Jeruk Imlek Berharap Peruntungan di Tahun Anjing

Bukan tanpa alasan jeruk yang dipilih sebagai persembahan pada saat Sin 
Tjia-sebutan tahun baru Cina. Jeruk dalam bahasa Mandarin disebut chi zhe, kata 
Eddie Suharry, pemilik nurseri Flora Alam Indah, di Jakarta Barat. Pelafalan 
chi pada nama itu sama dengan chi yang berarti rezeki. Sementara zhe, artinya 
buah. Jadi jeruk itu buah pembawa rezeki. Dengan mempersembahkan jeruk pada 
saat Imlek, mereka yang percaya berharap tahun baru kali itu membawa 
keberuntungan.

Di Indonesia memajang jeruk pada saat tahun baru Sin Tjia juga membudaya. Itu 
terutama dilakukan oleh mereka yang memiliki hubungan kekerabatan kuat dengan 
daratan Cina, Taiwan, atau Hongkong.
Shunde

Di Tiongkok, Shunde di Provinsi Guangdong, salah satu sumber utama tabulampot 
jeruk untuk Imlek. Sebulan menjelang tahun baru-biasanya awal hingga 
pertengahan Januari-kota kecil itu berubah menjadi serbakuning. Itulah 
tabulampot-tabulampot jeruk yang dipersiapkan nurseri-nurseri di sana untuk 
merayakan Sin Tjia. Perayaan tahun baru Imlek di Cina memang bertepatan dengan 
panen raya jeruk.

Rangkaian yang dibuat sangat bervariasi. Ada rangkaian mini setinggi 30-40 cm 
yang cocok sebagai hiasan meja. Ada juga yang berbentuk kapsul raksasa atau 
disusun berjenjang 8. Angka 8 favorit masyarakat Tionghoa. Angka itu 
melambangkan rezeki yang tidak putus seperti cara penulisan angka 8. Selain 
bentuk, jenis yang dirangkai pun beragam. Sebut saja kimkit, chu sa, dan sakam.

Masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia mengenal kimkit sebagai jeruk Imlek. 
Buah kumquat-sebutan lain kimkit-berukuran kecil sebesar bola pingpong dan 
berwarna kuning. Dia memang cantik sebagai pajangan lantaran buahnya lebat. Ada 
falsafah dalam kepercayaan masyarakat Cina yang mengatakan makin banyak buahnya 
makin banyak hokinya, ujar Eddy Loekito, pemilik nurseri Golden Image di 
Jakarta Barat.

Jenis lain yang juga tak kalah menarik adalah chu sa. Di tanahair, ia tergolong 
baru. Sebuah tabulampot chu sa berbentuk kapsul setinggi 1 m terlihat di 
kediaman Eddy Suharry. Buahnya lebih bongsor daripada kimkit dan berwarna 
jingga. Bentuk buah gepeng seperti keprok. Beda dengan kimkit yang asor, chu sa 
manis dengan sedikit masam. Makanya masih enak dimakan. Anggota famili Rutaceae 
itu pantas untuk pajangan jeruk imlek karena pantat buah rata. Jadi bagus bila 
ditata sebagai rangkaian, kata Markus Amin, penangkar buah di Bogor. Chu sa 
juga tidak pelit berbuah. Buah chu sa tahan lama, ia masih kuat melekat 
ditangkai sampai 3 bulan setelah menguning.

Sakam lebih menakjubkan lagi. Ukuran buah paling raksasa, seperti jeruk bali. 
Lantaran berbobot hampir 0,5 kilo/buah, buah mesti dibungkus jaring agar tidak 
lepas dari tangkai. Sama seperti chu sa, sakam juga enak dimakan. Meski buah 
tak selebat kimkit, tapi penampilan sakam tetap cantik sebagai penghias rumah 
saat Imlek. Jenis ini paling gres yang masuk ke tanahair. Pantas harganya pun 
mahal. Tabulampot setinggi 1,2 m dibandrol Rp3-juta/pot. Namun, demi berharap 
keberuntungan di Tahun Anjing, kimkit, chu sa, dan sakam pun dipajang di 
kediaman. (Rosy Nur Apriyanti)

Trubus 435 - Februari 2006/XXXVIII






REKOMENDASI MILIS:
http://groups.yahoo.com/group/hatihatilah
http://groups.yahoo.com/group/relasimania
http://groups.yahoo.com/group/ebookmaniak
http://groups.yahoo.com/group/agromania
http://groups.yahoo.com/group/katasibijak
http://groups.yahoo.com/group/mobilemaniak
http://groups.yahoo.com/group/indogitar
http://groups.yahoo.com/group/sukasukamu
http://groups.yahoo.com/group/satuXsatu

TIPS PENCARIAN DI GOOGLE:  daftar alamat pembeli agrobisnis / agribisnis, 
daftar alamat penjual dan pembeli Indonesia dan mancanegara, diskusi dan teori 
agribisnis, cara melakukan ekspor, buah-buahan, sayur-sayuran, ternak, kebun, 
taman, tanaman, tanaman obat (herbal), mesin pengolahan, mesin pertanian, 
makanan, minuman, ikan hias, hutan, pupuk, ikan, ikan laut, benih, biji, 
kacang-kacangan, daging, rempah-rempah, budidaya, hidroponik, hortikultura, 
sapi, ayam, burung, kambing, sawit, minyak sawit, bonsai, walet, anggrek, 
minyak atsiri, udang, kayu, lada, vanili, kopi, coklat, kacang, nilam, markisa, 
durian, lebah madu, pisang, bekicot, salak, ubi kayu, jagung, karet, eksportir 
/ importir, penjual / pembeli, waralabais (pengusaha waralaba), produsen, 
wiraswasta, petani, informasi jasa, iklan produk agribisnis, informasi lowongan 
bidang agrobisnis, forum diskusi, konsultasi, daftar alamat, informasi harga, 
pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan, agroindustri, agro 
indonesia. 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/agromania/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke