http://jawab-kontradiksi-alkitab.blogspot.com/

21) Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15:25).
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19:14).

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)

"Hari jam sembilan ketika Ia disalibkan."
TR Transliterasi: ên de hôra tritê kai estaurôsan auton (Markus 15:25)
"Hari itu ialah hari persiapan Paskah, kira-kira jam dua belas. Kata Pilatus 
kepada orang-orang Yahudi itu: 'Inilah rajamu!'"
TR Transliterasi: ên de paraskeuê tou paskha hôra de hôsei hektê kai legei tois 
ioudaiois ide ho basileus humôn (Yohanes 19:14)

Jam, bahasa Yunaninya hôra,
 adalah pembagian hari atas satuan-satuan waktu; jumlahnya dua belas 
dari terbitnya sampai terbenamnya matahari, tetapi lamanya berubah-ubah 
sesuai dengan musim, dan dapat diperpendek atau diperpanjang sekitar 11 
menit.

Orang Yahudi kuno membagi malam menjadi tiga bagian yang 
masing-masing terdiri atas empat jam. Jam pertama (ROSY 'ASYMURÕT, 
jam-kepala, Ratapan 2:19), jam kedua (ROSY HA'ASYMURÕT HATIKÕNAH, 
jam-tengah, Hakim-hakim 7:19), dan jam ketiga (BA'ASYMURÕT HAVOQER, 
jam-pagi, Keluaran 14:24).

Di era Yesus Kristus, mereka membagi malam menjadi empat bagian yang 
masing-masing terdiri atas tiga jam :
- Jam pertama disebut malam mulai dari jam 18:00 hingga jam 21:00.
- Jam kedua disebut tengah malam mulai dari jam 21:00 hingga jam 24:00.
- Jam ketiga disebut kokok ayam mulai jam 00:00 hingga jam 03:00.
- Jam keempat disebut pagi mulai jam 03:00 hingga jam 06:00.

Demikian
 kita baca dalam Matius 14:25, "Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus
 kepada mereka berjalan di atas air." Teks Yunani menulis tetartê phulakê tês 
nuktos, "jam (ronda) keempat malam" yakni antara jam 03:00 dini hari hingga jam 
06:00 pagi.
Pembagian waktu siang pun tidak berbeda.
Jam pertama mulai dari jam 06:00 hingga jam 09:00,
jam kedua mulai jam 09:00 hingga jam 12:00,
jam ketiga mulai jam 12:00 hingga jam 15:00 dan
jam keempat mulai jam 15:00 hingga jam 18:00.

Ada berbagai perhitungan, ada yang dimulai dari pagi hari.
Jam
 pertama, pagi-pagi, jatuh pada pukul 06:00, lalu dihitung jam ketiga 
(atau pukul 09:00), jam keenam (atau tengah hari), jam kesembilan (atau 
pukul 15:00), akhirnya petang. Dalam PB masih disebut juga jam ketujuh 
(atau jam 13:00), jam kesepuluh (atau jam 16:00) dan jam kesebelas (atau
 jam 17:00).

Contoh yang paling jelas adalah perumpamaan tentang 
orang-orang upahan di kebun anggur (Matius 20:1-16). Jam sembilan pagi 
(Yunani: tritên hôran, jam ketiga) ia mencari pekerja, jam dua belas 
(Yunani: hektên, jam keenam) dan jam tiga petang (Yunani: hennatên 
hôran, jam kesembilan) ia keluar lagi. Jam lima petang (Yunani: 
hendekatên hôran, jam kesebelas) ia keluar untuk terakhir kalinya.

Matius,
 Markus, dan Lukas menggunakan perhitungan Yahudi ini sedangkan Yohanes 
menggunakan perhitungan yang berbeda (cara Romawi). 

Ada beberapa ayat dalam Injil Yohanes yang mencatat jam: murid-murid-Nya datang 
dan melihat di mana Dia tinggal, jam kesepuluh (hôra ên hôs dekatê,
 Yohanes 1:39), Yesus duduk di sumur Yakub saat bertemu dengan wanita 
Samaria, kira-kira jam keenam (hôra ên hôsei hektê, Yohanes 4:6); 
kesembuhan anak pegawai di Kapernaum, jam ketujuh (hôran hebdomên, 
Yohanes 4:52) dan jam keenam seperti dalam Yohanes 19:14 di atas.

Kebiasaan
 menimba air di tanah Palestina dilakukan pada pagi dan sore hari, tidak
 pernah dilakukan tengah hari, jam dua belas seperti kisah wanita 
Samaria. Jelas bahwa Yesus Kristus duduk di sumur Yakub pada jam enam 
sore waktu Romawi, bukan jam dua belas seperti yang diterjemahkan 
Alkitab LAI.

Alkitab KJV Yohanes 4:6
Now Jacob's well was 
there. Jesus therefore, being wearied with his journey, sat thus on the 
well: and it was about the sixth hour.

Dengan demikian akan kita 
peroleh bahwa murid-murid Yesus datang dan melihat di mana Dia tinggal 
adalah jam sepuluh bukan jam empat sore sebagaimana diterjemahkan dalam 
Alkitab LAI. Yohanes tidak menggunakan perhitungan jam ala Yahudi 
melainkan ala Romawi. Yohanes tidak pernah lupa saat pertama ia bertemu 
dengan Yesus Kristus.

Yohanes menulis jam keenam (hektê)
 bermakna benar-benar jam 6 pagi menurut perhitungan Romawi saat Pilatus
 memberi keputusan terakhir dan Yesus Kristus belum disalib. Markus 
menulis jam ketiga (tritê atau 
jam sembilan pagi menurut perhitungan Romawi, saat Yesus Kristus mulai 
disalibkan. Kedua ayat di atas sama sekali tidak bertentangan. Jika 
diselidiki lebih lanjut Injil Yohanes, maka orang akan mengetahui bahwa 
Injil itu ditujukan kepada pembaca Romawi dan Yunani, oleh karena itu 
Yohanes menggunakan perhitungan waktu Romawi.

Bukti lebih lanjut 
bahwa Yohanes menggunakan perhitungan waktu Romawi dapat dikaji dalam 
Yohanes 20:19, "Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu 
berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang 
terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu 
datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: 'Damai 
sejahtera bagi kamu!'"

Berdasarkan perhitungan Romawi, hari 
dimaksud adalah Minggu malam. Teks Yunani menulis 'housês {adalah} oun 
{oleh karena itu} opsias {malam} tê hêmera {hari} ekeinê {yang sama} tê 
mia {pertama} tôn sabbatôn {minggu/ week (inggris)}, atau "hari yang 
sama di waktu malam pada hari pertama minggu (week) itu". Yesus Kristus 
bangkit pada hari Minggu dan malam harinya Dia menampakkan diri kepada 
para murid.

Jadi, Yesus disalibkan jam 9 pagi. Ayat Yohanes 
19:14, seharusnya LAI menulis “jam keenam” yaitu jam 6 pagi, waktu itu 
Yesus belum disalib.





Diposkan oleh
WHY WE LEFT


di
23:29


0
komentar










Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Berbagi ke Google Buzz



Label:
WAKTU









          
        

        
      
Rabu, 20 Agustus 2003

        
      




20) Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para murid-Nya ?





20) Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para murid-Nya ?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14:33).
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6:51-52).

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)

"Dan orang-orang yang ada di perahu menyembah Dia, katanya: 'Sesungguhnya 
Engkau Anak Allah.'"
TR Transliterasi: hoi de en tô ploiô elthontes prosekunêsan autô legontes 
alêthhôs theou huios ei (Matius 14:33)
"Lalu Ia naik ke perahu mendapatkan mereka, dan anginpun redalah. Mereka sangat 
tercengang dan bingung (ethaumazon), sebab sesudah peristiwa roti itu mereka 
belum juga mengerti, dan hati mereka tetap degil." (Markus 6:51-52)

Tidak
 terdapatnya penyembahan dan pengakuan bahwa "Engkau Anak Allah" dalam 
Matius tidak berarti bahwa peristiwa itu tidak terjadi. Ungkapan bingung
 dalam Markus itu tidak tepat karena kata Yunani ethaumazon dari 
thaumazô lebih bermakna heran (Matius 8:27, 9:23, 15:31, dan lain-lain).
 Penyembahan dan pengakuan itu justru terjadi karena para murid merasa 
heran dan takjub.

Bandingkan dengan pengakuan para murid dalam Matius 8:27, "Dan heranlah ( dari 
ethaumasanthaumazô) orang-orang itu, katanya: 'Orang apakah Dia ini, sehingga 
angin dan danaupun taat kepada-Nya?'"

Suatu
 peristiwa yang diceritakan oleh beberapa penulis, jika cerita itu 
persis sama, tentu tidak diperlukan tulisan berbeda. Berbeda tidak harus
 berarti bertentangan, masing-masing penulis memiliki tujuan tersendiri 
dalam mengungkapkan isi tulisannya.





Diposkan oleh
WHY WE LEFT


di
23:27


0
komentar










Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Berbagi ke Google Buzz



Label:
BENAR VS TIDAK









          
        

        
      
Selasa, 05 Agustus 2003

        
      




19)  Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?





 19)  Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus ?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49).
b. Rabi (Markus 14: 45),
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa atau diam (Lukas 22:47).

JAWAB : (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)

"Dan segera ia maju mendapatkan Yesus dan berkata: 'Salam Rabi (Yunani: khaire 
rhabbi),' lalu mencium Dia." (Matius 26:49)

"Dan
 ketika ia sampai di situ ia segera maju mendapatkan Yesus dan berkata: 
'Rabi (rhabbi rhabbi),' lalu mencium Dia." (Markus 14:45)

"Waktu 
Yesus masih berbicara datanglah serombongan orang, sedang murid-Nya yang
 bernama Yudas, seorang dari kedua belas murid itu, berjalan di depan 
mereka. Yudas mendekati Yesus untuk mencium-Nya." (Lukas 22:47)

Ketiga
 ayat ini sama sekali tidak bertentangan karena ketiga-tiganya 
menceritakan bahwa Yudas Iskariot pergi kepada Yesus Kristus dan 
mencium-Nya. Lukas 22:47 tidak menulis bahwa Yudas tidak mengucapkan apa-apa 
karena yang mendengar perkataan Yudas saat itu tentulah Yesus Kristus.

Suatu peristiwa yang diceritakan oleh tiga penulis, jika cerita itu persis 
sama, tentu tidak diperlukan tiga tulisan berbeda. Berbeda tidak harus berarti 
bertentangan, masing-masing penulis memiliki tujuan tersendiri dalam 
mengungkapkan isi tulisannya.





Diposkan oleh
WHY WE LEFT


di
01:11


0
komentar










Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Berbagi ke Google Buzz



Label:
BENAR VS TIDAK









          
        

        
      
Rabu, 23 Juli 2003

        
      




18) Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?





18) Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus ?
a. Ada 2 orang (Matius 8:28)
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2).

JAWAB: (Kategori: salah memahami isi cerita atau maksud penulis)

Dua orang (Matius 8:28) - "Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara, 
datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka 
sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu."

Satu orang
 (Markus 5:1-2) - "Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah 
orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang 
kerasukan roh jahat dari pekuburan menemui Dia."

Satu orang
 (Lukas 8:26-27) - "Lalu mendaratlah Yesus dan murid-murid-Nya di tanah 
orang Gerasa yang terletak di seberang Galilea. Setelah Yesus naik ke 
darat, datanglah seorang laki-laki
 dari kota itu menemui Dia; orang itu dirasuki oleh setan-setan dan 
sudah lama ia tidak berpakaian dan tidak tinggal dalam rumah, tetapi 
dalam pekuburan."

Kontradiksi hanya terjadi jika suatu pernyataan mengakibatkan pernyataan lain 
yang terkait menjadi mustahil. Jika Markus atau Lukas mengatakan bahwa hanya 
ada satu orang yang kerasukan setan yang menemui Yesus sementara Matius 
mengatakan bahwa ada dua yang datang, maka
 terjadilah kontradiksi. Tetapi, jika memang terdapat dua orang 
kerasukan setan, maka berarti paling tidak memang ada satu orang untuk 
diceritakan. Karenanya, tidak ada kontradiksi di sini.

Faktanya 
sederhana saja yaitu Matius menyebutkan kedua-duanya sementara Markus 
dan Lukas hanya menyebutkan salah satu dari mereka. Mungkin sekali waktu
 itu memang ada 2 orang yang kerasukan setan, tetapi yang satu lebih 
parah keadaannya yaitu seorang yang dirasuki oleh "legion" (pasukan setan) 
sehingga Markus dan Lukas hanya menyoroti yang satu itu.





Diposkan oleh
WHY WE LEFT


di
01:24


0
komentar










Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Berbagi ke Google Buzz



Label:
ANGKA









          
        

        
      
Selasa, 08 Juli 2003

        
      




17) Di mana Yesus menemui orang kerasukan setan ?





17) Di mana Yesus menemui orang kerasukan setan ?
a. Di Gadara (Matius 8:28)
b. Di Gerasa (Markus 5:1-2).

JAWAB : (Kategori : salah memahami makna kata dalam bahasa asli)

Matius 8:28,
Setibanya di seberang, yaitu di daerah orang Gadara,
 datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. 
Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorang pun yang berani melalui 
jalan itu.
Markus 5:1-2
Lalu sampailah mereka di seberang danau, di daerah orang Gerasa. Baru saja 
Yesus turun dari perahu, datanglah seorang yang kerasukan roh jahat dari 
pekuburan menemui Dia.

Apa perbedaan Gadara dan Gerasa? 
Gerasa adalah sebuah kota,
Gadara adalah sebuah propinsi.

Maka, Gerasa terdapat di Propinsi Gadara. Jadi, keduanya benar.





Diposkan oleh
WHY WE LEFT


di
01:22


0
komentar










Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Berbagi ke Google Buzz



Label:
TEMPAT









          
        

        
      
Sabtu, 28 Juni 2003

        
      




16) Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?





16) Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20:29-30).
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10:46).

JAWAB : Kategori : salah mengaitkan cerita yang satu dengan yang lainnya)

Matius 20:29-30
"Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya keluar dari Yerikho, orang banyak 
berbondong-bondong mengikuti Dia. Ada dua orang buta (duo tuphloi) yang duduk 
di pinggir jalan mendengar, bahwa Yesus lewat, lalu mereka berseru: 'Tuhan, 
Anak Daud, kasihanilah kami!'"

Markus 10:46,
"Lalu
 tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Dan ketika Yesus keluar 
dari Yerikho, bersama-sama dengan murid-murid-Nya dan orang banyak yang 
berbondong-bondong, ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak 
Timeus, duduk di pinggir jalan."

Naskah
 Yunani TR: kai erkhontai eis hierikhô kai ekporeuomenou autou apo 
hierikhô kai tôn mathêtôn autou kai okhlou hikanou huios timaiou 
bartimaios ho tuphlos ekathêto para tên hodon prosaitôn. 

Masih ada satu ayat lagi:
Lukas 18:35,
"Waktu Yesus hampir tiba di Yerikho, ada seorang buta (tuphlos tis) yang duduk 
di pinggir jalan dan mengemis."

Kisah
 di atas mencakup dua lokasi dan dua peristiwa berbeda karena ada dua 
kota Yerikho, yang pertama adalah kota tua Yerikho dan yang satu lagi 
adalah kota Yerikho yang dibangun oleh raja Herodes. Dua orang buta 
dalam Matius dijumpai oleh Yesus Kristus saat Dia keluar dari kota tua 
Yerikho dan saat Dia mendekati kota Yerikho yang satu lagi -- Lukas 
menulis eggizein dari eggizô, artinya menghampiri, meraih, menjangkau, saat 
itulah Yesus Kristus menyembuhkan seorang lagi yang bernama Bartimeus.

Yerikho
 adalah sebuah kota di lembah Yordan. Kira-kira 12 kilometer sebelah 
utara laut Mati. Kota Yerikho dari PL yang disebut kota tua Yerikho 
ditempatkan pada bukit puing-puing Tell Es-Sultan. Herodes Agung 
membangun sebuah Yerikho baru sebagai tempat tinggalnya di musim dingin 
(sekarang Tulul Abu El-'alayik) di sebelah barat-daya kota yang tua, 
pada tempat keluarnya wadi Kilt.

Tidak ada kontradiksi. Matius 
20:29-30 menjelaskan masalah ini; begitu Yesus meninggalkan Yerikho 
memang ada dua orang buta yang duduk di pinggir jalan. Jika memang ada 
dua, maka paling tidak memang ada satu yang bisa diceritakan. Satu yang 
paling difokuskan oleh dua ayat lainnya adalah yang bernama Bartimeus. 
Keduanya berteriak (Matius 20:29-30). Tetapi, Markus dan Lukas hanya 
berfokus pada si Bartimeus, mungkin karena dialah yang berteriak paling 
kuat dan paling bertekad kuat untuk disembuhkan, tekad ini sangat 
penting diperhatikan karena Allah mau supaya kita gigih menyampaikan 
kebutuhan kita kepada-Nya.






Diposkan oleh
WHY WE LEFT


di
01:19


0
komentar










Kirimkan Ini lewat Email

BlogThis!

Berbagi ke Twitter

Berbagi ke Facebook

Berbagi ke Google Buzz



Label:
ANGKA









          
        

        
      
Jumat, 06 Juni 2003

        
      




15)  Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau tidak benar?









[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke