nais inpoh...

2012/2/27 erick hendrian <[email protected]>

> Kehidupan *pernikahan* memang berbeda saat Anda masih berpacaran. Saat
> menikah, Anda lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman hidup Anda.
> Tanggung jawab yang bertambah, tugas-tugas rumah tangga yang harus
> dilakukan membuat kini Anda tidak hanya bersenang-senang bersama pasangan.
> Berbeda dengan saat Anda masih berpacaran yang kemungkinan waktu yang Anda
> habiskan berdua dilakukan dalam situasi yang menyenangkan seperti makan di
> restoran bersama, nonton bioskop, jalan-jalan di mal atau berkunjung ke
> tempat rekreasi.
>
> Agar tercipta kedamaian dan kebahagiaan dalam keluarga, Anda harus belajar
> agar memiliki keahlian-keahlian khusus setelah menikah. Berikut ini
> beberapa keahlian baru yang wajib Anda miliki setelah menikah.
>
>
> Keahlian Berkomunikasi
>
> Dua orang yang menikah memiliki latar belakang yang berbeda. Puluhan tahun
> telah dilalui dengan didikan dan kebiasaan dari masing-masing keluarga yang
> tidak sama. Kebiasaan atau cara melakukan suatu pekerjaan yang menurut Anda
> tidak benar masih terbawa oleh pasangan setelah menikah.
>
> Karena merasa kesal, Anda mungkin langsung mengomel dengan nada yang
> ketus. Kemudian, pasangan Anda yang merasa tidak bersalah, langsung
> membalas dengan omelan juga. Akhirnya, saling mengomel terjadi dan membuat
> Anda merasa tidak bahagia dengan pernikahan Anda. Reaksi lainnya adalah
> Anda diam seribu bahsa, bersungut-sungut dan menyimpan kekesalan dalam
> hati. Ini juga mengakibatkan hubungan menjadi dingin.
>
> Pemecahan dari masalah ini adalah perlunya komunikasi yang baik. Hal-hal
> yang mengganjal sebaiknya dibicarakan dengan pasangan agar tidak menumpuk.
> Namun, tentu saja harus dilakukan komunikasi dengan cara yang baik.
> Sebaiknya, masalah tidak dibicarakan saat suasana hati masih kesal.
> Pilihlah waktu yang tepat untuk berbicara, misalnya tidak saat pasangan
> baru pulang kerja dan dalam keadaan letih.
>
> Berkomunikasi juga mencakup mendengarkan. Maka, sewaktu membicarakan
> masalah, Anda wajib memberikan waktu bagi pasangan untuk mengutarakan
> perasaan maupun pendapatnya. Kemudian, Anda dapat menjelaskan kepada
> pasangan mengapa Anda melakukan tindakan tertentu yang mungkin membuatnya
> tidak senang.
>
>
> Keahlian Bersikap Toleran
>
> Karena perbedaan latar belakang, gaya bicara, kebiasaan atau tindakan
> pasangan baru dapat menjadi masalah. Suami mungkin biasa bicara apa adanya,
> sedangkan istri mudah tersinggung dengan kata-kata suami yang polos.
>
> Untuk masalah seperti ini, Anda harus bertenggang rasa atau mengembangkan
> sikap toleransi. Bentuk nyata dari bersikap toleransi adalah Anda mau
> membuat perubahan walaupun menurut Anda perbuatan tersebut tidaklah salah.
> Kini, Anda harus lebih berhati-hati dalam berbicara atau Anda juga belajar
> berpikir positif terhadap pasangan agar tidak mudah tersinggung.
>
>
> Keahlian Menjalankan Tugas dan Peran Anda Sekarang
>
> Pasangan baru menikah awalnya tidak biasa dengan peran barunya kini. Suami
> mungkin masih senang bermain game online, olahraga atau suka berkumpul
> dengan teman-teman. Istri mungkin belum bisa memainkan peranannya untuk
> bangun lebih pagi, menyiapkan makanan, mencuci, menyetrika atau tugas-tugas
> rumah tangga lainnya. Hal-hal seperti ini dapat memicu terjadinya
> pertengkaran.
>
> Setelah menikah, Anda harus belajar untuk menjalankan peran Anda kini.
> Memang tidak mudah untuk menghentikan atau mengurangi kegiatan yang kita
> sukai. Tidak mudah pula untuk melakukan pekerjaan yang tidak kita sukai.
> Tetapi, itulah tugas baru yang harus dijalankan karena peran kalian sebagai
> suami dan istri. Hal-hal tersebut memang harus dilakukan oleh pasangan yang
> sudah menikah.
>
> Anda telah mengetahui bahwa setelah menikah lebih banyak tanggung jawab
> yang harus dipikul. Tetapi, dengan membicarakan dan bekerja sama dengan
> baik, Anda akan merasakan bahwa tanggung jawab tersebut tidaklah membebani
> dan ada banyak kebahagiaan dengan bersama-sama melakukannya.
>
>
> Keahlian Memaafkan
>
> Ini salah satu keahlian penting dalam hidup rumah tangga. Sadarilah bahwa
> pasangan hidup bukanlah manusia sempurna sehingga akan sangat berpeluang
> berbuat salah baik disengaja tau tidak. Keahlian ini biasanya juga akan
> menular ke pasangan Anda. Jika Anda sering memaafkan tindakan yang tidak
> Anda sukai, pasangan Anda cenderung akan melakukan hal yang sama. Dengan
> berusaha memberi maaf, kehidupan keluarga akan damai dan bahagia.
>
> Sebagai pasangan baru, Anda harus terus belajar mengembangkan
> keahlian-keahlian ini dalam kehidupan *pernikahan*. Awalnya mungkin
> terasa sangat sulit melakukannya. Tetapi, dengan terus belajar, keahlian
> tersebut akan dapat dimiliki dan akan terasa menyenangkan saat
> melakukannya. Anda juga tidak akan menyesali mengapa Anda menikah dengannya
> tetapi Anda akan menyesal mengapa tidak lebih cepat memutuskan menikah
> dengannya.
>
> --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>



-- 
ketika hidup penuh dgn makna
Regards,


Eka Prasetia (Phecor)

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke