السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

copas
semoga manfaat




Tuhan Memberi dan Tuhanlah yang Mengambil
Mawlana Syaikh Nazim al-Haqqani
Secrets Behind the Secrets 


Suatu ketika Mullah Nasruddin  berkata pada Tuhannya,
" Ya Tuhanku, tahun ini saya akan bertani. Engkau bisa
menjadi partnerku. Aku yang 
akan membajak tanah dan menanam bibitnya. Setengah
hasil panennya akan menjadi milikMu dan setengah
menjadi bagianku. Semoga menjadi panen yang bagus!".

Ketika tiba masa panen. (Jaman dahulu panen tidak
semudah seperti zaman sekarang yang serba memakai
mesin). Mereka harus memanen dan meletakkan hasilnya
di tempat khusus dimana kerbau akan berjalan
diatasnya. Lalu dipisahkan antara jagung dan jerami.
Baru kemudian diperoleh tumpukan jagung. 

Kemudian  Mullah Nasruddin membaginya menjadi 2 bagian
dan mengatakan, "Ini untuk-Mu, dan yang ini untukku." 
Mullah telah mengambil bagiannya. Namun beberapa saat
kemudian dia berkata,"Engkau tidak butuh bagianMu kan,
jadi yang ini untukku saja." Dia ingin mengambil
seluruh hasil panen. "Aku membutuhkannya jadi kuambil
saja semuanya." 

Beberapa saat kemudian datang awan hitam dan kilat
menyambar,  sampai akhirnya turun hujan lebat.
Derasnya air membawa pergi separuh dari hasil panen
itu. Mullah Nasruddin begitu ketakutan dan lari menuju

gua sambil mengintip apa gerangan yang akan terjadi.
Tiap petir menggelegar, diapun memanggil
Tuhannya,"Jadi Engkau masih mengirim petir untuk
melihat apakah masih ada yang tersisa atau tidak?!
Engkau telah mengambil bagianMu. Yang disini adalah
untukku ! "

Tuhan Yang memberi dan Tuhanlah Yang mengambil. Bila
Dia meminta, tak akan ada yang mampu mencegah-Nya. Tak
ada apapun yang mencegah dia untuk mengambil nyawa
kita. Kita ini hanyalah budak dan hamba-hambaNya.
Hidup kita berada diantara dua hembusan nafas saja.
Jika Dia perintahkan, kita bisa mengambil nafas
kembali atau bisa juga kita akan menghembuskan nafas
terakhir. 

Namun saat ini kita mengklaim diri sebagai orang yang
kuat walaupun sebenarnya kita ini amat sangat lemah!
Hanya butuh 2 menit untuk menghabisi kita dan kita
masih saja mengklaim sebagai orang yang berkuasa. Kita
ini pembohong-pembohong. Kitalah yang paling lemah.
Karena jika Dia berkehendak mengambil rumah ini, maka
Dia pun akan mudah melakukannya. 

Sekarang sedang hujan deras selama 10 menit. Bagaimana
bila terjadi selama 20 menit atau lebih? Saat
atap-atap mulai berjatuhan dan hanyut ke danau, apa
yang akan kita lakukan? Apa yang mampu kita lakukan ?
Mengejarnya dan ikut terjun ke danau?  Adalah sifat
yang arif bila kita mengatakan," Ya Tuhan, Engkau Maha
Perkasa dan kami amat lemah. Ampuni kami dan
berkahilah kami." Bukankah benar begitu Shaykh Moses?
Kita bisa apa?.
 
Dia yang di langit yang mengatur bumi ini dan bukan
kita yang di bumi yang mengatur langit. Maka
katakanlah," Silakan Ya Tuhan kami. Kami tidak mampu
berbuat apapun. Kekuatan ada di Tangan-Mu. Ambillah 
apapun yang Engkau kehendaki, sebagaimana Engkau Yang
memberi, Engkau pula Yang berhak mengambil." Mungkin
saja karena kita belum menyerahkan hak-hak Allah akan
panen ataupun kekayaan yang kita miliki, maka Diapun
mengambilnya dengan paksaan. Tak ada yang mampu
mencegahnya. 

Sekarang saya berada disini sebagai tamu dan kalian
dapat memberi saya bunga ataupun sayuran. Maka
Tuhanpun akan memberi kalian lebih dari ini. Cukup
ceramah saya untuk saat ini! Kalian harus bekerja
keras dan lebih banyak bersedekah. Terima kasih atas
perhatiannya. 

Wa min Allah at Tawfiq, Bi hurmatil Fatiha. 

wassalam, arief hamdani 
HP. 0816 830 748
http://mevlanasufi.blogspot.com
http://haqqani-mevlevi.nl
http://islamicsupremecouncil.org






-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke