Salam Barudakl, Friday, February 24, 2012, 10:04:49 AM, you wrote:
BB> Bus maut sumber kencono, Karunia bakti dan sekelebatan metro BB> mini di hadapan saya yang lewat tanpa lampu rem mengingatkan BB> pengalaman beberapa tahun lalu ketika diri ini masih jadi BB> pengusaha kelas pinggiran yang penasaran mengapa sebuah Pick Up BB> kecil saya yang di pergunakan sehari hari untuk mengangkut benda BB> ringan macam Styrofoam harus menjalani uji petik atau KIR dengan BB> biaya yang semestinya tertera Rp 48 ribu rupiah namun kenyataannya BB> supir saya selalu meminta uang sejumlah Rp 160 ribu untuk setiap BB> enam bulan uji KIR. BB> Dalam tiga semester uji KIR, menurut aturan, buku KIR sudah BB> harus diganti dan saya berkeinginan untuk mengurusnya sendiri BB> tanpa melibatkan supir. Bukannya tak percaya pada supir saya BB> sendiri tapi keingin tahuan kenaikan jumlah biaya hingga empat BB> ratus persen itu dari mana asalnya. artikel yang sangat bagus, cm sayang nggak ada sumber penulisnya.... kalo ada sumbernya jadi lebih enak buat di share dimana2... atau ini pengalaman pribadi dari pengirim? trims ----- Wassalam, .:PutraSebrank:. -- you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups. to post emails, just send to : [email protected] to join this group, send blank email to : [email protected] to quit from this group, just send email to : [email protected] please visit to www.facebook.com/aga.madjid, add my Yahoo Messenger at [email protected] or add my twitter @aga_madjid thanks for joinning this group.
