-----Original Message-----
From: Al Faqir Ilmi <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 21 Jul 2011 10:27:27 
To:  <Invalid address>
Reply-To: [email protected]
Subject: -:: Milist NB::- Kembali Istana Milik Negara jadi Ajang Pertemuan SBY 
& Anas + Elit Demokrat

Kembali Istana Milik Negara jadi Ajang Pertemuan SBY & Anas + Elit Demokrat 
________________________________
 SBY Panggil Anas dan Pengurus Demokrat ke Istana 
Rabu, 20 Juli 2011 | 18:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo 
Bambang Yudhoyono memanggil Ketua Umumnya, Anas Urbaningrum, bersama 
pengurus elite partai ke Wisma Negara, Komplek Istana Kepresidenan, 
Jakarta, Rabu, 20 Juli 2011. Pertemuan digelar tertutup mulai pukul 
17.00 WIB. Tak diketahui untuk apa pemanggilan itu, namun diduga terkait
 soal tudingan eks Bendahara Partai Demokrat Nazaruddin soal adanya 
kesepakatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dengan KPK.

Pantauan Tempo, Anas tiba dengan kendaraannya Toyota Alphard B 69 AUD. 
Tampak pula, putra Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga 
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono. Lalu 
Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat Andi Mallarangeng.

Mobil para pimpinan Partai Demokrat itu keluar dari Wisma Negara pukul 
18.00 WIB. Namun, para petinggi Demokrat ini tidak memberikan keterangan
 apapun. Wartawan yang menunggu di luar wisma sempat berusaha mencegat 
mobil yang keluar, namun mereka tetap melajukan mobilnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha meminta semua 
tudingan yang disampaikan Nazaruddin disertai bukti yang kuat dan 
akurat. "Yang lebih penting, Nazaruddin bisa menyampaikan bukti apa yang
 disampaikan ke ruang publik," katanya. Sehingga bukti yang disampaikan 
itu, lanjut Julian, bisa direspon aparat penegak hukum dari keterangan 
dan bukti dari Nazaruddin.

Staf Khusus Presiden Bidang Hukum Denny Indrayana mengatakan Komisi 
Pemberantasan Korupsi lebih bisa dipercaya dibandingkan bekas Bendahara 
Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin yang kini menjadi tersangka 
kasus suap pembangunan wisma atlet.

Denny mengatakan, Nazaruddin seorang buron dan ditetapkan sebagai 
tersangka. "Orang yang sedang terjepit masalah hukum bisa bicara apa 
saja," kata Denny di Istana Presiden, Rabu 20 Juli 2011.

Kemarin, Nazaruddin tampil di dua televisi swasta nasional yang menuding
 adanya kesepakatan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan 
pimpinan KPK, Chandra M. Hamzah untuk menghentikan kasus suap wisma 
Atlet hingga Nazaruddin. Nazaruddin menambahkan, dalam kesepakatan itu 
Chandra akan ditetapkan sebagai pimpinan KPK selanjutnya pada Pemilihan 
Ketua KPK.
http://www.tempointeraktif.com/hg/po...347520,id.html

---------------

Contoh dari bentuk 'korupsi' lainnya, memanfaatkan fasilitas Negara, 
bukan untuk hal-hal yang berhubungan dengan kepentingan rakyat dan 
negara.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke