MARILAH KITA MEMIKIRKAN KEMBALI SOAL BURQA
http://www.buktisaksi.com/blogs/72/2010/06/MARILAH-KITA-MEMIKIRKAN-KEMBALI-SOAL-BURQA
Quran
memang
menyarankan pemakaian purdah.
Namun itu
tidak berarti bahwa kaum wanita harus menaatinya.
Oleh: Taslima Nasreen
Ibu saya
mengenakan purdah. Ia memakai
burqa dengan cadar jaring di wajahnya. Itu mengingatkan saya akan
penyimpanan daging di rumah nenek saya. Ada yang dengan pintu jaring
yang terbuat dari kain, yang lainnya dari besi. Tetapi tujuannya sama,
yaitu: untuk menyimpan daging agar tetap aman. Ibu saya diharuskan
memakai burqa oleh keluarganya yang konservatif. Mereka mengatakan
padanya bahwa mengenakan burqa berarti menaati Allah. Dan jika anda
menaati Allah, Ia akan senang padamu dan tidak akan membiarkanmu dibakar
dalam api neraka.
Ibu saya takut pada Allah dan
juga pada ayahnya. Ayahnya mengancamnya dengan hukuman yang berat jika
ia tidak mau mengenakan burqa. Tidakkah kau merasa gelap gulita di
dalamnya? Tidakkah kau susah bernafas? Tidakkah engkau merasa marah?
Tidakkah kau merasa ingin membuangnya? Ibu saya hanya pasrah. Ia tidak
dapat berbuat apa-apa soal itu. Tapi tidak dengan saya. Ketika saya
berusia 16 tahun, saya dihadiahi sebuah burqa oleh salah seorang kerabat
saya. Saya membuangnya.
Kebiasaan mengenakan purdah
bukanlah hal yang baru. Itu sudah ada sejak 300 SM. Kaum wanita dari
kalangan keluarga aristokrat Asyur telah mengenakan purdah. Kaum wanita
biasa dan para pelacur tidak diijinkan mengenakan purdah. Pada abad
pertengahan, bahkan kaum wanita Anglo-Saxon menggunakannya untuk
menutupi rambut dan dagu mereka dan menyembunyikan wajah mereka di balik
sehelai kain atau benda yang serupa. Sistem purdah ini jelas bukanlah
sesuatu yang bersifat religius. Purdah religius digunakan oleh para
biarawati Katolik dan orang Mormon, walaupun orang Mormon hanya
menggunakannya selama upacara dan ritual keagamaan.
Namun demikian, bagi kaum wanita
Muslim, purdah religius semacam itu tidak dibatasi pada ritual-ritual
namun diwajibkan dalam hidup mereka sehari-hari diluar hal-hal yang
bersangkutan dengan agama. Beberapa bulan yang lalu, pada puncak
kontroversi mengenai purdah, Shabana Azmi mengemukakan bahwa Quran tidak
mengatakan apa-apa tentang pemakaian burqa. Ia keliru. Inilah apa yang
dikatakan Quran:
"Katakanlah kepada wanita beriman: Hendaklah mereka menahan
pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka
menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan
hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka,
atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami
mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara
laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau
wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau
pelayan-pelayan laki-laki yang tidak memiliki keinginan (terhadap
wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan
janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka
sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai
orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung”. (Sura Al Noor 24:31)
"Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu
dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke
seluruh tubuh mereka’. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah
untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha
pengampun lagi Maha penyayang” (Sura
Al Hijaab 33: 59).
Bahkan Hadis – kumpulan perkataan Nabi
Muhammad, pendapatnya mengenai berbagai hal dan juga mengenai
pekerjaannya, yang ditulis oleh orang-orang yang dekat dengannya –
secara ekstensif berbicara mengenai purdah bagi kaum wanita. Wanita
harus menutupi seluruh tubuh mereka sebelum mereka keluar rumah, mereka
tidak boleh pergi dengan pria-pria tidak dikenal, mereka tidak boleh
pergi ke mesjid untuk membaca “namaaz”, mereka tidak boleh menghadiri
upacara pemakaman.
Ada banyak
pandangan tentang mengapa dan bagaimana purdah islami bermula. Salah
satunya mengatakan bahwa Nabi Muhammad menjadi sangat miskin setelah
menghabiskan seluruh kekayaannya untuk istri pertamanya. Pada waktu itu,
di Arab, orang miskin harus pergi ke padang gurun dan dataran-dataran
untuk buang hajat dan bahkan memenuhi kebutuhan seksual mereka.
Istri-istri Nabi juga melakukan hal itu. Nabi mengatakan kepada mereka
bahwa “Aku mengijinkan kamu untuk pergi dan melaksanakan pekerjaan
alamiah kamu”.
(Hadis Bukhari, vol.I, buku
4, No.
149). Dan inilah
yang mulai dilakukan para istrinya.
Suatu hari,
murid Nabi Muhammad yang bernama Umar mengeluh padanya bahwa para wanita
ini merasa tidak nyaman karena mereka langsung dikenali orang ketika
mereka sedang buang hajat. Umar mengusulkan pemakaian penutup tetapi
Nabi Muhammad mengabaikannya. Kemudian nabi meminta nasehat Allah dan Ia
menurunkan sebuah ayat (33:59)
(Hadis Bukhari Buku 026 No. 5397).
Inilah sejarah purdah
berdasarkan Hadis. Tapi pertanyaannya adalah: mengingat kaum pria Arab
juga buang hajat di tempat terbuka, mengapa Allah juga tidak
memerintahkan purdah untuk kaum pria? Jelaslah bahwa Allah tidak
memperlakukan kaum pria dan kaum wanita dengan setara, karena jika tidak
tentunya pria dan wanita harus mengenakan purdah! Pria lebih tinggi
daripada wanita. Jadi wanita diperlakukan seperti penjara berjalan
sedangkan pria seperti burung yang terbang dengan bebas.
Pandangan lain mengatakan bahwa
purdah diperkenalkan untuk memisahkan kaum wanita dari para pelayan. Ini
berasal dari kisah-kisah di dalam Hadis. Sebuah kisah dalam Hadis
Bukhari adalah sebagai berikut: Setelah memenangkan perang Khaybar, Nabi
Muhammad mengambil semua properti musuh, termasuk para wanitanya. Salah
seorang dari kaum wanita itu bernama Safiyah. Salah seorang pengikut
Nabi berusaha mencari tahu status Safiyah. Ia berkata: ”Jika besok kamu
melihat Safiyah berjalan berkeliling dengan berkerudung, mengenakan
purdah, maka ia akan menjadi istri. Jika kamu melihatnya tidak
berkerudung, itu artinya aku telah memutuskan untuk menjadikannya
pelayanku”.
Pandangan ketiga berasal dari
kisah ini. Istri Muhammad yang bernama Aisha adalah seorang wanita yang
sangat cantik. Sahabat-sahabat Nabi seringkali terlihat sedang
menatapnya dengan kekaguman. Ini jelas merisaukan Nabi. Maka Qur’an
mempunyai sebuah ayat yang mengatakan, “Wahai sahabat-sahabat Nabi
atau orang-orang suci, janganlah pergi ke rumah sahabatmu tanpa
diundang. Dan jikalau kamu pergi, janganlah kamu bertanya apa-apa
tentang istrinya.” Sistem purdah ini dibuat untuk menangkal tatapan
jahil para sahabat, pengikut atau tama-tamu pria. Pertama-tama itu
diterapkan hanya untuk para istri orang-orang suci, dan kemudian meluas
kepada semua wanita Muslim. Purdah berarti menutupi seluruh tubuh
kecuali mata, pergelangan tangan, dan kaki. Pada masa kini, beberapa
wanita menerapkan purdah dengan cara menutupi rambut mereka saja. Bukan
itu yang tertulis dalam Hadis Quran. Sebenarnya,
hanya menutupi rambut sama sekali bukanlah purdah islami.
Pada masa permulaan Islam, Nabi
Muhammad mulai melakukan praktek menutupi kaki wanita. Setelah 100 tahun
kematiannya, purdah menyebar di seluruh Timur Tengah. Para wanita
ditutupi lapisan pakaian tambahan. Mereka dilarang keluar rumah, atau
berada di hadapan kaum pria yang tidak dikenal. Hidup mereka dikekang
oleh rejim yang ketat: tinggal di rumah, memasak, membersihkan rumah,
melahirkan anak dan membesarkannya. Dengan cara ini, satu bagian
masyarakat dipisahkan oleh purdah, dikarantina dan ditutupi.
Mengapa kaum wanita ditutupi?
Karena mereka adalah obyek seks. Karena jika kaum pria memandangi
mereka, mereka akan terangsang. Mengapa kaum wanita harus dihukum oleh
karena permasalahan seksual kaum pria? Bahkan kaum wanita pun mempunyai
hasrat seksual. Tetapi kaum pria tidak ditutupi karena hal itu. Dalam agama
yang diformulasikan oleh kaum pria, wanita
dipandang mempunyai eksistensi terpisah, atau sebagai manusia yang
memiliki keinginan dan opini yang berbeda dari pria. Peraturan purdah
tidak hanya melecehkan wanita, namun pria juga. Jika wanita bepergian
tidak mengenakan purdah, seakan-akan pria akan menatap mereka dengan
penuh nafsu, atau menerkam mereka, atau memperkosa mereka. Apakah mereka
kehilangan semua akal sehat mereka ketika mereka melihat ada wanita
yang tidak mengenakan burqa?
Pertanyaan saya kepada Shabana
dan para pendukungnya, yang mengatakan bahwa Quran tidak mengatakan
apa-apa mengenai purdah adalah: Jika Quran menasehatkan kaum wanita
untuk mengenakan purdah, haruskah mereka melakukannya? Jawaban saya
adalah: Tidak. Tidak peduli buku apa yang mengatakannya, siapapun yang
menghimbaunya, siapapun yang memerintah-kannya, wanita tidak boleh
mengenakan purdah. Tidah usah pakai kerudung, cadar, jilbab, penutup
kepala. Wanita tidak boleh mengenakan benda-benda itu karena benda-benda
itu adalah alat untuk tidak menghormati wanita. Benda-benda itu adalah
simbol penindasan terhadap wanita. Melalui benda-benda itu, kepada
wanita dikatakan bahwa mereka hanyalah properti kaum pria, barang untuk
dipakai pria. Semua penutup ini digunakan untuk menjaga agar wanita
tetap pasif dan tunduk. Wanita dihimbau untuk mengenakannya sehingga
mereka tidak dapat eksis dengan respek diri, kehormatan dan keyakinan
mereka, tanpa identitas tersendiri, opini sendiri dan cita-cita yang
utuh. Maka mereka tidak bisa mandiri dan hidup dengan bermartabat.
Sekitar 1500 tahun yang lalu,
oleh karena alasan-alasan pribadi wanita harus mengenakan purdah dan
sejak itu jutaan wanita Muslim di seluruh dunia harus menderita
karenanya. Banyak kebiasaan lama yang mati dengan sendirinya, namun
tidak demikian dengan purdah. Sebaliknya, akhir-akhir ini ada gelombang
yang gila untuk membangkitkannya. Menutupi kepala wanita berarti
menutupi otaknya dan menjamin agar otaknya itu tidak bekerja. Jika otak
wanita bekerja dengan baik, sudah sejak lama mereka membuang
kerudung-kerudung dan burqa yang diberlakukan atas mereka oleh sebuah
rejim religius dan patriarkhal.
Apa yang harus dilakukan kaum
wanita? Mereka harus protes terhadap diskriminasi ini. Mereka harus
mengumumkan perang terhadap perlakuan yang salah dan jahat terhadap
mereka selama ratusan tahun. Mereka harus merampas kembali kebebasan dan
hak mereka dari pria. Mereka harus membuang pakaian lambang
diskriminasi ini dan membakar burqa mereka.
Tentang Penulis:
Taslima
Nasreen
(lahir
25 Agustus
1962, di Mymensingh,
Bangladesh)
adalah seorang mantan dokter dari Bengali Bangladesh yang menjadi penulis
yang telah hidup dalam pengasingan sejak 1994.
Dari
seorang penulis sederhana di akhir 1980-an,
ia bangkit
dan terkenal di seluruh dunia di akhir abad ke-20, ia memberikan
pandangan-pandangan feminis
radikalnya dan kritiknya
terhadap Islam secara khusus dan terhadap agama secara umum.
Sejak meninggalkan Bangladesh pada 1994
ia telah
tinggal di banyak negara,
[1] dan
baru-baru ini (Mar 2010) tinggal di Swedia
setelah diusir dari India pada
2008 karena ia
ditolak oleh ulama Muslim dan menerima ancaman mati dari kaum fundamentalis
Islam.
Ia bekerja
untuk mendukung humanisme sekuler, kebebasan berpikir, kesetaraan bagi wanita
dan hak azasi
manusia dengan
menerbitkan buku, memberi kuliah, dan berkampanye. Namanya, Taslima
Nasrin
(Bengali:
তসলিমা নাসরিন), juga
dibaca Taslima
Nasreen;
ia lebih
dikenal dengan "Taslima,"
nama
depannya, daripada "Nasrin."
Blogroll
1000
KESALAHAN QURAN30 Days InternationalADA APA DG MUSLIMAGAMA PALSUANSWERING
ISLAMARAB BIBLE SOFTWARE
FREEArab World MinistriesARTIKEL ISLAMARTIKEL2
SAM SHAMOUNASAL
USUL QURANAYAT-AYAT
SETANBaca Alkitab bhs ArabBERITA MUSLIM SAHIHBUKTI SAKSICHRIST, MUHAMMAD &
ICONVERSATION
WITH MUSLIMDEBAT ISLAM KRISTENDIAN
EDEWDISKUSI ISMAIL
ISHAKDOWNLOAD ARAB BIBLEDOWNLOAD
ARAB BIBLE MP3DULADIE-BOOKS ISLAMEX
MUSLIM INGGRISEX
MUSLIM JERMANFAITH FREEDOMFF
INDONESIAFORUM MURTADIN INDONESIAGEERT WILDERSGENSGTER of
MOHAMMEDGOSPEL-INJILGRATIS AUDIO
ALKITAB BHS ARABHIDDEN LIESIBNU WARRAQIJTIHAD INDONESIAIn
Search of MuhammadINDEX
ISLAMINDONESIA EX-MUSLIM FORUMINFO
FOR MUSLIMINJIL BAGIMUISA DAN ISLAMISLAM
DAN KRISTENISLAM EXPOSEISLAM EXPOSEDISLAM FOBIAISLAM MENANTI YESUSISLAM
SESATISLAM VS KRISTENISLAM WATCHISLAM:
AGAMA DAMAI?ISLAMIC INVASION bhs
INDONESIAISMAIL DIBERKATIISMAIL
SAUDARAKUJawaban
Sam ShamounJIHAD
DI BARATJIHAD WATCHJOELS TRUMPETKABAR
BAIKKEBENARAN ISLAMKESAKSIAN EX-MUSLIMKESAKSIAN
EX-MUSLIM 2KESALAHAN QURANKOCAK HUMORKONTROVERSI
AYAT2 SETANKRITIK
THD ISLAMLASKAR MURTADINMARK A GABRIELMENGENAL ISLAMMENGENAL ISLAMMENGENAL
MUHAMMADMENJAWAB ISLAMMESJID
TUHANMinistry to MuslimsMORE THAN DREAMSMUHAMMAD SAWMUHAMMAD-ZAINABMUSLIM
BERTANYAMUSLIM HARUS TAHUMUSLIM HOPEMUSLIM
JADI KRISTENMuslim Journey to HopeMUSLIM
YG DICERAHKANMY SPEARPEDSONPERCAKAPAN
DENGAN MUSLIMPRESTASI MUHAMMADPROPHET OF DOOMPUTRA HAMASRELIGION OF PEACEROBERT
MOREYROD PARSLEYSALMAN RUSHDIESATE MUSLIMSAVE-DESTROY
ISLAMSELAMATKAN
MUSLIMSIAPAKAH ALLAH INISIAPAKAH ISASON OF HAMAS's BlogSON OF HAMAS's WebSTOP
ISLAMISASI EROPA!THE QURANVideo Debat Islam-KristenVideo Debate
Islam-KristenWAFA
SULTAN ON YOU TUBEWEB IRSHAD MANJIWHY I AM NOT A
MUSLIMWIKI ISLAMYESUS & MUHAMMAD
Recent Posts
SEPULUH MUJIZAT
KRISTUS DI DALAM Al QUR’ANNama dan
Gelar Kristus di dalam Al-Qur’an dan AlkitabKEHENDAK TUHAN ADALAH SUPAYA SEMUA
ORANG
DISELAMATKAN DAN DAPAT MENGENAL KEBENARANInikah
perlakuan Islam terhadap Wanita yang mulia?BEBERAPA CATATAN DARI ISRAELSanggahan
Ali Sina Untuk Zakir Naik tentang Sains Dalam QuranKepalsuan Dr. Zakir
Naik TerbongkarWanted! Orang Yang
Bisa Bikin Murtad AkuApa itu SYARIAH?JURUMASAK
MUSLIM TERJEBAK DALAM PENIPUAN ISLAMIK-NYALARANGAN
TERHADAP MUSIK RESMI DIBERLAKUKAN HARI INI DI SOMALIAGeller: No
9/11 Mosque!PRESIDEN
OBAMA DI MATA ISLAM DIANGGAP SEBAGAI ORANG YANG MURTADVIDEO
TEMUAN MANUSKRIP QURAN GEGERKAN ISLAMBukti Quran Korup
Sebelum Kalifah Uthman
[Non-text portions of this message have been removed]