--- In [email protected], Melawan Kristenisasi <melawankristenis...@...> 
wrote:

9 ALASAN KENAPA HARUS MENINGGALKAN ISLAM

1. Allah bukan Tuhan.
Jika ada yang bilang allah artinya Tuhan, maka tolaklah.
Jika kita mengikuti jalan pikiran muslim, 'Allah' artinya "Sang Tuhan."
Meski begitu ucapan la ila ha illalah telah membuat kata "allah" bukan lagi 
berarti "sang tuhan"  melainkan sudah berarti "tuhan yang itu."
Buktinya jika kita terjemahkan kata la ila ha ilallah maka artinya "tiada tuhan 
selain sang tuhan". kalimat ini masih aneh. Tuhan dan sang tuhan jika dibuat 
dalam ucapan itu kan sama saja. Ucapan ini janggal jika diartikan begitu. 
Karena itulah arti sebenarnya dari allah adalah:
allah = Tuhan yang itu ---> yang dibicarakan di al quran dan hadist --> yang 
sesuai dengan anggapan-anggapan Muhammad dan org arab saat itu.

2. Nama-Nama Tuhan yang disebut Asmaul Husna itu tidak mencerminkan Tuhan yang 
sesungguhnya.
Tuhan tak mungkin terpengaruh dengan sifat yang ia ciptakan sendiri. Muslim 
yang sudah berpendidikan pun menjadi malu dengan agama yang ia yakini dan 
mencoba mengubahnya dengan arti-arti baru.
Ar Rahman yang berarti Sang Pengasih telah diubah menjadi Yang Memiliki Mutlak 
sifat Pengasih. Tapi tak apa, nanti bisa Kami kembalikan artinya seperti 
semula, dengan mengucap mantra Harumnya kayu cendana tak dapat melawan arah 
angin.
Harumnya kebenaran dapat melawan arah angin.

3. Beberapa wirid dalam Islam sudah tak relevan lagi untuk diteruskan.
Selain yang Kami katakan soal "astagfirulah" sebelumnya juga soal di bawah ini:
Subhanallah = maha suci allah.
Suci dan murni artinya beda.
Org berkata "air murni", "air suci", artinya beda kan.
Manusia menjadi murni tak bisa, krn murninya manusia hanya "bodoh, sombong, tak 
peduli."
Manusia menjadi suci bisa.
Tapi tuhan tak bisa menjadi suci. Bahkan melekatkan kata "suci" pada tuhan 
hanya dilakukan oleh umat agama yang tak tahu apa-apa. Kata "suci" berarti 
telah terjadi satu intervensi untuk mengubah yang buruk menjadi baik. sedangkan 
kata "murni" berarti "dari asal mulanya memang sudah begitu apa adanya."

3. Dalam Al-Quran banyak ayat-ayat pagan.
Buktinya surat At Tiin.
Berhati-hatilah terhadap muslim yang mencoba mengubah-ubah tafsir surat at 
tiin. Untuk mewaspadainya lihat contoh di bawah:
Demi kesehatan, Allah berkata "kebersihan adalah sebagian dari iman"
Demi buah Tin, Allah berkata "kebersihan adalah sebagian dari iman."
Berhati-hatilah dengan segala usaha mereka bersilat lidah di milis-milis.

4. Banyak kontradiksi dalam Alquran.
1). Orang-orang Islam mempunyai berapa ramai ibu?
a. Hanya satu:
Orang-orang yang menzihar isterinya di antara kamu, tiadalah isteri mereka itu 
ibu-ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain HANYALAH wanita yang melahirkan 
mereka.Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan yang 
mungkar dan dusta.Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. (QS. 
58:2)
b. Lebih dari seorang:
Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka 
sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka.Dan orang-orang yang 
mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam 
Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali 
kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang 
demikian itu telah tertulis didalam Kitab (Allah). (QS. 33:6)

2). Kalimat-kalimat Allah berubah atau tidak?
a. Tiada perubahan
Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di 
akhirat. Tidak ada perobahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu 
adalah kemenangan yang besar. (QS. 10:64)
b. Ada perubahan
(QS. 16:101)
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai 
penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka 
berkata:"Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan 
kebanyakan mereka tiada mengetahui. 
(QS. 2:106)
Apa saja ayat yang kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, 
Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau sebanding dengannya. Tiadakah 
kamu mengetahui bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 

5. AlQuran mengajarkan bahwa kekerasan harus dibalas kekerasan.
Q 9:39
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan 
siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak 
akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas 
segala sesuatu.
Q 9:73
Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, 
dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu 
adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.
Q 2:216
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu 
benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal hal itu amat baik bagimu, dan 
boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal hal itu amat buruk bagimu; 
Allah mengetahui, sedang kamu tidak (pula) mengetahui. (Tuhan muslim merayu 
hambanya untuk menumpahkan darah)
Q 9:123
Hai orang-orang yang beriman, bunuhlah orang-orang kafir yang di sekitar kamu 
itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, 
bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.

('Tuhan' muslim menciptakan manusia hanya untuk diadu.)

6. Kebijaksanaan Allah yang kejam bukan cuma berlaku di saat perang tapi juga 
di saat sedang damai.
"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya 
(sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari 
Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana" - Q.S. Al-Maidah 5.38.

7. Hadist islam terus-menerus dipalsukan, ditambah, dan dikurangi.
contoh hadist palsu. hadist muhammad diludah orang kafir lalu diam saja malah 
mengasihinya adalah contoh hadist palsu.

8. Tingkat kesadaran Nabi Muhammad belum tinggi.
Sebagai nabi seharusnya tingkat kesadarannya lebih tinggi dari umatnya.
Tapi Muhammad belum mencapai tingkat sufi, tak punya kebijaksanaan hanya punya 
peraturan-peraturan saja, misalnya cuci kaki sebelum tidur, cuci tangan sebelum 
makan, dsb.

9. Tradisi dalam Islam sangat munafik.
a. Para muslim sangat munafik. Mereka menghujat homosexualitas padahal Muhammad 
sendiri juga suka laki-laki.
"Dan berkeliling di sekitar mereka remaja pria untuk (melayani) mereka, 
seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan." - QS. 52:24.
"Mereka dikelilingi oleh remaja pria yang tetap muda." - QS. 56:17.
"Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan pria yang tetap muda. Apabila kamu 
melihat mereka kamu akan mengira mereka mutiara yang bertaburan." - QS - 76:19.

b. Islam memaksa orang untuk percaya dengan alasan sebagai agama langit.
Meskipun suatu agama termasuk agama langit, tapi bukan berarti benar. Karena 
jika kita simak Islam, Islam itu memang menyuguhkan sedikit tehnik pembersihan 
fisik, tapi Muhammad tenang-tenang saja melihat ayat-ayat kekerasan di 
Al-Quran. Berarti dia bukan termasuk nabi yang baik.

Sebenarnya masih banyak kesalahan ajaran Islam, misalnya soal Alquran yang tak 
sesuai dengan science (dua tempat terbit matahari, matahari terbenam di lumpur, 
kapal bergerak hanya jika ada angin, bumi rata dan dihamparkan seperti karpet, 
menjadikan langit sebagai atap, menjaga agar atap itu tak jatuh ke bumi, 
melempar setan yang lewat dengan memakai komet, di atas bumi yang rata 
diletakkan gunung-gunung agar tak guncang selama berada di atas punggung ikan 
paus yang bernama Nun, dsb)

Pada pokoknya masih banyak kerugian-kerugian yang ditimbulkan agama Islam pada 
pengikutnya. Jika mau jadi orang bermutu murtadlah selagi muda.



Kirim email ke