Hati manusia yang lembut itu kadangkala lebih keras dari batu. Sebab itu
dituntut agar ucapan tasbih (ketika sujud: "Subhana Rabbi al-A'la
wa-Bihamdih ertinya Maha Suci Allah dan lagi Maha Tinggi") mensucikan Allah
itu diulang-ulang sekurang-kurangnya tiga kali dengan sebutan yang
perlahan, umpama titik air yang jatuh satu demi satu nescaya hati yang
keras seperti batu itu pun akan berkesan, dan akhirnya hati akan menjadi
lembut juga.

Saat hati telah terasa lembut dengan titisan kalimah tasbih yang diucap
berulang-ulang ketika sujud itu, maka hendaklah hati seseorang itu bersedia
untuk menjadi landasan untuk 'Rahmad Allah' itu mendarat di atasnya.
Sesungguhnnya rahmad Allah SWT tidak akan turun ke atas hati yang keras,
sebaliknya hanya hati yang lembut saja yang layak untuk menerima rahmad
dari Allah. Meskipun seseorang yang hatinya belum begitu lembut, namun ia
hendaklah selalu ' husnu dzan' atau sangka baik dengan Allah agar dengan
banyak menyebut tasbih itu kemungkinan akhirnya hati akan lembut juga bagi
melayakkan diri menerima rahmad Allah itu.

Pengertian rahmad itu sebenarnya sukar untuk diterjemahkan secara tepat
kepada bahasa Indonesia. Ada juga makna yang biasa disebut kepada rahmad
itu sebagai kasih sayang, tetapi pada hakikatnya masih banyak lagi hal yang
termasuk ke dalam pengertian rahmat itu dan tidak termasuk dalam pengertian
lemah lembut. Sedangkan lemah lembut itu digambarkan orang yang tidak kasar
dan sebagainya.

Rahmad Allah itu jika hendak diigambarkan akan banyak hal yang termasuk ke
dalamnya, diberi-Nya ilmu kepada manusia termasuk juga rahmad Allah,
diberi- Nya rezki pun rahmad juga, diberi tubuh sehat adalah rahmad juga,
digandakan-Nya pahala pun rahmad juga. Segala hal yang dikurniakan kepada
manusia adalah rahmad.

Sesungguhnya apabila rahmad Allah itu telah turun ke atas hati manusia maka
ia akan menyebabkan lahirnya rendah hati dan rasa patuh terhadap Allah SWT.
Adapun tanda seseorang itu mendapat rahmad Allah itu ia tidak merasa angkuh
terhadap Allah, mudah untuk mematuhi segala perintah-Nya, tidak membangkang
segala kewajiban atau melanggar batas larangan-Nya, tidak mencoba mencari
hukum yang lain dari apa yang menjadi ketentuan oleh Allah.

Karenanya apabila seseorang merasa lemah hendak melakukan sesuatu yang
makruf seperti solat, puasa, zakat serta melakukan jihad dan berdakwah,
maka ia mengharap agar Allah SWT memberikan pertolongan-Nya agar memudahkan
untuk melakukannya. Seperti mencari ilmu, beribadah, mencari harta dan apa
saja, hati manusia yang lembut akan mengharapkan menerima rahmad Allah,
ia akan sentiasa berdoa memohon pimpinan Allah dan pertolongan Allah.

Harus kita akui bahwa ibadah, amal saleh, dan bentuk-bentuk ketaatan
lainnya kepada Allah SWT, masih lebih sedikit bila dibandingkan dengan
aneka kemaksiatan dan dosa yang kita lakukan pada-Nya. Sebaliknya,
dibanding rahmad-Nya yang sampai kepada kita atau murka- Nya, yang justru
deras mengguyur kita adalah rahmat-Nya. Padahal, yang meluncur kencang
adalah kemaksiatan dan dosa kita. Seakan murka-Nya tersembunyi di balik
kasih sayang atau rahmad Allah.
Benarlah demikian adanya. Setiap hari kita menabung dosa, tapi justru
dibalas oleh rahmad-Nya. Bukankah kita masih diperkenankan hidup. Udara
dunia masih bisa kita hirup. Bahkan, berbagai fasilitas kehidupan pun masih
dipenuhi. Alam masih relatif bersahabat dengan kita bila dibandingkan
dengan umat-umat terdahulu yang langsung diazab dan direspons oleh alam
ketika dosa dan kemaksiatan semakin merajalela. Sekali lagi ini menandakan
rahmad Allah di atas murka-Nya. Karena itu, di hadapan para sahabatnya,
Rasulullah berpesan, “Tatkala Allah menciptakan seluruh makhluk, Allah
menuliskan di dalam kitab-Nya, yang kitab itu berada di sisi-Nya di atas
Arsy, yang isinya adalah: “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan
kemurkaan-Ku.” (HR Bukhari Muslim).

Pernah terjadi suatu waktu, rombongan tawanan perang dihadapkan kepada
Rasulullah. Di tengah-tengah rombongan itu ada seorang ibu yang sedang
mencari-cari bayinya.
Tatkala dia berhasil menemukan bayinya itu maka dia pun memeluknya
erat-erat ke tubuhnya dan lalu menyusuinya. Saat itulah Rasulullah bertanya
kepada rombongan itu. “Apakah menurut kalian ibu ini akan tega melemparkan
anaknya ke dalam kobaran api?”
Rombongan itu menjawab, “Tidak mungkin, demi Allah. Sementara dia sanggup
untuk mencegah bayinya terlempar ke dalamnya.”

Maka Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh, Allah lebih sayang kepada
hamba-hamba-Nya daripada ibu ini menyayangi anaknya.” (HR Bukhari Muslim).

Jika kini kita semakin yakin betapa luasnya rahmad Allah Ta’ala maka
seharusnya kita lebih bersemangat lagi untuk menjemputnya dan jangan sampai
terlintas dalam benak pikiran untuk berputus asa. Sikap putus asa ini
adalah sifat orang-orang kafir dan sesat.

“Mereka menjawab, ‘Kami menyampaikan berita gembira kepadamu dengan benar
maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.’ Ibrahim
berkata, ‘Tidak ada orang yang berputus asa dari rahmad Rabb- Nya, kecuali
orang-orang yang sesat’.” (QS al-Hijr: 55-56).

Yakinlah, siapa pun kita masih terbuka peluang meraih rahmad Allah SWT,
walaupun banyak dosa dan kotoran kesalahan menyelimuti diri kita. Ingatlah,
selama kita masih menghela napas, maka pintu rahmad Allah SWT senantiasa
terbentang luas. Allah akan memberikan rahmad-Nya kepada orang-orang yang
mengharap dan memintanya.



" Ya Allah ampunilah daku, berilah rahmad padaku, penuhilah segala
kekuranganku, berilah hidayah kepadaku, tolong afiatkan (sehatkan) aku dan
ampunilah daku."


*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and
SOUL!!! ...."
*
**
*- Aga Madjid -*

-- 
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"aga-madjid" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.


Kirim email ke