Rasulullah saw sedang berkumpul dengan para sahabat, kemudian dihidangkan madu 
dalam mangkuk yang indah. Ketika itu Rasul melihat sehelai rambut dalam 
madunya, maka Rasul meminta para sahabat membuat tamsil tentang madu, mangkuk 
yang indah dan sehelai rambut. 
Abubakar r.a mengawalinya : "Iman itu lebih cantik dari mangkuk ini, orang 
beriman lebih manis dari madu ini dan mempertahankan iman jauh lebih sulit 
daripada melewati sehelai rambut." Giliran berikutnyaUmar r.a : " Kerajaan itu 
lebih cantik dari mangkuk itu, seorang Raja lebih manis dari madu tapi 
mendapatkan Raja yang memerintah dengan adil dan jujur lebih sulit daripada 
meniti sehelai rambut".     
Utsman r.a menimpali : "Ilmu itu lebih cantik daripada mangkuk ini, orang yang 
menuntut ilmu lebih manis dari madu dan beramal dengan ilmu yang dimilikinya 
lebih sulit daripada meniti sehelai rambut" 
"Ali r.a tidak mau kalah : "Tamu itu lebih cantik dari mangkuk itu, menjamu 
tamu lebih manis dari madu dan membuat tamu senang sampai kembali pulang, lebih 
sulit daripada meniti sehelai rambut".  
Terakhir Fathimah pun menyampaikan tamsilnya : "Seorang wanita lebih cantik 
dari mangkuk itu, wanita berjilbab lebih manis dari madu dan mendapatkan wanita 
yang auratnya tidak pernah dilihat orang lain selain muhrimnya, lebih sulit 
daripada meniti sehelai rambut".

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke