Salib
3: BAGAIMANAKAH ANAK ABRAHAM DITEBUS?
http://kabar-sukacita.blogspot.com
SALIB 3
BAGAIMANAKAH ANAK ABRAHAM DITEBUS?
TANTANGAN: Orang-orang Muslim
menerima ajaran Al-Quran, yang mengatakan bahwa manusia bisa
diselamatkan dari neraka dan mendapatkan surga dengan melakukan
perbuatan baik. Inilah sebabnya mereka menolak keyakinan Kristen akan
penebusan dosa atau melalui kematian Kristus sebagai pengganti di kayu
salib. Menurut iman ini, manusia tidak bisa menyelamatkan diri sendiri
melalui perbuatan baik. Namun, keselamatan hanya bisa terjadi melalui
adanya pihak ketiga, yang sebagai pengganti menanggung hukuman atas
dosa-dosa kita. Benarkah memang tidak ada sama sekali jejak penebusan
melalui kematian pengganti dari pihak lain yang bisa ditemukan di dalam
Al-Quran? Haruskah orang Muslim, dengan demikian, secara penuh menolak
iman penebusan melalui kematian Kristus sebagai pengganti bagi kita di
kayu salib?
JAWABAN:
Secara sepintas memang nampak demikian, karena Al-Quran (Surat an-Nisa'
4:157) mengatakan bahwa Kristus tidaklah dibunuh ataupun disalibkan,
karena Ia sama sekali tidak mati. Justru, Allah dikatakan sudah
menyelamatkan Dia dari musuh-musuhnya, yang berniat untuk membunuh-Nya.
Bukannya mati dan bangkit dari kematian, Ia dikatakan diangkat langsung
ke surga (Surat an-Nisa' 4:158), dimana Ia, menurut tradisi Islam
(Hadits), hidup saat ini sampai hari kedatangan-Nya yang kedua kali.
Lebih lagi, menurut Al-Quran, bahkan kalaupun Kristus mati, kematian-Nya
tidak bisa menjadi pengganti menanggung hukuman yang seharusnya dipikul
manusia, karena, secara jelas Al-Quran mengajarkan, tidak ada manusia
yang dibebani oleh dosa yang bisa memikul beban dosa orang lain ( Surat
al-An'am
6:164, al-Isra' 17:15; Fatir 35:18; al-Zumar 39:7 and
an-Najm 53:38)
Namun, kalau diselidiki secara
lebih mendalam, ada kekecualian yang bisa ditemukan. Salah satu bagian
yang paling penting di dalam Al-Quran, yang berbicara mengenai penebusan
dari pihak ketiga, bisa ditemykan dalam konteks kisah mengenai anak
Abraham yang dikorbankan sebagai korban sembelihan.
Kisah ini
ditemukan di dalam Surat as-Saffat 37:99-111: “99 Dan Ibrahim
berkata:"Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan
memberi petunjuk kepadaku. 100 Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang
anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.' 101 Maka Kami beri dia
khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar 102 Maka tatkala anak
itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim
berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku
menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai
bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu
akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.' 103 Tatkala keduanya
telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya),
(nyatalah kesabaran keduanya ) 104 Dan Kami panggillah dia: "Hai Ibrahim
105 sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya
demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik
106 Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.' 107 Dan Kami
tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. 108 Kami abadikan
untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang
kemudian,: 109 (yaitu)"Kesejahteraan dilimpahkan atas Ibrahim". 110
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik..
111 Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Ayat
yang paling penting adalah ayat 107. Kalau diterjemahkan secara harafiah
dari bahasa Arab, maka ayat itu berarti demikian “Dan sudah menebuslah
kami akan dia dengan sebuah korban sembelihan yang agung (besar).”
(Dalam transkripsi Arab: wa-faday-naa-hu bi-dhabhin 'adhim) Untuk bisa
menangkap keseluruhan kekuatan makna dari ayat Al-Quran ini, kita perlu
merenungkan setiap unsur di dalam wahyu Allah ini. Kita akan
melakukannya dengan mengajukan pertanyaan yang muncul baik dari ayatnya
maupun dari konteksnya.
1. “Dan sudah menebus …” (wa-faday-): Di
sini Al-Quran dengan jelas memberikan kesaksian akan adanya penebusan
(fidya, fidaa') yang sudah terjadi melalui adanya korban sembelihan.
Atas dasar pengajaran yang ada di kebanyakan bagian lain di dalam
Al-Quran, seorang Muslim akan bertanya kepada dirinya sendiri : Mengapa
Allah harus melakukan sesuatu (menebus, memberikan korban untuk
disembelih, mengorbankannya)” Mengapa ia tidak membiarkan saja Abraham
melakukan hal itu kepada anaknya? Mengapakah tebusan itu diperlukan?
2.
“… kami …” (-naa-): Al-Quran tidak hanya mengatakan tentang telah
terjadinya penebusan, tetapi bahwa Allah sendirilah sang Penebus itu.
Keagungan dari kata jamak “kami” di sini bukan menunjuk kepada malaikat
atau manusia, tetapi kepada Allah sendiri. Di sini orang Muslim tidak
bisa tidak mengajukan pertanyaan: Mengapa bukan Abraham sendiri yang
menebus anaknya? Mengapa harus Allah yang melakukannya? Dan karena
korban sembelihan itu disebut sebagai “besar (agung),” pasti berarti
bahwa korban itu bukan berasal dari dunia ini, tetapi dari surga. Di
sini muncul pertanyaan selanjutnya bagi orang Muslim: Mengapa bukan
Abraham sendiri yang menyediakan korban untuk disembelih, atau paling
tidak membayar untuk korban itu? Mengapa korban sembelihan itu harus
dari surga, bukan dari dunia ini?
3. “… dia …” (-hu): Kata ini
menunjuk kepada anak Abraham, yang dalam ketaatan yang besar menuruti
ayahnya untuk melalukan semua yang diperintahkan Allah kepadanya. Di
sini seorang Muslim akan bertanya : Apakah anak Abraham memang bersalah,
sehingga ia harus ditebus? Tentu saja tidak, karena ia merupakan
teladan ketaatan yang mutlak. Atau apakah Abraham melakukan dosa ketika
ia mau mengorbankan anaknya, sehingga ia yang harus ditebus? Sekali lagi
jawabannya, “TIDAK!” Karena Allah dengan jelas yang memerintahkan dia
mengorbankan anaknya. Dari situ akan muncul pemikiran baru : Perbuatan
baik yang saya penuhi tidak membebaskan saya dari dosa yang saya
lakukan.
4. “… dengan sebuah kurban sembelihan, …” (bi-dhabhin):
Al-Quran memberikan kesaksian bahwa sebuah korban penebusan dibunuh,
karena ia menjadi korban sembelihan, yang mati ketika disembelih. Di
sini seorang Muslim akan bertanya: Mengapa perlu menyembelih sesuatu dan
mencurahkan darah, untuk bisa menebus anak itu?
5. “… yang agung
(besar).” ('adhim): Ini adalah kata yang paling menarik di dalam ayat
ini. Kata ini mendorong adanya pertanyaan ini di dalam diri seorang
Muslim: Mengapa korban yang disembelih adalah agung (besar)? Apakah
korban itu agung (besar) karena ia berasal dari Allah, atau ia agung
(besar) dari dirinya sendiri? Karena salah satu dari 99 nama Allah
adalah al-'adhim (kebesaran yang agung), apakah bisa dikatakan bahwa
korban yangdisembelih adalah sesuatu yang ilahi, karena ia memiliki nama
ilahi? Kalau anda mau mendapatkan jawaban yang memuaskan untuk semua
pertanyaan yang diajukan sendiri oleh Al-Quran, maka hanya ada satu
jalan keluar: Anda harus menerima Injil dan percaya kepada pengorbanan
Kristus yang menebuskan di kayu salib bagi segala dosa dunia. Korban
yang besar dari Allah ini sudah menebus anak Abraham, dan anda juga!
KABAR BURUK: Al-Quran memang
menuliskan, bertolak belakang dengan pandangan Muslim secara umum, jejak
tentang adanya kematian pengganti yang menebuskan dari pihak lain –
yaitu, dalam kisah tentang bagaimana anak Abraham ditebuskan.
KABAR BAIK: Untuk alasan ini seorang
Mislim bisa, bahkan sesuai dengan perkataan Al-Quran sendiri, menangkap
iman yang besar kepada kematian Kristus sebagai pengganti bagi kita di
kayu salib. Umat Allah, dan dengan itu ia akan bisa memahami bagian di
dalam Al-Quran, yang tidak akan bisa dimengerti tanpa keyakinan itu.
KESAKSIAN: Nama saya Barakatullah dan
saya berasal dari Mesir. Saya dahulu seorang perwira tentara dan
seorang pemimpin agama Islam. Suatu hari saya melihat secarik kertas
yang menarik perhatian saya. Tertulis di dalam kertas itu “Tetapi Aku
berkata kepadamu!” Saya lalu mengambilnya dan membaca kelanjutannya.
Kristus berbicara disana dan Ia berkata, “Kamu telah mendengar firman:
Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata
kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya
kamu.” Ayat dari Injil ini (Matius 5:43-44) sangat mengejutkan saya.
Sebagai seorang Muslim saya tahu tentang Kristus. Apakah Ia memiliki hak
untuk mengubah perintah dari Allah? Apakah Ia punya otoritas untuk
melakukannya? Untuk bisa menjawab pertanyaan ini, saya mengikuti kursus
sore hari yang diadakan oleh Universitas al-Azhar di Kairo.
Selama
empat tahun saya belajar ilmu perbandingan agama dari sudut pandang
Islam, dan bisa mendapatkan gelar akademis. Saya harus mempelajari agama
Hindu, Budha, Konghucu, Yudaisme, dan Kristen, termasuk Kitab Suci
mereka. Dengan tekun saya mempelajari Al-Quran, dan membandingkannya
dengan kitab-kitab itu. Melalui penyelidikan itu saya menjadi Kristen.
Saya menemukan bahwa Kristus memiliki hak untuk mengubah Hukum Allah,
karena Dia, seperti Allah, memiliki hak untuk memerintah manusia agar
taat kepada-Nya, sebagaimana yang ditegaskan di dalam Al-Quran (Surat Al
'Imran 3:50 dan as-Zukhruf 43:63) Hari ini saya menceritakan kepada
orang-orang Muslim apa yang saya pelajari pada waktu itu. Penyelidikan
mengenai bagaimana anak Abraham ditebus, seperti yang anda baca dalam
artikel ini, adalah penemuan yang saya dapatkan pada waktu itu. Penemuan
itu menolong saya untuk percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah
yang disalibkan. Saya dan keluarga saya mengalami banyak penganiayaan
sejak saat itu. Tetapi sampai hari ini, saya tetap setia kepada Kristus.
DOA: Saya bersyukur dari lubuk hati
saya, ya Allah yang penuh rahmat, bahwa Engkau sudah menebus anak
Abraham. Engkau benar kalau membuang saya ke neraka karena dosa saya.
Tetapi Engkau menetapkan jalan yang baru, tentang cara saya bisa
diselamatkan. Saya percaya kepada penebusan yang Engkau berikan, agar
saya tidak harus masuk neraka.
PERTANYAAN:
Menurut Al-Quran, siapakah yang menebus anak Abraham? Mengapa ia perlu
ditebus? Siapa yang menebus anda dari hukuman neraka?
UNTUK DIHAFALKAN: “Karena begitu besar
kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya
yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa,
melainkan beroleh hidup yang kekal.”
(Yohanes 3:16 – Perkataan
Kristus di dalam Injil)
Top Posts LOGIKA
TUDUHAN PENODAAN AGAMATEMUAN
MANUSKRIP QURAN yang MENGGEGERKAN ISLAMC-M&IDAHSYAT:
Mosab Hassan Yusuf, putera Ketua Hamas Murtad!!MELARANG
KOMUNISME BUKAN BERARTI MENYETUJUI SYARIAH ISLAME-BOOKSMENGENAL
MUHAMMADDemam
Sepakbola: Strategi Tim Terungkap!VIDEOPRESTASI
MUHAMMAD: Serba Onar Recent Posts
LOGIKA TUDUHAN PENODAAN AGAMAMELARANG
KOMUNISME BUKAN BERARTI MENYETUJUI SYARIAH ISLAMDemam Sepakbola:
Strategi Tim Terungkap!ISRAEL DAN JIHAD TERORIS GLOBALPenderitaan Wanita di
dalam Islam“PARA
AKTIVIS” FLOTILLA SEBENARNYA TERKAIT DENGAN JIHAD GLOBALIsrael Bisa
Menyatakan Perang Terhadap Turki !!!Blokade
Gaza Berasal Dari Inisiatip Arab dan Mesir !!!
Blogroll
30 Days InternationalAGAMA PALSUANSWERING
ISLAMArab
World MinistriesAYAT-AYAT
SETANBaca Alkitab bahasa ArabBERITA MUSLIM SAHIHBUKTI SAKSICONVERSATION
WITH MUSLIMDIAN
EDEWDISKUSI ISMAIL
ISHAKDOWNLOAD ARAB
BIBLE MP3DULADIFORUM FAITH
FREEDOM INDONESIAFORUM MENGENAL ISLAMFORUM MURTADIN INDONESIAFREE E-BOOKS about
ISLAMGEERT WILDERSGENSGTER of MOHAMMEDGRATIS AUDIO
ALKITAB BHS ARABHIDDEN LIESIBNU WARRAQINDONESIA EX-MUSLIM FORUMINFO
FOR MUSLIMINJIL BAGIMUIRSHAD MANJIISA DAN ISLAMISLAM
dan KRISTENISLAM EXPOSEISLAM EXPOSEDISLAM FOBIAISLAM MENANTI
YESUSISLAM MURTADISLAM SESATISLAM
VS KRISTENISLAM WATCHISLAMIC INVASIONISMAEL
DIBERKATIISMAIL SAUDARAKUJAWABAN
SAM SHAMOUNJIHAD WATCHJOELS TRUMPETKABAR
BAIKKABAR SUKACITAKEBENARAN ISLAMKEBENARAN
TENTANG MUHAMMADKEBOHONGAN DARI
ISLAMKESAKSIAN
EX MUSLIMKESAKSIAN
EX-MUSLIM 2KOCAK HUMORKONTROVERSI
AYAT2 SETANKRISTUS, MUHAMMAD dan
AKUKRITIK
TERHADAP ISLAMLASKAR MURTADINMENGAPA MENINGGALKAN ISLAMMENGENAL ISLAMMENGENAL
MUHAMMADMENJAWAB ISLAMMESJID TUHANMINISTRY
TO MUSLIMSMUHAMMAD dan ZAINABMUHAMMAD SAWMUSLIM
JADI KRISTENMuslim
Journey to HopeMUSLIM
YANG DICERAHKANPEDSONPERTANYAAN
MUSLIMPRESTASI MUHAMMADPROPHET of DOOMPUTRA HAMASRELIGION OF PEACEROBERT
MOREYROD PARSLEYSALMAN RUSHDIESATE MUSLIMSELAMATKAN
MUSLIM INDONESIASIAPAKAH ALLAH INISIAPAKAH
ISASON OF HAMAS's BlogSON OF HAMAS's WebSTOP ISLAMISASI EROPATELLING THE
TRUTHTHE QURANTHE TRUE QURANVCD
EX-MUSLIMVIDEO DEBAT ISLAM-KRISTENVIDEO DEBAT KRISTEN-ISLAMWAFA
SULTAN on YOUTUBEWHY I AM NOT A
MUSLIMWIKI ISLAMYESUS dan MUHAMMAD
[Non-text portions of this message have been removed]