****

*MENTALITAS ENTREPRENEUR*****

*Eileen Rachman & Sylvina Savitri*****

*EXPERD           *****

*"Executive Coaching”*****

*Dimuat di Kompas, 10 September 2011***

Apa yang pertama kali terlintas di benak Anda saat mendengar istilah
“mentalitas entrepenur”? Banyak orang langsung mengartikannya sebagai
mentalitas pedagang yang berorientasi meraup sebanyak-banyaknya untung dan
tujuannya “UUD” alias “ujung-ujungnya duit”. Dengan pengertian ini, banyak
orang yang secara halus ataupun terang-terangan menolak untuk mengembangkan
mentalitas entrepeneur. Ada yang merasa tidak berbakat, ada pula yang
menilai mentalitas ini tidak sesuai dengan nilai-nilai yang ia pegang karena
ia lebih mengunggulkan nilai-nilai lain ketimbang berfokus pada upaya untuk
mencari uang saja. Sebagian orang beranggapan bahwa entrepreneur atau
wirausaha adalah sebuah profesi atau alternatif profesi, ketika misalnya ia
sudah pensiun. Dengan pandangan yang sempit mengenai kewirausahaan, tak
heran bila kita melihat banyak orang yang banting setir menjadi wirausahawan
malahan tidak berhasil.
****

Istri teman saya, yang suaminya bekerja sebagai pegawai negeri,
mempunyaisebuah kebiasaan
positif. Setiap menempati pos baru, ia mengajak suaminya bersilaturahmi ke
tetangga baru dan para pejabat di ****kota**** itu. Setelah berkeliling
selama satu minggu, sang istri biasanya sudah akan mengantongi beberapa
murid yang berminat belajar bahasa Inggris dan belajar merangkai bunga di
rumahnya. Sang istri yang berprofesi sebagai guru les ini, selain
*happy*, nyatanya
juga berpenghasilan lebih dari gaji suami sehingga keluarga hidup nyaman dan
tidak berkekurangan. Kita lihat bahwa nafas berwirausaha tidak sebatas ada
pada para pedagang atau pengusaha. Seorang ibu rumah tangga yang berprofesi
sebagai guru les saja bisa mempunyai semangat berwirausaha dan tidak pernah
kehilangan kesempatan. Mentalitas wirausaha ini sebetulnya ditandai dari
adanya semangat berprestasi dan kejelian menangkap serta menciptakan peluang
untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Apakah semangat entrepreneur
yang demikian ampuh ini tidak perlu dikembangkan dalam diri para karyawan
dan pekerja kantoran? ****

Dalam keadaan ekonomi di mana kemapanan sudah tidak ada lagi, kita memang
selalu akan dituntut untuk melakukan perbaikan. Perbaikan selalu bermuara
pada kebutuhan pasar dan juga inovasi produk yang menjawab kebutuhan
tersebut. Seorang pemilik perusahaan atau CEO memang* *dituntut untuk
berpikir kreatif, melihat jalan keluar dan menemukan produk-produk baru.
Namun, bila perusahaan dipenuhi karyawan yang menjauhi mentalitas
entrepreneur, siapa yang akan mengusung misinya dan mengimplementasikan
ide-ide si pucuk pimpinan? Apakah perusahaan bisa *survive* bila dalam
kultur perusahaan tertanam faham bahwa yang perlu berpikir secara wirausaha,
hanya individu bagian tertentu saja atau bahkan cukup si empunya perusahaan
dan CEO-nya? Bukankah para karyawan-lah yang akan menggerakkan roda
perubahan bisnis yang disuarakan oleh para pucuk pimpinan? ****



****

*Ukuran Sukses*****

Dalam organisasi besar, di mana manajemen kinerja sudah dikembangkan dengan
mantap, ukuran sukses kerap dihubungkan dengan pencapaian KPI (*key
performance indicator*). Kita tahu bahwa memastikan pencapaian KPI adalah
hal yang sangat penting dan positif, namun kita tentu sadar bahwa perusahaan
kita ada di ambang masalah bila banyak karyawan berpuas diri dengan
mengatakan: “*Pokoknya, KPI kami sudah tercapai*.” Kita pasti segera
menyadari bahwa bahwa mekanisme fleksibilitas, menyusun prioritas,
mendahulukan kepentingan pelanggan, mengendus perubahan pasar
danmengetatkan barisan karena serangan kompetitor tidak
bisa dijamin oleh pengukuran-pengukuran ini.****

Mengembangkan mentalitas entrepreneur berarti mengajak setiap individu untuk
melihat dirinya sebagai profesional sukses, di mana kesuksesan tersebut
sambung menyambung dan terus hidup untuk menyambut tantangan baru. Pengusaha
kripik *home-industry* di kota Bandung, yang bisa meraup keuntungan puluhan
juta rupiah per hari, mengungkapkan bahwa mereka mengembangkan pemasaran
dari para rekan-rekan dan karyawan yang mereka sebut sebagai “jendral”. Para
“jendral” dengan mentalitas entrepreneur yang terus berpikir kreatif inilah
yang menghidupkan bisnis dan terus memperluas jaringan. Hal ini bisa
dilakukan dengan membangkitkan rasa percaya diri dan memberi tanggung jawab
kepada individu sehingga setiap orang bisa merasakan seolah dirinya adalah
mesin produksi yang selalu memutar roda giginya dan berkata pada dirinya
sendiri: “Saya Bisa! Saya Bisa!”****

* *****
*Menciptakan Sukses*****

Pengertian sukses sebagai profesional sekarang perlu mengacu pada konsep
diri yang lebih dalam. Kita tidak bisa lagi mengembangkan konsep diri
sebagai ‘ambtenar’ yang menunggu instruksi dari ‘pusat’ atau ‘atas’. Setiap
individu, apapun dan di manapun posisinya, harus sudah menjadi pemain dalam
bisnis yang dijalankan perusahaan. Ini berarti kita sendiri yang mesti
punyavisi mengenai seperti apa kita nantinya di masa datang. Dengan
sasaran
pribadi yang jelas, kita otomatis akan lebih siap untuk menguatkan
intensitas kerja dan lebih tahan terhadap kesulitan yang menghadang. Paradigma
bahwa perusahaan yang bertanggung jawab untuk menyediakan sukses
karir, kenaikan
pangkat, penambahan fasilitas, sudah usang. Sukses karir hanya bisa dijamin
oleh diri sendiri. Semua orang tahu bahwa kesempatan itu sebenarnya ada, bahkan
gratis, tetapi harus ditemukan. Inilah salah satu inti dari mentalitas
entrepreneur. ****

Kita juga perlu sadar bahwa kesempatan hanya bisa diraih oleh individu yang
sudah punya ancang-ancang. Daud tidak mungkin bisa mengalahkan Goliat, bila
ia tidak beribu kali berlatih bermain katapel. Itu sebabnya kerja keras,
berlari kencang, bekerja dengan ‘*passion*’ sudah harus ‘standby’ ketika
kesempatan datang. Tidak ada yang mengatakan bahwa mengembangkan mentalitas
entrepreneur ini hal yang mudah. Namun, sikap mental yang sekedar menunggu
sudah jelas tidak mendapatkan tempat lagi di kancah persaingan profesi
sekarang ini.****

*EXPERD CONSULTANT*
Adding value to business results
Plaza Pondok Indah 3 Blok C/2
Jl. Tb. Simatupang ****Jakarta**** 12310
Telp. 021-7590 6448
Fax.  021-7590 6442
*http://www.experd.com*****


-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!!
...." *
**
*- Aga Madjid -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke