Mereka di Jalur yang Sama

November 2005 panen raya padi menghampiri Mukomuko, Bengkulu Utara. Ujang, 
petani yang mengelola 2 ha, menggunakan mesin untuk merontokkan bulir padi. 
Tiga bulan berselang alat yang sama digunakan Ujang untuk memipil jagung. 
Bahkan, ia memanfaatkannya untuk memipil polong kedelai. Sebuah mesin untuk 3 
komoditas? Itulah inovasi Sudirman dari Balai Besar Pengembangan Teknologi 
Tepat Guna (BBP-TTG), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, di Kabupaten Subang, 
Jawa Barat. Mesin menggunakan motor penggerak berbahan bakar solar sehingga tak 
perlu lagi mengayuh pedal sepeda yang menyita energi.

Menurut Dr Aris Purwanto, dosen Departemen Teknik Pertanian IPB, saat ini 
banyak perontok padi tidak efektif dan efisien. Sebab, alat-alat itu 
membutuhkan tenaga besar, banyak pencemar, dan lebih banyak bulir padi 
terbuang. Dampaknya beras bermutu yang dihasilkan oleh petani cenderung minim.

Serbaguna
Mesin perontok serbaguna bikinan LIPI dilengkapi diesel berkapasitas 8 tenaga 
kuda berbahan bakar solar yang konsumsinya rendah. Modifikasi itu dilakukan 
agar mesin perontok dapat digunakan di daerah yang tak dialiri listrik atau di 
tengah sawah. Kecepatan putar motor penggerak diesel mencapai 2.500 rpm atau 
rotasi per menit. Motor dihubungkan dengan as drum pemutar vertikal melalui 
puli alias sabuk penghubung yang lebarnya 20 cm. Kecepatan putaran drum pun 
tereduksi menjadi 800 rpm.

Bahan dasar mesin berupa besi plat dan besi siku panjang. Panjang mesin 1,17 m, 
lebar 0,5 m, dan tinggi 1,31 m. Mesin terdiri atas 3 bagian utama: drum pemutar 
atau perontok di bagian teratas, bagian limbah yang pengeluarannya dipacu oleh 
kipas khusus, dan bagian hasil. Tangkai padi yang dimasukkan ke mesin tidak 
memiliki spesifikasi khusus. Oleh karena itu petani tidak perlu memotong 
tangkai hingga dasarnya. Cukup ditebas bagian paling dekat dengan bulirnya 
saja, ujar Sudirman, kepala program BBP-TTG.

Sisa batang padi berfaedah sebagai pupuk atau pakan ternak. Setelah tangkai 
padi masuk ke mesin, bagian drum akan berputar sehingga memaksa tangkai-tangkai 
padi masuk ke bagian dalam mesin. Drum pemutar berdiameter 50 cm terdiri atas 
beberapa jeruji besi yang membentuk silinder horizontal. Masing-masing jeruji 
memiliki sirip ke arah bagian dalam drum. Sirip setebal 2 cm itu mencegah bahan 
lolos sebelum perontokan sempurna. Perputaran itu menghasilkan 2 bahan di 
bagian kiri mesin, bulir dan tangkai padi.

Bulir padi turun ke bagian paling bawah atau bagian hasil. Sedangkan tangkai 
padi akan mengumpul di bagian kedua. Lalu kipas memberikan embusan berkecepatan 
tinggi sehingga tangkai padi terdorong ke mesin bagian kanan. Dengan mesin itu, 
petani hanya membutuhkan 1 tenaga kerja untuk merontokkan padi 4-5 ton hasil 
panen dari 1 ha lahan. Waktu yang dihabiskan hanya 1 hari. Mesin dapat 
merontokkan 800 kg padi/jam. Bandingkan bila ia menggunakan mesin berpedal, 
membutuhkan 5 hari kerja dan 5 tenaga kerja.

Tak istirahat
Mesin perontok BBP-TTG dapat dioperasikan terus-menerus selama 8 jam 
menghabiskan 5 liter solar. Setelah itu harus dimatikan dan satu jam kemudian 
dapat dipakai kembali. Walaupun dilengkapi pendingin, tetap saja motor 
penggerak diesel harus istirahat, ujar lulusan National University of 
Singapore. Kulitas mesin sangat tinggi sehingga tidak cepat rusak.

Selain padi, mesin itu juga digunakan untuk memipil jagung dan kedelai. 
Kapasitasnya masing-masing 600 kg/jam dan 400 kg/jam. Tongkol jagung kering 
tanpa kelobot dimasukkan ke mesin. Begitu keluar muncul bulir jagung dan 
bonggol di tempat lain. Pemipilan jagung sangat tergantung dari gesekan buah 
terhadap sirip pada drum pemutar. Kedelai dirontokkan dengan kapasitas lebih 
kecil karena pelepasan kulit ari membutuhkan waktu putaran yang sangat lama.

Selama ini investasi petani untuk mesin perontok sangat tinggi. Sebab, untuk 
setiap komoditas, berbeda mesinnya. Harga masing-masing mesin perontok untuk 
setiap komoditas mencapai Rp10-juta. Padahal mesin-mesin itu digunakan hanya 
pada musim panen. Jika tidak digunakan, mesin dikandangkan, kata Indarwin, 
kepala bagian pemasaran BBP-TTG. Itu menyebabkan mesin perontok cepat rusak dan 
berkarat. Sebaliknya, mesin serbaguna bikinan LIPI itu dapat dioperasikan 
berkesinambungan pada setiap musim panen padi, jagung, dan kedelai. Harga 
sebuah mesin Rp9,5-juta. Produktivitas petani jauh lebih tinggi dibandingkan 
bila menggunakan mesin perontok biasa. (Vina Fitriani)

Selasa, 21-Februari-2006, 15:09:25
© 2006 trubus






REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/mobilemaniak
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/satuXsatu

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke