Berbagi pengalaman:
Saya pria bujang umur 37 wajah ƍäª jelek² amat, dulu sy lbh memilih utk 
melajang lbh lama dgn alasan ekonomi. Saya mengabaikan pacaran, maklum ingin 
punya rmh pribadi dulu, punya mobil dulu, punya penghasilan sekian puluh jt 
dulu/ ratusan jt utk sebuah pesta pernikahan. Karenanya sy bekerja ekstra keras 
mengumpulkan uang demi kemapanan. Bagus bukan... punya kehidupan yg mapan 
secara finansial saat berumah tangga.

Tapi setelah semuanya tercapai, smua menjadi suram, sejak 6 tahun silam sy 
memilih calon istri yg tepat, namun selalu bimbang, beberapa kali sy lepas, 
apakah mrk mau krn cinta/mencintai uang sy.

Wanita mana yg tidak mau, bila sy cukup cerdas & kaya ?
Itu semua gambaran bahwa uang bisa memanipulasi perasaan !

Saat sy punya segalanya kelihatanya mrk bgt sayang, apakah klo suatu saat sy 
hanya naik sepeda motor, klo sy tak punya rmh pribadi & hny penghasilan pas²an. 
Masihkah ia sayang dan hormat ?

Meragukan.. Krn dia dtg pada saat sy bisa memberikan kenyamanan finansial yg 
dia idamkan. Cintakah yg sy punya? Bukan! Sy hanya memiliki wanita yg mencintai 
kenyamanan yg bisa sy sediakan.

Sy pikir, Baik jg pasangan yg meried & memulainya dari bawah. Mensyukuri mobil 
mrk, krn mrka berdua pnh mrasakan panas-hujan dgn spd motor. Menyenangi spring 
bed baru mrk, krn mreka berdua pernah tidur bersama di atas kasur busa kempes. 
Terharu dgn rmh pribadi mreka, krn dulu mrk pernah tinggal hny di sebuah kost. 
Beruntunglah para pria yg memiliki wanita yg mau mencintai mreka apa adanya.

Pesan moral
Sebenarnya mudah mendapatkan pasangan yg baik. 'DIA' akan datang saat kita 
memaafkan diri kita sendiri, memaafkan org lain, dan hidup dgn pikiran positif, 
yakni apa adanya. Tidak pernah ada orang "perfectionis yg bisa hidup bahagia 
dan apalagi membuat orang lain bahagia. Hidup ini memberi, bukan meminta. 
Memberi teladan bukan menuntut"
~~~Ǧ̩ợ̇đ◦в̍ȋε̲̣S̈ƨ̣̇̇◦γ̲̣ợ̇̇υ̲̣~~~

-- 
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"aga-madjid" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke