Blogroll
Agama Palsu PEDOFILConversation With MuslimDISKUSI ISMAIL-ISHAK
1FAITHFREEDOM PEDIAFAITHFREEDOM WIKIFormer Muslims United (FMU)FORUM MURTADIN
INDONESIAFREE 100 BUKU Dr. BoutrosFUCK MUHAMMADINDONESIA EX-MUSLIM FORUMISHMAEL
SHALL BE BLESSEDISLAM AWAITED MESSIAHISLAM EXPOSEISLAM EXPOSEDISLAM FOBIAISLAM
OPO IKIISLAM SESATISLAM VERSUS KRISTENISLAMIC INVASIONISMAIL SAUDARAKUJELAS
NGGAKJESUS versus MUHAMMADJOEL'S TRUMPETKABAR SUKACITAKebohongan Dari
IslamKESAKSIAN PUTRA HAMASKESALAHAN QURANKONTRADIKSI ALKITAB BlogKONTRADIKSI
ALKITAB-Sarapanpagi.orgKRISTUS, MUHAMMAD dan AKUMAARIFAT ALLAHMENGAPA KAMI
MENINGGALKAN ISLAM?MENGKAJI ISLAMMUHAMMAD dan ZAINABMUSLIM HARUS
TAHUPRESTASI&WARISAN MUHAMMADPSIKOBIOGRAPHY NABI ALLAHSATE MUSLIMSAVE MOSLEM
DESTROY ISLAMSIAPAKAH ALLAH INI?SIARAN AL HAYATSON of HAMASStop Islamisation Of
EuropeTANYA JAWAB ALKITABWIKI
ISLAMWomen against Shariah
Top Posts AL
QAEDA MENGUMUMKAN PENDETA KOPTIK ZAKARIA BOTROS SEBAGAI “KAFIR YANG PALING
DICARI DI SELURUH DUNIA”DUA TEMPAT TERBIT DAN TERBENAM MATAHARI DALAM
AL-QURAN10 Pertanyaan Muslim kepada KRISTENINTRODUKSI PERBEDAAN MENDASAR ISLAM
DAN KRISTENBab 3 - TERKUTUKLAH ORANG YANG BERKATA: KRISTUS ADALAH PUTERA
ALLAHMENINGGALKAN ISLAM KESAKSIAN DARI SEORANG PEMURTAD YANG DIFATWA HUKUMAN
MATIBUKU BARU: SIAPA BILANG KRISTEN TIDAK BISA MENJAWABTritunggal Dalam
Kekristenan (part 2)Tritunggal dalam
Kekristenan (Part 3) Recent Posts
Tritunggal dalam Kekristenan (Part 4)Tritunggal dalam Kekristenan
(Part 3)Tritunggal Dalam Kekristenan (part 2)Tritunggal
dalam KekristenanMengapa Dalam Alkitab Ada Cerita Cabul?Apakah yang Dimaksud
dengan Istilah “Injil”?DIANCAM HUKUMAN GANTUNG KARENA MEMURTADKAN MUSLIMMengapa
Selalu Ada Koreksi dan Perbaikan Dalam Versi Alkitab Terjemahan?Mengapa Begitu
Banyak Terjemahan Alkitab?Kesaksian Iwan Firdaus: Istri saya murtad berkat
situs ini
41) Yesus naik ke surga pada hari kebangkitan-Nya atau 40 hari setelah
kebangkitan-Nya?http://jawab-kontradiksi-alkitab.blogspot.com/
41) Yesus naik ke surga pada hari kebangkitan-Nya atau 40 hari setelah
kebangkitan-Nya?
LUKAS 24:21,29,36,51 VS KISAH PARA RASUL 1:3.
Dalam
Lukas, TERTULIS: "Yesus telah naik ke surga pada hari kebangkitan-Nya
atau pada malam sebelumnya", TETAPI dalam Kisah Para Rasul: "Yesus naik
ke surga sesudah 40 hari setelah kebangkitan-Nya". (bertentangan kisah).
JAWAB: (Kategori : salah memahami konteks ayat)
Dalam
kitab Lukas memang tidak dikatakan bahwa Yesus Naik ke surga pada 40
hari setelah kebangkitan-Nya; namun bukan berarti Yesus langsung ke
Surga pada hari kebangkitan-Nya; Lukas 24 juga menuliskan beberapa
kegiatan yang dilakukan Yesus dan itupun tidak menuliskan dilakukan
dalam 1 hari; Bagaimana bisa penulis kontradiksi ini menyimpulkan 1 hari
atau bahkan malam sebelumnya?
Kepada mereka Ia menunjukkan
diri-Nya setelah penderitaan-Nya selesai, dan dengan banyak tanda Ia
membuktikan, bahwa Ia hidup. Sebab selama empat puluh hari Ia
berulang-ulang menampakkan diri dan berbicara kepada mereka tentang
Kerajaan Allah. (Kisah 1:3)
Lukas 24:50-53
24:50 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia
mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.
24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan
terangkat ke sorga.
24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan
sangat bersukacita.
24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.
EMPAT KEJADIAN YANG BESAR
Dalam
Alkitab PB kita baca tentang 4 kejadian yang menandai kehidupan Tuhan,
Pelepas kita selama berada di dunia ini. Keempat kejadian ini membentuk 4
mata rantai dari kelepasan.
1. Yesus menjadi manusia
2. Penderitaan-Nya dan Kematian-Nya di kayu salib
3. Kebangkitan-Nya
4. Kenaikan-Nya ke Surga
Mengapa Tuhan masih harus berada di bumi ini 40 hari lamanya sesudah
kebangkitan-Nya dan tidak langsung naik ke Surga?
KEBANGKITAN
Mari
kita mulai dengan mengemukakan bahwa kenyataan kenaikan ke Surga tidak
pernah akan dimengerti, bila keajaiban kebangkitan tidak diresapi. Bila
Surga adalah tujuan akhir kita (tempat di mana orang hidup dan sekali
lagi hidup), bagaimanakah tempat dengan kehidupan yang berbunga, ya,
kehidupan kekal dapat dicapai, jika kehidupan itu tidak dimulai dari
dunia ini.
Dalam Yohanes 6:22-59. Sekali peristiwa Yesus berkata
kepada murid-murid-Nya mengenai roti kehidupan dan coba menjelaskan
kepada mereka bahwa Dialah Roti Hidup itu yang turun dari Surga. Bahwa
mereka harus makan roti itu jika mereka ingin memperoleh hidup yang
kekal. Dalam pembahasan ini Yesus secara berangsur-angsur beralih ke
pembicaraan mengenai makan daging-Nya dan minum darah-Nya, “Barang siapa
makan daging-Ku dan minum darah-Ku, memperoleh hidup yang kekal”.
Pada
kesempatan inilah Tuhan menunjuk pada kenyataan kenaikanNya ke Surga,
pada waktu Ia berkata: “kecil hatikah kamu karena kata-kata itu? Dan
bagaimanakah jikalau kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia
berada sebelumnya? Roh-lah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak
berguna.”
Maukah mereka merasakan keindahan kenyataan Kenaikan,
haruslah mereka berada dalam roh Kebangkitan. Demikianlah kita melihat
hubungan Kenaikan ke Surga dan Kebangkitan erat sekali. Itu sebabnya
kita berhenti sebentar pada Kebangkitan. Empatpuluh hari lamanya Tuhan
berada di dunia ini setelah Ia bangkit dari kuburan. Angka 40 mempunyai
arti kematian segala daging (ingat akan kejadian air bah, waktu Musa
berpuasa dan Yesus dicobai di padang pasir).
Perjalanan keliling
selama 40 hari Tuhan Yesus di dunia ini adalah untuk meyakinkan
murid-murid-Nya. Pikiran kedagingan tidak boleh mengurangi kenyataan
ini. Kekurangan iman murid-murid ini tidak boleh mengeruhkan kebenaran
ini. Kenyataan ini harus menjadi pegangan mereka yang telah melihat Dia.
Tuhan menyatakan diriNya di berbagai tempat dan pada berbagai orang. Ia
tidak dilihat oleh seseorang saja, tetapi kebangkitannya disaksikan
oleh lebih dari 500 orang menurut I Korintus 15:6, bukan sebagai hantu.
Tidak ada yang begitu nyata seperti kebangkitanNya. Empat puluh hari
diperlukan untuk meneguhkan kebenaran yang besar ini. Bukan saja untuk
meneguhkan, tetapi juga untuk memberi penghiburan kepada
murid-murid-Nya. Air mata dihapus, tidak terasa lagi sebagai suatu
musibah bila Yesus pergi, karena mereka teringat akan kata-kata Yesus:
“Adalah berguna bagi kamu, bila Aku pergi, jika tidak, Penghibur (Roh
Kudus) tidak akan datang padamu.” Anehnya, 40 hari lamanya tidak ada
yang bersungut-sungut, tidak ada ahli Torat atau orang Farisi yang
menentang-Nya. Tidak ada orang jahat yang melontari Dia dengan batu.
KENAIKAN KE SURGA
Lukas
menceritakan kepada kita: Dia membawa mereka ke Betania dan sambil
mengangkat tanganNya, Ia memberkati mereka. Kedua bagian Alkitab ini
tidak bertentangan, karena tempat Yesus naik ke Surga adalah Bukit
Zaitun dari mana Betania dapat dilihat dan juga jalan ke Yerusalem.
Suatu pemandangan yang indah. Langit terbuka, rumah penuh kebahagiaan
dan jalan yang dijalani oleh Kristus, dengan kaki-kaki penuh berkat.
Murid-murid semuanya pergi mengikuti Dia dan banyak yang terheran-heran
melihat Pelepas yang tersalib, berjalan-jalan. Mereka melintasi sungai
Kidron dan langsung ke bukit Zaitun. Di sinilah terjadi apa yang belum
pernah dilihat mata mereka. Dia naik ke Surga sebagai Raja, berbeda
dengan Elia, tiada kereta berapi yang mengangkatNya, tidak ada malaikat,
tetapi oleh kekuatan Roh-Nya sendiri. Sekali lagi untuk yang terakhir
kali segala mata memandang sosok Ilahi, terpaku mereka memandang-Nya,
sampai awan menutup pandangan murid-murid-Nya.
RAJA YANG MULIA
Dia,
Yesus yang tersalib dan dihina, Pembebas Dosa yang telah bangkit,
melepaskan Efod-Nya sebagai Imam Besar (menempuh jalan penderitaan
salib) dan jubah biru (jubah kebangkitan) untuk masuk ke pintu gerbang
kekal sebagai Raja mulia. “Angkatlah kepalamu hai pintu-pintu gerbang,
terangkatlah kamu hai pintu-pintu berabab-abad, supaya masuk raja
kemuliaan. Siapa Raja kemuliaan itu? Tuhan, jaya dan perkasa dalam
peperangan. Terangkatlah hai pintu-pintu gerbang, hai pintu-pintu
berabad-abad, supaya masuk Raja kemuliaan. Siapakah Dia Raja kemuliaan
ini? Tuhan, semesta alam, Dialah Raja kemuliaan. Sela.” Mazmur 24:7-16.
Dan kita melihat Dia Raja kemuliaan duduk di atas singgasana yang pernah
ditinggalkan-Nya 33 ½ tahun lamanya untuk menyelesaikan tugas-Nya
sampai tuntas. Sesudah Ia menyelesaikan karya penyelamatan. Dalam Mazmur
47 kita diingatkan berulangkali untuk bersorak-sorai dan menyanyikan
Mazmur karena-Nya.
ARTI KENAIKANNYA KE SURGA
Jadi Tuhan telah
naik ke Surga dan duduk di atas takhta-Nya. Lalu sekarang bagaimana?
Apakah yang akan terjadi? Inilah hal pokok yang sangat menentukan, yang
harus diminta oleh tiap-tiap orang Kristen yang sungguh-sungguh dengan
berapi-api dengan hati yang penuh kerinduan. Kita mengetahui bahwa
peristiwa kenaikan bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Untuk tiap
orang Kristen yang telah disucikan oleh darah-Nya, hal ini sangat
berharga. Kami ulangi lagi pernyataan ini: Apakah artinya kenaikan Yesus
bagi kita? Dalam pendahuluan, sudah kami tunjukkan dalam Lukas 24.
Begitu jelas tertulis: “Sambil mengangkat tangan-Nya, IA MEMBERKATI
MEREKA, dan pada waktu Ia memberkati mereka terjadilah ... “
Dengan
kata lain, berkat itu berlaku terus-menerus. Berkat itu tidak diberikan
untuk saat itu saja, tetapi mengandung nubuatan berkat yang berlanjut.
Inilah berkat yang berhubungan dengan kenaikan-Nya. Dalam Mazmur 24:3-6
diberikan syarat-syarat untuk dapat menerima berkat kenaikan tersebut.
“Siapakah yang boleh naik ke atas gunung Tuhan? Siapakah yang boleh
berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang-orang yang bersih tangannya dan
murni hatinya yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan dan yang
tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan
keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang
yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub. Sela.”
Mazmur 24:3-6.
TUJUAN BERKAT INI
Telah kita lihat
syarat-syarat untuk dapat menerima berkat yang berhubungan dengan
kenaikan. Kita akan maju selangkah dan melihat apa tujuannya, sehingga
berkat ini diberikan dan apakah isi berkat itu. Mari kita baca Efesus
4:8-16. Bagian Alkitab ini telah dikutip rasul Paulus dari Mazmur 68:19.
Yang dikutipnya adalah: “Tatkala Ia naik ke tempat tinggi, Ia membawa
tawanan-tawanan; Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia.”
Kalimat yang di atas menyatakan tujuan Tuhan Yesus naik ke Surga dan
tujuan ini adalah: untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya dan melalui Roh Kudus
membagi-bagikan karunia-karunia rohani kepada setiap jemaat-Nya.
Kita
berhenti sebentar kepada kalimat: Ia membawa tawanan- tawanan. Apa yang
dimaksud dengan kalimat itu? Nabi Yesaya pernah berkata, Yesaya
14:16-17, bahwa setan oknum yang mengadakan kekacauan di atas bumi, yang
tidak melepaskan orang-orangnya yang terkurung pulang ke rumah. Jadi
setan inilah yang merupakan penjara sehingga kita tertawan dan tidak
dapat pulang ke rumah. Penjara ini adalah DOSA, kematian dan neraka.
Dalam Alkitab kita dapati contoh-contoh yang indah, bahwa anak-anak yang
hidup melepaskan orang-orang yang tertawan sehingga dapat kembali
pulang ke rumah. Ingatlah akan perempuan yang berzinah yang tertangkap
basah, pemuda dari Nain yang dibangkitkan, pembunuh di kayu salib.
Kepada kelompok ini yang hidup dalam lumpur dosa yang ditarik keluar
dari kematian dan neraka, TUHAN INGIN MEMBERIKAN BERKAT KENAIKANNYA.
Lihatlah tangan-Nya yang berlubang paku karena kita, sampai saat
terakhir tangan-tangan ini memberkati dan masih mau memberkati. Banyak
orang telah mengalami berkat dari tangan berlobang paku ini.
Arahkanlah
matamu tetap pada tangan-tangan ini, dan dengarlah apa yang dikatakan
bagian kedua: “dan Dia memberi pemberian-pemberian kepada umat-Nya”, dan
ditempat lain tertulis “dan dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan
dengar” (Kisah 2:33) dan dalam Markus 16:19-20, “... dan Tuhan turut
bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”
Terpujilah Nama Yesus, tidak pernah perbendaharaan-Nya kehabisan, tidak
pernah sumber mata air berhenti mengalir.
“Sebab bagi kamulah janji
itu dan bagi anak-cucumu dan bagi orang yang masih jauh, yaitu sebanyak
yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita.” Kisah 2:39
SUATU BERKAT YANG LEBIH BESAR LAGI
Dalam
Efesus 4 kita baca bahwa berkat yang ada lebih lagi dari pada hanya
pencurahan karunia. Kenaikan ke Surga membawa kita melalui karunia dan
jabatan rohani ke dalam suatu KESATUAN PENGAJARAN DAN KESATUAN TUBUH
KRISTUS. Inilah suatu pemikiran yang ajaib dan mulia dalam kaitan dengan
kenaikan ke Surga. Hal ini membawa jemaat sebagai mempelai wanita
kepada KESATUAN MEMPELAI KRISTUS, yang oleh baptisan Roh Kudus, diberi
tempat bersama Yesus, sang mempelai Pria di Surga (Efesus 2:6). Tidak
ada manusia yang mampu membawa persatuan. Kita hanya dapat
mengharapkannya dari Kristus dan Roh Kudus bila kemuliaan-Nya
dinyatakan.
[Non-text portions of this message have been removed]