Sering kita dengar seorang suami memberikan alasan, "Saya tanya 'direktur
keuangan' dulu ya". Dan kita mahfum bahwa yang dimaksud adalah isterinya.

Sudah menjadi tradisi masyarakat kita bahwa seorang isteri adalah pengelola
rumah tangga, terutama dalam hal pengelolaan keuangan rumah tangga.
Tantangan finansial seorang isteri pun cukup beragam, mulai dari naik
turunnya pendapatan keluarga, menjaga anggaran rumah tangga jangan sampai
defisit, sampai kepada ancaman kekurangan dana untuk kebutuhan hari tua.

Bahkan, dalam situasi finansial yang kurang menguntungkan, sang isteri
terancam untuk 'terpaksa' ikut bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kami berharap beberapa tips di bawah ini akan banyak membantu para isteri
untuk lebih cerdas dan terampil dalam mengelola keuangan rumah tangga.

*1. Membangun kepercayaan finansial dengan pasangan (suami)*

Rencanakanlah keuangan rumah tangga anda bersama dengan pasangan.
Ciptakanlah komunikasi yang jujur dan terbuka. Hal ini akan merubah sikap
saling menyalahkan satu sama lain (Ingat : Ini merupakan salah satu
penyebab utama keretakan rumah tangga) menjadi saling mengingatkan apa bila
terjadi pengeluaran yang berlebihan. Hal ini juga dapat membuat anda saling
memberikan pujian atas tercapainya sasaran-sasaran finansial yang sudah
anda rencanakan bersama. Alhasil, mendorong anda untuk lebih disiplin dan
belajar hidup lebih hemat.

*2. Belanja, utang/kewajiban, tabungan dan Anggaran Rumah Tangga.*

Apa yang pertama kali muncul di pikiran anda pada saat menerima pendapatan
setiap bulannya? Belanja? Bayar utang/kewajiban? Atau menabung? Jika
belanja yang duluan muncul, hampir pasti anggaran rumah tangga anda akan
menderita defisit. Anda perlu mengubah kebiasaan itu. Biasakanlah untuk
memangkas pendapatan untuk menabung dulu. Hal ini memastikan arus kas
bersih (net cashflow) anggaran rumah tangga anda akan surplus/positif.
Setelah itu, bayarlah dulu utang/kewajiban.

Pastikan utang/kewajiban berkurang terus sesuai jadwal yang sudah
direncanakan. Waspadai bunga yang diberlakukan. Baru kemudian dari sisa
anggaran yang tersedia dimanfaatkan untuk belanja kebutuhan rumah tangga.
Dengan melakukan kebiasaan seperti diatas, anda akan lebih mudah mencapai
sasaran-sasaran finansial yang diinginkan.

Banyak diantara para ibu rumah tangga yang sudah terbiasa melakukan
penyusunan anggaran. Penyusunan anggaran rumah tangga sebetulnya sangat
sederhana, yaitu menuliskan rencana pengeluaran rutin bulanan (membantu
untuk tidak keluar dari rel) dan menabung untuk keperluan masa depan yang
anda inginkan, seperti mobil, rumah, dana hari tua dan lain-lain. Jangan
lupa memasukkan rencana pengurangan hutang dan atau jadwal pembayaran
kewajiban kedalam anggaran anda. Bila anda belum melakukannya, manfaatkan
software excel spreadsheet atau anda dapat mempelajarinya melalui simulasi
perencanaan keuangan di situs kami; www.tgrmfinance.com.

*3. Kesepakatan batas pengeluaran.*

Buatlah kesepakatan bersama pasangan anda sebuah plafon pembelian, misalnya
Rp. 500.000. Bila ada pembelian diatas plafon, anda berdua sepakat untuk
membahasnya lebih dulu (tidak berlaku untuk pembelian rutin seperti belanja
bulanan, pembayaran listrik dan lain-lain). Diawal, aturan ini memang
terasa terlalu membatasi, namun kami telah membuktikan bahwa hal ini
berdampak besar pada penghematan anggaran.

*4. Menata dokumen finansial Anda*

Sediakan tempat khusus untuk menyimpan dokumen finansial dan dokumen
penting anda dan tatalah dengan rapih, sehingga anda akan mudah untuk
mendapatkannya jika dibutuhkan. Hal ini akan mendorong anda untuk terus
melakukan review terhadap anggaran yang sudah anda buat.

*5. Mengerti kebutuhan asuransi jiwa dan kesehatan*

Polis asuransi dibeli untuk melindungi anda. Sampai sejauh mana polis
asuransi yang anda miliki melindungi anda. Untuk Polis Asuransi jiwa,
berfungsi sebagai pengganti penghasilan bila pemberi nafkah sudah tidak
dapat melakukan tugasnya (karena meninggal atau cacat). Pahami berapa besar
nilai perlindungan (Uang Pertanggungan) yang anda butuhkan.

Meningkatnya biaya pengobatan yang mencapai 3-5 kali inflasi merupakan
alasan kuat untuk kita memiliki asuransi kesehatan. Sebagian besar dari
pembaca tentu sudah memiliki perlindungan kesehatan ini, baik yang di
sediakan oleh perusahaan, maupun membeli sendiri. Pahami fasilitas
penjaminan (coverage) asuransi kesehatan anda, sesuai dengan yang anda
butuhkan. Diskusikanlah uang pertanggungan asuransi jiwa dan coverage
asuransi kesehatan dengan perencana keuangan atau agen asuransi anda.

*6. Memenuhi kebutuhan dana hari tua*

Kapan sebaiknya kita mulai merencanakan dan melaksanakan dana pensiun?
Mulailah lebih awal. Semakin cepat mulai menyisihkan dana, akan semakin
baik dan semakin murah dana yang diperlukan. Sebagai gambaran, untuk target
pencapaian dana 1 milyar 20 tahun yang akan datang, dengan tingkat
pertumbuhan (return) 14 % per tahun, dana yang harus anda invetasikan per
bulan adalah Rp.760.000,-/bulan. Sedangkan bila anda menunda 10 tahun
dengan target dan tingkat pertumbuhan yang sama, anda harus menyisihkan
dana Rp. 3.800.000/bulan.

*7. Menentukan sasaran-sasaran finansial bersama pasangan*

Membahas sasaran finansial jangka pendek dan panjang bersama pasangan
adalah saat-saat yang menyenangkan karena dengan menyatunya ide anda berdua
akan menciptakan motivasi bahtera rumah tangga tang sekaligus memperkuat
fondasinya. Mulailah dengan hal yang umum, seperti rencana pembelian mobil,
cicilan rumah dan lain-lain. Kemukakan ide-ide anda secara kreatif.
Misalnya rencanakan cicilan rumah sudah selesai sebelum anak tercinta mulai
kuliah, hal ini akan mengurangi tekanan finansial anda dimasa mendatang.
Atau jangan membeli mobil mungil kalau anda sudah mengharapkan kedatangan
si kecil sebelum 2 tahun ke depan.

Jangan lupa buat rencana anda secara tertulis agar bisa selalu di tinjau
kembali dari waktu kewaktu dan yang terpenting, konsolidasikan
sasaran-sasaran anda ke dalam rencana anggaran bulanan.

*8. Menghemat = menciptakan pendapatan*

Saat anda melakukan belanja bulanan untuk rumah tangga, biasakanlah untuk
menghemat anggaran. Dan dedikasikan penghematan tersebut untuk sesuatu yang
nyata. Waktu kami baru menikah, nenek saya pernah menasehati, “Simpan
penghematan belanjamu untuk hadiah ulang tahun anak-anakmu kelak”. Dan
diluar dugaan, kami mendapatkan lebih dari cukup untuk itu.

*9. Membeli untuk manfaat jangka panjang*

Hampir semua orang tua menyambut kelahiran anggota keluarga baru dengan
menyiapkan tempat tidur bayi. Berapa lama sang bayi tidur ditempat itu?
Bukankah lebih hemat dan efisien kalau kita menyambutnya dengan membeli
tempat tidur ukuran dewasa, yang akan terus bermanfaat sampai dia dewasa.
Semoga bermanfaat!

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke