
> manis, dan pedas menyengat. Wasabi air ditanam untuk diambil bagian rizoma
> yang dimakan mentah setelah diparut. Budidaya kecil-kecilan wasabi di
> saluran air dan anak sungai sering dijumpai di kawasan pegunungan di Jepang.
> Wasabi air perlu air yang bersih dan sejuk di tanah berpasir yang kaya hara.
> Dalam kondisi penanaman yang ideal, pupuk seperti pupuk kandang tidak
> diperlukan karena air menjadi kotor.****
>
>
> Wasabi air hasil budidaya memiliki rizoma yang lebih besar dibandingkan
> wasabi ladang atau wasabi liar. Rizoma mengeluarkan Allyl isothiocyanate
> yang bersifat antimikroba, sehingga tanah di sekitarnya bebas mikroba.
> Tanaman tidak bisa menjadi besar karena di tanah sekeliling tempat tumbuhnya
> tidak terdapat mikroba yang dapat menyuburkan tanah. Selain itu, wasabi
> perlu tumbuh di aliran air yang bersih dan bening supaya Allyl
> isothiocyanate ikut terbawa bersama air, dan tanaman tidak ikut teracuni.
> Rizoma wasabi air bisa menjadi besar bila semua kondisi terpenuhi.****
>
> Panen wasabi tidak mengenal musim dan bisa dipanen kapan saja. Tanaman siap
> panen setelah 3-4 tahun, dan akar yang dapat dipanen sedikit, sehingga
> wasabi terutama wasabi segar berharga mahal. Hanya ada sedikit tempat yang
> cocok dijadikan sentra produksi di Jepang:****
>
> * Semenanjung Izu (Prefektur Shizuoka)
> * Prefektur Nagano
> * Prefektur Shimane
> * Prefektur Yamanashi
> * Prefektur Iwate.****
>
> Produksi dalam negeri tidak pernah mencukupi dan wasabi berharga mahal,
> sehingga Jepang perlu mengimpor sejumlah besar wasabi dari daratan ****
> Tiongkok**, **Taiwan****, dan Selandia Baru.****
>
> Selain wasabi segar, dipasaran tersedia bubuk wasabi dalam bubuk wasabi
> kemasan kaleng, dan wasabi kemasan tube. Di Jepang, daun dan bunga wasabi
> digoreng sebagai tempura, dan wasabi digunakan sebagai perasa untuk berbagai
> produk makanan ringan hingga es krim.****
>
>
> Rozima wasabi diparut dengan alat parut dari logam (oroshigane). Walaupun
> demikian, sebagian kecil orang berpendapat aroma wasabi tidak hilang dan
> terasa lebih enak bila diparut dengan alat parut tradisional dari kulit ikan
> hiu. Wasabi hanya diparut seperlunya saja sebelum dimakan, karena aroma
> wasabi hilang di udara terbuka. Rasa pedas hingga keluar air mata merupakan
> kenikmatan tersendiri bagi penikmat wasabi. Anak-anak yang belum terbiasa,
> biasanya memakan sushi yang tidak diberi wasabi (bahasa Jepang: sabinuki).
> ****
>
> Rizoma wasabi berharga mahal dan metode pengawetannya sulit, sehingga bubuk
> wasabi dan pasta wasabi dalam tube digunakan sebagai pengganti. Bubuk wasabi
> dan wasabi dalam tube sering dibuat dari bahan pengganti berupa lobak,
> dicampur rizoma Armoracia rusticana (bahasa Inggris: horseradish), dan bahan
> pewarna makanan. Bubuk wasabi kemasan kaleng dicampur dengan air untuk
> menghasilkan pasta wasabi yang siap santap.****
>
>
> Komposisi bubuk wasabi dan wasabi tube bergantung kepada merek dan
> produsen. Bila produk mengandung kadar wasabi asli lebih dari 50%, maka di
> kemasannya ditulis, Hon Wasabi (wasabi asli) atau Hon wasabi shiyÅ .
> Definisi “wasabi asli†bisa berarti bagian rizoma atau bagian lain dari
> tumbuhan (daun dan tangkai). Bila pasta wasabi mengandung kurang wasabi
> kurang dari 50%, maka pada kemasan ditulis sebagai Hon wasabi iri
> (Mengandung wasabi asli).****
>
> ** **
>  CONFIDENTIALITY CAUTION: This message is intended only for the use of the
> individual or entity to whom it is addressed and contains information that
> is privileged and confidential. If you, the reader of this message, are not
> the intended recipient, you should not disseminate, distribute or copy this
> communication. If you have received this communication in error, please
> notify us immediately by return email and delete the original message.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke