Sama2 mbak sis
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Lo Fen Koei" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Mon, 27 Feb 2012 01:12:59 
To: daffa<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Kanker Payudara

Makasih, mas brow ...


-----Original Message-----
From: [email protected]
Sender: [email protected]
Date: Mon, 27 Feb 2012 00:53:43 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Kanker Payudara

Misteri Kenapa Wanita di Cina Tidak Terkena Kanker Payudara
February 1, 2012 at 3:48 pm by Misteri
Tags: kanker, kanker payudara, misteri
Oleh: Prof. Jane Plant, PhD, CBE

Prof. Jane Plant, PhD, CBE
Saya tidak mempunyai pilihan lain kecuali mati atau menemukan obat untuk 
menyembuhkan diri saya sendiri yang saat ini menderita kanker payudara. Saya 
seorang ilmuwan, yang butuh penjelasan dan masuk akal tentang penyakit yang 
mematikan dan menyerang satu dari 12 wanita di Inggris ini.

Kanker Payudara
Saya telah telah menderita karena kehilangan satu payudara dan telah menjalani 
radioterapi. Sekarang saya menjalani kemoterapi yang menyakitkan dan saya juga 
telah diperiksa oleh beberapa spesialis yang paling terkemuka di negeri ini. 
Saya merasa maut akan menjemput saya. Tapi, saya ingin hidup karena saya 
mempunyai suami yang mencintai saya, rumah indah dan dua anak kecil yang 
memerlukan bimbingan saya.
Dan, keinginan hidup ini mendorong saya untuk menggali fakta-fakta, yang baru 
sedikit diketahui oleh sejumlah kecil ilmuwan pada waktu itu. Setiap orang yang 
berhubungan dengan kanker payudara akan tahu bahwa beberapa faktor penyebab 
atau resiko dari penyakit ini antara laini usia tua, mens terlalu dini, 
menopause terlambat dan sejarah keluarga dengan kanker payudara, 
sungguh-sungguh tidak dapat kita cegah. Tetapi ada banyak faktor resiko lainnya 
yang dapat kita kontrol dengan baik. Faktor-faktor resiko yang ‘terkontrol’ ini 
dengan mudah terwujud dalam perubahan-perubahan sederhana yang dapat kita 
lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita untuk mencegah atau mengobati kanker 
payudara.
Petunjuk pertama dalam memahami penyebab berkembangnya kanker payudara saya 
datang pada saat suami saya Peter, yang juga ilmuwan, pulang ke tanah air 
setelah bekerja di Cina, ketika saya sedang menjalani pengobatan kemoterapi. Ia 
membawa kartu-kartu dan surat-surat, serta beberapa ramuan dari 
tumbuh-tumbuhan, yang diberikan oleh teman-teman dan ilmuwan-ilmuwan mitra saya 
di Cina.
Ramuan-ramuan itu dikirimkan kepada saya untuk menyembuhkan kanker payudara 
ini. Meskipun kami menghadapi keadaan yang menyedihkan pada saat itu, kami 
dapat tertawa lepas, dan saya ingat telah mencetuskan perkataan bahwa ramuan 
ini merupakan pengobatan bagi kanker payudara di Cina, dan tidak mengherankan 
bahwa wanita-wanita di Cina berusaha terhindar dari penyakit ini. Kata-kata itu 
selalu teringat di benak saya. “Mengapa wanita-wanita di Cina tidak terkena 
kanker payudara?” Saya pernah bekerja sama dengan mitra-mitra Cina dalam 
penelitian tentang hubungan antara kimia tanah dan penyakit, dan mengingat 
beberapa statistik yang telah dibuat.
Faktor Gaya Hidup
Penyakit ini boleh dikatakan tidak terdapat di seluruh negeri Cina.Hanya 10.000 
wanita di Cina wafat karena penyakit ini, dibandingkan dengan persentase 
menakutkan bahwa satu di antara 12 wanita di Inggris meninggal dunia karena 
penyakit ini. Bahkan angka ini lebih mengerikan lagi dan menjadi rata-rata satu 
di antara 10 wanita di sebagian besar negara-negara Barat. Hal ini bukanlah 
karena Cina merupakan negeri yang lebih bersifat pedesaan, dan tidak banyak 
terkena polusi perkotaan. Di daerah Hong Kong yang padat, persentase meningkat 
menjadi 34 di antara 10.000 wanita, namun toh masih jauh lebih sedikit daripada 
di Barat.
Kota-kota Hiroshima dan Nagasaki di Jepang juga memiliki persentase yang hampir 
sama dengan Cina. Padahal kedua kota ini telah diserang dengan senjata nuklir, 
sehingga selain kanker yang berhubungan dengan polusi, kita dapat memperkirakan 
adanya kasus-kasus kanker yang terkait dengan radiasi.
Kesimpulan yang dapat kita peroleh dari statistik ini sungguh mengejutkan. 
Apabila seorang wanita Barat pindah ke kota industri Hiroshima yang terkena 
radiasi, resiko terkena kanker payudara ini dapat menjadi satu berbanding dua. 
Tentu saja hal ini tidak masuk akal. Saya merasa yakin bahwa ada sebuah faktor 
gaya hidup yang bukan terkait dengan polusi, urbanisasi atau lingkungan hidup 
yang nyata-nyata telah meningkatkan kemungkinan wanita Barat terkena kanker 
payudara.
Saya kemudian menemukan bahwa penyebab perbedaan besar dalam persentase kanker 
payudara antara negara-negara Timur dan Barat bukanlah karena faktor genetika. 
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa apabila orang Cina atau Jepang pindah ke 
Barat, dalam satu atau dua generasi persentase kanker payudara mereka mendekati 
persentase dari penduduk negara di mana mereka tinggal.
Hal yang sama terjadi apabila orang-orang Timur sepenuhnya meniru gaya hidup 
Barat di Hong Kong . Sesungguhnya, nama populer yang disebutkan orang di Cina 
bagi kanker payudara adalah ‘Penyakit Wanita Kaya’. Ini disebabkan bahwa di 
Cina, hanya orang-orang kaya yang dapat menikmati apa yang disebut sebagai 
‘Makanan Hong Kong.’
Orang-orang Cina menggambarkan semua makanan Barat, termasuk semua kudapan dari 
es krim dan coklat sampai spaghetti dan keju, sebagai ‘Makanan Hong Kong’ 
karena hanya terdapat di bekas koloni Inggris dan dulu jarang ada di daratan 
Cina.
Jadi sungguh masuk akal bagi saya bahwa apa yang menyebabkan kanker payudara 
saya ini dan banyaknya penderita penyakit tersebut di negara saya hampir 
dipastikan berasal dari sesuatu yang berhubungan dengan gaya hidup Barat kita, 
dari kalangan menengah yang lebih baik. Angka ini juga besar bagi para pria di 
sini. Saya telah mengamati dalam penelitian saya bahwa banyak data tentang 
kanker prostat juga sampai pada kesimpulan yang sama.
Tidak Mengkonsumsi Produk Susu

Produk-produk dari susu
Menurut angka dari WHO, jumlah pria yang terkena kanker prostat di Cina 
pedesaan hampir tidak ada, hanya 0,5 pria di antara 100.000. Namun demikian di 
Inggris, Skotlandia dan Wales , angka ini 70 kali lebih tinggi. Seperti kanker 
payudara, penyakit ini merupakan penyakit kalangan menengah dan terutama 
menyerang kelompok-kelompok sosial yang lebih kaya dan mempunyai kehidupan 
sosial-ekonomi yang lebih tinggi, yaitu mereka yang dapat menikmati makanan 
yang bergizi tinggi. Saya teringat berkata kepada suami saya, “Ayo Peter, kamu 
baru saja pulang dari Cina. Apa sih gaya hidup Cina yang sangat berbeda dengan 
kita?”
“Mengapa mereka tidak terkena kanker payudara?”
Kami memutuskan untuk menggunakan latar belakang ilmu kami bersama-sama dan 
melakukan pendekatan dengan logika. Kami memeriksa data ilmiah yang mengarahkan 
kami pada kandungan lemak dalam makanan. Para peneliti pada tahun 1980-an telah 
menemukan bahwa hanya 14% kalori di hidangan Cina terdiri atas lemak, 
dibandingkan dengan hampir 36% di Barat.
Tetapi makanan yang telah saya makan selama bertahun-tahun sebelum terkena 
kanker payudara ini sangat rendah lemak dan berserat tinggi. Selain itu, 
sebagai ilmuwan saya tahu bahwa asupan lemak pada orang dewasa tidak 
menunjukkan peningkatan resiko kanker payudara dalam sebagian besar investigasi 
yang telah dilakukan pada kelompok-kelompok besar wanita selama dua belas tahun.
Lalu pada suatu hari sesuatu yang agak istimewa terjadi. Peter dan saya telah 
bekerja sama begitu erat selama bertahun-tahun lamanya sehingga saya tidak 
yakin siapa di antara kami berdua yang berkata terlebih dahulu: “Orang-orang 
Cina tidak makan produk dari susu!”
Sulit untuk menjelaskan kepada orang yang bukan ilmuwan terjadinya ‘dentingan’ 
pikiran dan perasaan yang mendadak ketika menyadari bahwa pikiran kita terbuka 
pada sesuatu hal yang penting. Rasanya seperti ada banyak potongan gambar di 
dalam otak kita dan tiba-tiba, dalam beberapa detik, semua teka-teki ini 
terangkai dengan baik sehingga membentuk gambar yang jelas.
Tiba-tiba saya teringat kembali betapa banyak orang Cina yang tidak dapat 
mencernakan susu dengan baik, betapa orang-orang Cina yang bekerja dengan saya 
selalu berkata bahwa susu hanya untuk bayi, dan bagaimana salah seorang sahabat 
karib saya, yang keturunan Cina, dengan sopan selalu menolak keju pada saat 
jamuan malam.
Saya tahu bahwa tak ada orang Cina yang hidup secara tradisional, yang 
menggunakan susu sapi atau produk dari susu untuk memberi makan kepada bayinya. 
Dalam adat istiadat mereka, mereka menggunakan inang untuk menyusui tetapi 
tidak pernah produk dari susu. Dan, secara budaya, orang-orang Cina menganggap 
gaya Barat kita yang sangat menyukai susu dan produk dari susu sebagai sesuatu 
yang sangat aneh. Saya teringat ketika menjamu sebuah delegasi besar ilmuwan 
Cina tidak lama setelah berakhirnya Revolusi Budaya di Cina pada tahun 1980-an.
Atas nasihat Biro Luar Negeri, kami telah meminta kepada perusahaan jasa boga 
untuk menyediakan puding yang mengandung banyak es krim. Setelah menanyakan 
dari apa puding itu dibuat, semua ilmuwan Cina itu, termasuk interpreter, 
dengan sopan namun tegas menolak untuk memakannya, dan mereka tidak dapat 
dibujuk untuk mengubah pikiran mereka. Pada waktu itu kami semua senang dan 
menikmati porsi tambahan!
Saya menemukan bahwa susu adalah salah satu penyebab umum alergi makanan. 
Sekitar 70% penduduk dunia tidak dapat mencernakan gula susu, Laktosa, sehingga 
para ahli gizi berpendapat bahwa kondisi ini normal bagi orang dewasa, dan 
bukan merupakan sebuah Deficiency (kekurangan) . Mungkin alam berusaha 
mengatakan kepada kita bahwa kita telah mengkonsumsi makanan yang salah.
Menghentikan Produk Susu
Sebelum saya terkena kanker payudara untuk pertama kali, saya telah makan 
banyak produk dari susu, seperti susu tanpa lemak, keju rendah lemak dan 
yoghurt. Saya menggunakannya sebagai sumber protein saya yang utama. Saya juga 
makan daging cincang sapi yang tidak berlemak, yang sekarang baru saya sadari 
mungkin sering berasal dari sapi perah.
Agar dapat mengatasi kemoterapi untuk tonjolan kanker saya yang kelima ini, 
saya telah makan yoghurt organik agar alat-alat pencernaan saya dapat pulih 
kembali dan mengembalikan bakteri-bakteri ‘yang baik’ ke dalam usus saya.
Baru-baru ini, saya menemukan bahwa pada tahun 1989 yang lalu, yoghurt telah 
terlibat dalam kanker ovarium (indung telur). Dr. Daniel Cramer dari University 
of Harvard telah meneliti ratusan wanita penderita kanker indung telur dan 
telah mencatat dengan rinci apa yang biasa mereka makan. Coba saya tahu tentang 
hal ini ketika ia pertama kali menemukannya.
Mengikuti nasihat Peter dan pendapat saya tentang makanan Cina, saya memutuskan 
untuk tidak saja menghentikan yoghurt tetapi semua produk dari susu, saat ini 
juga. Keju, mentega dan yoghurt serta semua makanan yang mengandung susu saya 
buang ke sampah. Betapa mengherankan bahwa begitu banyak produk termasuk sup 
buatan, biskuit dan kue mengandung susu. Bahkan banyak merk margarin yang 
dijual dengan bahan dari minyak kedelai, minyak bunga matahari atau minyak 
zaitun dapat mengandung produk susu. Oleh karena itu saya kemudian membaca 
semua kandungan yang tercetak di label-label makanan.
Sampai saat itu, saya setia mengukur perkembangan tonjolan kanker saya yang 
kelima ini dengan alat pengukur dan mencatat hasilnya. Meskipun para dokter dan 
suster banyak memberi semangat dan berkata positif kepada saya, pengamatan saya 
sendiri mengungkapkan kenyataan yang pahit.
Seri kemoterapi saya yang pertama untuk tonjolan kelima ini tidak berhasil – 
tonjolan itu tetap sama. Kemudian saya menghapuskan produk-produk dari susu. 
Beberapa hari kemudian tonjolan itu mulai mengecil.
Sekitar dua minggu setelah seri kemoterapi saya yang kedua dan seminggu setelah 
tidak mengkonsumsi produk dari susu, tonjolan di leher saya mulai terasa gatal. 
Kemudian tonjolan itu melunak dan mengecil. Garis di alat pengukur, yang 
tadinya tidak menunjukkan perubahan, sekarang menunjuk ke bawah setelah tumor 
itu menjadi kecil dan mengecil lagi.
Dan secara signifikan, saya mencatat bahwa daripada menurun secara 
perlahan-lahan (membentuk curve yang halus) seperti biasanya terjadi pada 
kanker, tumor yang mengecil ini digambarkan seperti garis lurus yang menuju ke 
bagian bawah alat pengukur, yang menggambarkan penyembuhan, bukan pembasmian 
(atau pengurangan) tumor.
Tonjolan Menghilang
Pada hari Sabtu siang sekitar enam minggu setelah tidak mengkonsumsi 
produk-produk susu ini, saya melakukan meditasi selama sejam kemudian meraba 
apa yang yang masih tersisa dari tonjolan saya. Saya tidak menemukannya lagi. 
Padahal saya sangat berpengalaman dalam mendeteksi tonjolan kanker, karena saya 
menemukan kelima tonjolan kanker saja itu sendiri. Saya turun ke tingkat bawah 
rumah dan meminta suami saya meraba leher saya. Ia pun tidak menemukan tonjolan 
apapun juga.
Hari Kamis berikutnya saya harus memeriksakan diri saya pada dokter spesialis 
kanker saya di Cross Hospital London . Ia memeriksa saya dengan teliti, 
terutama leher saya di mana sebelumnya ada tumor. Tadinya ia tercengang dan 
kemudian gembira ketika berkata, “Saya tidak menemukannya,”. Ternyata tidak 
seorangpun dari dokter-dokter saya yang memperkirakan bahwa seseorang dengan 
jenis dan stadium kanker saya (yang jelas-jelas sudah menyebar ke sistem getah 
bening) dapat bertahan hidup, apalagi begitu sehat dan gembira.
Dokter spesialis saya merasa sangat bahagia seperti saya. Tadinya ketika saya 
membicarakan gagasan saya dengannya, ia dapat memahami tetapi bersikap skeptis. 
Tetapi saya tahu bahwa sekarang ia menggunakan peta yang menunjukkan persentase 
kanker di Cina di dalam kuliah-kuliah yang diberikannya, dan menganjurkan 
makanan tanpa produk susu bagi pasien-pasien penderita kanker.
Saya sekarang meyakini adanya kesamaan dalam pertalian antara produk dari susu 
dan kanker payudara dengan merokok dan kanker paru-paru. Saya percaya bahwa 
dengan mengidentifikasi pertalian antara kanker payudara dan produk susu dan 
kemudian mengembangkan makanan yang khusus ditujukan untuk mempertahankan 
kesehatan dari payudara dan sistem hormon saya, telah menyembuhkan saya.
Sangat sulit bagi saya, dan mungkin juga bagi anda, untuk menerima bahwa sebuah 
zat yang begitu ‘alami’ seperti susu dapat berdampak begitu mencelakakan bagi 
kesehatan. Tetapi saya merupakan bukti hidup bahwa hal itu benar-benar terjadi 
dan mulai besok saya akan mengungkapkan rahasia kegiatan saya yang mengubah 
semuanya ini.
Dikutip dari buku “Your Life in Your Hands” karangan Professor Jane Plant, 
Ph.D, CBE. (RS/FGD)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: "Lo Fen Koei" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 26 Feb 2012 22:48:47 
To: daffa<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: ~ aga ~ Kanker Payudara

Khusus Wanita. 

 
http://misteri.web.id/misteri-kenapa-wanita-di-cina-tidak-terkena-kanker-payudara


*to bro Asean atau siapa aja, tolong dibukain ya email ini, thanks*



-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke