*10 “Limbah” Diri*
Senin, 03/10/2011 05:06 WIB | *Arsip*<http://www.eramuslim.com/oase-iman/arc/>|
*Cetak*<http://www.eramuslim.com/oase-iman/cetak/bidadari-azzam-10-limbah-diri>
*Kirim Tulisan* <http://www.eramuslim.com/oase-iman/post>
*Oleh* *bidadari_Azzam*

Segala puji bagi Allah *ta’ala*, Rabb seru sekalian alam. Shalawat serta
salam tercurah kepada baginda Rasulullah *Shallallaahu alaihi wa Sallam*,
para sahabat serta pengikut beliau hingga akhir zaman.
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi, lebih
populer berupa limbah padat, disebut sampah. Selain mengingatkan tentang
memahat rasa malu dalam jiwa serta senantiasa cinta kepada Allah
*ta’ala*sebagai ‘tameng’ untuk menjaga diri agar terhindar dari
maksiat, Ibnul
Qayyim Al-Jawziyyah menasehati murid-muridnya untuk menghindari “Limbah
diri”.
Berdasarkan pelajaran dari Ibnu Qayyim al-Jawziyyah itu, ada sepuluh hal
yang terbuang alias menjadi limbah dari sosok-sosok hamba-Nya yang lemah,
sebagaimana diri pribadi kita, yaitu:

1. Pengetahuan, Terbuang percuma ketika hanya sebatas ‘tahu’, tidak
memperdalam agar menjadi lebih paham, tidak pula bertindak, tidak
mengamalkan pengetahuan tersebut, bahkan tidak peduli pada orang lain yang
belum berpengetahuan.

2. Amalan kita, Ternyata bisa ‘terbuang’ jika dilakukan dengan ‘harap-harap
pamrih’ alias tidak tulus ikhlas.

3. Harta Kekayaan, memang sudah pasti ‘terbuang’, tak dapat dibawa mati.
Namun bila uang, status kedudukan dan memiliki kekuasaan lalu dipergunakan
untuk kemuliaan Islam dan ummat, dibelanjakan dengan penuh manfaat, dan
beragam ‘tabungan akhirat’, insya Allah akan ‘bebas limbah’, yang didapat
adalah perbekalan buat kehidupan akhirat.

4. Hati, hati kita terbuang karena kosong, menjadi limbah ketika jauh dari
kasih sayang Allah ta’ala. Seharusnya perasaan kerinduan untuk senantiasa
pergi kepada-Nya, berada di jalan-Nya dan perasaan damai serta kepuasan,
penuh kesyukuran atas segala peristiwa skenario-Nya. *Astaghfirrulloh*, hati
kita dipenuhi kebimbangan, kerinduan dengan sesuatu atau orang lain.

5. Tubuh ini, jasad terbuang sebelum ‘benar-benar terkubur’ karena kita
tidak menggunakannya untuk beribadah, padahal semua aktivitas si tubuh harus
diniatkan karena-Nya, sebagai hamba Allah yang diciptakan untuk beribadah
kepada-Nya.

6. Cinta, jangan sembarang melukiskan maknanya, cinta emosional kita
seringnya salah arah dan menjadi limbah, bukan cinta kepada Allah SWT,
tetapi cinta terhadap sesuatu, impian nan berlebihan atau kepada orang lain.
Padahal duhai diri, seharusnya cinta kepada-Mu selalu diutamakan, cinta
kepada hal lain hanyalah nomor urut sekian dan sekian, sebagai sarana
meningkatkan kualitas kecintaan kepada Sang Maha Cinta.

7. Waktu, ia termahal, dan paling sering terbuang, tidak digunakan dengan
benar, lalu berteriak, “Oh, bagaimana ini? Adakah kompensasi untuk
penggantian waktu itu?
Bagaimana mengulang yang telah berlalu?”. Duhai diri, tiada hal yang bisa
mengulangi waktu—detik terus berdetak, mari jalankan amanah, dengan
melakukan apa yang benar, memperbaiki diri terus-menerus untuk menebus
perbuatan masa lalu, kelamnya hal buruk semoga tak terulang.

8. Akal kita, bisa jadi tiada guna alias terbuang pada hal-hal yang tidak
bermanfaat, yang merugikan masyarakat dan individu, mencomot harta rakyat
ketika ‘berkolusi dan memperkuat sindikat’, bukan mengasah kecerdasan agar
membawa manfaat untuk *izzah* ummat, bukan menjadikannya sebagai sumber
renungan dan peningkatan kualitas diri.

9. Pelayanan atau *service*, terbuang percuma ketika kita melayani keluarga,
teman-teman, kerabat, dan sesama manusia namun ternyata hal tersebut tidak
membawa kita makin dekat dengan Allah, atau hanya manfaat dunia ‘yang
diimpikan’, padahal kita adalah ‘pelayan’ Allah, hamba-Nya, yang keseluruhan
jiwa raga ini adalah milik-Nya. Seringkali kita lupa, merasa ‘sok hebat’
dengan memerintahkan Allah untuk selalu mengabulkan apa-apa yang kita mau,
Allah limpahkan segala anugerah-Nya dari sejak kita berada dalam kandungan
bunda, kalau banyak kesulitan ‘mengadu dan bersimpuh’ untuk minta
dimudahkan-Nya, sedangkan kalau sedang gembira, bersuka cita dalam gelimang
tawa tanpa mengingat-Nya, dan kita makin besar kepala, *
Astaghfirrullohal’adzim…*

10. Dzikir, yang kita ‘dzikir’-kan itu terbuang kalau bukan *dzikrulloh*,
karena tidak mempengaruhi kita, tak ada efek buat jiwa kita. Padahal
seharusnya tatkala melihat kebesaran-Nya, memandang semua sudut alam-Nya,
merasakan angin sejuk dan mentari nan hangat, dan mempergunakan indera
lainnya, saat itu selalu ada *dzikrulloh*, dzikir kepada Sang Maha Kuasa
tentu menentramkan jiwa, membuahkan kedamaian.*
"Allah mempersiapkan pengampunan dosa dan ganjaran yang mulia bagi kaum
muslimin dan muslimat yang berdzikir."* (QS. Al-Ahzab [33] : 35)
Ampuni kami Ya Allah, kami tentunya tak ingin membawa limbah saat hari
perhitungan kelak, bimbinglah diri ini Duhai Ilahi, hanya kepada-Mu kami
memohon ampunan, dan perlindungan sepanjang masa.
Tatkala Allah *ta’ala* mengingatkan kita pada ayat-Nya,
*(Mereka berdoa), "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong
kepada kesesatan sesudah Engkau memberi petunjuk kepada kami, dan
karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; karena sesungguhnya
Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)."*
*"Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima
pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sungguh, Allah tidak
menyalahi janji."* (QS. Ali-‘Imran [3] : 8-9)
Semoga kita dapat membenahi diri agar bekal buat akhirat senantiasa bersih
dari limbah diri, saya ungkapkan pada diri sendiri, “tetaplah optimis
sesulit apapun tugas yang dijalani, karena upah-Nya adalah cinta…”,
*wallahu’alam
bisshowab*.
(*bidadari_Azzam* <http://www.blogger.com/profile/09427650549947941678>, @
Krakow, akhir syawal 1432 H)



-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL !!!
...." *
**
*- Aga Madjid -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke