Pertanyaan: Apa ajaran Alkitab mengenai Tritunggal?

http://www.gotquestions.org/indonesia/Tritunggal-Trinitas.html


Jawaban:  
Hal yang paling sulit dalam konsep Kristiani mengenai Tritunggal adalah 
tidak adanya penjelasan yang cukup untuk itu. Tritunggal adalah konsep 
yang tidak mungkin dapat dimengerti secara penuh oleh manusia apalagi 
untuk dijelaskan. Allah jauh lebih besar dan agung dari kita karena itu 
jangan berharap bahwa kita dapat memahami Dia secara penuh. Alkitab 
mengajarkan bahwa Bapa adalah Allah, Yesus adalah Allah, dan Roh Kudus 
adalah Allah. Alkitab juga mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah. 
Meskipun kita memahami beberapa hal mengenai hubungan antar Pribadi 
dalam Tritunggal, pada akhirnya kita tetap tidak dapat mengerti secara 
keseluruhan. Namun demikian, tidak berarti bahwa Tritunggal tidak benar 
atau bukan berdasarkan ajaran Alkitab.


Ketika mempelajari topik ini kita perlu ingat bahwa kata “Tritunggal 
(Trinitas)” tidak digunakan dalam Alkitab. Istilah ini digunakan untuk 
menjelaskan ketritunggalan Allah, yaitu Allah yang terdiri dari tiga 
Pribadi yang berada bersama dalam kekekalan. Haruslah dimengerti bahwa 
ini TIDAK berarti ada tiga Allah. Tritunggal berarti satu Allah yang 
terdiri dari tiga Pribadi. Tidak ada salahnya menggunakan istilah 
Tritunggal atau Trinitas walaupun istilah ini tidak ditemukan dalam 
Alkitab. Lebih gampang mengucapkan “Tritunggal” atau “Trinitas” daripada
 mengatakan “Allah yang Esa yang terdiri dari tiga Pribadi yang berada 
bersama dalam kekekalan.” Jikalau Anda keberatan dengan ini, coba 
pertimbangkan: kata kakek juga tidak ada dalam Alkitab walaupun kita 
tahu bahwa dalam Alkitab ada banyak kakek. Abraham adalah kakek dari 
Yakub. Jadi jangan kandas pada istilah “Tritunggal” itu sendiri. Apa 
yang penting adalah bahwa konsep yang DIWAKILI oleh kata “Tritunggal” 
ada dalam Alkitab. Setelah pendahuluan ini, kita akan melihat ayat-ayat 
Alkitab yang mendiskusikan Tritunggal.


1) Allah itu Esa: Ulangan 6:4; 1 Korintus 8:4; Galatia 3:20; 1 Timotius 2:5


2) Tritunggal terdiri dari tiga Pribadi: Kejadian 1:1; 1:26; 3:22; 11:7;
 Yesaya 6:8; 48:16; 61:1; Matius 3:16-17; Matius 28:19; 2 Korintus 
13:14. Untuk ayat-ayat dari Perjanjian Lama, pemahaman Bahasa Ibrani 
sangatlah menolong. Dalam Kejadian 1:1, kata “Elohim” adalah dalam 
bentuk jamak. Dalam Kejadian 1:26; 3:22; 11:7 dan Yesaya 6:8, kata jamak
 “kita” yang digunakan. Dalam Bahasa Inggris hanya ada dua bentuk kata, 
tunggal dan jamak. Dalam Bahasa Ibrani ada tiga macam bentuk kata: 
tunggal, dual dan jamak. Dual HANYA digunakan untuk dua. Dalam Bahasa 
Ibrani, bentuk dual digunakan untuk hal-hal yang berpasangan, seperti 
mata, telinga dan tangan. Kata “Elohim” dan kata ganti “kita” adalah 
dalam bentuk jamak- jelas lebih dari dua – dan menunjuk pada tiga atau 
lebih dari tiga (Bapa, Anak, Roh Kudus).


Dalam Yesaya 48:16 dan 61:1 sang Anak berbicara dan merujuk pada Bapa 
dan Roh Kudus. Bandingkan Yesaya 61:1 dengan Lukas 4:14-19 untuk melihat
 bahwa yang berbicara adalah Anak. Matius 3:16-17 menggambarkan 
peristiwa pembaptisan Yesus. Dalam peristiwa ini kelihatan bahwa Allah 
Roh Kudus turun ke atas Allah Anak sementara pada saat bersamaan Allah 
Bapa menyatakan bagaimana Dia berkenan dengan sang Anak. Matius 28:19 
dan 2 Korintus 13:14 adalah contoh mengenai tiga Pribadi berbeda dalam 
Tritunggal.


3) Pribadi-Pribadi dalam Tritunggal dibedakan dari satu dengan yang 
lainnya dalam berbagai ayat. Dalam Perjanjian Lama, “TUHAN” berbeda dari
 “Tuhan” (Kejadian 19:24; Hosea 1:4). TUHAN memiliki “Anak” (Mazmur 2:7;
 12; Amsal 30:2-4). Roh Kudus dibedakan dari “TUHAN” (Bilangan 27:18) 
dan dari “Allah” (Mazmur 51:12-14). Allah Anak dibedakan dari Allah Bapa
 (Mazmur 45:7-8; Ibrani 1:8-9). Dalam Perjanjian Baru, Yohanes 14:16-17,
 Yesus berbicara kepada Bapa tentang mengutus Sang Penolong, yaitu Roh 
Kudus. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus tidak memandang diriNya sebagai 
Bapa atau Roh Kudus. Perhatikan pula saat-saat lain dalam kitab-kitab 
Injil ketika Yesus berbicara kepada Bapa. Apakah Dia berbicara kepada 
diri sendiri? Tidak. Dia berbicara kepada Pribadi lainnya dalam 
Tritunggal, - Sang Bapa.


4) Setiap Pribadi dalam Tritunggal adalah Allah. Bapa adalah Allah: 
Yohanes 6:27; Roma 1:7; 1 Petrus 1:2. Anak adalah Allah: Yohanes 1:1, 
14; Roma 9:5; Kolose 2:9; Ibrani 1:8; Yohanes 5:20. Roh Kudus adalah 
Allah: Kisah Rasul 5:3-4; 1 Korintus 3:16 (Yang mendiami adalah Roh 
Kudus – Roma 8:9; Yohanes 14:16-17; Kisah Rasul 2:1-4).


5) Subordinasi dalam Tritunggal: Alkitab memperlihatkan bahwa Roh Kudus 
tunduk (subordinasi) kepada Bapa dan Anak, dan Anak tunduk (subordinasi)
 kepada Bapa. Ini adalah relasi internal dan tidak mengurangi atau 
membatalkan keillahian dari setiap Pribadi dalam Tritunggal. Ini mungkin
 adalah bagian dari Allah yang tidak terbatas yang tidak dapat 
dimengerti oleh pikiran kita yang terbatas. Mengenai Anak, lihat Lukas 
22:42; Yohanes 5:36; Yohanes 20:21; 1 Yohanes 4:14. Mengenai Roh Kudus 
lihat Yohanes 14:16; 14:26; 15:26; 16:7, dan khususnya Yohanes 16:13-14.


6) Pekerjaan dari setiap Pribadi dalam Tritunggal: Bapa adalah Sumber 
utama atau Penyebab utama dari a) alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 
1:3; Kolose 1:16-17); b) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; 
Yohanes 16:12-15; Wahyu 1:1); c) keselamatan (Yohanes 3:16-17); dan d) 
pekerjaan Yesus sebagai manusia (Yohanes 5:17; 14:10). Bapa MEMULAI 
semua ini.


Anak adalah agen yang melaluiNya Bapa melakukan karya-karya sbb: 1) 
penciptaan dan memelihara alam semesta (1 Korintus 8:6; Yohanes 1:3; 
Kolose 1:16-17); 2) pewahyuan illahi (Yohanes 1:1; Matius 11:27; Yohanes
 16:12-15; Wahyu 1:1); 3) keselamatan (2 Korintus 5:19; Matius 1:21; 
Yohanes 4:42). Bapa melakukan semua ini melalui Anak yang berfungsi 
sebagai Agen Allah.


Roh Kudus adalah alat yang dipakai Bapa untuk melakukan karya-karya 
berikut ini: 1) penciptaan dan memelihara alam semesta (Kejadian 1:2; 
Ayub 26:13; Mazmur 104:30); 2) pewahyuan illahi (Yohanes 16:12-15; 
Efesus 3:5; 2 Petrus 1:21); dan 3) keselamatan (Yohanes 3:6; Titus 3:5; 1
 Petrus 1:2); dan pekerjaan-pekerjaan Yesus (Yesaya 61:1; Kisah Rasul 
10:38). Bapa melakukan semua ini dengan kuasa Roh Kudus.


Tidak ada ilustrasi-ilustrasi yang sering dipakai yang dapat dengan 
akurat menjelaskan Tritunggal. Telur (atau apel) tidak tepat karena 
kulit telur, putih telur dan kuning telur, semua adalah bagian dari 
telur dan bukan secara sendirinya telur. Bapa, Anak dan Roh Kudus 
bukanlah bagian dari Allah namun setiap mereka adalah Allah. Ilustrasi 
yang menggunakan air sedikit lebih bagus dalam menjelaskan Tritunggal, 
namun tetap tidak cukup. Cairan, uap dan es adalah bentuk-bentuk dari 
air. Bapa, Anak dan Roh Kudus bukanlah bentuk-bentuk dari Allah, setiap 
Pribadi itu adalah Allah. Dengan demikian, walaupun ilustrasi-ilustrasi 
ini memberi gambaran mengenai Tritunggal, gambaran yang diberikan tidak 
selalu akurat. Allah yang tidak terbatas tidak dapat digambarkan secara 
penuh dengan ilustrasi yang terbatas. Daripada menfokuskan diri pada 
Tritunggal, cobalah fokuskan diri pada kebesaran Allah dan bahwa Dia 
jauh lebih agung dari kita. “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan 
pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusan-Nya dan 
sungguh tak terselami jalan-jalan-Nya! Sebab, siapakah yang mengetahui 
pikiran Tuhan? Atau siapakah yang pernah menjadi penasihat-Nya?” (Roma 
11:33-34).



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke