PEMARAH
Jenderal Horace Potter pernah menulis tentang percakapannya dengan Jenderal 
Ulysses Grant suatu malam saat mereka duduk di dekat api unggun.
"Jenderal Ulysses, Anda luar biasa, walaupun Anda dididik dalam kekerasan 
militer, dan selalu mengalami permainan kasar dalam tugas garis depan. Anda 
tidak terpancing untuk mengumpat. Saya tidak pernah melihat anda mengucapkan 
kata kata kasar sekalipun. "Anda punya alasan untuk hal ini?" tanya Potter
Grant menjawab,
Saya tidak mau membiasakan mengumpat. sejak remaja saya tidak pernah 
melakukannya, dan ketika saya dewasa, saya menganggap bahwa mengumpat adalah 
sebagai suatu tindakan kebodohan.
Karena kata kata kasar membangkitkan amarah diri kita sendiri dan menyulut 
kemarahan orang lain.
Saya tidak pernah melihat kehidupan yang berkualitas dari seorang pemarah, 
selain lemah dan rapuh dari segi spiritual, seorang pemarah menghilangkan 
banyak kesempatan.
Seorang pemarah, adalah seorang yang lelah, ia seorang yang berperang dengan 
dirinya sendiri, sekalipun ia menang, ia hancur.
"Tidak ada yg lebih buruk dari pada seorang yang menjadi marah sampai ia tidak 
dapat menguasai diri"
~"Pada saat kita jadi pemarah, kita telah kalah"
~"Pada saat kita membenci, kita telah terkunci"
~"Pada saat kita mendendam. kita telah menjadi tawanan".
Solusi menuju ketenangan:
"MENGAMPUNI"
Janganlah sampai amarahmu merusak jalan hidupmu dan masa depanmu. Jadilah orang 
sabar serta arif dan bijaksana.
------

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke