Data-data Sejarah tentang Penyaliban Yesus
[2] Comments 

        Pada
 bagian sebelumnya kita telah  melihat titik perbedaan dalam  menerima 
fakta penyaliban Yesus. Ada yang  menerima fakta demikian,  namun 
berbeda dalam menafsirkan makna kematian  Yesus di kayu salib,  yakni 
sebagai batu sandungan bagi orang Yahudi,  kebodohan bagi orang  
Yunani-Romawi, ataupun hikmat kekuatan Allah bagi  orang Kristiani.  
Sementara `injil’ Barnabas dan Quran yang menjadi  sumber referensi  
untuk film The Messiah mengklaim bahwa bukan Yesus-lah 
  yang disalibkan, melainkan orang lain, yakni Yudas Iskariot. Mungkin  
 saat ini kesimpulan masih kembali kepda keimanan Anda masing-masing,   
seperti halnya kontroversi siapakah yang sebenarnya akan dikorbankan   
oleh Abraham / Ibrahim: Ishak atau Ismail?

Tetapi syukurlah berkaitan dengan 
peristiwa penyaliban Yesus ini,   ternyata ada sumber-sumber sejarah 
tertulis yang berasal dari “pihak   ketiga” yang netral, bukan dari 
Kristen ataupun muslim, melainkan dari   dunia sekuler dan tulisan orang
 Yahudi yang bukan pemeluk agama Kristen.   Pendapat pihak ketiga 
demikian niscaya akan memberikan pencerahan bagi   kita untuk melihat 
fakta manakah yang sebenarnya terjadi dalam  peristiwa  penyaliban Yesus
 yang menimpulkan kontroversi ini.

A. FLAVIUS JOSEPHUS

Nama aslinya adalah Joseph bin Matthias, seorang dari sejarawan Yahudi  
 yang berasal dari keluarga imam, lahir pada tahun 37 M di Yerusalem dan
   meninggal tahun 100 M di Roma. Di tahun 93 M ia menulis buku   
Antiquitates Judaicae atau Jewish Antiquities yang terdiri dari 20 buku 
  yang melukiskan sejarah Yahudi dari penciptaan hingga pecahnya   
pemberontakan tahun 66 – 70 M dan kehancuran kota Yerusalem. Dalam buku 
  ke-18 dari Antt. (18,55-89) dia melukiskan situasi Palestina ketika   
Pilatus menjadi prefect Romawi di sana. Dalam bagian ini ada yang   
disebut dengan Testimonium Flavianum yakni kesaksian Flavius Josephus   
tentang Yesus, yakni pada Antt. 18,63-64. Teks selengkapnya sebagai   
berikut4:
Pada masa inilah muncul Yesus, seorang 
yang bijaksana, kalau boleh  dia  disebut manusia. Karena dia adalah 
seorang yang mengerjakan   perbuatan-perbuatan yang menakjubkan dan 
seorang guru bagi mereka yang   menerima kebenaran yang menyenangkan, 
dan dia telah memikat banyak orang   Yahudi dan orang Yunani. Dia ini 
adalah Kristus. Dan ketika Pilatus,   atas desakan orang-orang penting 
di antara kita, telah menghukumnya di   kayu salib, mereka yang sejak 
semula mengasihinya tidak berhenti   [mengasihinya] karena pada hari 
ketiga dia telah menampakkan diri kepada   mereka dalam keadaan hidup 
kembali. Para nabi Allah telah menubuatkan   hal ini dan berbicara 
tentang aneka hal ajaib tentang dia. Dan klan   Kristen, demikian 
disebut menurut [nama]nya, masih bertahan sampai hari   ini.

Sebagian para ahli meragukan apakah tiga
 kalimat yang tercetak   tegak-tebal itu benar-benar dari Josephus 
sendiri ataukah hasil   interpolasi penyalin Kristen. Namun, tidak 
diragukan bahwa Josephus   menyebutkan fakta bahwa Pilatus telah 
menghukum Yesus di kayu salib   (bercetak tebal-miring-merah).

B. CORNELIUS TACITUS

Tacitus adalah seorang sejarawan Romawi yang lahir sekitar 52 – 54 M dan
   meninggal sekitar 120 M. Pada tahun 112 / 113 M dia menjadi proconsul
 /   gubernur di Asia. Dia menulis buku Annals yang berisi sejarah   
kekaisaran Romawi periode 14 M – 68 M. Dalam bukunya Annals volume XV,  
 tentang Kaisar Nero yang telah mengkambinghitamkan orang Kristen 
sebagai   penyebab terbakarnya kota Roma, ia menulis dalam Annals 
15.44.2-3   sebagai berikut5:
… Nero dari keaiban oleh karena dituduh 
telah sengaja menimbulkan   kebakaran besar di Roma. Jadi untuk 
menghentikan desas-desus itu dia   mengalihkan tuduhan dengan memfitnah 
dan menghukum dengan siksaan paling   keji terhadap orang-orang yang 
disebut Kristen, yang dibenci karena   kejahatannya, Kristus, dari mana 
nama ini berasal, yang menderita   hukuman yang ekstrem (Dieksekusi) 
dalam pemerintahan Tiberius, di tangan   prokurator kita, Pontius 
Pilatus, dan sebuah ketidakmasukakalan yang   banyak mencelakakan, 
karena ketika dicek pada waktu itu, meletus lagi   tidak hanya di Yudea,
 sumber pertama kejahatan ini, tetapi bahkan di   Roma, dimana segala 
kengerian dan kebencian dari setiap bagian dunia   mendapatkan pusatnya 
dan menjadi popular.
Demikian laporan Tacitus, sejarawan 
Romawi, yang menuturkan situasi   pengikut Kristus di kota Roma. Tentang
 Kristus, Tacitus menyebutkan   bahwa dia telah menderita hukuman yang 
ekstrem pada masa pemerintahan   Pontius Pilatus. Tidak disebutkan 
secara eksplisit cara eksekusinya,   namun hukuman salib merupakan cara 
eksekusi yang lazim pada masa itu   bagi pelaku tindakan kriminal dan 
pemberontakan. Bdk. dengan Paulus yang   dipenggal kepalanya di Roma 
karena dia mempunyai kewarganegaraan  Romawi  juga.

C. LUCIANUS dari SAMOSATA

Lucianus adalah seorang filsuf dan sejarawan Yunani yang lahir di   
Samosata pada tahun 120 M dan meninggal sekitar 180 M di Athena. Dalam  
 salah satu bukunya (De Morte Peregrini – Kematian Peregrinus 11) dia   
menulis tentang Peregrinus yang telah menjadi Kristen dan yang memiliki 
  pemeluk di Palestina “yang masih menyembah orang yang telah disalibkan
   di Palestina.”6

D. MARA BAR SARAPION 

Dia adalah seorang filsuf Stoa dari Syria yang menulis surat untuk   
anaknya Sarapion yang tengah berada dalam penjara Romawi. Dia menasihati
   anaknya bahwa kebijaksanaan mungkin akan dimusuhi oleh dunia yang  
penuh  dengan kekerasan, namun kebijaksanan itu sendiri abadi. Dia   
mengilustrasikannya dengan menggambarkan kehidupan Socarates,   
Phytagoras, dan Yesus – kendati dia tidak menyebut nama-Nya secara   
eksplisit. Demikian teks selengkapnya7:
Apakah baiknya orang-orang Athena 
membunuh Socrates, karena perbuatan   mereka dibalas dengan kelaparan 
dan wabah? Apakah faedahnya  orang-orang  Samian membakar Phytagoras, 
karena akhirnya negeri mereka  seluruhnya  terkubur di bawah pasir pada 
saat itu? Dan apakah manfaatnya  orang-orang  Yahudi membunuh raja 
mereka yang bijaksana, karena  kerajaan mereka  akhirnya direbut dari 
mereka dari saat itu?
Tuhan dengan adil telah membalaskan 
ketiga orang bijaksana ini.   Orang-orang Athena mati oleh kelaparan, 
orang-orang Samian   ditenggelamkan ke laut, dan orang-orang Yahudi 
disembelih dan dihalau   dari kerajaannya, sehingga mereka hidup 
terpencar dimana-mana.
Socrates tidak mati, berterimakasihlah 
pada Plato; demikian pula   Phytagoras, karena patung Hera. Demikian 
juga sang raja bijasana tidak   [mati], karena hukum baru yang ia 
berikan.

Mara Bar Serapion yang menulis surat 
paling awal setelah kehancuran   Yerusalem dan kemudian orang-orang 
Yahudi terpencar (terdiaspora) ke   pelbagai tempat, melihat Yesus 
sebagai seorang raja yang bijaksana.   Kemungkinan besar dia mengetahui 
bahwa saat Yesus disalibkan Pilatus   menuliskan keterangan di salib-Nya
 “Yesus, orang Nazaret, Raja orang   Yahudi” (INRI), yang tertulis dalam
 bahasa Ibrani, Latin, dan Yunani   (Yoh 19:19-20). Demikian pula dia 
mengenal hukum baru yang dibawa Yesus,   bukanlah hukum Taurat, 
melainkan hukum kasih yang mungkin diketahuinya   dari para pengikut 
Kristus. Tetapi Mara sendiri adalah seorang filsuf   kafir.

Demikianlah data-data sejarah dari 
“pihak ketiga”, baik Yahudi maupun   terlebih penulis sekuler mengakui 
fakta bahwa yang disalibkan itu  adalah  Yesus yang kemudian lebih 
dikenal sebagai Kristus. Kesaksian  mereka ini  meneguhkan kesaksian 
Injil kanonik bahwa Yesus dari Nazaret  benar-benar  telah disalibkan 
pada zaman Pontius Pilatus.
Kesimpulan
Dari pelbagai paparan dan uraian dalam 
tulisan ini, kiranya sekarang   kita bisa menyimpulkan jawaban atas poin
 kontrovesial yang dihembuskan   oleh film The Messiah: Apakah Yesus 
dari Nazaret itu sungguh disalibkan   dan mati? Pada bagian pertama kita
 telah melihat bahwa pihak Yahudi,   Yunani, dan Kristiani menerima 
fakta penyaliban Yesus. Mereka berbeda   pandangan dalam memaknai 
kematian Yesus di kayu salib. Sementara pada   bagian kedua, kita juga 
telah melihat dan menguji sejauh mana kisah   Penyaliban Yesus yang 
digantikan oleh Yudas Iskariot dapat dipercaya   kebenarannya, bahkan 
malahan terjadi perbedaan pendapat di antara kaum   muslim sendiri 
tentang siapakah yang menggantikan Yesus untuk   disalibkan. Dan pada 
bagian terakhir kita telah melihat pelbagai   kesaksian sejarah dari 
“pihak ketiga” yang mengafirmasi fakta atas   penyaliban Yesus. Dengan 
demikian kesimpulan atas pertanyaan awal   tulisan ini bisa kita tarik 
sendiri.

Mungkin di antara para pembaca masih ada
 yang berargumen bukankah  semua  saksi mata baik yang hadir pada saat 
penyaliban itu maupun “pihak   ketiga” yang melaporkan dari jauh, tidak 
tahu apa yang terjadi   sebenarnya. Mereka melihat bahwa yang disalibkan
 itu Yesus, tetapi   sebenarnya dia adalah orang lain yang diserupakan 
wajahnya. Maka,   pernyataan Injil, saksi mata, dan “pihak ketiga” pun 
tidak berarti   karena mereka tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi. 
Terhadap argumen   demikian, saya hanya bisa mengatakan: mengapa `ralat’
 peristiwa   penyaliban Yesus itu terjadi 600 tahun kemudian setelah 
peristiwanya   berlalu? Mengapa `Allah’ sengaja mengelabui mata semua 
orang sehingga   saksi mata dan Bunda Maria serta rasul Yesus pun tidak 
diberitahu? Dan   bagaimana menjelaskan kontradiksi pernyataan Surah An 
Nissa’ 4:157-158   itu dengan pernyataan Quran sendiri dalam Surah Al 
Imran 3:55 dan Surah   Maryam 19:33? Apakah dengan demikian `Allah’ 
sengaja berbohong dan   menipu, seperti dinyatakan dalam Surah Al Imran 
3: 54 sendiri?   “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah 
membalas tipu daya   mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu 
daya” (QS. 3:54)   Walahualam. Agaknya untuk menghindari kesan bahwa 
Allah itu menipu, maka   ada yang menafsirkan pernyataan QS 4:157-158 
(tentang seseorang yang   diserupakan dengan wajah Yesus dan yang 
kemudian disalibkan) ini   semuanya tak lain hanyalah legenda. Mari kita
 simak komentar Muhammad   Assad tentang Q 4:157 ini8:
Thus, the Qur’an categorically denies 
the story of the crucifixion of   Jesus. There exist, among Muslims, 
many fanciful legends telling us  that  at the last moment God 
substituted for Jesus a person closely   resembling him (according to 
some accounts, that person was Judas), who   was subsequently crucified 
in his place. However, none of these legends   finds the slightest 
support in the Qur’an or in authentic Traditions,   and the stories 
produced in this connection by the classical   commentators must be 
summarily rejected. They represent no more than   confused attempts at 
“harmonizing” the Qur’anic statement that Jesus was   not crucified with
 the graphic description, in the Gospels, of his   crucifixion. The 
story of the crucifixion as such has been succinctly   explained in the 
Qur’anic phrase wa-lakin shubbiha lahum, which I render   as “but it 
only appeared to them as if it had been so” – implying that   in the 
course of time, long after the time of Jesus, a legend had   somehow 
grown up (possibly under the then-powerful influence of   Mithraistic 
beliefs) to the effect that he had died on the cross in   order to atone
 for the “original sin” with which mankind is allegedly   burdened; and 
this legend became so firmly established among the   latter-day 
followers of Jesus that even his enemies, the Jews, began to   believe 
it – albeit in a derogatory sense (for crucifixion was, in  those  
times, a heinous form of death-penalty reserved for the lowest of   
criminals). This, to my mind, is the only satisfactory explanation of   
the phrase wa-lakin shubbiha lahum, the more so as the expression   
shubbiha li is idiomatically synonymous with khuyyila 1i, “[a thing]   
became a fancied image to me”, i.e., “in my mind” – in other words,   
“[it] seemed to me” (see Qamus, art. khayala, as well as Lane II, 833,  
 and IV, 1500).

Bila peristiwa penyaliban Yesus dianggap
 sebagai legenda saja, jelas  hal  ini bertentangan dengan data-data 
sejarah. Bahkan Injil Markus  sudah  ditulis sebelum kehancuran kota 
Yerusalem pada tahun 70 M. Di  sini  tampaklah bagaimana sebenarnya di 
antara para ulama muslim sendiri   berselisih pendapat tentang 
penyaliban Yesus. Sementara pihak Yahudi,   Yunani, Kristiani (dan 
didukung oleh data-data sejarah) tanpa kesulitan   mengakui fakta 
penyaliban Yesus, yang tidak lain adalah saat puncak   Tuhan 
menyelamatkan dan menebus manusia. Maka berbahagialah kita yang   
terbuka hati mau menyambut rahmat kasih karunia dari Allah ini. Inilah  
 cara yang Tuhan gunakan untuk menebus dosa dunia dan mendamaikan kita  
 dengan diri-Nya. Maka menutup paparan ini, mari kita resapkan surat St.
   Paulus kepada umat di Kolose 1:19-23:
“Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan
 diam di dalam Dia, dan oleh   Dia-lah Ia memperdamaikan segala sesuatu 
dengan diri-Nya, baik yang ada   di bumi, maupun yang ada di sorga, 
sesudah Ia mengadakan pendamaian  oleh  darah salib Kristus. Juga kamu 
yang dahulu hidup jauh dari Allah  dan  yang memusuhi-Nya dalam hati dan
 pikiran seperti yang nyata dari   perbuatanmu yang jahat, sekarang 
diperdamaikan- Nya, di dalam tubuh   jasmani Kristus oleh kematian-Nya, 
untuk menempatkan kamu kudus dan tak   bercela dan tak bercacat di 
hadapan-Nya. Sebab itu kamu harus bertekun   dalam iman, tetap teguh dan
 tidak bergoncang, dan jangan mau digeser   dari pengharapan Injil, yang
 telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan   di seluruh alam di bawah 
langit, dan yang aku ini, Paulus, telah   menjadi pelayannya.”

Selamat  Paskah! Convitto San Tommaso, Minggu Palma 2010


Referensi

Brown, Raymond. The Death of Messiah (New York: Double Day, 1994).

Danker, F.W. – W. Bauer, A Greek-English Lexicon of the New Testament   
and Other Early Christian Literature (Chicago: Univercity of Chicago,   
2000).

Jeremias, J. “ amnoj, arvhn, arnion”, Theological Dictionary of The New 
  Testament. Vol I. Trans. Geoffrey W. Bromiley (Grand Rapids,MI:   
Eerdmans, 1968).

McDowell, Josh. Apologetika, Jilid I (Malang: Gandum Mas, 2002).

Noorsena, Bambang. Injil Barnabas: Asal-Usul, Historitas, dan Isinya  
(Yogyakarta: Andi, 1990).

Nestle-Aland, Novum Testamentum Graecae, edisi 27 (Stuttgart: Deutsche  
Bibelgesellschaft, 1998).

Theissen, Gerd dan Annete Merz. The Historical Jesus. A Comprehensive  Guide 
(terj. John Bowden). (London: SCM Press, 1998).
Terjemahan Al Quran versi Depag RI dalam http://quran.kawanda.net/

Aneka Artikel Pendukung dari  Internet:

Situs Resmi Komunitas Islam Ahmadiyah di http://www.alislam.  org/indonesia/ 
ahmadiyyat.html.

Komentar Quran oleh Muhammad Asad dalam http://www.geocitie s.com/  masad02/004

“Kebohongan Mirza Ghulam Ahmad sebagai Al-Masih Mau’ud” dalam  
http://www.geocitie s.com/kebohongan /almasih. html

Vivaldi, “Tanggapan Atas Kritik Terhadap Penyaliban Yesus” dalam   
http://www.sarapanp agi.org/tanggapa n-atas-kritik- terhadap-   
penyaliban- yesus-1-vt615. html atau http://www.indonesi a.faithfreedom.
   org/forum/ viewtopic. php?t=26091.

Tentang film the Messiah, Yesus Tidak Pernah Disalibkan:   
http://www.indonewy ork.com/contents /Berita/Utama/ jesus-versi-   
iran.html

Footnotes:

4   Diterjemahkan dari teks Yunani dan Inggris dalam Gerd Theissen dan  
 Annete Merz, The Historical Jesus: A Comprehensive Guide (London: SCM  
 Press, 1998), hlm. 64-65.

5   Bdk. Gerd Theissen dan Annete Merz, Ibid., hlm. 82; Josh McDowell,  
 Apologetika, Jilid I (Malang: Gandum Mas, 2002), hlm. 44; Raymond 
Brown,   The Death of Messiah, (New York: Double Day, 1994) 381.

6   Raymond Brown, Ibid., hlm. 381.

7   Gerd Theissen dan Annete Merz, Op.Cit., hlm. 77.

8   Dikutip dari: http://www.geocities.com/masad02/ 004, khususnya  komentar 
atas 4:155.


                        Top Posts
                        MENINGGALKAN ISLAMKESAKSIAN PELAKU KERUSUHAN MEI 
1998KEBENARAN MUHAMMADMENGAPA MENYELIDIKI KEBANGKITAN YESUSYESUS & 
MUHAMMADAlQuranDapatkah muslim sejati menjadi orang yang baik?10 Pertanyaan 
Muslim kepada KRISTENKesaksian Iwan Firdaus: Istri saya murtad berkat situs 
iniDaftar Muslim yang Meninggalkan IslamData-data Sejarah tentang Penyaliban 
YesusKontroversi               Categories

        Select Category
        1000 Kesalahan Quran  (12)
        ALLAH  (12)
        ALQURAN  (18)
        ANTIKRISTUS  (30)
        AYAT QURAN  (46)
        BERITA  (53)
        BUKU BARU  (10)
        DEBAT  (2)
        DEMOKRASI&HAM  (1)
        DOSA  (1)
        HUKUM  (2)
        INJIL  (4)
        IPTEK  (3)
        ISA ALMASIH  (11)
        ISLAM  (24)
        ISLAMIC INVASION  (2)
        JIHAD  (2)
        KABAH  (1)
        KESAKSIAN  (13)
        KISAH QURAN  (5)
        KRISTEN  (1)
        LANGKA UNIK  (2)
        MUHAMMAD  (52)
        MURTADIN  (53)
        MUSLIM  (7)
        PAKAIAN  (1)
        PEMBUNUHAN  (7)
        PERANG  (5)
        PRIA  (2)
        SAINS  (1)
        SURGA  (4)
        SYARIAT  (5)
        TAQIYA  (1)
        TERORISME  (2)
        Uncategorized  (5)
        VIDEO  (2)
        WANITA  (22)
        YESUS  (15)



/*  0 ) {
                        location.href = 
"http://kesalahanquran.wordpress.com/?cat="+dropdown.options[dropdown.selectedIndex].value;
                }
        }
        dropdown.onchange = onCatChange;
/* ]]> */


Blogroll

        1000 KESALAHAN QURAN30 Days InternationalADA APA DG MUSLIMAGAMA 
PALSUANSWERING ISLAMARAB BIBLE SOFTWARE FREEArab World MinistriesARTIKEL 
ISLAMARTIKEL2 SAM SHAMOUNASAL USUL QURANAYAT-AYAT SETANBaca Alkitab bhs 
ArabBERITA MUSLIM SAHIHBUKTI SAKSICHRIST, MUHAMMAD & ICONVERSATION WITH 
MUSLIMDEBAT ISLAM KRISTENDIAN EDEWDISKUSI ISMAIL ISHAKDOWNLOAD ARAB 
BIBLEDOWNLOAD ARAB BIBLE MP3DULADIE-BOOKS ISLAMEX MUSLIM INGGRISEX MUSLIM 
JERMANFAITH FREEDOMFF INDONESIAFormer Muslims United (FMU)FORUM MURTADIN 
INDONESIAFUCK MUHAMMADGEERT WILDERSGENSGTER of MOHAMMEDGOSPEL-INJILGRATIS AUDIO 
ALKITAB BHS ARABHIDDEN LIESIBNU WARRAQIJTIHAD INDONESIAIn Search of 
MuhammadINDEX ISLAMINDONESIA EX-MUSLIM FORUMINFO FOR MUSLIMINJIL BAGIMUISA DAN 
ISLAMISLAM DAN KRISTENISLAM EXPOSEISLAM EXPOSEDISLAM FOBIAISLAM MENANTI 
YESUSISLAM SESATISLAM VS KRISTENISLAM WATCHISLAM: AGAMA DAMAI?ISLAMIC INVASION 
bhs INDONESIAISMAIL DIBERKATIISMAIL SAUDARAKUJawaban Sam ShamounJELAS 
NGGAKJIHAD DI
 BARATJIHAD WATCHJOELS TRUMPETKABAR BAIKKEBENARAN ISLAMKESAKSIAN 
EX-MUSLIMKESAKSIAN EX-MUSLIM 2KESALAHAN QURANKOCAK HUMORKONTROVERSI AYAT2 
SETANKRITIK THD ISLAMLASKAR MURTADINMARK A GABRIELMENGENAL ISLAMMENGENAL 
ISLAMMENGENAL MUHAMMADMENJAWAB ISLAMMESJID TUHANMinistry to MuslimsMORE THAN 
DREAMSMUHAMMAD SAWMUHAMMAD-ZAINABMUSLIM BERTANYAMUSLIM HARUS TAHUMUSLIM 
HOPEMUSLIM JADI KRISTENMuslim Journey to HopeMUSLIM YG DICERAHKANMY 
SPEARPEDSONPERCAKAPAN DENGAN MUSLIMPRESTASI MUHAMMADPROPHET OF DOOMPUTRA 
HAMASRELIGION OF PEACEROBERT MOREYROD PARSLEYSALMAN RUSHDIESATE 
MUSLIMSAVE-DESTROY ISLAMSELAMATKAN MUSLIMSIAPAKAH ALLAH INISIAPAKAH ISASON OF 
HAMAS's BlogSON OF HAMAS's WebSTOP ISLAMISASI EROPA!THE QURANVideo Debat 
Islam-KristenVideo Debate Islam-KristenWAFA SULTAN ON YOU TUBEWEB IRSHAD 
MANJIWHY I AM NOT A MUSLIMWIKI ISLAMWomen against ShariahYESUS & MUHAMMAD
                Recent Posts
                Data-data Sejarah tentang Penyaliban YesusStudi di Malaysia: 
Poligami Membuat Keluarga Tidak BahagiaKESAKSIAN PERTOBATAN MasriMENGAPA 
MENYELIDIKI KEBANGKITAN YESUSKESAKSIAN PERTOBATAN SaidouKESAKSIAN PELAKU 
KERUSUHAN MEI 1998TRAGEDI MEI ’98 BIKIN SAYA MURTADKesaksian Iwan Firdaus: 
Istri saya murtad berkat situs ini10 Pertanyaan Muslim kepada KRISTENDapatkah 
muslim sejati menjadi orang yang baik?HARAM MANA: Kopi Luwak atau Air 
Kencing Unta?KELOMPOK-KELOMPOK MUSLIM INDONESIA MEMPERTIMBANGKAN FATWA TERHADAP 
KOPI TERMAHAL SEDUNIAOrang-Orang yang MENINGGALKAN ISLAMKETIKA ARAH SHOLAT 
SAJA KACAU51 Clear Contradictions in Quran
                





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke