Hati-hati Beli Kondom 
Anton masuk ke toko obat dan membeli sebuah kondom.
Dengan riang dia bilang kepada pemilik toko bahwa sebentar lagi akan makan 
malam di rumah pacarnya.

“Bapak kan tahu sendiri, biasanya setelah itu kan ada kelanjutannya,” tambah 
Anton sambil menyeringai.
Kondom pun berpindah tangan.
Baru beberapa langkah ke luar toko, dia kembali masuk. “Saya minta satu lagi,” 
katanya.
“Adik pacar saya juga cantik. Agak genit pula. Saya rasa dia juga 
naksir saya. Siapa tahu malam ini saya mujur,” ungkapnya sambil menerima kondom 
kedua.
Anton kembali masuk dan minta tambahan satu kondom lagi.
“Begini, ibunya juga tak kalah seksi. Penampilannya jauh lebih muda dari
 usianya. Dan kalau duduk di depan saya, dia selalu menyilangkan kaki. 
Saya yakin dia juga tak keberatan kalau saya dekati”.
Dengan berbekal tiga kondom, Anton datang ke rumah pacarnya sambil tak putus 
bersiul.
Sajian makan malam sudah siap. Pacar Anton, adik dan ibunya sudah 
menunggu. Anton pun langsung bergabung. Mereka menunggu sang ayah.
Begitu sang ayah masuk ke ruang makan, Anton langsung memimpin doa sambil 
menunduk dalam-dalam.
Yang lain-lain ikut menundukkan kepala.
Satu menit berlalu.
Anton makin khusuk berdoa.
Dua menit,
Anton terus komat-kamit, cukup panjang untuk sebuah doa sebelum makan.
Pada menit keempat, pacarnya menyenggol kakinya dan berbisik, “Saya baru tahu 
kamu ternyata sangat religius”.
Sambil terus menunduk,
Anton menjawab dengan suara hampir menangis, “Saya juga baru tahu ayah kamu 
yang punya toko obat.”:$ :’(.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke