*Sobat yang segar bugar yang penuh kedamaian,*

Tidak hanya di perkotaan, sekarang di pedesaan yang jauh dari gemerlapnya
kota besar pun, banyak dijumpai orang yang stres, ganas dan juga brutal.
Orang tua tega memperkosa anaknya sendiri bahkan hingga membunuhnya.
Perkelahian antar kelompok terjadi hanya masalah yang sederhana. Aksi teror
merambah ke seluruh penjuru dunia.

Pada dasarnya tidak ada manusia yang tega menyakiti manusia lain, tak ada
manusia yang mau merusak lingkungan di sekitarnya, tetapi karena tubuhnya
sedang tidak sehat maka mereka juga tidak bisa berpikir normal. Dalam alam
bawah sadarnya mereka mengira bahwa pertempuran, perkelahian, pembunuhan,
bentrok, marah-marah dst merupakan cara untuk memperbaiki kondisi tubuhnya,
padahal kegelisahan yang timbul itu terjadi justru merupakan tangisan tubuh
yang sedang tidak keruan yang justru karena tindakan-tindakan tersebut maka
tubuhnya makin tidak puas dan merana lalu makin gelisah. Seperti bola salju
yang mengelinding ke bawah, kesulitan dan ketidakseimbangan akan terpicu
makin besar dan makin besar.

Kalau kita perhatikan, mereka yang stres, ganas dan juga brutal serta yang
menjadi teroris bukanlah orang-orang yang kelaparan, tetapi justru mereka
yang sering kekenyangan dan terlalu banyak memasukkan sampah dan racun ke
dalam tubuhnya. Apa yang mereka makan ternyata sangat berpengaruh pada
emosional dan sifat mereka. Keadaan tubuh yang tidak seimbang, yang mungkin
tidak mereka rasakan secara langsung, membuat suasana hati tidak menentu,
mereka selalu merasa ada kekurangan, mereka selalu merasa tidak puas dan
emosinya gampang dipicu oleh hal-hal kecil. Bisikan kecil dari seseorang
akan membuat mereka tidak bisa berpikir jernih lagi. Selayak orang yang
mabuk alkohol atau narkoba, mereka lalu berani melakukan hal-hal yang tidak
biasa, di luar kendali kemanusiaan mereka.

Teh, kopi, rokok, alkohol, steroid hingga narkoba menjadi pelarian mereka.
Mereka menyangka stimulan -stimulan tersebut dapat memperbaiki kualitas
mereka padahal mereka hanya bersifat merangsang yang membuat tubuh bekerja
lebih besar daripada yang seharusnya bisa mereka lakukan. Mereka tidak
pernah berpikir bagaimana meningkatkan kualitas tubuh sehingga tubuh mampu
bekerja lebih banyak dan lebih baik. Lagi-lagi, hal ini menjadi peluang
luar biasa bagi para produsen suplemen (herbal atau farmasi) dan penjual
obat. Mereka juga membuat "image" bahwa stres itu wajar bagi tiap manusia,
bahwa sakit itu wajar seiring dengan pertambahan usia, bahwa karena itu
semua orang sangat memerlukan berbagai tambahan suplemen dan/atau
makanan-makanan untuk menutup kebutuhan nutrisi mereka.

Dan akibat stimulan-stimulan itu, orang lalu juga menjadi agresif dan
karena keseimbangan tubuh makin terganggu mereka juga lalu menjadi
bertambah stres dan mencari pelarian-pelarian yang tidak menentu sehingga
tak perlu heran lah   bila kita melihat begitu banyak kekerasan,
perceraian, serta bentuk ketidakpuasan yang lain.

Padahal, sebenarnya kita bisa menghindari stres, kita bisa lebih energik,
kita bisa makin berpikir jernih kalau tubuh kita dalam keadaan sehat. Dalam
tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat bukan? .. *mens sana in corpore
sano*..., sebuah kalimat bijak yang indah yang kita hafal sejak SD dulu,
tetapi mungkin jarang kita maknai dan kita ikuti lebih lanjut....

Kalau kita merasa gampang marah, gampang emosi, pendendam, sedih
berkepanjangan, phobia berlebihan terhadap sesuatu, ketakutan, iri, dengki,
maka coba perhatikan apa yang kita makan tiap hari. Stimulan apa yang kita
konsumsi? Makanan apa yang kita makan? Berapa lama kita sudah memasukkan
semua racun dan sampah itu ke dalam tubuh?

Akankah kita terus begitu??? Tidak bukan?


Berikut ini adalah sebuah kutipan artikel tentang pengaruh makanan pada
suasana hati, yang pernah beredar di berbagai milis, dikutip berbagai blok,
beredar pada berbagai majalah .

Walaupun kecil, semoga tetap bermanfaat sebagai pencetus ide untuk berpikir
dan bertindak bagaimana menghindari stres...

Mari mengurangi dan menghindari stres dan selamat bahagia,



----------------------------------------------------------
*
*
*Pengaruh Makanan pada Suasana Hati *

Sementara para praktisi dan para pejuang lingkungan dan masyarakat terus
menginformasikan hal-hal yang baik demi kesehatan dan lingkungan, berbagai
usaha dengan dukungan keuangan yang begitu besar terus bergulir untuk
meningkatkan nilai jual tanpa mempedulikan akibatnya yang terjadi. Mereka
ingin kita tetap makan makanan yang mereka jual, mereka ingin kita makin
sering membeli obat dan/atau suplemen, sekalipun itu semua akan membuat
kita gemuk, kehilangan vitalitas, memperpendek usia serta mengurangi
kualitas hidup. Mereka ingin kita terus menerima dan mudah dibodohi. Mereka
tidak ingin kita mendapatkan informasi yang baik, mulai skeptis, aktif dan
memiliki semangat hidup. Mereka ingin agar kita tidak peduli dengan
penyakit yang bakal timbul dari makanan yang mereka jual, mereka ingin agar
kita terus bergantung bahkan adiktif pada obat-obatan, suplemen dst, baik
yang buatan pabrik maupun herbal dan ramuan. Mereka beriklan di televisi
dan berbagai media besar yang lain dengan cara yang sangat menarik,
terutama karena mereka punya kemampuan untuk membayar. Itulah yang terjadi.
Itulah yang dikatakan para ilmuwan dan para aktifis makanan di Yale
University Amerika Serikat sebagai ‘toxic food environment’, dan inilah
lingkungan yang tiap hari kita temui saat ini.

Begitu polutan lingkungan dicerna oleh seorang ibu maka polutan itu dapat
merusak materi genetik, atau DNA, di dalam sel sang janin, sehingga dapat
menimbulkan beraneka ragam cacat kelahiran. Para ilmuwan mengetahui bahwa
kejadian cacat lahir semacam ini terjadi begitu banyak dan juga menjadi
penyebab utama kematian bayi di negara maju.

Meskipun racun dapat masuk ke dalam tubuh wanita dengan berbagai cara, baik
melalui paru-paru, kulit dan mulut, makanan merupakan sumber racun terbesar
bagi janin. Pembawa racun kimia utama adalah lemak, terutama yang terdapat
pada daging, produk-produk berbahan susu, telur dan ikan. Biasanya, racun
itu berawal dari sungai, tanah, hujan dan pertanian yang tercemar. Ketika
para hewan makan rumput atau tumbuhan yang terkontaminasi, racun itu akan
berkumpul pada sel-sel lemak mereka, dan lemak itulah yang kemudian
dikonsumsi oleh manusia, baik berupa produk daging atau susu.
Kejadian yang sama juga terjadi pada ikan yang berenang di danau, sungai
dan laut tercemar.  Dalam catatan, 99% ikan di laut mengandung logam berat.
Racun dan logam berat yang terdapat di danau dan laut berakumulasi dalam
daging ikan. Karena itulah lemak atau daging ikan menjadi sumber utama
pencemaran PCBs pada manusia*), sehingga mengakibatkan kelainan kulit,
seperti chloracne (jerawat tumbuh berlebihan dan banyak sekali) dan
penebalan kulit, kerusakan hati, penyakit Yusho, menstruasi tidak teratur,
penurunan kekebalan tubuh, pusing, batuk, dan kulit perih & korengan.
Tidak hanya itu, ternyata suasana hati dan pikiran juga sangat terpengaruh
oleh makanan.  Kekejaman dan kekerasan sangat berhubungan dengan kekurangan
vitamin dan mineral. Banyak kekerasan yang terjadi akibat keadaan jiwa yang
tidak stabil. Penelitian nutrisi modern menunjukkan bahwa reaksi makanan
yang bersifat alergi/adiktif dan makanan yang mengandung banyak gula adalah
dua sumber utama yang membuat ‘mood’ tidak stabil. Reaksi yang terjadi
dapat menciptakan tekanan yang berat dan teradiasi melalui jaringan syaraf.
Depresi yang tidak begitu besar juga bisa terjadi karena makanan yang
bersifat alergi atau adiktif. Misalnya, dari berbagai hasil penelitian
terlihat bahwa orang yang alergi terhadap gandum dapat memasuki keadaan
depresi selama beberapa jam atau bahkan beberapa hari setelah
mengkonsumsinya.
Gula, baik yang berada dalam bentuk bahan maupun berada sebagai campuran,
merupakan sesuatu yang sangat buruk. Gula akan meningkatkan level gula
darah, tetapi kemudian menjadi turun tanpa bisa dihindari. Jika gula darah
turun maka orang itu akan menjadi mudah marah, frustasi, naik pitam dan
depresi.
Penyebab kekerasan yang lain adalah ketergantungan kita pada makanan cepat
saji. Hampir semua makanan cepat saji adalah selalu dimasak dan mengalami
proses yang sangat lama sehingga mereka kehilangan enzim kehidupan yang
diperlukan oleh tubuh untuk merasakan kepuasan yang sebenarnya. Dengan kata
lain, makin banyak makanan cepat saji yang dikonsumsi maka makin sedikit
makanan mentahnya. Padahal makanan segar dan mentah memberikan tubuh
bahan-bahan yang tidak terdapat pada makanan yang dimasak dan diproses *(semua
produk hewani merupakan produk makanan yang dibuat dengan proses yang
sangat-sangat panjang dan tidak efisien serta mencemari lingkungan).*
Berapa lamapun kita memasak dan memproses makanan yang kita makan, kita
tetap akan merasa kekurangan dan tidak puas.. Orang-orang yang
menderitadepresi, cenderung berbuat kekerasan dan tidak seimbang
emosinya. Mereka
biasanya memiliki pH darah yang asam yang terjadi akibat mengkonsumsi
protein hewani, gula dan lemak yang dimasak. Makanan itu sulit dicerna dan
menghasilkan residu beracun yang akhirnya terserap ke dalam aliran darah.
Sebaliknya, makin basa suasana pada tubuh maka orang itu akan makin terasa
nyaman dan sabar.
Jika makin sedikit jumlah makanan matang dan makanan yang diproses serta
makin banyak jumlah makanan hidup atau makanan yang segar, mentah dan
organik maka makin tinggi kesempatan kita mengurangi kelainan mental dan
fisik yang ada dan bahkan bila sudah terlanjur sakit, tidak jarang tubuh
kita juga bisa memperbaikinya sendiri kembali tanpa bantuan obat dan
suplemen apapun.
 *) http://en.wikipedia.org/wiki/Polychlorinated_biphenyl

*(Makanan mentah yang dimaksud di sini adalah sayur dan buah segar (yang
tidak dipanaskan lebih dari 45 0C) serta bijian, kacang-kacang, buah yang
segar maupun kering. Daging, telur, ikan dan susu tidak termasuk kelompok
makanan mentah sekalipun tidak dipanaskan, karena semuanya itu terjadi
melalui proses yang sangat panjang dan lama dan yang tersisa hanyalah
bangkai dan sampah busuk belaka)*






-- 
*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and
SOUL!!! ...."
*
**
*- Aga Madjid -*

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

<<328.png>>

<<32B.png>>

Kirim email ke