Pedoman Produksi dan Pasca Panen: Alpukat Alpukat berasal dari bagian tropis benua Amerika, tetapi telah menyebar ke seluruh bagian tropis dan sub-tropis bumi dalam abad ke 19. Di antara buah-buahan, rasa alpukat unik. Rasanya bukan manis atau pun masam, tetapi rasanya seperti kacang-kacangan. Rasa ini berasal dari daging buah yang konsistensinya menyerupai mentega.
Buah alpukat dimakan segar, karena daging buahnya akan pahit rasanya bila dimasak, disebabkan oleh tanin yang terdapat dalam daging buah. Daging buah alpukat dapat dimakan dengan diulasi air jeruk nipis, air jeruk, atau cuka. Buah alpukat dapat dibelah, kemudian bagian cekung dari daging buah diisi dengan daging udang atau daging kepiting. Daging buah alpukat yang dipotong-potong dapat dicampur dengan sayuran untuk dibuat salad. Daging buah alpukat dapat pula dikeringkan kemudian dimasukkan kedalam sop panas tepat sebelum sop dihidangkan. Daging buah alpukat dapat juga direndam dalam air cuka (pickled), atau dilumatkan dan kemudian digunakan sebagi bahan penambah rasa pada es krim. Di beberapa daerah di Jawa, daging buah alpukat dicampur dengan kopi manis sebagai makanan penutup (desert). Minyak alpukat digunakan sebagai kosmetika dan pada pembuatan lotion yang halus untuk tangan dan kulit. Beberapa varietas alpukat buahnya beracun bila belum masak. Demikian pula halnya dengan daunnya. Pengujian pada hewan menunjukkan bahwa daun varietas-varietas berakibat fatal pada hewan pada beberapa kasus pengujian. Biji buah alpukat menghasilkan cairan seperti susu yang baunya seperti almond. Cairan ini akan berubah warnanya menjadi hitam-merah dan pada waktu bangsa Spanyol menaklukkan Amerika Selatan, digunakan sebagai tinta yang tak dapat dimakan. 1. Botani Pohon alpukat tumbuh membentuk tajuk yang berbentuk kubah dan merupakan phon yang selamanya hijau, yang tingginya dapat sekitar 18 meter. Namun, pohon-pohon hasil okulasi cenderung jauh lebih pendek. Bunga alpukat kecil, berwarna hijau muda, dan mengelompok dalam panikel majemuk tandan. Kebanyakan pucuk yang tumbuh menjadi bunga tumbuh pada flush (?) vegetatif terakhir. Sebatang pohon alpukat dapat menghasilkan jutaan bunga dalam satu musim berkembang, tetapi hanya 0,1% yang tumbuh menjadi buah yang dapat dipanen. Bunga alpukat aneh, yaitu semua bunga yang mekar di suatu pohon pada suatu ketika semuanya adalah bunga betina, dan pada ketika lain adalah bunga jantan. Bunga alpukat mekar dua kali sehari. Dengan demikian dalam sebagian dari satu hari suatu pohon fungsional merupakan pohon betina dan pada bagian hari yang lain merupakan pohon jantan. Pohon-pohon yang bunganya untuk pertama kali mekar pada pagi hari dan untuk ke dua kali pada sore hari diklasifikasi sebagai variets "Tipe A" (betina pada pagi hari, jantan pada sore hari). Pohon-pohon yang pertama kali mekar pada sore hari dan mekar ke dua kali pada pagi berikutnya termasuk varietas "Tipe B" (betina pada sore hari, jantan pada pagi hari). Setiap hari ada bunga baru yang mekar dalam musim berbunga, dan ternyata terjadi cukup pertumpang-tindihan (overlap) untuk terjadinya pembuahan. Banyak pekebun alpukat percaya bahwa produksi tinggi dapat diperoleh bila ditanam varietas "Tipe A" dan "Tipe B" bersama dalam kebun yang sama. Buah alpukat berbiji tunggal besar. Biji dikelilingi daging buah yang tebal dan kulit buah biasanya tebal, bervariasi menurut varietas. Ukuran buah berbagai varietas sangat bervariasi (dari < 1 kg sampai > 3 kg). Juga bentuk bermacam varietas berbeda, tetapi buah alpukat pada umumnya bentuknya seperti buah jambu air. Warna buah alpukat juga bergantung pada varietasnya, sehingga terdapat buah alpukat yang berwarna hijau-kuning, bermacam kepekatan hijau, ungu, coklat, sampai hampir hitam pekat. Kandungan minyak buah alpukat berkisar antara sekitar 3% dan > 30%. Di Amerika Serikat buah alpukat dengan kandungan minyak kurang dari 8% dilarang diperdagangkan. 2. Persyaratan yang Berhubungan dengan Iklim dan Pertumbuhan Bagi varietas-varietas alpukat Indonesia suhu optimum adalah sekitar 25 - 300C (siang hari) dan 15 - 200C (malam hari). Periode dengan suhu malam hari yang dingin dan berkepanjangan, seperti yang biasanya terjadi antara bulan Juli dan Agustus, akan merangsang produksi bunga. Pohon-pohon alpukat yang sudah mapan dapat mentoleransi suhu sampai setinggi 400C, tetapi tidak dapat mentoleransi kombinasi suhu > 400C yang berkepanjangan dan kelembaban rendah, yang mengakibatkan stress dan berkurangnya produktivitas. Pohon alpukat hanya memerlukan syarat-syarat yang moderat mengenai kebasahan: curah hujan 1.000 - 1500 mm/tahun sudah mencukupi. Malah diketahui bahwa di Indonesia bagian Timur di mana curah hujan hanya sekitar 500 mm/tahun, pohon alpukat masih dapat tumbuh. Perlu diperhatikan bahwa kebutuhan akan air sangat kritis pada waktu pohon berkembang dan pada waktu pembentukan buah. Juga kebutuhan akan air sangat kritis tiga bulan sesudah pohon berkembang, yaitu saat buah tumbuh maksimum dan berlanjut sampai buah benar-benar tua. Pohon alpukat dapat tumbuh di bermacam tanah, tetapi paling baik hidup di tanah bertekstur medium dengan pH 5,5 - 6,5. Pohon alpukat tidak toleran terhadap penggenangan yang berkepanjangan, karenanya sangat penting untuk menanam pohon alpukat di daerah-daerah dengan struktur tanah yang mudah terdrainase. 3. Pembiakan dan Budidaya Pembiakan: Biji benih alpukat cepat sekali mati dan harus ditanam dalam jangka waktu tujuh hari. Kelangsungan hidup biji benih dapat dipertahankan selama beberapa bulan apabila biji benih disimpan dalam serbuk gergaji pada suhu 4 - 80C, atau dalam kantong polietilen yang utuh (tidak berlobang) pada suhu 4,40C. Pohon alpukat hasil pembiakan dengan menggunakan biji benih, lama sekali berbuah. Malah diketahui adanya pohon-pohon alpukat yang mandul (tidak menghasilkan buah) sepanjang hidupnya. Guna keperluan komersial, pohon-pohon hasil okulasi yang ditanam, untuk menjamin dipertahankannya varietas dan diperolehnya produksi buah yang memuaskan, ketimbang yang dapat dicapai dengan penanaman pohon-pohon hasil pembiakan dengan menggunakan biji benih. Tetapi, pembiakan melalui umbi akar biasa juga dilakukan oleh industri alpukat. Pembiakan biasa dilakukan di bawah naungan 50%, karena pohon-pohon muda mudah sekali terbakar karena sinar matahari dalam musim kemarau. Pohon-pohon muda dapat ditanam sekitar sembilan bulan setelah menanam benih. Penanaman: Pohon-pohon muda perlu dinaungi dan dilindungan dalam tahun pertama setelah ditanam. Jarak tanam bervariasi menurut varietas dan kebiasaan-kebiasaan setempat. Pada umumnya jarak tanam yang memuaskan bagi varietas- varietas yang dapat tumbuh tinggi ialah 6 m x 7,5 m (92 batang pohon/ha). Saat berbuah untuk pertama kali bergantung pada varietas, tetapi varietas-varietas yang cepat berbuah, dapat berbuah untuk pertama kali, dua tahun sesudah penanaman bibit. Tetapi kebanyakan varietas, baru sesudah lima tahun benih ditanam akan berbuah untuk pertama kali. Pohon alpukat produktif sampai berumur 50 tahun, walaupun diketahui adanya pohon-pohon alpukat yang masih produktif walaupun sudah berumur lebih dari 100 tahun. Enam bulan sesudah pohon berkembang, buah alpukat mencapai umur tua. Jangka waktu menjadi tua ini bergantung pada varietas dan suhu. Dengan mengacu pada beberapa varietas yang tumbuh di suatu wilayah, dapat disimpulkan bahwa jangka waktu buah menjadi tua adalah sekitar tujuh atau delapan bulan sesudah pohon berkembang. Terdapat varietas alpukat yang musim berbuahnya cenderung dua kali setahun, bila dibandingkan dengan varietas lain. Peristiwa ini bergantung juga pada praktek "menyimpan" buah di pohon (berbeda dengan kebanyakan buah lainnya buah alpukat hanya menjadi masak bila dipetik). Pohon-pohon alpukat yang ditanam di perkebunan yang berumur lima tahun dapat diharapkan menghasilkan 50 kg buah/pohon, sedangkan pohon-pohon yang berumur 15 tahun dapat menghasilkan 100 - 200 kg/pohon dalam satu tahun. Ada pohon alpukat yang ditanam individual yang dapat menghasilkan 500 kg buah dalam satu tahun. Pemupukan. Pemupukan bergantung pada lokasi, jenis tanah dan curah hujan. Namun, nitrogen merupakan zat hara terpenting penentu produksi buah. Alpukat juga cenderung mudah mengalami defisiensi seng dan besi. Hasil Panen. Musim panen raya alpukat biasanya mulai pada bulan Desember sampai bulan Februari dan musim panen kecil mulai pada bulan Mei sampai bulan Juli. Mengenai hasil panen sudah dikemukakan di atas di bagian Penanaman. Rata-rata hasil panen di Indonesia adalah sebesar 5 ton/ha. Ini sangat rendah bila dibandingkan dengan hasil panen di Australia yang sebesar 15 ton/ha. Perbedaan dalam hasil panen ini disebabkan oleh perbedaan varietas yang ditanam dan perbedaan pada praktek budidaya. Penyakit dan Hama. Penyakit utama pohon alpukat ialah penyakit rusak akar yang disebabkan oleh Phytoptora cinnamomi yang sering berjangkit bila kurang berlangsungnya drainase. Dikenal lebih dari 30 patogen termasuk antraknosis (Glomerella cingulata car, minor) yang mengakibatkan penyakit busuk akar, busuk kulit, dieback, noda daun, busuk ujung tangkai, kanker cabang, dan penyakit jamur tepung. Viroid bisul matahari mengakibatkan perubahan pada bentuk buah alpukat dan menghambat pertumbuhan pohon. Diperlukan tindakan-tindakan sanitasi yang tegas dan umbi-umbi kayu yang tahan penyakit dalam menghadapi penyakit. Hama serangga yang menyerang buah alpukat ialah lalat buah dan kutu tutul, sedangkan ulat dari ngengat Cricula dapat menggunduli pohon alpukat. semua hama ini dapat ditanggulangi dengan penyemprotan. 4. Panen, Penanganan Pasca-panen dan Transportasi Panen. Buah-buah yang tua biasanya dipetik dengan tangan. Namun, sangat sulit untuk mengenal buah-buah yang tua. Sulit untuk menentukan berapa waktu yang dibutuhkan buah alpukat untuk tumbuh menjadi tua. Ini bergantung pada varietas, dan bahkan dapat berubah dari tahun ke tahun. Pada varietas yang buahnya berwarna hijau, warna kekuning-kuningan merupakan indikasi bahwa buah telah tua. Pada varietas lain tumbuhnya bintil-bintil pada kulit merupakan indikasi bahwa buah telah tua. Besar-kecilnya buah belum tentu dapat dijadikan indikasi bahwa buah telah tua. Perlu dilakukan panen berulang, di mana mula pertama buah-buah yang besar dipetik dan buah-buah yang kecil dibiarkan tumbuh menjadi besar. Dengan makin tinggi tumbuhnya pohon, diperlukan tangga dan pemotong yang panjang untuk dapat memetik buah. Banyaknya daging buah yang dapat dipisahkan dari kulit buah berkisar antara 70 dan 80%. Kandungan total bahan kering dalam bagian buah alpukat yang dapat dimakan kira-kira 30% dan kandungan protein kira- kira 2%, tertinggi di antara buah-buahan. Pengemasan. Buah alpukat harus dikemas berlapis tunggal dalam peti fiberboard yang teleskopik dan mengunci-sendiri (self-locking). Sering tiap-tiap buah dibungkus dengan kertas tisyu untuk meningkatkan penampilan dan mengurangi gesekan antar-buah. Biasanya satu peti buah alpukat beratnya lima kilogram. Penyimpanan dan Transportasi. Buah alpukat dapat "disimpan" di pohon, karena buah akan tetap tinggal tua dan keras. Buah akan tetap tumbuh dan kandungan minyaknya akan terus bertanbah selama 10 bulan dalam jangka waktu mana secara hortikulturis buah telah tua. Fenomena ini disebabkan adanya zat-zat penghambat yang dihasilkan pohon alpukat. Namun, perlu di perhatikan bahwa dengan "menyimpan" buah di pohon akan mengakibatkan terjadinya musim berbuah yang berganti (dan terlalu lama tinggalnya buah di pohon, sehingga mudah dirontokkan oleh angin, yang mengakibatkan kerusakan pada buah karena benturan dengan tanah). Suhu pasca-panen merupakan faktor penting pada waktu yang diperlukan untuk menjadi masaknya buah alpukat. Dengan menurunkan suhu penyimpanan sehingga menjadi, misalnya, 12 sampai 180C, buah alpukat akan dapat lebih lama disimpan, yaitu dapat disimpan selama tiga minggun. Namun, bagaimana pun juga akhir buah akan menjadi lunak juga. Suhu-suhu pada mana buah alpukat dapat aman disimpan bergantung pada varietas dan tingkat ketuaan (kandungan minyak) buah. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa varietas-varietas yang lambat menjadi tua dapat lebih aman disimpan pada suhu-suhu rendah (4 sampai 80C) ketimbang yang cepat menjadi tua. Hendaknya berhati-hati menentukan kondisi penyimpanan karena kemungkinan terjadinya kerusakan pada buah akibat udara dingin (chill injury). Kerusakan seperti ini dapat terjadi pada varietas- varietas yang peka yang disimpan pada suhu < 120C. Ciri-ciri kerusakan ialah daging buah berwarna kecoklatan, kulit buah luka seperti tersiram air panas, timbul lubang-lubang pada kulit dan kegagalan buah untuk menjadi lunak dengan baik. Bertahan hidupnya buah dalam penyimpanan dapat diperpanjang dengan memasukkan buah alpukat dalam kantong yang ditutup rapat-rapat dan berisi bahan penyerap etilen. Dengan cara ini buah alpukat tetap keras dan hijau setelah disimpan selama 30 hari pada suhu 200C. Cara ini tidak dapat digunakan pada ekspor buah alpukat. Pemasakan. Suhu paling baik untuk menjadikan buah alpukat masak berkisar antara 15 dan 240C. Menjadikan buah masak pada suhu 150C akan menghasilkan buah berkualitas tinggi, tetapi memerlukan cukup banyak waktu. Namun, menjadikan buah masak pada suhu-suhu yang lebih tinggi akan menghasilkan buah yang cepat menjadi lunak dan bahkan membusuknya buah, sedangkan rasa buah juga tidak enak, karena adanya rasa-rasa sampingan. Transportasi. Karena buah alpukat yang tua, keras, maka buah alpukat cocok sekali untuk diangkut melalui jarak-jarak jauh dengan kendaraan darat atau kapal (dalam suasana dingin). Namun, perlu diperhatikan bahwa buah alpukat yang diangkut, bebas penyakit. Ini perlu diperhatikan mengingat bahwa infeksi laten antraknosis dapat mengakibatkan kerugian besar. 5. Karakteristik Pasar Ekspor. Eropa merupakan pengimpor buah alpukat terbesar di dunia, sedangakn Perancis merupakan negara pengimpor buah alpukat terbesar di Masyarakat Eropa (ME). Perlu diperhatikan bahwa statistik Eropa untuk tahun 1993 seluruhnya tidak mengemukakan keadaan sebenarnya disebabkan adanya kesalahan- kesalahan pada pelaporan perdagangan intra-ME. Dengan demikian sekali pun statistik impor ME masih digunakan juga untuk berbagai barang impor yang diliput dalam ADP Postharvest and Marketing Manual, namun statistik tahun 1992 lebih mewakili, khususnya bagi produk seperti buah alpukat yang luas diperdagangkan pada perdagangan intra-ME. Varietas yang disukai di pasaran Eropa adalah varietas-varietas sub- tropik seperti Hass dan Fuerte yang berukuran lebih kecil dari varietas-varietas yang terdapat di Indonesia. Dewasa ini hanya Meksiko yang merupakan pemasok buah alpukat berukuran besar, karena pemasok-pemasok utama ke Eropa (dan Amerika Seikat) lainnya hanya membudidayakan varietas-varietas sub-tropis. Kini setelah para importir buah alpukat menyadari adanya perbedaan ukuran, mereka lebih menyukai mengimpor varietas-varietas tropik yang berukuran besar. Karenanya, para pemasok buah alpukat tropik seperti Indonesia menghadapi peluang besar di masa depan. Perancis mengimpor 84.700 ton buah alpukat senilai ECU 99,9 juta dalam tahun 1992. Dilihat dari sudut volume impor, Perancis merupakan pengimpor buah alpukat terbesar di ME. Hal ini karena Perancis merupakan lokasi masuknya buah alpukat ke dalam ME. Dari seluruh impor buah alpukat dalam tahun 1992, Perancis mengekspor- ulang 11,700 ton (senilai ECU 14,2 juta) ke negara-negara ME. Dalam tahun 1992 negara-negara pengekspor buah alpukat ke Perancis ialah Israel (38%), Spanyol (15%), Afrika Selatan (17%), Meksiko (10%), dan Kenya (5 %). Khususnya buah alpukat dari Israel memasuki Perancis antara Oktober dan April. Spanyol memasok pasaran buah alpukat Perancis pada semua bulan kecuali bulan Juni, Juli dan Agustus. Buah alpukat Afrika Selatan masuk dari April sampai September, sedang Meksiko memasok antara bulan September dan Desember. Kenya memasok buah alpukat dari Mei sampai September. Negeri Belanda. Impor buah alpukat Negeri Belanda pada tahun 1992 sebesar 7.900 ton (ECU 9,9 juta) adalah peningkatan dengan 106% dari impornya pada tahun 1988. Pengekspor buah alpukat terbesar ke Negeri Belanda ialah Afrika Selatan yang memasok 40% dari pasaran buah alpukat di Negeri Belanda pada tahun 1992, diikuti oleh Spanyol (18%), Perancis (15%), dan Kenya (10%). Musim ekspor ke Negeri Belanda bagi negera-negara pengekspor buah alpukat tersebut ini tidak berbeda dengan musim ekspornya ke Perancis, walaupun impor buah alpukat Negeri Belanda menunjukkan kenaikan antara Mei dan November dengan puncak yang mencolok pada bulan Juni. Impor dari Perancis boleh dibilang berlangsung tiap bulan, namun bagian terbesar impor dari Perancis berlangsung dari Oktober sampai Maret. Jerman. Volume impor buah alpukat pada tahun 1992 yang sebesar 10.000 ton (ECU 12,2 juta) merupakan peningkatan dengan 68% dari impor buah alpukat pada tahun 1988. Perancis merupakan pemasok buah terbesar (47%) pasar buah alpukat Jerman, diikuti Negeri Belanda yang memasok 33% dari pasar buah alpukat Jerman. Dibandingkan dengan angka-angka untuk tahun 1988, impor buah alpukat dari Negeri Belanda meningkat dengan 272%, yang menggantikan impor dari Israel yang menurun dengan 88% pada tahun 1992 bila dibandingkan dengan impor buah alpukat dari Israel pada tahun 1988. Pemasok buah alpukat untuk Jerman yang berarti pada tahun 1992 ialah Afrika Selatan (5%), Kenya (3%) dan Israel (3%). Bagian terbesar dari impor buah alpukat dari Perancis berlangsang dari Oktober sampai April, sedangkan dari Negeri Belanda dari Mei sampai Oktober. Kerajaan Inggris mengimpor 15.900 ton (CIF $ 20,2 juta) buah alpukat dalam tahun 1992, suatu peningkatan sebesar 23% dari impornya pada tahun 1988. Dalam tahun 1992 Afrika Selatan merupakan pemasok terbesar, dengan memasok 38% dari pasar buah alpukat Kerajaan Inggris, diikuti oleh Israel (22%), Spanyol (16%), dan Meksiko (5%). Impor buah alpukat dari Spanyol mencolok naik dengan 292 % dalam periode antara 1988 sampai dengan 1992. Impor dari Spanyol terutama berlangsung antara Oktober - April, sedangkan impor buah alpukat dari Israel dalam tahun 1992 meningkat dengan 105% bila dibandingkan dengan impornya dari negara ini pada tahun 1988. Amerika Serikat. Dalam tahun 1993 Amerika Serikat mengimpor buah alpukat sebanyak 8.200 ton (CIF $ 6,7 juta), suatu penurunan yang sangat mencolok, yaitu sebesar 300%, dari impornya dalam tahun 1992 yang sebesar 24.100 ton (CIF $ 17,5 juta). Penurunan dramatis ini disebabkan oleh sangat meningkatnya produksi buah alpukat Kalifornia. Republik Dominika telah menggeser kedudukan Cili sebagai pemasok buah alpukat terbesar ke Amerika Serikat. Dalam tahun 1993 Amerika Serikat mengimpor 68% dari kebutuhannya akan buah alpukat dari Negara Dominika, diikuti dari Cili sebesar 22%. Ini merupakan kebalikan daritahun 1992, di mana Cili memasok 67% dan Republik Dominika 30%. Pemasok buah alpukat lainnya bagi pasar Amerika Serikat ialah Meksiko (6%, semuanya berupa trans-shipment), dan Bahama (4%). Laporan-laporan USDA mengenai harga-harga grosir mengemukan bahwa harga satu peti yang berisi dua lapis buah alpukat Hasse di Los Angeles adalah serendah $ 7,00 dalam bulan Agustus 1993 dan setinggi $ 36,00 dalam bulan Desember 1993. (David Quane). REKOMENDASI MILIS: http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah http://groups.yahoo.com/group/relasimania http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak http://groups.yahoo.com/group/agromania http://groups.yahoo.com/group/katasibijak http://groups.yahoo.com/group/agromania http://groups.yahoo.com/group/indogitar http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu http://groups.yahoo.com/group/indowanted Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/agromania/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

