Mosab Hassan Yousef
http://putrahamas.blogspot.com/2010/04/mosab-hassan-yousef.html
Oleh Mosab Hassan Yousef
Dibantu oleh Ron Brackin

FREE E-BOOKS about ISLAM

http://www.buktisaksi.com/resources

Kisah mencekam penuh teror, pengkhianatan, intrik politik, dan pilihan² yang 
tak terbayangkan.

 


Mosab Hassan Yousef

Bagi yang tercinta ayahku dan keluargaku yang terluka
Bagi korban² perseteruan Palestina – Israel
Bagi setiap umat manusia yang telah diselamatkan oleh Tuhanku

Wahai keluargaku, aku sangat bangga dengan kalian; hanya Tuhanku saja yang 
mengetahui segala hal yang telah kalian alami. Aku menyadari bahwa apa yang 
telah kulakukan menyebabkan luka yang dalam yang mungkin tak akan bisa sembuh 
di masa hidup ini dan mungkin kalian harus hidup dengan rasa malu untuk 
selamanya.

Aku bisa saja jadi seorang pahlawan dan membuat masyarakatku bangga akan 
diriku. Aku tahu jenis pahlawan apa yang mereka inginkan: seorang pejuang yang 
membaktikan dirinya dan keluarganya bagi kepentingan negara. Jikalau aku 
terbunuh, maka mereka akan menyampaikan kisah diriku pada generasi mendatang 
dan mereka akan merasa bangga terhadap diriku untuk selamanya, tapi pada 
kenyataannya aku bukanlah pahlawan yang mereka harapkan.

Sebaliknya, aku telah jadi pengkhianat di mata bangsaku. Meskipun dulu aku 
pernah membuat kalian bangga akan diriku, sekarang aku hanya membawa malu saja. 
Meskipun dulu aku adalah seorang pangeran bagimu, sekarang aku adalah orang 
asing di negeri orang yang melawan kesepian dan kegelapan.

Aku tahu kalian memandang aku sebagai seorang pengkhianat; tapi mohon untuk 
mengerti bahwa aku tidak bermaksud berkhianat pada kalian, tapi aku berkhianat 
pada angan² kalian akan sosok seorang pahlawan. Ketika negara² Timur Tengah – 
Yahudi dan Arab – mulai mengerti apa yang kumengerti, maka akan timbul 
perdamaian. Dan jika Tuhanku telah ditolak karena menyelamatkan seluruh dunia 
dari hukuman neraka, maka aku tidak keberatan ditolak!

Aku tak tahu apa yang akan terjadi di masa datang, tapi aku tahu aku tidak 
merasa takut. Sekarang aku berikan apa yang menolong diriku untuk bisa selamat 
sampai sekarang: semua rasa bersalah dan rasa malu yang kutanggung selama 
bertahun-tahun hanyalah bayaran yang kecil saja jika semua ini bisa 
menyelamatkan bahkan satu nyawa seorang manusia saja.

Berapa banyak orang yang bisa menghargai apa yang telah kulakukan? Tidak 
banyak. Tapi itu tak jadi masalah. Aku percaya apa yang kulakukan dan aku tetap 
yakin sampai sekarang, dan keyakinan ini menjadi bahan bakar satu²nya bagiku 
dalam perjalanan panjang ini. Setiap tetesan darah orang tak berdosa yang 
berhasil diselamatkan dari kematian memberi harapan bagiku untuk terus berjuang 
sampai hari akhir.

Aku telah bayar, kau pun telah bayar, tapi tagihan perang dan damai terus 
berdatangan. Tuhan menyertai kita semua dan memberi apa yang kita butuhkan 
untuk menanggung beban berat ini.






[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke