Sedap ceritanya.....
On Sep 23, 2012 10:51 PM, "Aga Madjid" <[email protected]> wrote:

>
>
>  *DIALOG **ABU HANIFAH DAN  ILMUWAN ATHEIS*
>
>
> Pada Zaman Imam Abu Hanifah hiduplah seorang ilmuwan besar, atheis dari
> kalangan bangsa Romawi. Pada suatu hari, Ilmuwan Atheis tersebut berniat
> untuk mengadu kemampuan berfikir dan keluasan ilmu dengan ulama-ulama
> Islam. Dia hendak menjatuhkan ulama Islam dengan beradu argumentasi.
> Setelah melihat sudah banyak manusia yang berkumpul di dalam masjid, orang
> kafir itu naik ke atas mimbar. Dia menantang siapa saja yang mau berdebat
> dengannya.
>
> Dan diantara shaf-shaf masjid bangunlah seorang laki-laki muda,  dialah
> Abu Hanifah dan ketika sudah berada dekat di depan mimbar, dia berkata : 
> "Inilah
> saya, hendak bertukar fikiran dengan tuan".
> Mata Abu Hanifah berusaha untuk menguasai suasana, namun dia tetap
> merendahkan diri karena usianya yang masih muda. Abu Hanifah berkata, 
> "sekarang apa yang akan kita perdebatkan ! ".
>
> Ilmuwan kafir itu heran akan keberanian Abu Hanifah, dia lalu memulai
> pertanyaannya :
>
> Atheis : Pada tahun berapakah Tuhan-mu dilahirkan ?
> Abu Hanifah : Allah berfirman "Dia (Allah) tidak dilahirkan dan tidak pula
> melahirkan".
>
> Atheis : Masuk akalkah bila dikatakan bahwa Allah adalah yang pertama dan
> tidak ada sesuatu sebelum-Nya ?, pada tahun berapa Dia ada ?
> Abu Hanifah : Dia (Allah) ada sebelum adanya sesuatu.
>
> Atheis : Kami mohon diberikan contoh yang lebih jelas dari kenyataan !
> Abu Hanifah : Tahukah tuan tentang perhitungan ?
>
> Atheis : Ya.
> Abu Hanifah : Angka berapa sebelum angka satu ?
>
> Atheis : Tidak ada angka (nol).
> Abu Hanifah : Kalau sebelum angka satu tidak ada angka lain yang
> mendahuluinya, kenapa tuan heran kalau sebelum Allah Yang Maha satu yang
> hakiki tidak ada yang mendahului-Nya ?
>
> Atheis : Dimanakah Tuhan-mu berada sekarang ?, sesuatu yang ada pasti ada
> tempatnya.
> Abu Hanifah : Tahukah tuan bagaimana bentuk susu ?, apakah di dalam susu
> itu keju ?
>
> Atheis : Ya, sudah tentu.
> Abu Hanifah : Tolong perlihatkan kepadaku di mana, di bagian mana
> tempatnya keju itu sekarang ?
>
> Atheis : Tak ada tempat yang khusus. Keju itu menyeluruh meliputi dan
> bercampur dengan susu di seluruh bagian.
> Abu Hanifah : Kalau keju makhluk itu tidak ada tempat khusus dalam susu
> tersebut, apakah layak tuan meminta kepadaku  untuk menetapkan tempat
> Allah Ta'ala ?, Dia tidak bertempat dan tidak ditempatkan !
>
> Atheis :Tunjukkan kepada kami zat Tuhan-mu, apakah ia benda padat seperti
> besi, atau benda cair seperti air, atau menguap seperti gas ?
> Abu Hanifah : Pernahkan tuan mendampingi orang sakit yang akan meninggal ?
>
> Atheis : Ya, pernah.
> Abu Hanifah : Sebelum ia meninggal, sebelumnya dia bisa berbicara dengan
> tuan dan menggerak-gerakan anggota tubuhnya.  Lalu tiba-tiba diam tak
> bergerak, apa yang menimbulkan perubahan itu ?
>
> Atheis : Karena rohnya telah meninggalkan tubuhnya.
> Abu Hanifah : Apakah waktu keluarnya roh itu tuan masih ada disana ?
>
> Atheis : Ya, masih ada.
> Abu Hanifah: Ceritakanlah kepadaku, apakah rohnya itu benda padat seperti
> besi, atau cair seperti air atau menguap seperti gas ?
>
> Atheis : Entahlah, kami tidak tahu.
> Abu Hanifah : Kalau tuan tidak boleh mengetahui bagaimana zat maupun
> bentuk roh yang hanya sebuah makhluk, bagaimana tuan boleh memaksaku untuk
> mengutarakan zat Allah Ta'ala ?!
>
> Atheis : Ke arah manakah Allah sekarang menghadapkan wajahnya? Sebab
> segala sesuatu pasti mempunyai arah ?
> Abu Hanifah : Jika tuan menyalakan lampu di dalam gelap malam, ke arah
> manakah sinar lampu itu menghadap ?
>
> Atheis : Sinarnya menghadap ke seluruh arah dan penjuru.
> Abu Hanifah : Kalau demikian halnya dengan lampu yang cuma buatan itu,
> bagaimana dengan Allah Ta'ala Pencipta langit dan bumi, sebab Dia nur
> cahaya langit dan bumi.
>
> Atheis : Kalau ada orang masuk ke syurga itu ada awalnya, kenapa tidak ada
> akhirnya? Kenapa di syurga kekal selamanya ?
> Abu Hanifah : Perhitungan angka pun ada awalnya tetapi tidak ada akhirnya.
>
> Atheis : Bagaimana kita boleh makan dan minum di syurga tanpa buang air
> kecil dan besar ?
> Abu Hanifah : Tuan sudah mempraktekkanya ketika tuan ada di perut ibu
> tuan. Hidup dan makan minum selama sembilan bulan,   akan tetapi tidak
> pernah buang air kecil dan besar disana.
> Baru kita melakukan dua hajat tersebut setelah keluar beberapa saat ke
> dunia.
>
> Atheis : Bagaimana kebaikan syurga akan bertambah dan tidak akan
> habis-habisnya jika dinafkahkan ?
> Abu Hanifah : Allah juga menciptakan sesuatu di dunia, yang bila
> dinafkahkan malah bertambah banyak, seperti ilmu.   Semakin diberikan
> (disebarkan) ilmu kita semakin berkembang (bertambah) dan tidak berkurang.
>
> " Ya ! kalau segala sesuatu sudah ditakdirkan sebelum diciptakan, apa
> yang sedang Allah kerjakan sekarang ? " tanya Atheis.
> " Tuan menjawab pertanyaan-pertanyaan saya dari atas mimbar, sedangkan
> saya menjawabnya dari atas lantai. Maka untuk menjawab pertanyaan
> tuan, saya mohon tuan turun dari atas mimbar dan saya akan menjawabnya di
> tempat tuan ", pinta Abu Hanifah.
>
> Ilmuwan kafir itu turun dari mimbarnya, dan Abu Hanifah naik di atas.
>
> " Baiklah, sekarang saya akan menjawab pertanyaan tuan. Tuan bertanya apa
> pekerjaan Allah sekarang ? " Ilmuwan kafir mengangguk.
>
> " Ada pekerjaan-Nya yang dijelaskan dan ada pula yang tidak
> dijelaskan.  Pekerjaan-Nya sekarang ialah bahwa apabila di atas mimbar
> sedang berdiri seorang kafir yang tidak hak seperti tuan, Dia akan
> menurunkannya seperti sekarang, sedangkan apabila ada seorang mukmin di
> lantai yang berhak, dengan segera itu pula Dia akan mengangkatnya ke atas
> mimbar, demikian pekerjaan Allah setiap waktu "
>
> Para hadirin puas dengan jawaban yang diberikan oleh Abu Hanifah dan
> begitu pula dengan ilmuwan besar atheis tersebut dia mengakui kecerdikan
> dan keluasan ilmu yang dimiliki Abu Hanifah.
>
> *
> Sumber : http://www.dudung.net  *
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> --
> *".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and SOUL!!! 
> ...."
> *
> **
> *- Aga Madjid -*
>
>  --
> you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
> to post emails, just send to :
> [email protected]
> to join this group, send blank email to :
> [email protected]
> to quit from this group, just send email to :
> [email protected]
> please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
> add my Yahoo Messenger at [email protected] or
> add my twitter @aga_madjid
> thanks for joinning this group.
>

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke