yang gw baca artikel2 dari om gugel, artinya Cuma ini... sisanya ngebahas
persis sekilas info dibawah..

 

Mental hectic bila diterjemahkan bebas adalah keributan / kekacauan mental.
Naah.. apaan tuh? Suatu kondisi yang kemungkinan dapat terjadi pada balita
bila mereka terlalu dini diajarkan baca tulis dan hitung (istilah ngetopnya
calistung).

 

Belum ketemu artikel yang bener2 ngejelasin secara detail...

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Aris
Sent: Tuesday, October 23, 2012 1:28 PM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Sekilas Info - share dan tuker pikiran

 

Yoi,
share dong article tentang Mental Hectic



Thank's & B'Regards
Aris S.



ear.one wrote: 

Lumayan juga neh yg kasih komen... semua kayaknya setuju namanya dunia anak
yah dunia bermain, bukan terbebani dengan pendidikan yg berat..

Moga2 anak gw bisa menikmati dunia bermainnya deh... kayaknya gw harus
review neh program sekolahnya, jangan sampai nanti anak gw dibilang orang
masa kecil kurang bermain hehehe....

 

N gw setuju banget, kalau ortu harus luangin waktu tuk main sama anak2nya,
walaupun badan penat, pikiran mumet, tetap harus ada waktu buat si buah
hati....

 

Thanks all for sharing...

 

Masih ngarep juga penjelasan soal 'Mental Hectic' J

 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Tedy Arafianto
Sent: Tuesday, October 23, 2012 10:16 AM
To: [email protected]
Subject: Re: ~ aga ~ Sekilas Info - share dan tuker pikiran

 

Wow... sama mas bro... anak ku yang masih TK-B sudah harus hitung 8+2-10
=.....
halah... setau gw dulu itu pelajaran SD kelas 2...
Jaman gw dulu aja (gw seangkatan ma Rully Fabian)... Pas waktu lulusan SD..
Dia RF (Red: Rully Fabian) bacanya masih belepotan....

Klo sekarang, mau masuk SD harus di test dulu.. harus bisa baca lancar dan
hitung2an dasar...
klo gak lulus, sekolah SDnya gak mau nerima.... (ini guru SDnya yang malas
ngajarin apa sistemnya?)

Mo gak mau itu udah jadi tuntutan jaman, tinggal kitanya aja sebagai ORTU
harus tau diri... bandingkan sistem pengajaran anak kita dengan sistem
pengajaran kita yang dulu... jadi anak2 kita sudah tertekan dengan sistem
yang sekarang, jangan sampai kita tekan lagi... kasih kebebasan bermain..
jangan disekolah ditekan, dirumah juga ditekan harus belajar....

Mari luangkan waktu kita untuk bermain dengan anak-anak kita, buang I-Phone,
BB, Tablet, I-Pad, HP kita jauh-jauh jika kita berada dirumah....

Thanks,
*Sorry mas bro Rully Fabian... keceleposan...

On 10/23/2012 09:27 AM, ear.one wrote: 

Nice info... akhir2 ini gw juga lagi mikirin soal ini...
 
Terus terang gw cukup kaget dengan sekolah skrg... anak gw baru TK, tapi
baru minggu kemarin gw ngerasa anak gw terlalu terbebani dengan yang namanya
"sekolah"...
 
Pertama gw kaget, anak TK ada "ujian"... isinya, kemampuan berhitung,
ngeliat angka yang kalau dihubungin pake garis bisa membentuk seekor
binatang, ngelatih daya ingat dengan cara menebak 2 gambar yang sama secara
tertutup setelah dikasih lihat secara keseluruhan.. sekolompok gambar orang
dipilih untuk dipisahkan mana yang perempuan dan laki2...
 
Kedua gw kaget, disuruh ngafalin puisi...
Neh puisinya :
 
Kucing ada dua
Mani san putih bulunya
Makan dan bermain bersama
Tidur dibawah meja
 
XXXXX 
XXX dan berkumis
Malam mencari makan
Pulang setelah kenyang.
 
XXXX itu gw lupa kalimatnya karena gw hanya mendengar dari anak gw Cuma 1x
dan baca 1x...
 
Gw sampe bingung, antara mau marah krn anak gw terbebani, atau gw merasa
kasihan atau gw juga bangga....
Bayangin, anak baru masuk TK tapi tingkat pelajarannya dah kayak gini...
terus gw mikir, masa2 dia mainnya kapan??
Akhirnya gw Cuma bisa manggil anak gw, gw peluk sambil gw ajarin pelan2 cara
bacanya...
 
Gw coba flashback, sejak anak gw masuk TK, setiap malam tidur jam 9-10,
padahal dulu namanya disuruh tidur susahnya minta ampun..
Sabtu, yang dulunya suka bangun pagi ikut gw ke kantor, skrg milih tidur,
dirumah aja jawabnya
Dah gitu setiap sore maunya main, dan walaupun bener2 keliatan "energi"nya
dah habis, karena biasanya main maunya lama, skrg Cuma bentar aj dah minta
stop...
Dulu yg namanya main yg bayar 1 jam (dalamnya ada perosotan, bola2, dll)
pasti kurang, minta nambah... skrg beda, kadang2 belum cukup 1 jam dah minta
keluar, cape... padahal jenis permainan sama aj...
 
Dan gw bandingin dengan anak gw yg ke 2, yg masih playgroup dan sekolahnya
lebih banyak dan berorientasi main, bertolak belakang dengan cicinya, main
susah berhenti, tidur bisa malam, krn "energi"nya masih banyak...
 
Gw share ini karena gw "tergelitik" dengan hal ini... rasanya gw ngak habis
pikir, apa yang salah, sekolah, kita ortu yg bekerja atau tuntutan jaman yg
sudah berubah???
 
Oh iya, satu lagi... gw ngak mau sebut nama tempatnya dan gw denger
publikasinya melalui radio tadi malam...akhir minggu ini katanya ada pesta
halloween untuk anak2 sampe umur 19 tahun... temanya "scary and fun"...
bikin tema yg artinya menyeramkan dan menyenangkan... hhaaalllooo, ini dunia
anak2, apa ngak ada tema lain yang mendidik?... coba dong dibikin tema
sendiri yang lebih mendidik... ajak anak2 bermain dengan cara yang benar...
 
Coba gimana dengan agaers yg lain, yang sudah berkeluarga dan punya
anak...atau yang masih singel... tuker pikiran yukkk...
 
Salam,
seorang.ayah.com.
 
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of aga madjid
Sent: Monday, October 22, 2012 10:41 PM
To: daffa
Subject: ~ aga ~ Sekilas Info
 
Balita Diajarkan Calistung, Saat SD Potensi Terkena 'Mental Hectic'
 
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-Anak usia di bawah lima tahun (balita) sebaiknya
tdk buru-buru diajarkan baca tulis dan hitung (calistung). Jika dipaksa anak
akan terkena 'Mental Hectic'.
 
''Penyakit itu akan merasuki anak tersebut di saat kelas 2 atau 3 Sekolah
Dasar (SD). Oleh karena itu jgn bangga bagi Anda atau siapa saja yg memiliki
anak usia dua atau tiga tahun sudah bisa membaca dan menulis,'' ujar
Sudjarwo, Direktur PAUD Ditjen PNFI Kemendiknas, Sabtu (17/7).
 
Oleh krn itu, kata Sudjarwo, pengajaran PAUD akan dikembalikan pada
'fitrah'-nya. Kemendiknas mendorong orang tua untuk menjadi konsumen cerdas,
terutama dgn memilih sekolah PAUD yang tidak mengajarkan calistung.
 
Saat ini banyak ortu yang terjebak saat memilih sekolah PAUD. Orangtua
menganggap sekolah PAUD yang biayanya mahal, fasilitas mewah, & mengajarkan
calistung merupakan sekolah yang baik. ''Padahal tidak begitu, apalagi orang
tua memilih sekolah PAUD yang bisa mengajarkan calistung, itu
keliru,'' jelas Sudjarwo.
 
Sekolah PAUD yang bagus justru sekolah yang memberikan kesempatan pd anak
untuk bermain, tanpa membebaninya dgn beban akademik, termasuk
calistung. Dampak memberikan pelajaran calistung pd anak PAUD, menurut
Sudjarwo, akan berbahaya bagi anak itu sendiri. ''Bahaya untuk konsumen
pendidikan, yaitu anak, terutama dari sisi mental,'' cetusnya. 
 
Memberikan pelajaran calistung pada anak, menurut Sudjarwo, dapat menghambat
pertumbuhan kecerdasan mental. ''Jadi tidak main-main itu, ada namanya
'mental hectic', anak bisa menjadi pemberontak,'' tegas dia.
 
Kesalahan ini sering dilakukan oleh orang tua, yang seringkali bangga jika
lulus TK anaknya sudah dapat calistung. Utk itu, Sudjarwo mengatakan,
Kemendiknas sdg gencar mensosialisasikan agar PAUD kembali pada fitrahnya.
Sedangkan produk payung hukumnya sudah ada, yakni SK Mendiknas No 58/2009.
 
  

 

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

Kirim email ke