-----Original Message-----
From: muhamad agus syafii <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Thu, 10 Nov 2011 17:12:44 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [bank-mandiri] Ya Allah, Kuatkan Hamba

Ya Allah, Kuatkan Hamba

By: M. Agus Syafii

"Ya Allah, kuatkan hamba," ucap lirih seorang laki-laki yang hatinya hancur. 
Laki-laki itu separuh baya. Wajahnya terlihat lebih tua daripada usianya 
sendiri. Awalnya ketika pernikahannya cukup membahagiakan sampai istrinya hamil 
dan melahirkan. Diusia anak laki-lakinya berumur sembilan bulan, istrinya 
meninggalkannya dan anak laki-lakinya. Istrinya meninggalkan karena kehidupan 
yang susah, 'aku menikah agar aku hidup bahagia bukan hidup susah.' begitu kata 
istrinya. Dalam seorang diri tanpa istri, dirinya merawat anak dan mengasuh. 
Apapun pekerjaan dilakukan untuk menghidupi sang buah hati.  Kepergian istrinya 
telah membuat luka dihati, Peristiwa itu membuat dirinya menjauh dari Allah. 
Ibadah yang biasa dilakukan, tidak dilakukannya lagi. 'Buat apa sholat bila 
hidup menderita.' begitu tuturnya. Dengan hati yang terluka, perjalanan hidup 
ada kemudahan. Rizkinya lancar, anaknya tumbuh besar sampai menginjak kelas dua 
SD.

Anaknya menjadi kebanggaan. disekolah selalu ranking satu. Semua surat dalam 
Juz Amma' telah dihapal.  Bahkan anaknya sudah mampu membaca al-Quran dengan 
lancar. Kebahagiaan menyelimuti hidupnya, terkadang terselip kekecewaan, 
kemarahan dan perih dihatinya belumlah hilang. Sampai suatu hari anak laki-laki 
yang dicintainya sakit keras dan seminggu kemudian dipanggil oleh Sang Pecipta. 
Meninggal anak yang dicintainya benar-benar membuat hati terasa hancur, tidak 
ada lagi yang tersisa senyuman dibibir. Air matanya mengalir. 'Sudah tidak ada 
yang tersisa Mas Agus. Saya sudah tidak punya apapun dalam hidup ini kecuali 
hanya Allah.' Ucapnya malam itu di Rumah Amalia. Matanya basah, beberapa kali 
ia nampak mengusap air mata yang yg mengalir dipipi. 

'Saya mengira dengan cara menjauhi Allah, saya akan menemukan kembali apa yang 
hilang, yang terjadi malah sebaliknya, makin banyak kehilangan demi kehilangan. 
Saya kehilangan Allah, kehilangan istri, saya kehilangan anak dan saya 
kehilangan diri saya sendiri.' desahnya panjang memilukan, terasa perih dihati. 
'Ya Allah, ampunilah hamba, Astaghfirullah,' ucapnya lirih. Malam semakin 
larut. Ditengah hatinya hancur, ia telah menemukan secercah cahaya, karena 
hanya kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dirinya bergantung & memohon pertolongan.

'Dan kembalilah engkau kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum 
datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong lagi' (QS. az-Zumar : 
54).

Wassalam,
M. Agus Syafii
--
Sahabatku, ditengah rasa perih & terluka. Fafiru ilallah, larilah pada Allah. 
Menangislah & memohon padaNya. Yuk, hadir berdoa bersama memohon pd Allah agar 
kesedihan menjadi kebahagiaan pada kegiatan "Untukmu Amalia", Ahad, 22 Januari 
2012. Jam 9.sd 12 siang di Rumah Amalia. Bila berkenan berpartisipasi Buku 
Bacaan, Paket sembako, Paket Sekolah, perangkat sholat, konsumsi. Kirimkan ke 
Rumah Amalia Jl. Subagyo IV blok ii, No. 24 Komplek Peruri, Ciledug, Tangerang 
15151. Dukungan & partisipasi anda sangat berarti bagi kami. Info: 
[email protected] atau SMS 087 8777 12 431, http://agussyafii.blogspot.com
 


-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke