Ekspor pangan Rp453 miliar ditolak masuk ke Australia

Hingga Juli, lima produk pangan olahan asal Indonesia gagal masuk pasar 
Australia, karena terganjal kebijakan holding order (HO) yang dikeluarkan AQIS 
dengan nilai sekitar US$50 juta atau Rp453 miliar. Lima produk makanan olahan 
yang ditolak Australian Quarantine and Inspection Service (AQIS) itu adalah 
produk daging dan ikan olahan yang tidak memenuhi kualitas minimal yang telah 
ditetapkan lembaga karantina Australia tersebut.

Konsul Bidang Ekonomi Republik Indonesia di Melbourne, Australia Kusnowibowo 
mengakui HO tersebut menyebabkan lima barang asal Indonesia ditolak dan tidak 
dapat dipasarkan di negara itu. "Yang kena HO itu sampai kemarin [Juli], 
sepanjang 2006 ini hanya lima produk. Itu semua produk makanan terutama olahan 
ikan dan daging. Australia ini memang sangat ketat membatasi produk-produk yang 
berbau kimia," ujarnya di pertemuan bisnis Indonesia-Australia yang dihadiri 
Mendag Mari E. Pangestu di Brisbane kemarin.

Menurut dia, jumlah barang masuk yang ditolak Australia itu rata-rata satu 
hingga dua kontainer dengan nilai sekitar US$50 juta atau Rp453 miliar. Jumlah 
HO yang dikeluarkan AQIS untuk produk impor dari Indonesia semakin menurun. 
Tahun lalu, di bawah 10 jenis dan pada 2004 mencapai 14 unit. Kusno mengatakan 
penurunan jumlah HO tersebut karena tingkat pemahaman konsumen Australia oleh 
eksportir Indonesia meningkat sehingga produsen komoditas yang diminati di 
negara tersebut berusaha dapat memenuhi standar kualitas yang diminta 
pemerintah setempat.

Konsulat Jenderal RI di Australia sendiri, kata Kusno, rutin melakukan 
sosialisasi aturan dan kebijakan barang masuk ke wilayah negara tersebut, baik 
melalui Badan Peningkatan Ekspor Nasional (BPEN) maupun sosialisasi langsung. 
"Di Australia itu ada dua lembaga yang sangat berpengaruh terkait hal ini, 
yaitu Custom [Bea Cukai] dan AQIS. Sampai sekarang masih ada tiga jenis produk 
yang susah sekali masuk, yaitu produk perikanan, produk dari tumbuhan atau 
pohon, dan hewan."

Namun, lanjutnya, dua lembaga itu cukup kooperatif, sehingga produk yang 
terganjal masuk tidak begitu saja dikembalikan ke negara asal.

Dapat sertifikasi
Untuk menekan potensi HO atas produk nasional, Kusno menuturkan AQIS baru-baru 
ini memberikan sertifikasi penanganan fumigasi terhadap 30 perusahaan di dalam 
negeri. Dengan sertifikasi tersebut, kata dia, sertifikat fumigasi yang 
dikeluarkan sejumlah perusahaan itu dinyatakan diakui oleh AQIS, sehingga 
mempermudah barang masuk ke pasar Australia.

"Sekarang yang bagus itu AQIS sudah mengakui 30 perusahaan Indonesia yang bisa 
menjadi rekomendasi, sudah tersertifikasi oleh mereka, sebagai fumigator. Jadi 
kalau ada barang yang mau masuk, bisa pakai perusahaan ini, sehingga diakui 
AQIS."  Namun, Kusno mengaku tidak dapat menyebutkan secara detail nama-nama 
perusahaan tersebut.

Menanggapi pemintaan Australia terkait terminal agrobisnis bebas bekicot di 
Indonesia, Kurno mengatakan hingga saat ini belum ada informasi lebih lanjut. 
Dia mengakui hal ini sebenarnya dapat dipahami karena impor produk agribisnis 
yang mengandung hama justru akan mematikan sektor pertanian di Australia. 
([EMAIL PROTECTED])

Oleh Aprika R. Hernanda
Kamis, 10-AUG-2006
Copyright © PT. Jurnalindo Aksara Grafika






REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/mobilemaniak
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/satuXsatu

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke