JURUMASAK MUSLIM TERJEBAK DALAM PENIPUAN ISLAMIK-NYA
http://kesalahanquran.wordpress.com/2010/05/27/jurumasak-muslim-terjebak-dalam-penipuan-islamik-nya/

Chef/Jurumasak Muslim ini bernama Hasanali Khoja . Ia menuduh Polisi 
Metropolitan London gagal mempertimbangkan tuntutannya bahwa ia sebagai Muslim 
tetapi disuruh oleh manager cateringnya untuk menangani masakan dari 
produk-produk babi. Tampaknya ia ingin mendapatkan keuntungan finansial dengan 
memainkan game Islamik-nya sebagai seorang yang “dizalimi majikan”. Namun game 
ini berakhir menjadi bumerang bagi dirinya.

Chef ini digaji 23.000 pound sterling setahun. Dia mengklaim bahwa majikannya 
menyuruh dia memakai sarung tangan dan jepitan untuk memegang barang-barang 
haram yang akan dimasaknya. Namun tuntutan Mr. Khoja ini (62 tahun) gugur di 
bulan Mei ketika ada seorang pegawai polisi melaporkan bahwa ia melihat Mr. 
Khoja justru makan bacon rolls dan sosis. Maka Metropolitan Police Authorithy 
(MPA) memerintahkan Mr. Khoja untuk membayar denda sedikitnya sebesar 76.200 
pound sterling. MPA mengatakan bahwa Mr. Khoja telah mengetahui bahwa ia telah 
meminta bacon rolls sebanyak 2 atau 3 kali untuk konsumsi pribadinya. Ini 
terjadi sebelum ia membawa perkara ini ke Polisi.

Mr. Khoja adalah Advisory Committe pada Foods Standarts Agency untuk isu-isu 
Muslim. Ia telah mengambil keputusan untuk memperkarakan pimpinan Scotland Yard 
yang membuat gajinya tidak dibayar selama 1 tahun sejak ia menolak bekerja 
dengan produk-produk babi. Namun kasus ini gugur lagi ketika seorang caterer, 
Mary Boakye, menerangkan kepada Pengadilan bahwa ia melayani pesanan Mr. Khoja 
untuk bacon rolls sebanyak 2 atau 3 kali pada kantin Met di Heathrow. Tatkala 
Mary menyatakan rasa terkejutnya kepadanya, bahwa ia makan babi, Mr Khoja 
berkilah: “Saya makan ini sesekali saja”. Chef yang lain juga menyaksikan bahwa 
Mr. Khoja pernah memakan hidangan sosis babi dengan gembira, dan mengatakan 
kepada pengadilan bahwa Mr. Khoja bukanlah Muslim taat seperti lainnya. 
(laporan Jihad Watch, 20 Desember 2009)




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke