*PEMIMPIN DARI DALAM*
Eileen Rachman & Sylvina Savitri
EXPERD
HOGAN PERSONALITY ASSESSMENT

Dimuat di Kompas, 7 September 2013

Banyak orang menganalogikan kepemimpinan dengan kesuksesan. Kehidupan
pemimpin selalu dikaitkan dengan sesuatu yang baik. Bahkan, banyak bawahan
yang terkagum-kagum dengan apa yang dimiliki dan dilakukan pemimpinnya,
terlepas dari benar atau salahnya. Orang lebih sering membayangkan pemimpin
dari bagaimana pembawaannya, apa yang ia tampilkan, sehingga jarang orang
membayangkan bahwa dalam kepemimpinan, ‘rasa’  dan kepribadian itu sangat
penting. Terlihat betapa kita lebih sering mementingkan ‘looks’ daripada
‘feels’-nya.

Kualitas diri seorang pemimpin akan diuji dan disorot saat ia memecahkan
masalah, memilih individu yang potential untuk menjadi bawahannya, juga
menguatkan manajemen kinerja dan pembelajarannya. Hal yang sering kita
lihat, saat seorang peimpin diangkat, kita kemudian merasakan ia berjarak
dengan bawahannya. Seringkali, meski memiliki kecerdasan dan kemampuan
teknis yang tidak diragukan, pemimpin jelas segera sorot bila ia tidak
memiliki purpose yang jelas, sulit membawa tim menghayati masalah, dan
tidak mampu mencari solusi dan mengubah kebiasan. Alhasil kita mulai
meragukan kemampuannya sebagai pemimpin.

Sebaliknya, kita bisa melihat seorang pemimpin saat ia bisa membentuk
sinergi kelompoknya. Seorang CEO, yang kemampuan bahasanya pas-pasan,
berhasil membawa  sebuah perusahaan ke kinerja paling atas, dan membuat
perusahaan sangat terkenal dengan sinergi timnya. Beliau memang dikritik
karena sedikit ketinggalan dalam memandang perkembangan teknologi ke depan.
Namun, ia berpendapat bahwa banyak ahli teknologi yang bisa berada dalam
timnya. “Masalahnya bukan di perubahan sistem dan teknologi, tetapi lebih
kepada kemampuan menggerakkan pemikiran dan hati setiap bawahan”. Ia tidak
segan ‘pasang badan’ untuk bergaul, maupun bersusah-susah dengan bawahan.
Prinsip yang ia pegang: “People don't grow from the neck up”. Kita harus
melibatkan head, heart dan hand-nya”. Ia juga tidak segan mengeluarkan
testimoni tentang bagaimana ia mendapatkan keyakinan-keyakinannya sebagai
manusia, maupun sebagai pemimpin. Kita bisa segera angkat topi karena
merasakan betapa beliau sangat “mindful” dan penuh perasaan dalam
mengembangkan potensi timnya. Seperti diungkapkan  John C. Maxwell
“Leadership is not about titles, positions or flowcharts. It is about one
life influencing another.”

*Pemimpin adalah Pembentuk Karakter

*Setiap pemimpin perlu sadar sesadar-sadarnya bahwa seluruh perilaku dan
‘value system’ pribadinya akan diawasi ‘followers’nya. Komitmennya akan
dihitung, konsistensi antara bicara dan kenyataan akan ditunggu. Apa yang
ia janjikan di dalam meeting, komentar dan celetukannya terhadap situasi
tidak lepas dari perhatian orang lain. Begitu apa yang dijanjikan
betul-betul dilakukan dan terbukti benar, ‘followers’ pun akan mulai
bergerak sejalan dengan apa yang diarahkan oleh sang pemimpin. Apa
sebenarnya yang menggerakkan para ‘followers’ ini? Self leadership yang
kuatlah yang memancarkan karisma seorang pemimpin. Karakter pemimpin yang
seolah-olah terpampang di etalase-lah yang menjadi panutan pengikutnya.
Sebelum ‘self leadership’ kuat, arahan pemimpin hanya ‘sesuatu’ di atas
kertas yang tidak menyatu dengan dirinya. Itulah sebabnya pemimpin harus
menguatkan karakternya dahulu, sehingga bisa menjadi pusat perubahan,
ditengah beraneka ragam karakter followersnya.

Seorang pemimpin, apakah itu pemimpin RT/RW, pemimpin keluarga, apalagi
pejabat negara, paling tidak perlu mendalami apa itu kepribadian dan
bagaimana kepribadiannya terbentuk. Ia perlu mengklarifilasi ‘nilai-nilai’
yang dia anut, mengakui kekuatan dan kelemahannya, meningkatkan kemampuan
bicara dan presentasinya sehingga ia bisa membagi enerji dan waktunya agar
sempat membangun kepribadian para followers-nya. Sudah tidak jamannya lagi
pemimpin mengeluh mengenai timnya, apakah kemampuan atau karakternya.
Sebaliknya, pemimpin harus membangkitkan keyakinan pada anak buahnya, bahwa
ia bisa menjadi orang yang lebih mumpuni dan lebih baik. Kita lihat betapa
Jokowi –Ahok menerima anak buah apa adanya dan mencoba mengembangkan dari
yang ada, plus mengubah karakternya. “Our character defines us. Only after
we determine who we are can we know how to grow.”

*Open Intelligence

*Saat seseorang di angkat menjadi pemimpin, sering kita lihat lay-out
ruangan dipindah  menjadi ruang tersendiri yang lebih besar, lebih
‘private’. Fasilitas, seperti tempat makan atau kendaraan pun terpisah,
dengan kondisi lebih baik. Bila tidak hati-hati, hal ini bisa membuat para
pemimpin lupa bahwa ia sebetulnya perlu berada di tengah pengembangan dan
perubahan ‘followers’-nya. Kepemimpinan bukan "solo practise”. Pemimpin
punya peran krusial untuk menggerakkan, mendorong orang lain dan memberi
arahan. Pemimpin perlu peka bila ada ketidakkompakan anak buah, penolakan,
rasa tidak nyaman. Ia juga harus mengetahui “timing” kapan mengguncang anak
buah untuk bergerak. Pemimpin perlu berani membentuk komunitas gaya
barunya. Di masa sekarang, pemimpin jelas perlu upaya yang lebih smart dan
gesit. Bagaimana mungkin seorang pemimpin yang ‘tertutup’ dan ‘tidak
terbaca’ oleh anak buah bisa mengarahkan emosi anak buah? Sudah waktunya
kita membuktikan apa yang dikatakan Mahatma Gandhi: I suppose leadership at
one time meant muscles; but today it means getting along with people.

Sebagai pemimpin kita tidak bisa mempunyai persepsi yang realistik bila
kita berjarak dengan lapangan, yang lebih dikuasai bawahan. Kita perlu
selalu ingat bahwa ‘business’ seorang leader adalah menemukan kesempatan,
bekerja dengan persepsi bawahan, mendeteksi kesulitan praktis dan menikmati
kesuksesan yang dialami anak buah?  Pemimpin perlu mengembangkan “open
intelligence’ sambil  kuat-kuat menjaga prinsip, ‘engagement’ dan
integritasnya. Apapun dan dimana pun bentuk kepemimpinan yang ada di pundak
kita, peran terbesar kita adalah memberi inspirasi kepada ‘follower’ kita.




*EXPERD CONSULTANT
*Adding value to business results
Kemang 89 Building, 3rd - 4th Floor
Jl. Kemang Raya No. 89, Jakarta 12730
Telp. 021-718 0805
Fax.  021-718 3101
*http://www.experd.com* <http://www.experd.com>
*http://jobs.experd.com* <http://jobs.experd.com>
















*".... I am the KING to my own UNIVERSE that Rule my MIND, BODY and
SOUL!!! ...."
*
**
*- Aga Madjid -*

-- 
-- 
you have this email because you join to "aga-madjid" GoogleGroups.
to post emails, just send to :
[email protected]
to join this group, send blank email to :
[email protected]
to quit from this group, just send email to :
[email protected]
please visit to www.facebook.com/aga.madjid,
add my Yahoo Messenger at [email protected] or
add my twitter @aga_madjid
thanks for joinning this group.

--- 
You received this message because you are subscribed to the Google Groups 
"aga-madjid" group.
To unsubscribe from this group and stop receiving emails from it, send an email 
to [email protected].
For more options, visit https://groups.google.com/groups/opt_out.

<<Picture (Device Independent Bitmap) 1.jpg>>

Kirim email ke