-----Original Message-----
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 4 Oct 2011 19:11:44 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [bank-mandiri] Dalam Air Mata Ada Bahagia

Dalam Air Mata Ada Bahagia

By: M. Agus Syafii

Dalam air mata yang menetes selalu ada bahagia. Bila kita memiliki kekuatan dan 
kesabaran untuk melewati setiap peristiwa yang membuat kita terluka dan kecewa. 
Begitulah seorang  Bapak diusianya yang separoh baya mendapatkan cobaan, 
dirinya dihinggapi sakit darah tinggi, kepalanya mudah pusing ditambah lagi 
dengan diabetes. Oleh dokter disarankan agar menjaga kesehatan sebab bila 
tidak, akan menimbulkan penyakit berbahaya yaitu stroke.  Ia berupaya untuk 
menjaga kesehatan namun kesibukan kantor dan makan tidak beraturan sehingga 
terjatuh dari kursi kantor, terserang stroke. Untunglah rumah sakit tidak jauh 
dari kantornya sehingga tidak terjadi kelumpuhan. Namun kondisi itu menyebabkan 
dirinya tidak bisa melaksanakan tugas sebagai suami. Istrinya memang setia, 
tidak pernah mengeluh dan selalu mensyukuri apapun bila membawa rizki yang 
dibawanya pulang ke rumah.  

Pada suatu hari bagaikan tersambar petir disiang bolong dikejutkan istrinya 
meminta bercerai, dengan alasan bahwa dirinya sudah tidak sanggup menahan 
derita, gejolak batin tak terpenuhi. Mendengar penuturan istrinya, ia hanya 
bisa duduk diam dan membisu. Pikirannya berkecamuk, ia hanya bisa pasrah. Ia 
masih menyayangi istri dan anak-anaknya. Air matanya meleleh namun ditengah 
sakitnya darah tinggi dan diabetes yang dialaminya, imannya masih kokoh. Sholat 
fardhu masih dilaksanakan dengan tekunnya sehingga ditengah kegundahan, 
kekecewaan dan kesedihan ditumpahkannya hanya kepada Allah. Sampai pada satu 
kesempatan beliau berkenan untuk berbagi di Rumah Amalia memohon keridhaan 
Allah agar diberi kekuatan dan kesabaran dalam menjalani hidup ini. Dua anak 
laki-lakinya memberikan semangat, cinta dan kasih sayang mereka terus menerus 
mengobarkan semangat hidup dan menjadi penyejuk hatinya.  

Sepekan kemudian, ketika istrinya datang menjenguk dirinya dan kedua anak 
laki-lakinya berlarian memeluk sang ibu. Ibunya mencium pipi kedua anak itu. 
Anaknya yang bungsu menangis, "Mamah, jangan bercerai dengan Papah ya Mah, 
baikan lagi ya..Ya Mah?" Mendengar permintaan anakny, membuat terdiam membisu 
seribu bahasa. Tak kuasa ibunya menahan air mata, menanggukkan kepala memenuhi 
permintaan sang buah hatinya. Istrinya menghampiri dirinya dan memeluk "Maafin 
Mamah.." ucap istrinya dengan mengusap air mata yang berjatuhan dipipinya, 
keduanya menangis berderai air mata. Kedua anak-anaknya berlarian penuh 
kegirangan memeluk mamah dan papah mereka. Istrinya memilih untuk membatalkan 
niatnya untuk berpisah. Berkumpul bersama suami dan anak-anaknya adalah 
kebahagiaan bagi dirinya sebagai seorang istri yang sholehah, inilah jalan yang 
terbaik yang telah dipilih untuk menggapai keridhaan Allah..

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
ONE DAY VOLUNTEER: Kami dari Rumah Amalia mengajak teman-teman bergabung 
menjadi relawan untuk seksi acara & seksi sibuk pada kegiatan "Hari Nan Fitri 
Bersama Amalia" (HANIF), Ahad, 23 Oktober 2011 Jam 9.sd 12 siang di Rumah 
Amalia atau bila berkenan berpartisipasi Paket sembako, baju baru untuk anak2, 
konsumsi, peralatan sekolah. Kirimkan ke Rumah Amalia Jl. Subagyo IV blok ii, 
No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 15151. Dukungan & partisipasi anda 
sangat berarti bagi kami. Info: [email protected] atau SMS 087 8777 12 431 , 
http://agussyafii.blogspot.com


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke