Mustafa Kemal Ataturk , Anti Shariah!
http://fuck-muhammad.blogspot.com/2009/02/mustafa-kemal-ataturk-anti-shariah.html






Ulasan buku V.S. Naipaul 
     Beyond Belief:
Islamic Excursions Among
the Converted Peoples 

  PERJALANAN KE NEGARA-NEGARA ISLAM  DIANTARA PARA MUALAF 

  by Ram Swarup 

     MUSTAFA KEMAL ATATÜRK 

  (Dari Wikiquote Indonesia, koleksi kutipan bebas berbahasa Indonesia).
 Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: 

Mustafa
 Kemal Atatürk: "Saya tidak percaya dengan federasi negara-negara Islam 
maupun liga bangsa Turki di bawah kekuasaan Uni Soviet. Tujuan saya 
satu-satunya adalah melindungi kemerdekaan Turki dalam batas-batas 
alaminya, bukan membangkitkan kekhilafhan Utsmaniyah atau kekhilafahan 
lain. Jauh dari segala mimpi dan bayangan-bayangan! Mereka 
(kekhilafahan) telah banyak merugikan kita di masa yang lalu." ucapnya 
di depan politisi Arab. 

"Tidak ada
 penindas atau yang tertindas. Yang ada hanyalah mereka yang membiarkan 
diri mereka ditindas. Bangsa Turki bukan termasuk bangsa seperti itu. 
Bangsa Turki dapat mengurus dirinya sendiri. Biarkan bangsa lain 
mengurus diri mereka sebdiri. Kami punya 1 prinsip, yaitu melihat segala
 permasalahan dari kacamata bangsa Turki dan melindungi kepentingan 
nasional Turki." ujarnya di depan delegasi sosialis yang meminta 
dukungannya. 

"Saya adalah Turki. Menghancurkan saya sama artinya dengan menghancurkan 
Turki!" 

"Selama
 hampir 500 tahun, hukum dan teori-teori ulama Arab serta tafsir para 
pemalas dan tiada guna telah menentukan hukum perdata dan pidana Turki. 
Mereka menetapkan konstitusi, rincian aturan hidup orang Turki, 
makanannya, waktu-waktu bangun dan tidurnya, bentuk busananya, rutinitas
 istri yang melahirkan anak-anak mereka, apa yang dipelajari di 
sekolahnya, adat istiadatnya, pemikiran-pemikirannya, bahkan sampai 
perilaku mereka yang paling pribadi. Islam-teologi Arab yang immoral 
itu-adalah benda mati. Bisa saja Islam cocok untuk suku-suku di padang 
pasir. Tetapi Islam tidak bermanfaat untuk negeri yang modern dan maju. 
Wahyu Tuhan, katanya! Tidak ada itu wahyu Tuhan! Islam hanyalah rantai 
yang digunakan para ulama dan penguasa tiran untuk membelenggu rakyat. Penguasa
 yang membutuhkan agama --untuk mempertahankan status-quo-- adalah orang
 yang lemah. Orang yang lemah tidak boleh berkuasa!" 

  Kholifah
 tidak memiliki kekuasaan atau kedudukan apapun, kecuali sebagai figur 
seremonial saja." katanya memotong saat Dewan menemuinya karena Mustafa 
Kemal menolak melakukan tradisi saat pengangkatan Sultan Abdul Mejid II.
 

"Kholifah,
 kantor Anda tidak lebih adalah peninggalan sejarah. Tidak ada dasar 
hukum yang melandasinya. Sungguh tidak sopan Anda berani menulis surat 
kepada sekretaris saya!" tandasnya saat Sultan Abdul Mejid II menulis 
petisi untuk meminta kenaikan biaya operasionalnya." 

"Apapun konsekuensinya, negara republik harus ditegakkan... Khilafah Utsmaniyah 
adalah bentuk negara yang tidak masuk akal atas dasar pondasi agama yang rusak.
 Kholifah dan keluarga Utsmani lainnya harus diusir. Peradilan dan 
hukum-hukum agama yang kolot harus diganti dengan hukum sipil modern. 
Sekolah agama harus dijadikan sekolah negeri yang sekular. Negara dan agama 
harus dipisahkan. Republik Turki harus menjadi negara yang sekuler."    Quote:  
It
 is claimed that religious unity is also a factor in the formation of 
nations. Whereas, we see the contrary in the Turkish nation. Turks were a
 great nation even before they adopted Islam. This religion did not help
 the Arabs, Iranians, Egyptians and others to unite with Turks to form a
 nation. Conversely, it weakened the Turks’ national relations; it 
numbed Turkish national feelings and enthusiasm. This was natural, 
because Mohammedanism was based on Arab nationalism above all 
nationalities.  
  TERJEMAHAN :   Kesatuan
 religius juga merupakan sebuah faktor dlm pembentukan bangsa-bangsa. 
Namun kami melihat hal yg bertentangan dlm bangsa Turki. Turki adalah 
sebuah bangsa besar bahkan SEBELUM mereka memeluk Islam. Agama ini tidak 
membantu Arab, Iran, Mesir dll utk bersatu dgn Turki utk membentuk sebuah 
bangsa.
 Malah, [Islam] melemahkan hubungan nasional Turki; Islam membuntukan 
perasaan nasional dan entusiasme Turki. Ini sangat alami, karena 
Muhamadanisme didasarkan pada nasionalisme Arab diatas bangsa lain 
manapun.     Juga ini; Quote:  I
 am not leaving a spiritual legacy of dogmas, unchangeable petrified 
directives. My spiritual legacy is science and reason.... What I wanted 
to do and what I tried to achieve for the Turkish nation is quite 
evident. If those people who wish to follow me after I am gone take the 
reason and science as their guides they will be my true spiritual heirs.     
TERJEMAHAN :   Saya
 tidak meninggalkan warisan spiritual berbentuk dogma dan 
perintah-perintah menakutkan dan kaku [tidak dapat berubah]. Warisan 
spiritual saya adalah sains dan logika....  Apa
 yg ingin saya lakukan dan yg ingin saya capai bagi bangsa Turki nampak 
jelas. Setelah saya wafat, hanya orang-orang-orang yg mengambil sains 
dan logika sbg pengarahan mereka, adalah para pewaris spiritual saya 
sebenarnya.     VS NAIPAUL : Islam adalah, "IMPERIALISME YG PALING TIDAK MAU 
BERKOMPROMI."

Sumber:
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=2684
http://www.indonesia.faithfreedom.org/forum/viewtopic.php?t=18418
http://islamexpose.blogspot.com/2008/08/mustafa-kemal-ataturk-anti-shariah.html



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke