Prihatin2, ngaku TERAPIN SYARIAH, kok kayak gini HASILNYA......

Derita Zainab, Derita Safiah, derita istri Said, anak angkat Muhammad

http://muhammad-zainab.blogspot.com/

Akan terus berulang seperti ini SELAMA MUSLIM SEJATI ada dimana-mana. 

Membebaskan mereka dari ISLAM adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan (Ernest 
Renan)

--- Pada Sel, 10/8/10, ayub yahya <[email protected]> menulis:

Dari: ayub yahya <[email protected]>
Judul: Re: [proletar] Dituduh Berzina, Wanita Hamil Dicambuk & Ditembak Mati 
Taliban
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 10 Agustus, 2010, 11:48 AM







 



  


    
      
      
      hukum seperti ini yang ndeboos paling demen

salah dikit dor .. dor !!



--- On Tue, 8/10/10, sunny <[email protected]> wrote:



 



http://us.detiknews.com/read/2010/08/10/121548/1417194/10/dituduh-berzina-wanita-hamil-dicambuk-ditembak-mati-taliban



Selasa, 10/08/2010 12:15 WIB



Dituduh Berzina, Wanita Hamil Dicambuk & Ditembak Mati Taliban



Rita Uli Hutapea - detikNews



Kabul - Seorang wanita yang sedang hamil di Afghanistan menemui ajal secara 
mengenaskan. Di depan publik, Taliban mencambuk dan menghukum mati janda 
tersebut karena diduga telah melakukan perzinahan.



Wakil kepala kepolisian Provinsi Badghis, Ghulam Mohammad Sayeedi mengatakan, 
wanita bernama Bibi Sanubar itu ditembak tiga kali di kepalanya.



Dikatakan Sayeedi, wanita berumur 35 tahun itu sempat ditahan selama tiga hari 
sebelum ditembak mati oleh seorang komandan lokal Taliban di Distrik Qadis, 
Provinsi Badghis dalam persidangan publik yang digelar Minggu, 8 Agustus lalu.



Taliban menuduh Sanubar melakukan "hubungan tidak sah" sehingga menyebabkan 
dirinya hamil. Sebelum ditembak mati, Sanubar dihukum dengan 200 pukulan cambuk 
di depan publik.



"Dia ditembak di kepala di depan publik sementara dirinya sedang hamil," kata 
Sayeedi seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/8/2010).



Dikatakan Sayeedi, komandan Taliban Mohammad Yousuf melakukan eksekusi 
tersebut. Pria yang diduga terlibat affair dengan Sanubar tidak dihukum karena 
berhasil meloloskan diri.



Kepala dewan provinsi Badghis, Mohammad Nasir Nazaari mengkonfirmasi terjadinya 
eksekusi tersebut. Dikatakannya, Distrik Qadis sepenuhnya berada di bawah 
kendali Taliban.



Kepala Komisi HAM Independen Afghan di Afghanistan barat, Abdul Qadir Rahimi 
mengutuk eksekusi tersebut. "Persidangan seperti itu tak bisa diterima dan 
merupakan pelanggaran HAM. Semua persidangan harus dilakukan dalam pengadilan 
yang sah dengan melaksanakan semua tahap peradilan," tegas Rahimi.



Sedangkan wakil kepala dewan agama di Afghanistan barat, Mohammad Kabaabiani 
mencetuskan, eksekusi tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam.



(ita/nrl) 



[Non-text portions of this message have been removed]



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke