Pengakuan najib jatuh cinta sama Asean... è pengakuan homo kah ini
hihihi...... piss ah..........

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Najib
Sent: Thursday, September 29, 2011 3:53 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Artikel Bagus ~ Membongkar Perang Islam-Kristen

 

Gue gak nyangka ternyata gue jatuh cinta sama elu bro.....lo gila bro...lo
gila.....hahahahahahaha...tumben bener lo jalannye lurus..gak jadi gue
kunyakh kalo gitu

----- Original Message ----- 

From: Asean, Anthonious <mailto:[email protected]>  

To: [email protected] 

Sent: Thursday, September 29, 2011 3:11 PM

Subject: RE: ~ aga ~ Artikel Bagus ~ Membongkar Perang Islam-Kristen

 

Setubuh…

Spt mnurut saudara2 yg Muslim…

“Agamamu agamamu…. Agamaku agamaku…”

 

Tp gw suka filosofin si penulis ini… jadi bukan Agamanya yg salah…  J

 

 

From: (SYF-609) Ahmad Faizi [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 29, 2011 1:05 AM
To: [email protected]
Subject: RE: ~ aga ~ Artikel Bagus ~ Membongkar Perang Islam-Kristen

 

Setuju, tapi untuk semua agama itu sama aku sangat gag setuju ^^

 

 

NB : We will not accept any issue about quality, so please send out your
best quality.

Terima Kasih dan Hormat Kami,

Nur Ahmad Faizi (Izzy)

Purchasing - Development

PT. SHYANG YAO FUNG (FACTORY 2)

Address : Jl. Industri Raya Blok D No.2

Tel         : 021-59300888 Ext 7706 / Ph: 0857-1023-8591/021-91164937

Fax        : 021-59301777

Email     :  <mailto:[email protected]>
[email protected]

===========================================================

"Narrated Abu Huraira(r.a): The Prophet said:"... whoever fasts during
Ramadan out of sincere faith and hoping to attain Allah's rewards, then all
his past sins will be forgiven." (Sahih Al-Bukhari)."

P   Think of our planet. Please consider the environment before printing
this email

 

 


  _____  


From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Asean, Anthonious
Sent: Thursday, September 29, 2011 2:19 PM
Subject: ~ aga ~ Artikel Bagus ~ Membongkar Perang Islam-Kristen

 


Membongkar
<http://blogernas.blogspot.com/2010/12/membongkar-perang-islam-kristen.html>
Perang Islam-Kristen 


Memang sudah lazim dinyatakan perang antar agama. Dan saya dalam banyak
tulisan juga menggunakan kalimat yang sama. Tapi pada tulisan ini saya ingin
melihatnya dari sisi yang berbeda.

Islam dan Kristen, seperti banyak ditulis dalam literatur, memang termasuk 2
agama yang banyak mengukir lembaran hitam dalam sejarah agama. Sering
terjadi pertikaian diantara keduanya. Dan hingga sekarang, hal itu masih
saja berlangsung. Baik konflik secara terbuka maupun secara terselubung.

Tapi bila ditinjau secara filosofis, secara substansial, bagi saya yang
terjadi sebenarnya bukanlah perang antara agama. Tapi adalah:


Pertama: Perang politik

Islam, dalam realitasnya banyak dipeluk oleh Timur. Dan Kristen, lebih
banyak dianut oleh Barat. Dalam kancah politik internasional, kedua kubu
ekstrem ini, Barat dan Timur, bagaikan minyak dan air. Relatif sulit
disatukan. Dan secara politis, Barat dalam hal ini cendrung berusaha merebut
lahan imperialisme, baik imperialisme gaya lama maupun imperalisme gaya baru
(infeksi budaya dan pemikiran). Dalam hal ini, ambisi kekuasaan dan rasa
superiorlah yang banyak bekerja. Dan biasanya, Barat (Kristen) relatif lebih
agresif ketimbang Timur (mayoritas Islam).

Nah, dalam rangka memperebutkan daerah-daerah jajahan yang ingin dikuasai
itulah maka timbulnya berbagai strategi politik. Dan salah satu isu yang
paling sensitif dan empuk untuk dijadikan kambing hitam adalah agama. Maka
dijadikanlah agama sebagai tumbal politik, misalnya dengan cara membangun
citra yang buruk terhadap suatu agama. Dengan memancing amarah umat agama,
dengan memancing kecemburuan sosial antar pemeluk agama dan seterusnya.
Begitu isu agama memanas maka disitulah pendekar-pendekar politik dunia
memainkan perannya dibalik layar. Begitu salah satu agama jadi korban, maka
mereka tinggal menancapkan kekuasaan di suatu Negara. Dan pada akhirnya
tentu mereka juga akan mengeruk berbagai keuntungan. Tapi di permukaan
konflik atau perang yang terjadi seakan-akan murni konflik agama.

Kedua: Perang ekonomi

Meskipun tidak mucul dan dinyatakan secara tegas, dibalik konflik antar
kedua agama ini tidak jarang juga tersembunyi motif ekonomi. Yaitu saling
memperebutkan lahan untuk perekonomian. Baik secara internasional, nasional,
daerah maupun secara individu. Meminjam analisis Marxis, dengan teori
pertentangan antar kelas, maka konflik agama di sini pada intinya adalah
konflik antar si pemilik modal dengaan buruh. Antara si kaya dan si miskin.

Nah, Kristen dalam hal ini relatif berada di posisi kelas pemilik modal
(kaya), sedangkan Islam sebaliknya berada di posisi sebagai buruh (miskin).
Maka secara psikologis terjadi semacam kecemburuan yang bersifat ekonomis.
Akibatnya begitu muncul sedikit gesekan sebagai pemicunya, maka pertikaian
menjadi sangat mudah terjadi, yang intinya adalah sebagai saluran untuk
melepsakan hasrat kedengkian. Tapi dipermukaan, lagi-lagi konflik itu
terlihat seakan-akan murni konflik antar agama.


Ketiga: Perang pemikiran.

Khusus pada bagian ini, saya melihat perang antar Islam Kristen dipicu juga
oleh pemikiran. Kedua belah pihak bersaing agar pemikiran (dalam hal ini
konsep keagamaan) merekalah yang hendaknya menang. Ini terkait dengan
keyakinan. Keyakinan bahwa agama yang dianut adalah sesuatu yang benar
menurut versi mereka masing-masing. Maka terjadilah perang wacana. Saling
menyebarkan promosi dan provokasi melalui media-media publik, baik media
pemberitaan, penyiaran maupun media online. Nah ketika perang wacana ini
memuncak dan tidak terkendali, dan salah satu pihak merasa terancam, maka
perang wacana ini bergeser menjadi perang otot. Msks terjadilah perang
fisik.

Dan sehubungan dengan media online seperti adanya Kompasiana ini, maka saya
melihat konflik antar Islam Kristen ini akarnya adalah pada cara berpikir.
Salah satu pihak merasa tidak berdaya melawan pikiran rivalnya. Ada posisi
tawar intelektualitas yang tidak berimbang. Akibatnya terjadilah perang
mulut, debat kusir dengan cara saling menggunakan dogma masing-masing agama
sebagai senjata dan perisai.

Nah, dari ketiga penyebab ini saya menyimpulkan tidak ada perang agama dalam
arti yang sebenarnya. Melainkan adalah perang di luar nilai-nilai keagamaan.
Dan sehubungan dengan Kompasiana sebagai media publikasi online, sebagai
media sharing gagasan, maka saya melihat, konflik antar Islam Kristen
sebenarnya hanyalah konflik antar ketidakberdayaan cara berpikir. Konflik
intelektualitas. Konflik terjadi karena saling tidak bisa memahami pemikiran
lawan diskusi.

Apalagi pemikiran yang dijadikan topik adalah agama, maka kedekatan secara
emosional terhadap apa yang diyakini membuat ketidakberdayaan itu menjadi
semakin tinggi. Ibaratnya, ketidakberdayaan intelektualitas (untuk tidak
menyebutnya kebodohan) adalah sebagai cetusan apinya, dan keyakinan adalah
sebagai minyak tanahnya. Maka berpadulah antara kebodohan dengan amuk
keyakinan. Lalu apa hasilnya? Terjadilah debat kusir, saling ejek, saling
hujat dan saling tuding.

Jadi dalam konteks diskusi online ini, saya melihat tidak ada perang antar
agama. Yang ada adalah perang antar kebodohan.

Kenapa saya berani menyatakan perang antar kebodohan?

Jika cara berpikir, mindsitenya di rubah, seperti yang terjadi pada
tokoh-tokoh agama, para rohaniwan, para cendekiawan agama, nyaris tidak akan
terjadi perang mulut dan debat kusir. Sejauh ini, saya belum pernah
mendengar atau melihat para cendekiawan agama perang mulut sampai naik pitam
apalagi sampai turun ke jalan dalam perang antar agama. Tapi jusrtu mereka
bisa duduk tenang saling bersahabat dalam sebuah diskusi antar agama, tanpa
ada rasa geram.

Kenapa mereka bisa demikian?

Karena mereka sudah memadai secara intelektual. Masing-masing sudah memliki
bekal pengetahuan yang cukup. Masing-masing sudah mempunyai basic berpkir
secara metodis, sudah ada epistemologis yang mereka pahami. Sehingga mereka
tahu apa yang menjadi pokok persoalan. Dan mereka bisa membedakan mana yang
diskusi dan mana yang debat kusir. Mana yang bertanya dan mana yang
menghujat. Mana yang wilayah kajian agama dan mana yang wilayah keyakinan
pribadi. Mana yang wilayah topik tulisan dan mana wilayah unsur pribadi. Dan
seterusnya.

Lalu apa jalan keluar dari kemelut ini?

Menurut saya adalah pembenahan cara berpikir. Pembenahan metode berpikir.
Belajar memahami apa itu keyakinan dan apa itu kajian. Memahami apa
perbedaan antara memikirkan sesuatu (agama) dan dengan meyakini sesuatu
(agama). Selama dua hal mendasar ini belum dipahami maka mis understanding
akan terus terjadi.

Dan ilmu yang sangat tepat untuk hal ini muenusurt saya adalah dengan
mempelajari logika. Atau mempelajari Filsafat umum atau Filasat Agama. Tapi
sayangnya, oleh umumnya umat agama, di level umat (akar rumput) kedua hal
ini sudah dicoret dan dianggap sebagai musuh agama, yang dalam Islam hal ini
sudah berlangsung sekian Abad silam, sejak kemengan paham Al Ghazali atas
Ibnu Rusyd.

Ini bukan berarti saya mendewakan akal, seperti yang banyak dituduhkan
sebagian Kompasianer, tapi adalah sebagai pisau analisis. Soal meyakini, itu
adalah milik saya pribadi yang tidak perlu saya pertontonkan di depan umum.
Cukup saya perembahkan secara pribadi langusng pada Tuhan yang saya gyakini.
Dan keyakinan saya itu hal ini tidak akan berkurang atau bertambah dengan
saya menggelar ketaatan dalam debat publik. Tapi soal diskusi, soal sharing
gagasan, bagi saya tidak ada modal lain selain ketajaman berpikir. Tanpa hal
ini, tidak mungkin akan terjadi diskusi. Paling tinggi, yang terjadi adalah
ceramah, nasehat dan saling hujat. Setelah itu saling bersorak huuu atau
Allahu Akbar.

Jadi kesimpulan saya, tidak ada perang antar Islam dan Kristen.
Yang ada hanya perang kebodohan antar umat Islam dan umat Kristen.

Dalam pandangan saya, seorang agamawan sejati, tidak akan mencela keyakinan
atau agama apapun. Karena mereka memahami, secara hakiki, tujuan agama
adalah sama, yaitu mengajarkan kedamaian. Perbedaan hanya terjadi pada
detail dalam mengekspresikan keagamaan mereka masing-masing. Dan keyakinan
itu? Tidak bisa diadili. Yang bisa hanyalah saling berbagi penghayatan,
untuk mengambil hikmah, untuk saling memperkaya keyakinan masing-masing.
Tanpa ada pihak yang merasa terancam apalagi dilecehkan.

So, bagaimana menurut anda?

 <http://www.mylivesignature.com/>
http://signatures.mylivesignature.com/54488/193/1F502CF6DD9295AD7AADAB14A92D
4009.png

 


  _____  



SAFETY – FIRST, LAST, and ALWAYS

Please consider the environment before printing this e-mail.

The information transmitted is intended only for use by the addressee and
may contain confidential 
and//or privileged material. Any review, re-transmission, dissemination or
other use of it, or the taking 
of any action in reliance upon this information by persons and//or entities
other than the intended 
recipient is prohibited. If you received this in error, please inform the
sender and//or addressee 
immediately and delete the material from all locations. Thank you.

The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.


  _____  



SAFETY – FIRST, LAST, and ALWAYS

Please consider the environment before printing this e-mail.

The information transmitted is intended only for use by the addressee and
may contain confidential 
and//or privileged material. Any review, re-transmission, dissemination or
other use of it, or the taking 
of any action in reliance upon this information by persons and//or entities
other than the intended 
recipient is prohibited. If you received this in error, please inform the
sender and//or addressee 
immediately and delete the material from all locations. Thank you.

The Redpath Group
Head Office: 710 McKeown Avenue, North Bay, Ontario, Canada P1B 7M2
(705) 474-2461 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<image001.jpg>>

<<image002.gif>>

Kirim email ke