MARIA,
 ASMARA NABI DENGAN PEMBANTUNYA
http://muhammad-zainab.blogspot.com

Maria  
adalah seorang budak wanita yang dihadiahkan oleh seorang gubernur Mesir
  kepada Muhammad dan dia adalah seorang wanita perawan cantik berambut 
 ikal yang umurnya saat dipersembahkan kepada Muhammad sekitar 19 
tahun.. 

   Sumber
 : Muhammad - Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber  Klasik, Martin  Lings
 hal 439 – 440, Serambi Ilmu Semesta, Jakarta, 2002.   Surat nabi kepada 
Muqawqis  
yang mengajaknya agar memeluk Islam ditolak, tetapi pemerintah Mesir  
membalas dengan mengirimkan hadiah yang banyak : seribu keeping emas,  
dua puluh jubha terbuat dari bahan yang bagus, seekor bagal, seekor  
keledai betina, dan hadiah persembahan dua budak Kristen Koptik Mesir  
yang dikawal oleh seorang pertapa tua. Kedua gadis itu bersaudara, Maria dan 
Sirin, dan keduanya  
sama-sama cantik, tapi Maria lebih cantik lagi dan nabi  
sangat mengaguminya. Sirin dinikahkan dengan Hassan ibn Tsabit dan Maria
  diambil nabi sendiri. Ia ditempatkan dirumah yang dahulu dihuni Safiah
 …   

Masalah timbul dirumah Hafsa  istri Muhammad yang lain, 
dimana Maria ditempatkan sebagai pembantu  Hafsa. Ingat Maria adalah budak atau 
 pembantu, 
bukan istri Muhammad.
  Di suatu  malam Muhammad mengunjungi istrinya Hafsa, 
malam itu adalah “jatah”  Hafsa untuk tidur dengan Muhammad. Ketika 
masuk rumah, ia melihat Maria,  gadis remaja yang cantik jelita, 
merangsang sukma. Dia membangkitkan  nafsu birahi pria manapun yang 
melihatnya. Namun rupanya Hafsa juga ada  dirumah. Muhammad yang  sudah 
tak tahan untuk berduaan dengan Maria,  akhirnya mencari cara untuk 
mengusir Hafsa. Dia suruh Hafsa pergi dengan  alasan dipanggil ayahnya. 
Segera setelah istrinya pergi, dia menikmati  Maria diranjang Hafsa. 


  Tahu  ayahnya ternyata 
tidak memanggil, Hafsa bergegas kembali kerumah. Ia  begitu kaget ketika
 melihat Muhammad dan Maria yang sedang bermesraan  diatas ranjangnya. 
Hafsa pun marah, dan mulai berteriak sekencang2nya, “Kau  lakukan ini
 dirumahku? Disaat giliranku? Muhammad panik, lalu ia  menenangkan 
Hafsa, ia berjanji untuk tidak menyentuh Maria lagi jika  Hafsa diam dan
 tidak menceritakan peristiwa malam itu kepada siapapun.  Hafsa masih 
tak percaya dengan ucapan Muhammad, lalu ia pun meminta  Muhammad untuk 
bersumpah atas nama Allah. Muhammad menuruti permintaan  Hafsa, kemudian
 ia berkata, “Demi Allah aku tak akan menyentuh Maria”  [Tabaqat 
v. 8 p. 223]
  Beberapa hari kemudian Muhammad secara tak 
 sengaja mendengar pembicaraan Hafsa yang sedang curhat dengan Aisha.  
Muhammad kaget ketika ia tau ternyata Hafsa menceritakan kejadian  
semalam kepada Aisha. Merasa permintaan untuk merahasiakan affairnya  
tidak dituruti Hafsa, akhirnya ia mengeluarkan ayatnya;
   QS 66: 3 - 4 Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan 
secara rahasia kepada  salah seorang dari istri-istrinya (Hafshah) suatu
 peristiwa. Maka  tatkala (Hafshah) menceritakan peristiwa itu (kepada 
Aisyah) dan Allah  memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara 
Hafshah dengan Aisyah)  kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan 
sebagian (yang diberitakan  Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian
 yang lain (kepada Hafshah).  Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan 
pembicaraan (antara Hafshah dan  Aisyah) lalu Hafshah bertanya: 
"Siapakah yang telah memberitahukan hal  ini kepadamu?" Nabi menjawab: 
"Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah  Yang Maha Mengetahui lagi Maha
 Mengenal". Jika kamu berdua bertobat  kepada Allah, maka sesungguhnya 
hati kamu berdua telah condong (untuk  menerima kebaikan); dan jika kamu
 berdua bantu-membantu menyusahkan  Nabi, maka sesungguhnya Allah adalah
 Pelindungnya dan (begitu pula)  Jibril dan orang-orang mukmin yang 
baik; dan selain dari itu  malaikat-malaikat adalah penolongnya pula
  Muhammad yang merasa sakit hati atas perbuatan Hafsa 
membocorkan  rahasianya akhirnya kembali lagi ketempat Maria, sudah 
kepalang  tanggung pikirnya. Disaat mereka sedang berduaan, masuklah 
Hafsa  kerumah, dan lagi2 ia mendapati Muhammad bersama Maria. Hafsa pun
 mulai  mengomel; “Bagaimana
  janjimu? Bukankah kau sudah berjanji padaku untuk tidak menyentuh 
Maria  lagi. Haram itu..” Lalu
  Muhammad berkata bahwa barusan ia dikirimi Jibril  ayat2 dari surga; 


     QS 66:1-2 Hai Nabi, mengapa  kamu 
mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari  
kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha  
Penyayang. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan
  diri dari sumpahmu;  dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui 
lagi Maha  
Bijaksana. 

   Hafsa masih 
menggerutu dengan ucapan  Muhammad tersebut, lalu nabi berkata lagi;
   QS 66: 5 Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi 
Tuhannya akan memberi  ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih 
baik daripada kamu, yang  patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat,
 yang mengerjakan ibadah,  yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.

  Karena diancam cerai, 
Hafsa langsung terdiam. Dia sadar  bahwa ia bisa kesepian jika dicerai 
oleh Muhammad. Karena Allah sudah  mengatakan bahwa siapapun tidak boleh
 menikahi istri2 rasul.
   QS  33: 53 Dan
 tidak boleh kamu menyakiti (hati)  Rasulullah dan tidak 
(pula) mengawini istri-istrinya  selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya 
perbuatan itu adalah amat  
besar (dosanya) di 
 sisi Allah.   Karena peristiwa itu pula, Muhammad 
mengambil kesempatan sebulan  penuh untuk  bercumbu dengan Maria. Sekaligus 
memberi pelajaran kepada Hafsa dan  Aisha yang sering bergosip mengenai 
dirinya.
   Sahih
 Bukhari 43, Nomer 648: Sang Nabi tidak mengunjungi  istri-istrinya 
karena Hafsa membocorkan rahasia kepada Aisha, dan sang Nabi  berkata 
bahwa dia tidak akan mengunjungi para istrinya selama sebulan  karena 
dia marah pada mereka ketika Allah membatalkan sumpahnya untuk  tidak 
menyentuh Maria lagi.”
  Setahun  kemudian setelah peristiwa itu Maria melahirkan
 seorang bayi yang  diberi nama Ibrahim oleh Muhammad. Peristiwa 
Maria mempunyai anak  ini begitu menggemparkan dikalangan istri2 
Muhammad, karena diantara 15  an wanita yang ditiduri Muhammad tidak ada
 yang bisa mendapatkan anak  dari Muhammad. Mereka berpikir bagaimana 
mungkin Maria bisa mengandung  anak dari Muhammad sedangkan Aisha yang 
dinikahi Muhammad selama kurang  lebih 9 tahun saja tidak bisa memiliki 
anak.  Namun 
bagaimanapun juga Muhammad begitu gembira atas  kelahiran anak Maria 
tersebut.  Muhammad kemudian membawa Ibrahim kepada  Aisha dan berkata, “Lihat 
betapa dia  mirip denganku.”
 Aisya menjawab, “Tak kulihat 
kemiripannya denganmu.” Muhammad  bilang, tidakkah kau lihat 
pipinya yang tembam dan putih? Aisya lalu  menjawab, “Semua bayi yang baru 
lahir  yang minum susu
 punya pipi tembam.” [Tabaqat Volume I, page  125]  Hayo! Anak
  siapakah sebenarnya Ibrahim ini?
  Kemalangan rupanya 
menimpa Ibrahim, tanpa sebab yang  jelas bayi 2 bulan ini akhirnya 
meninggal. Sekali lagi kisah ini  mempertanyakan moral nabi kita 
Muhammad, seseorang yang dianggap sebagai  suri teladan yang baik.

  Mungkinkah Allah mengirim Jibril hanya untuk  membatalkan sumpah
 Muhammad kepada Hafsa? 

   Bermoralkah seorang kakek
 berumur 60 tahun menghamili pembantunya  yang berumur 20 tahun tanpa 
menikahinya?  Inikah yang dikatakan suri teladan terbaik?



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke