I'tikaf

Kata i'tikaf berasal dari 'akafa alaihi', artinya senantiasa atau
berkemauan kuat untuk menetapi sesuatu atau setia kepada sesuatu.

Secara harfiah kata i'tikaf berarti tinggal di suatu tempat, sedangkan
syar'iyah kata i'tikaf berarti tinggal di masjid untuk beberapa hari,
teristimewa sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.

Selama hari-hari itu, seorang yang melakukan i'tikaf (mu'takif)
mengasingkan diri dari segala urusan duniawi dan menggantinya dengan
kesibukan ibadah dan zikir kepada Allah dengan sepenuh hati. Dengan
i'tikaf seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, kita berserah
diri kepada Allah dengan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya, dan
bersimpuh di hadapan pintu anugerah dan rahmat-Nya.

Yang dilakukan pada saat i'tikaf pada hakikatnya adalah taqarrub
(pendekatan diri) kepada Allah. Makna taqarrub adalah mendekatkan diri
kepada Allah SWT dengan beragam rangkaian ibadah. Di antaranya:

A. Shalat
Baik shalat wajib secara berjamaah ataupun shalat sunnah, baik yang
dilakukan secara berjamaah maupun sendirian. Misalnya shalat tarawih,
shalat malam (qiyamullail), shalat witir, shalat sunnah sebelum shalat
shubuh, shalat Dhuha', shalat sunnah rawatib (qabliyah dan ba'diyah)
dan lainnya.

B. Zikir
Semua bentuk zikir sangat dianjurkan untuk dibaca pada saat i'tikaf.
Namun lebih diutamakan zikir yang lafadznya dari Al-Quran atau
diriwayatkan dari sunnah Rasulullah SAW secara shahih.

Jenis lafadznya sangat banyak dan beragam, tetapi tidak ada ketentuan
harus disusun secara baku dan seragam. Juga tidak harus dibatasi
jumlah hitungannya.

C. Membaca ayat Al-Quran
Membaca Al-Quran (tilawah) sangat dianjurkan saat sedang beri'tikaf.
Terutama bila dibaca dengan tajwid yang benar serta dengan tartil.

D. Belajar Al-Quran
Bila seseorang belum terlalu pandai membaca Al-Quran, maka akan lebih
utama bila kesempatan beri'tikaf itu juga digunakan untuk belajar
membaca Al-Quran, memperbaiki kualitas bacaan dengan sebaik-baiknya.
Agar ketika membaca Al-Quran nanti, ada peningkatan.

E. Belajar Memahami Isi Al-Quran
Selain pentingnya membaca Al-Quran dengan berkualitas, maka
meningkatkan pemahaman atas setiap ayat yang dibaca juga tidak kalah
pentingnya. Sebab Al-Quran adalah pedoman hidup kita yang secara
khusus diturunkan dari langit. Tidak lain tujuannya agar mengarahkan
kita ke jalan yang benar. Apalah artinya kita membaca Al-Quran, kalau
kita justru tidak paham makna ayat yang kita baca.

Tentunya belajar baca dan memahami ayat Al-Quran membutuhkan guru yang
ahli di bidangnya. Tanpa guru, sulit bisa dicapai tujuan itu.

F. Berdoa
Berdoa adalah meminta kepada Allah atas apa yang kita inginkan, baik
yang terkait dengan kebaikan dunia maupun kebaikan akhirat. Dan
aktifitas meminta kepada Allah bukanlah kesalahan, bahkan bagian dari
pendekatan kita kepada Allah. Allah SWT senang dengan hamba-Nya yang
meminta kepada-Nya. Meski tidak langsung dikabulkan, tetapi karena
meminta itu adalah ibadah, maka tetaplah meminta.

Semakin banyak kita meminta, maka semakin banyak pula pahala yang
Allah berikan. Dan bila dikabulkan, tentu saja menjadi kebahagiaan
tersendiri.

Dan meminta kepada Allah (berdoa) sangat dianjurkan untuk dilakukan di
dalam beri'tikaf.

Namun dari semua kegiatan di atas, bukan berarti seorang yang
beri'tikaf tidak boleh melakukan apapun kecuali itu. Dia boleh makan
di malam hari, dia juga boleh isterirahat, tidur, berbicara, mandi,
buang air, bahkan boleh hanya diam saja. Sebab makna i'tikaf memang
diam. Tetapi bukan berarti diam saja sepanjang waktu i'tikaf.

Adapun yang terlarang dilakukan saat i'tikaf adalah bercumbu dengan
isteri hingga sampai jima'. Sedangkan yang dimakruhkan adalah
berbicara yang semata-mata hanya masalah kemegahan dan kesibukan
keduniaan saja, yang tidak membawa manfaat secara ukhrawi.

Bicara masalah dagang, tentu boleh bila terkait dengan bagaimana
dagang yang sesuai syariat. Sebab syariat itu tentu bukan hanya bicara
hal-hal di akhirat saja, tetapi tercakup luas semua masalah keduniaan.

Sunnah bagi orang yang sedang i'tikaf tidak boleh menengok yang sakit,
jangan menyaksikan jenazah, tidak boleh menyentuh perempuan dan jangan
bercumbu, dan jangan keluar (dari masjid) untuk satu keperluan kecuali
dalam perkara yang tidak boleh tidak, dan tidak ada i'tikaf melainkan
di masjid kami." (HR Abu Dawud).

2. I'tikaf tidak sah dilakukan kecuali di masjid Ini adalah hal yang
kebenarannya telah menjadi kesepakatan semua ulama. Sesuai dengan
firman Allah SWT:

"Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam, janganlah kamu
campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid. Itulah
larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah
menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa". (QS
Al-Baqarah: 187)

Sedangkan masalah wudhu, bukan merupakan syarat. Namun sebagian ulama
mewajibkan seseorang berwudhu' bila masuk masjid. Sebagian lain tidak
mewajibkan tapi hanya menyunnahkan.

3. Niat adalah syarat sah semua ibadah.
Tanpa niat, semua ibadah tidak sah. Tetapi niat itu bukan lafadz yang
diucapkan, melainkan sesuatu yang ditetapkan di dalam hati. Lafadz
niat hanya sekedar menguatkan, bahkan hukumnya diperdebatkan para
ulama. Sebagian menganjur-kannya, tetapi sebagian lain malah
melarangnya.

Jadi niatkan saja di dalam hati bahwa anda akan melakukan i'tikaf,
maka sah sudah niat anda.

I'tikaf itu hukumnya sunnah untuk dilakukan di 10 hari terakhir bulan
Ramadhan. Dalilnya adalah perbuatan nabi SAW yang telah melakukannya,
bahkan tiap tahun tanpa meninggalkannya sekalipun. Sehingga ada
sebagian ulama yang nyaris hampir mewajibkannya. Namun hukumnya tidak
wajib, tetapi sunnah yang sangat dianjurkan.

Adapun dalilnya adalah:

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha ia berkata, "Rasulullah SAW melakukan
i'tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan, sampai saat ia
dipanggil Allah Azza wa Jalla." (HR Bukhari dan Muslim).

Dan dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu ia berkata, "Rasulullah SAW
melakukan i'tikaf pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan." (HR
Bukhari dan Muslim).

Wallahu a'lam bishshawab.

Sumber : Fiqih Ramadhan by Ahmad Sarwat LC

-----------

Doa hari ke 20:
"Ya Allah, bukakanlah bagiku di bulan ini pintu-pintu menuju surga dan
tutupkan bagiku pintu-pintu neraka. Berikanlah kemampuan padaku untuk
menelaah Al qur’an di bulan ini. Wahai yang menurunkan ketenangan ke
dalam hati orang-orang mukmin...

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke