** **
**UTUH KEMBALI**
** **

*Diagnosa Yang Mengejutkan*

Peristiwa ini terjadi belum lama kira-kira  sejak 1 tahun yll. Saat kami
dikejutkan oleh hasil diagnosa dokter yang sedang melakukan USG pada
kandungan istri saya. Waktu itu saya antar isteri ke dokter RS Pantirapih
Jogja untuk melakukan cek up routin setahun sekali. Cek up jantung,
paru-paru, hati, pankreas, liver. Semua hasilnya baik, *matur sembah nuwun
duh Gusti…!*  Lantas saya minta dokter memeriksa bagian organ ginjal,
dokter mulai mengarahkan ujung sensor USG ke bagian ginjal. Lalu dokter
bilang,” *ginjal kiri dan kanan semuanya baik …tak ada masalah* *!* *Loh..*??
Saya seketika meminta pak dokter mengulangi diagnosa ginjal,” *coba dokter,
saya minta diulangi lagi, saya ingin melihat mana dan seperti apa ginjal
sebelah kiri, dan yang sebelah kanan !?* Dokter menuruti kembali
mengarahkan alatnya untuk mengecek ginjal kanan, ya terlihat jelas dan
bagus ! Sebentar kemudian istri saya meminta dokter segera mengecek ginjal
kirinya sembari layar USG diarahkan lebih jelas ke hadapan istri saya yang
saking penasarannya. Istri saya terperanjat, “*dokter…itu benar ginjal kiri
saya ?* Dokter menyahut, “*ya benar, memang kenapa bu…?* Saya dan istri
hanya diam namun saling bertatapan mata beribu makna karena terkesima. Saya
menyahut, “*nggak apa-apa kok dok…makasih dok !* ****



****

*Satu Ginjal, Menjadi Utuh Kembali*

Sepulang dari USG, saya dan istri masih tercengang atas apa yang tampak
oleh hasil diagnosa USG tadi. *Ginjal kiri kanan utuh ??!!* Mungkin bagi
orang yang tak pernah menghibahkan satu ginjalnya ke orang lain, bukanlah
hal yang mengejutkan. Namun karena istri saya 20 tahun yll pernah
menghibahkan ginjal sebelah kirinya kepada Ibu angkatnya. Awal dari kisah
ini, pada waktu istri saya duduk di bangku SLTA, diangkat anak oleh
keluarga petinggi AD di Jakarta. Beberapa tahun setelah diangkat anak, Ibu
angkat istri saya mengalami gagal ginjal kedua-duanya (kiri-kanan). Waktu
itu satu persatu anak-anak kandung diperiksa ginjalnya apakah cocok dan
memenuhi syarat medikal untuk ditransplantasi ke Ibu kandungnya. Aneh, tak
satupun yang cocok dan memenuhi sarat medis. Sebaliknya hanya ginjal milik
anak angkatnya saja yang cocok dan memenuhi sarat medis, alias ginjal milik
(calon) istri saya.  Transplantasi dilaksanakan di RSAD Gatot Subroto
Jakarta, sejak itu sekian puluh tahun istri saya hidup dengan satu ginjal
saja. Efeknya hanyalah agak cepat merasa lelah. ****

 ****

Waktu itu Ibu angkatnya (calon) isteri saya sudah berumur sekitar 60 tahun
sewaktu ginjalnya ditransplantasi. Pada usia sekitar 75 tahun Ibu angkat
meninggal dunia dengan tenang dan sakit karena tua. Berarti ginjal istri
saya dipakai selama kira-kira 15 tahun lamanya. Lalu, pada suatu siang hari
(calon) istri saya yang waktu itu sudah tinggal lagi di Jogja, tiba-tiba
dipanggil Ibu angkat yang sedang opname di RSAD Jakarta. Sesampainya di
Jakarta langsung menuju RS membesuk Ibu angkat. Lantas beliau berkata pada
(calon) istri saya,” *Hyas…aku matur nuwun banget yo wis mbok silihi
ginjelmu seprana-seprene, saiki aku wis ora butuh meneh….nyoh tampanen
ginjelmu saiki tak balekke nyang nggonmu yo*. (Hyas, aku berterimakasih
sekali ya, sudah kamu pinjemi ginjalmu selama ini, sekarang aku sudah tidak
perlu lagi, nih..terimalah ginjalmu sekarang aku kembalikan padamu ! Ibu
angkat berucap demikian dengan penuh ketulusan berterimakasih, sembari
tangannya seolah-olah memungut ginjalnya di perutnya sendiri lalu
ditempelkan ke perut (calon) istriku. Malamnya Ibu angkat meninggal dunia
dengan tenang, pulang ke haribaan Tuhan YME.****

 ****

Pada Tahun 2005 akhir, saya pernah bermimpi namun sulit membedakan apakah
tadi itu mimpi atau memang dalam keadaan setengah sadar saya melihat ada
seorang berpakaian layaknya Raja, diiringi beberapa orang berpakaian Jawa
kuno membawa semacam *bokor kencana* (cupu besar terbuat dari emas).
Setelah dibuka, bokor kencana tersebut berisi ginjal dan dengan sekejap
kurang dari 5 detik, rombongan tadi seperti “memasang” ginjal yang
dibawanya ke dalam perut istri saya. Sewaktu saya sadar betul, dalam posisi
sedang terduduk di atas *amben*, samping istri saya yang sedang tertidur
seperti orang dibius. Saya bangunkan istri dan saya tanya apa yang
dirasakan, katanya tidak merasakan apa-apa. Saya menceritakan apa yang
barusaja terjadi di alam mimpi entah *noumena* gaib kali ini saya tak bisa
membedakannya. Setelah kejadian itu, kami tak pernah membahas lagi, namun
istri saya merasakan badannya tidak seperti dulu karena terasa lebih fit
dan tak mudah lelah. Barulah pada awal 2008 ketika kami pergi ke dokter
melakukan cek up routin, semua misteri itu terkuak. Sampai-sampai kami
berdua ragu atas hasil diagnosa dokter, hingga akhirnya kami berkunjung ke
tempat saudara yang buka RS di Majenang, untuk bersilaturahmi dan sekalian
melakukan USG lagi. Hasilnya sama, ginjal istri saya benar-benar telah
pulih, kembali menjadi dua lagi setelah sekian puluh tahun dihibahkan
kepada Ibu angkatnya.****



****

*Mukjizat Menakjubkan*

Dari kisah di atas ada suatu pelajaran berharga untuk hidup kami berdua
khususnya,  bahwa segala sesuatu yang mustahil hanyalah karena keterbatasan
kekuasaan manusia semata, sementara itu tak ada yang mustahil bagi Hyang
Mahawisesa, Tuhan Yang Mahakuasa. Apapun bisa terjadi. Selain itu, segenap
pertanyaan yang ada dalam benak selama ini terjawab sudah. Benar apa yang
dinasehatkan oleh leluhur waktu itu, bahwa *kodrat dapat diwiradat melalui
kasih sayang dan ketulusan yang luar biasa*.

Tanpa ada contoh atau pengalaman hidup yang dapat dijadikan sebagai
indikator mengukur ketulusan dan kasih sayang yang seperti apa sehingga
dapat menjadi syarat terjadinya *wiradat*, tampaknya saya tak akan mampu
memahami kalimat tersebut. Di satu sisi Ibu angkat istri saya telah
mencurahkan kasih sayang yang tulus pada istri saya selayaknya anak kandung
sendiri. Sementara itu istri saya memberikan ginjalnya kepada ibu angkatnya
dengan penuh ketulusan dan keikhlasan pula tanpa berharap imbalan
apapun.Masing-masing melakukannya secara tulus dan penuh kasih. Bahkan
saat
dibagikan warisan berupa sebidang tanah dan bangunan di Cipayung Bogor,
istri saya tetap menolak, alasannya justru karena pernah memberikan sesuatu
yang sangat berharga pada Ibu angkatnya. Takut bila akan mencemari atau
menggugurkan ketulusan yang pernah ia berikan pada sang Ibu (angkat).

Dan selama puluhan tahun hanya dengan satu ginjal harus bekerja berat agar
dapat menanggung banyak kehidupan. Selama itu tak pernah ia mengeluh dan
merasa menyesal, bahkan pada suatu waktu saat kena marah ibu angkat, tak
pernah pula istri saya mengungkit-ungkit jasa baiknya. Yah, saya banyak
belajar tentang budi pekerti yang luhur (*akhlakul karim*), ketulusan,
keikhlasan, dan ketabahan yang ada pada istri saya tercinta.  Dan saya
menyaksikan dengan mata kepala sendiri, betapa kekuasaan Tuhan sungguh
sangat dekat dengan diri manusia. Tuhan…Gusti Allah, Gusti kang Akaryo
Jagad, jauh tidak ada jarak, dekat tak bersentuhan. *Matur sembah nuwun duh
Gusti Ingkang Murbeng Dumadi*, sebagai wujud terimakasihku, aku harus
selalu belajar tulus, ikhlas, sabar, dan tabah. *Jangan enggan membantu
sesama, berbuat baiklah pada orang lain tanpa pamrih, tak perlu
berharap-harap pahala, tak suka membangun permusuhan, hanya kinarya
karyenak ing tyas sesama*. Kembali pada *kodrating manungsa*, *duwe rasa,
ora duwe rasa duwe*.  Sebagai wujud *netepi* kodrat Ilahi Yang Maha
Pengasih dan Penyayang. *Berbuat baik pada orang lain itu  sesungguhnya
berbuat baik untuk diri kita sendiri*. Dan satu lagi ; *mukjizat Tuhan
hanya bagi orang yang percaya saja.*****
------------------------------

-- 
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"aga-madjid" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.

Kirim email ke